"apaa...nikah" teriakan seorang gadis yg memecahkan telinga saat tau kabar dirinya akan menikah.
"papa becanda ya ?" tanyanya kepada papanya yg dikira becanda.
"tidak,ini serius" jawab papanya serius.
"bercandanya ngak lucu ah pa, coba bercanda yg lain" rayunya pada papanya yg terlihat masih diam.
"ini serius sayang,apa papa pernah bercanda?" langsung diam seketika saat tau orang tuanya tidak main main apalagi bercanda.
***
Citra Adiwijaya anak tunggal dari pasangan Tama Adiwijaya dan Talisa Adiwijaya,umur 23 tahun masih duduk di bangku perkuliahan. penggemar Lee min ho, hobi baca novel romantis tingkat baper.
"guys masa gue disuruh nikah dadakan,kayak dinovel novel yg sering gue baca. kan ngak seru " curhat gadis itu kepada teman temannya.
"serius demi nenek moyang Lo ompong, loe yg masih imut bin lucu ini mau nikah. ngak salah denger gue " ejek kawannya di sebrang sana sambil cekikikan.
"elo ya, sahabat lagi sedih bukannya bantuin malah ngeledekin, kualat baru tau rasa Lo" jawabnya marah sambil nangis Bombay.
"gimana ceritanya si sahabat gue yg lucu bin imut ini mau nikah,loe ngak lagi melendung kan cit" kata sahabatnya penasaran
"ya ngak lah!...pacaran aja belum pernah, apalagi iwik iwik"jawabnya marah.
"la kan siapa tau...saat jalan jalan, elo dibekep orang terus di iwik iwik di kebun " ejek sahabatnya sambil cekikikan.
"gue di jodohin sama bokap tau..katanya sih anak teman lamanya,gue juga ngak tau beb...heh nasib nasib" curhat ke sahabatnya.
"ya udah lah ya, tinggal terima aja kok repot. kan ngak usah nyari nyari lagi. tinggal terima beres " nasehat sahabatnya sok bijak bin pinter.
"beres palak lu gundul, gue kan pingin nyari calon suami gue sendiri, ngak perlu jodoh jodohan segala, serasa jaman nur kebayak deh...udah modern juga" protes gadis imut itu sambil memanyunkan bibirnya lima centi.
"nurbaya peak" sambil geleng geleng kepala
"serah Lo dah, lidahku kepeleset "pasrahnya.
"lah, siapa tau calon suami Lo ini memang jodoh Lo saat Lo masih didalam perut bumi " tambah sahabatnya sambil cekikikan.
"ah males lah ngomong sama lo, bukannya bantu nyari solusi malah nambah polusi"
"besok gue lanjutin ceritanya lagi...gue mau refress otak dulu sama bang lee,udah kangen gueee".sambil mandangi gambar Lee min ho tanpa berkedip.
"ok beb...gue tunggu ya besok ceritanya.good boy?" jawab sahabatnya.
"good by beb bukan good boy" ralatnya
"serah lu deh, lidah gue kepeleset " sambil menirukan suara citra tadi, lalu mematikan telepon.
***
Baru kemarin citra bercerita kepada sahabatnya tentang perjodohannya, sekarang dia sudah duduk manis disebelah seorang pangeran yg dia sendiri tak tau namanya.
Pernikahan dadakan antara citra dan manusia kutub inipun tengah berlangsung.
bahkan citra sendiri pun tak tau siapa yg mempersiapan semua ini.
"eh mas,bang,atau bapak,siapa nama lu ?" tanya citra sambil melihat Cakra dari samping.
tetapi kayaknya yg dipanggil ngak ngerespon.
ini kulkas apa manusia si, dari tadi diam Mulu, dibilang bisu tapi bisa mengucapkan janji suci,dibilang tidak tapi kayak orang bisu,ihh ngeri. batin citra sambil bergidik ngeri.
