Kata kunci: Orang berkekuatan super Ruang Waktu lain Restoran.(Teh, tinggal di kota, Cancer)
TKP...
Jam menunjukkan pukul 12.00 sudah waktunya untuk pulang sekolah, saat itu berjalanlah dua orang gadis remaja sambil becanda berseda gurau, begitu bahagianya mereka, seakan dunia milik mereka yang lain ngontrak dong!!
Di tengah keramaian kota yang masih banyak kekerasa di mana-mana membuat keresahan bagi setiap orang-orang yang berlalu lalang, kebanyakan dari mereka korbannya adala wanita dan pria muda, juga rakyat biasa yang tak bisa melawan hanya bisa pasrah dalam keadaan, harta mereka yang jarah klo melawan resikonya nyawa melayang.
"Huh, sadis banget nih mereka masa ibu tua juga jadi korban gak berprikemanusian banget sih!" ujar Nina kesal.
"Terus kalo kamu kesal mau di apain?" tanya Alya.
"Andai aku punya kekuatan super yang biasa pahlawan-pahlawan ditivi itu gunakan untuk melawan para penjahat membantu orang lemah," uncap Nina tak menjawab pertanyaan Alya.
Ya Nina dan Alya dua wanita yang sedang berjalan di pinggir jalan, mereka yang menyaksikan aksi kejahatan di depan mata, tapi tak satu pun ada yang berani menolok biasa perampok-prampok itu suruhan dari kepala desa yang sekarang, merampok mengatasnamakan pajak.
Alya hanya tersenyum mendengar uncapan Nina yang berhayal menjadi seorang berkekuatan super, Hari ini Nina berencana ngajak Alya untukakan siang di sebuah restoran yang baru di buka, Nina mendapat dua tiket promo makan gratis yang ia dapet dari Ayahnya, karena kebetulan bos tempat ayahnya bekerja menyeponsori restoran baru itu.
"Dimana sih para keadilan itu? pemimpin yang seharusnya melindungi rakyatnya, eh malah jadi sumber masalah bagi rakyatnya!" gerutu Nina lagi kesal.
"Lalu kita rakyat biasa bisa apa, mau mengeluh pun tak ada daya, paling hanya bisa menyaksikan kejadia tragis di depan kita tanpa bisa melawan!" ujar Alya pasrah.
"Tapi lihat itu perempuan tua yang ga ada tenaga, bahkan untuk berjalanpun mengunakan tongkat lalu mereka tega merampas hartanya, hati mereka terbuat dari apa?" Nina makin tersulut emosi.
"Emang kamu mau apa? mau berlari ketengah-tengah mereka dan menolong nenek itu? yang ada nyawamu pun akan melayang!" seru Alya.
"Aku gak perduli sekalipun nyawaku melayang juga, pasti kalo demi membela kebenaran aku rela!" seru Nina marah dan ingin mendekat.
"Jangan gila kamu Nina! pikirkan perasaan ortumu mereka pasti sedih kan klo melihat kematianmu sudah biarkan yang terjadi, terjadi semua sudah ada takdir dan masa kita ga bisa menentang keputusan yang maha kuasa," cegah Alya menahan tangan Nina.
"Lepas Alya, aku ingin menolong wanita tua itu kasihan dia tak berdaya," Nina terus meronta mencoba melepaskan tangannya dari Alya.
Tapi usaha Nina sia-sia Alya lebih kuat memegangnya Alya berjalan sambil mengandeng tangan Nina hingga sampai di depan restoran, sepanjang jalan Nina terus meronta tapi tak di gubris oleh Alya.
"Kita sampai, kalo kamu ingin menolong nene tua ini silakan aku ga akan menghalangi tapi setidaknya sebelum kamu mati di tangan preman itu traktir aku dulu makan di restoran yang kamu janjikan ini," pinta Alya.
"Kau ini aku ingin berbuat baik malah di cegah, kirain karena khawatir dengan kehidupanku eh nyatanya malah mikirin makanan aja, kau ini sahabat macam apa sih?" tanya Nina kesal.
Alya tak menjawab pertanyaan Nina ia langsung masuk ke restoran dan mencari tempat duduk, Alya memilih duduk di pojok ruangan yang sepi dan jauh dari jendela dan pintu masuk, di ikuti Nina dari belakang yang masih dengan tampang kesalnya.
"Kenapa harus duduk di sini sih? gelap tau terus lihat suasananya bikin merinding, kita pindah situ yuk!" ajak Nina saat sampai di bangku pilihan Alya.