Cakra Nugroho, anak tunggal dari pasangan Aditya Nugroho dan Rita Nugroho 27 tahun, seorang jenius dan dingin seperti kutub. pemimpin perusahaan ANO,tidak pernah memiliki riwayat jatuh cinta dan tak pernah dekat dengan seorang wanita kecuali dengan mamanya. wanita yg selalu dilindunginya.
hingga suatu hari mamanya meminta untuk menikah dengan anak sahabat kecilnya. yg telah diwasiatkan almarhum ayahnya karena perjanjian konyol ayahnya waktu kecil.
'apa ngak salah gue nikah sama perempuan kecil ini' batin cakra.
'sudah kecil bawel lagi' batinnya lagi.
"eh kutub, kita kan belum kenalan secara resmi,tinggal nyebut nama doang apa susahnya si,kayak mau baca skripsi yg panjangnya kayak rel kereta" cerocos citra.
"Cakra" jawab Cakra.
"oh my good,padat,singkat tapi kurang jelas.
bisa ulangi sekali lagi" tanya citra.
'oh my good,ini cewek cerewet banget' batin cakra.
"Cak ra Nug roho " sambil menekan setiap katanya.
"ha itu baru singkat,padat jelas.
gue citra, Nice to meet you ".
"CK, udan napa romantis romantisanya " seru Ferdi salah satu sahabat Cakra saat naik ke atas pelaminan untuk memberikan kata selamat kepada kedua pengantin ini.
"jangan jadi jomblo abadi" ejek Cakra dingin ke sahabatnya itu.
"bukan jomblo abadi kutub,cuman jodohnya aja yg masih nyangkut di kayangan.entah kapan mau turunnya" ucap Ferdi cekikikan sambil melihat citra di samping Cakra.
"hei cantik,perkenalkan nama gue Ferdi,sahabat suami kutub loe" kata Ferdi sambil mengulurkan tangan.
"gue citra, ISTRI dadakan sahabat kutub loe" jawab citra sambil menekankan setiap kata istri.
"wih, manteb juga bini sahabat atu gue ni" jawab Ferdi sambil melirik Cakra
"woe yg didepan,bisa cepat sedikit dak.kalau mau lama lama bikin pelaminan sendiri,pegel ni kaki gue !"teriak salah satu wanita dibarisan belakang.
"iya, sabar sweet" jawab Ferdi sambil menoleh kebelakang melihat siapa yg teriak teriak.
"sweet sweet nenek moyang loe ompong,cepat gantian.kayak siput aja,lambat" omel wanita tadi dengan wajah cemberut.
"iya sayang" canda Ferdi.
"sayang,sayang.kenal aja Idak,nyebelin banget si" ucap sahabat citra marah.
"selamat ya bro,gue duluan.jangan dingin dingin jadi suami,nanti istrinya jadi beku" bisik Ferdi ke sahabatnya itu sambil tersenyum.
"yg sabar jadi istri manusia kutub" bisik Ferdi ke citra dan di angguk iya dengan citra.akhirnya Ferdi pun langsung turun pelaminan.
"selamat ya bro,semoga bahagia sampai nenek kakek" ucap salah satu sahabat Cakra yg bernama Boby.
"makasih sob"jawab Cakra.
"ok,gue duluan ya" pamit Boby.
"iya,hati hati" jawab Cakra dingin.
"CK CK CK, citra, ternyata engkau tega mencuri star dariku" sambil merentangkan kedua tangannya minta dipeluk.
"star apanya,loe aja belum punya pasangan" jawab citra santai.
"hehe,iya ya" sambil garuk garuk kepala yg mungkin tak gatal.
"eh, loe muka es,awas ya kalau loe bikin sahabat gue nangis.kalau ngak suka lagi, loe balikin ke gue secara Baek Baek, jangan buat dia gantung diri" omel meri memperingati sambil menunjuk wajah Cakra.
"hhhmmm" jawab Cakra cuek.
"dasar manusia batu,diceramahi panjang panjang jawabannya cuman hemm hemmm, ya udah ya cit gue mau pamit dulu,biasa ibu negara banyak kerjaan" pamit Meri ke citra.
"CK, kayak banyak amat kerjaan loe mer mer,ya udah sana.hati hati dijalan,maksih udah datang" jawab citra
"ok beb sama sama,by" ucap Meri turun pelaminan sambil melambaikan tangan.
"by" jawab citra membalas lambaian tangan Meri.
***
"huh capek juga ya,apalagi pakai baju kelebihan bahan yang beratnya minta ampun ini" kata citra setelah sampai di kamar salah satu hotel yg di booking untuk melangsungkan acara pernikahan citra.
"siapa suruh" jawab manusia kutub saat baru keluar dari kamar mandi.
"aaaa mata gue udah ngak perawan" teriak citra langsung munutup kedua matanya saat melihat Cakra hanya bertelanjang dada.
"CK lebay" jawab Cakra.
"cepat pakai bajumu manusia kutub" seru citra masih menutup mata.
Cakra berlalu begitu saja memasuki walkin closed untuk memakai baju.
"dasar manusia kutub,tak tau apa mataku ni masih perawan" omel citra .
"cepat mandi" suruh Cakra saat baru selesai memakai baju.
Tapi saat mau membuka gaun citra pun tak sampai untuk membuka resleting belakang gaunnya.
"kutub,bantuin" melas citra meminta bantuan Cakra.
tanpa ba bi Bu Cakra pun langsung membantu membuka resleting gaun citra.meski ia pun sendiri sedikit gemetaran.
"makasih " kata citra langsung masuk ke kamar mandi.
saat terasa citra sudah masuk ke kamar mandi,Cakra pun langsung memegang dadanya yg rasanya berdetak terlalu kencang.
akhirnya ia kembali duduk cool sambil memainkan hp seakan tidak pernah terjadi apa apa.
"kutub gue tidur dulu,terasa capek banget badan gue.rasanya mau remuk" kata citra sambil berbaring di atas kasur.
"hhhmmm" jawab Cakra masih fokus ke hp.
"jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya,kalau bisa loe tidur di sofa,ngalah sama Berbie cantik" tunjuk citra.
"hmmmm" jawab Cakra
"serasa ngomong sama daun bergoyang" rutuk citra.
Tak berselang lama citra pun sudah memasuki alam mimpi.
berbeda dengan pasangan kutubnya, yg sedang memikirkan sesuatu.
'ck,mimpi apa gue punyak istri pendek,kecil,cerewet kayak begini.meskipun demikian,gue cuman ingin menikah seumur hidup sekali, meskipun sekarang pernikahan ini mungkin terkesan dadakan bagi loe dan gue,tapi sebisa mungkin gue coba untuk pertahanin sampai nanti.gue cuman minta loe ikut andil dalam perjuangan untuk masa depan ini' batin cakra sambil melihat citra tertidur pulas.
Akhirnya ia pun naik keatas kasur saat terasa dirinya mulai mengantuk.
entah apa reaksi citra saat bangun bila mendapati dirinya tidur disebelahnya besok,tapi itu urusan nanti.
****
Saling pandang memandang,saling berhadap hadapan dan saling diam diaman.
ya,itulah sekarang yg terjadi antara citra dan Cakra.
yang satu diam santai seperti batu,yg satu bak seperti mau menerkam harimau.
kekesalan citra sudah sampai ubun ubun saat bangun pagi mendapati manusia es tidur cool disampingnya.
"gue kan udah bilang kan manusia kutub,loe tidur di sofa aja,itu kuping apa daun bergoyang si? dikasih tau ngeyel !"marah citra sambil menunjuk telinga Cakra.
"CK, cepat siap siap,bentar lagi kita pulang" katanya sambil berlalu pergi.