"Kamu ingin menolong para orang-orang tertindas itu khan? maka duduk lah disini kamu akan dapatkan jawabannya," suara Alya terdengar aneh beda dari sebelumnya.
Nina yang merasa takut dan merinding saat mendengar Alya bicara ia pun duduk di bangku dengan perasaan heran.
"Pelayan saya mau pesen," panggil Nina.
Pelayan restoran pun menghampirinya dan bertanya mau pesen apa Nina pun langsung menyebutkan makanan kesukaannya, dan bertanya pada Alya mau pesan apa.
"Sudah saya pesen itu saja, Alya kamu mau pesen apa?" tanya Nina.
Sang pelayan memandang aneh ke arah Nina seakan penuh pertanyaan, karena bangku yang di tunjuk Nina kosong tak ada seorang pun, tapi sang pelayan berangapan klo Nina sedang bicara di telepon.
Setelah menulis pesanan Nina pelayan kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanannya.
"Kenapa kamu hanya pesan nasi goreng tadi?" tanya Nina pada Alya.
"Semua makanan berbahan dasar sifut aku alergi, dan hanya nasi goreng itu yang tidak," jawab Alya.
Tak berapa lama pelayan datang membawa pesanannya Nina dan Alya, meletakkannya di atas meja dan mereka pun melahap santapan dengan lahapnya saat masakan semua sudah habis tersantap Nina bangun dari duduk hendak memberika vocer promonya sebanyak dua lembar, karena Nina memesan dua porsi.
Setelah itu Nina mengandeng tangan Alya keluar restoran tapi Alya mengajak Nina untuk duduk kembali dengan alasan ingin minum teh, akhinya Nina pun menuruti kemauan Alya, saat sedang menunggu pesanan datang mata Nina tertuju pada sebuah cahaya yang memantul dari pintu belakang restoran.
"Eh lihat itu cahaya apa?" tanya Nina pada Alya.
Tak menjawab pertanyaan Nina Alya pun menarik tangan Nina dan membawanya masuk ke dalam pintu ruang waktu yang di buat Alya.
Seketika pandangan restoran berubah menjadi jalanan yang tadi di lalui Nina dan Alya.
"Loh ini dimana kemana kita bisa ada di sini? bukannya tadi kita ada di restoran ya?" tanya Nina.
"Ini impianmu bukannya kamu ingin menolong orang yang tertindas, sekarang bantu mereka lihat banyak orang yang membutuhkanmu Nina, hayo maju gunakan kekuatan supermu!" seru Alya menyemangati tak menjawab pertanyaan Nina.
"Kau kenapa Alya! bercanda ya kekuatan super apa? mana ada kekuatan seperti itu, hanya ada di kartun ini dunia nyata dah lah yuk pulang," kata Nina tak percaya.
"Tolong... tolong... tolong saya siapa pun tolong saya ingin melahirkan jangan ambil barang saya, akh." Teriak seorang ibu hamil.
Nina yang sedang berjalan ingin pulang berhenti melihat kejadian itu, seorang perempuan hamil di dorong jatuh sepertinya ia mau melahirkan dan terlihat suaminya tersungkur lemah habis di pukuli rupanya.
Nina menjadi emosi melihat itu, ia kepalkan tangannya dengan sekuat tenaga dan ia kebaskan ke arah samping merasa kesal, tapi Nina terkejut di saat yang bersamaan premen yan tadi mendorong wanita itu terpental jauh seakan habis di lempar olehnya.
"Hah... apa yang terjadi! kenapa orang itu terpental jauh siapa yang mendorongnya?" tanya Nina yang terkejut.
"Tentu saja kau yang mendorongnya Nina! emang siapa lagi!" jawan Alya.
"A... a-ku, apa kamu jangan bercanda ga lucu tau, bagaimana aku melakukannya," kata Nina tak percaya.
Seorang perman satunya hendak menghunuskan pisau ke arah si ibu hamil, Nina yang melihat sontak mengepalkan jagannya lagi sambil teriak.
"JANGAN... JANGAN LAKUKAN ITU BERHENTI," teriaknya.
Spontan saja preman itu terjatuh dan pisau di tangannya terpental melayang dan mendarat di perut lelaki jahat itu dan iapun mengembuskan nafas terakhirnya. Lagi- lagi Nina tak percaya dengan kejadian barusan pedahal Alya sudah menjelaskannya asal kekuatan itu dan siapa Alya sebenarnya, sampai terulang yang ketiga kalinya Nina baru percaya bahwa kekuatan super yang sedari tadi ia lihat berasal darinya.