"Hoy! yg ditanya apa jawabannya apa" marah citra.
'ck dasar es kutub,nyebelin banget' guman citra.
****
"Menantu mami,akhirnya sampai juga" kata mami Cakra sambil memeluk citra sayang.
"anak mami siapa si?" tanya Cakra.
"ayo sayang kita masuk?" ajak mami ke citra dan mengabaikan keberadaan Cakra.
'ck,yg anak siapa yg disayang siapa' batin cakra sambil geleng geleng.
'wih besar juga ni rumah, sudah bak istana aja' batin citra sambil memandangi sekeliling rumah Cakra.
"ayo mantu mami,kita langsung keruang makan aja,mami sudah masak banyak untuk menyambut kedatangan kalian berdua" kata mami antusias.
"iya Tan eh mi" kata citra salah ucap.
Sesampainya di meja makan keluarga kecil inipun mengambil tempat duduk masing masing.
"Gimana sayang, enak dak masakan mami?" tanya mami ke menantu tersayang.
"enak mi, kapan kapan ajari citra juga ya?" jawab citra antusias.
"ok sayang, ini mami sendiri Lo yg masak,khusus untuk menyambut kedatangan kalian berdua"
"iya mi, terima kasih" ucap citra.
"sama sama sayang" kata mami.
Setelah selesai makan, mereka pun duduk bersantai diruang tengah sambil menikmati cemilan dan cerita yg keluar dari mulut menantu dan mertua yg kompak ini.
"oiya sayang,dengar dengar kamu sebentar lagi mau magang,mau milih kantor dimana sayang?" tanya mami ke citra.
"mami tau dari mana aku mau magang?" tanya citra.
"apa sih yg mami ngak tau tentang kamu" jawab mami bangga.
"hehe,entah ni mi. Citra bingung mau magang dimana?"
"kenapa ngak di kantor Cakra aja" usul mami
uuhuukkk
Cakra pun langsung tersedak saat mendengar usulan maminya.
"apa mi ! kantor Cakra,enggak enggak enggak. bisa berabe kalau nenek lampir ini kerja di kantorku" tolak Cakra sambil mengibas ngibaskan tangannya tanda tak setuju.
"kamu ini sama istri sendiri aja kayak gitu, kalau dia kerja di kantor kamu, kan sekalian kamu bisa menjaga dia,kalau di kantor lain dia diapa apain orang lain gimana, kamu kan suaminya" omel mami panjang kali lebar.
'huh,rasain tu.siapa suruh sombongnya selangit,sekali didepan maminya aja mentalnya mental krupuk' batin citra sambil senyum mengejek.
"terserah mami lah" jawab Cakra, lalu masuk ke dalam kamar.
"yes,berhasil sayang" kata mami senang sambil mengajak citra ber tos ria.
"iya mi" jawab citra tersenyum kecut.
****
"Mi, anak mami memang dari dulu sifatnya seperti kutub ya?" tanya citra polos.
"hahaha sayang sayang,kamu ini kok, iya,sifat dia tu dari dulu memang seperti itu. Tapi sebenarnya dia itu orangnya penyayang kok cit" ucap mami menjelaskan.
"iya,Citra heran kenapa senyum aja pelit,memang kalau dia senyum dunia berubah gitu,kan enggak" ucap citra berapi api.
"Udah ah sayang,sana masuk kamar istirahat dulu. Kan capek baru pulang".
"Iya mi,mami juga istirahat".
"Iya sayang" jawab mami.
tok tok tok
"Permisi !"seru Citra.
"Masuk aja" jawab pemilik kamar.
Setelah masuk kamar Citra di suguhkan dengan pemandangan warna dinding yg dominasi warna gelap segelap sifat suami kutubnya.
Ia pun melangkah kan kaki dengan lambat sambil melihat lihat sekeliling ruang kamar yg akan Dia tempati.