Ia bisa menghajar para preman tanpa menyentuhnya akhirnya Nina mendapatkan impiannya selama ini untuk menjadi Seseorang berkekuatan super, tanpa ragu Nina pun membinasakan semua preman jahat itu dan semua tergeletak di jalan sudah tak bernyawa lagi.
"Alya kamu bisa jelaskan dengan uncapanmu tadi?" tanya Nina.
"Baiklah aku akan jelaskan, cahaya yang kamu lihat tadi di restoran adalah jalan menuju Ruang Waktu Lain, dan Restoran itu adalah tempatnya, jadi kamu hanya bisa membuka portal jika berada di situ dan akan menuju masa depan dimana kamu akan mencegah kejadian yang akan terjadi. Dan saat masuk Ruang Waktu lain kamu akan menjadi Seorang yang memiliki Kekuatan Super." jelas Alya.
Masih binggung dengan penjelasan Alya Nina pun merasa kepalanya pusing dan ia jatuh pingsan. Tiga jam sudah Nina tak sadarkan diri dan saat ia terbangun Nina terkejut ternyats sudah ada di kamarnya.
"Ibu... ini dimana?" tanya Nina saat tersadar.
"Di kamarmu, Nak! kamu ga apa-apa kan? untuk tadi ada seorang pegawa restoran menelpon ibu mengatakan kamu pingsan disana, jadi ibu segera datang dan membawa kamu pulang," jawab ibu.
"Alya... Alya mana Bu?" tanya Nina lagi.
"Siapa Alya? Ibu ga lihat! hanya ada kamu pingsan seorang diri," jawab ibu heran.
"Tapi tadi aku di restoran bersama Alya! kami berdua makan di Restoran itu!" uncap Nina meyakinkan.
Ibu menceritakan kejadian saat sebelum Nina pingsan menurut cerita para pelayab restoran, mereka hanya melihat Nina datang seorang diri sambil mengendong boneka yang ada di sampingnya dan berbicara pada boneka itu seakan boneka itu hidup dan tak ada seorang lagi selain boneka itu.
Nina pun semakin binggung kok bisa jelas-jelas tadi ia bergandengan dengan Alya, ibu bertanya dari mana asal boneka itu, Nina menjawab ia mendapatkan boneka itu dari seorang nenek tua yang ia tolong saat perjalanan pulang sekolah kemarin. Dan tak ingat lagi kejadian setelah itu.
Ibu yang merasa jawaban Nina normal langsung pergi keluar untuk mengabilkan minum supaya Nina lebih membaik lagi.
Saat ibu sudah keluar kamar tak ada seorang pun di kamar hanya ada Nina dan boneka itu, tiba-tiba cahaya muncul dari tubuh boneka dan muncul lah sosok Alya berdiri di depan Nina.
"Alya kok kamu bisa ada disini! bagus kalo gitu aku ingin memoerkenalkan kamu ke ibuku biar ia tak berangapan kalo aku berhayal!" kata Nina.
"Tidak Nina jangan, ga boleh ada yang tau soal keberadaan saya, karena itu bisa membuat saya hilang untuk selamanya," cegah Alya.
"Maksudnya hilang selamanya gimana?" tanya Nina.
Alya menceritakan bahwa sebenarnya ia adalah roh yang penasaran, dulu sebelum ia mati ia pun memiliki ambisi dan cita-cita seperti Nina ingin punya kekuatan super tapi ia sadar klo ia hanya manusia biasa akhirnya ia menolong seseorang karena ga tahan melihat nenek tua yang ditindas oleh preman saat itu akhirnya nyawa Alya lah yang jadi taruhannya akhirnya arwanya penasaran dan ia pun bersemayam dalam boneka milik nenek itu dan bisa berkominikasi dengan sang nenek yang kegiatannya setiap hari mulung di jalan.
Setiap hari sang neneng membawa boneka itu dan Alya pun selalu memperhatikan Nina setiap kali lewat jalan itu, dan meminta sang nenek untuk memberikannya pada Nina, akhirnya terjadi pertemuan antara Nenek dan Nina yang memang di atur Alya.
Nina pun mengerti sekarang klo Alya adalah sahabat Arwah yang ia miliki hanya Nina yang bisa melihat dan berkomonikasi dengan Alya. Dan semua hanya akan menjadi rahasia mereka berdua.
***Tamat***
Like dan komen ya.