Kata kunci : Hantu, Malam hujan yang dingin, Restoran.
Hari ini adalah Hari pertamaku bekerja disalah satu kota, tepatnya di daerah Bogor. karena kantor pusat tempatku bekerja sebelumnya kekurangan pegawai untuk dikantor cabang, jadi mau tak mau aku ikut kena mutasi kesana. Jujur baru pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini jadi tempat mana yang ingin aku tuju pun harus menggunakan geogle Map.
Selain tidak tahu semua tempat di kota ini, aku juga belum dapat bersosialisasi dengan para rekan kerjaku, alhasil tidak ada satu pun teman yang menemani aku.
Kini jam telah menunjukkan pukul Sembilan. Karena Malam hujan yang dingin dan hampir menusuk sampai ke dalam tulang . Aku mulai bingung bagaimana mengisi perutku agar tidak sakit. semenjak tiba di sini aku belum sempat membeli apapun untuk kebutuhanku di rumah ini. Mau tak mau aku harus keluar mencari makanan untuk mengisi perut dan minuman untuk menghangat kan tubuh ini.
Aku berjalan menuju lemari untuk mengambil sweater lalu aku langsung memakainya dan berjalan kembali menuju meja rias ku untuk mengambil tas yang berisi dompet, ponsel beserta kunci Mobil.
Aku mulai menyalakan ponsel dan membuka geogle Map lalu mengetik Restoran terdekat dari kediamanku ini. Setelah titik Restoran terdeteksi aku langsung keluar dengan melajukan mobilku tanpa kecepatan tinggi.
Sudah Lima belas menit aku mengendarai mobil menuju titik Restoran yang ingin aku tuju. Namun belum juga menemukannya. Aku sempat kesal dan menggerutu apakah ada yang salah dengan geogle Map ini. tapi aku masih penasaran untuk melanjutkan perjalanan. hingga Akhirnya aku menemukan dimana posisi Restoran itu berada.
Aku mulai memarkirkan Mobil ku ditempat kosong yang masih tersedia. lalu turun dari Mobil dan berjalan masuk kedalam Restoran. Malam ini Restoran terlihat begitu ramai mungkin karena hujan mereka sengaja berkunjung ke sini.
Aku mulai duduk disalah satu bangku kosong yang kebetulan masih ada untukku. Aku pun mengambil buku yang berisi menu, lalu memesan menu paket satu yang berisi Nasi, Ayam goreng, Tahu dan beserta sambal dan lalapannya. Aku juga menambahkan Soto ayam dan segelas teh manis hangat untuk menghangatkan tubuh ini.
Ketika menunggu pesanan datang mataku mulai menatap di sekeliling tempat ini. mengapa wajah-wajah mereka begitu nampak berbeda terlihat pucat seperti tidak memiliki darah
Bahkan walau terlihat ramai namun aku merasa suasana nya terasa sedikit menakutkan, hingga membuat bulu kudukku berdiri seolah aku sedang berada disebuah tempat yang sangat angker.
Aku pun berusaha membuang pikiran kotorku itu dan mencoba menikmati suasana Restoran ini. Aku mengalihkannya dengan berpikir positif saja,
" Mungkin tempat ini terlihat seram hanya karena efek lampunya, yang sengaja dibuat agak sedikit redup dan ditutupi oleh semacam tudung buatan " Ucapku untuk menenangkan hati yang sudah mulai tidak tenang.
Agar tidak bosan menunggu pelayan yang sedang meracik makanan. aku pun mulai merilekskan diri dengan menyandarkan punggungku di bangku yang berbentuk sofa ini. Entah mengapa tiba-tiba tubuhku terasa lemas bahkan mataku mulai mengantuk lalu tanpa sadar aku pun tertidur pulas.
Beberapa waktu kemudian Aku tersentak kaget ketika ada yang membangunkan ku dan mencoba menyadarkan aku.
" Neng...Neng bangun "
Aku berusaha membuka mataku secara perlahan, lalu melihat jelas ada dua pria muda sekitar umur tiga puluhan dan seorang pria tua berada dihadapan ku.
Dalam keadaan masih lemas Aku berusaha bangun untuk duduk, dibantu oleh kedua orang Pria tersebut. setelah dalam posisi duduk pria tua itu bertanya kembali kepadaku.
" Neng kenapa sampai berada di sini "
" Saya sengaja datang untuk makan di Restoran ini pak " Jawabku masih dalam keadaan belum sadar benar.
" Hah Restoran " kedua pria muda itu terkejut mendengar ucapan ku bahkan mereka sampai duduk berdekatan dan saling memegang tangan satu dengan yang lainnya, mereka terlihat seperti ketakutan.
" Coba Neng sekarang buka mata lebar-lebar, agar Neng tahu sekarang sedang berada dimana " Ucap pria tua itu.
Aku mulai mengikuti arahan bapak tersebut dan melihat sekelilingku. Sungguh diluar dugaan ku tempat dimana sebelumnya aku datangi adalah sebuah Restoran kini hanyalah sebuah bangunan besar yang bekas terbakar. Sofa yang sebelumnya aku duduki ternyata hanya kayu bekas serpihan yang terbakar.
Aku begitu terkejut pada malam itu dan langsung menangis sejadi-jadinya. akhirnya pak Jaka ( Nama bapak tua itu ) membawaku segera pergi dari tempat itu.
" Karena hari sudah tengah malam lebih baik Neng ikut kami saja kerumah. Tidak usah takut kami tidak ada niat jahat sedikit pun terhadap Neng, Nanti disana biar istri saya yang menemani Neng "
" Lalu bagaimana pak dengan mobil saya "
" Mobil nya di taruh di sini saja, jangan khawatir tidak akan hilang besok pagi kalau Neng mau pulang kita ambil lagi ke sini ya "
" Baiklah pak kalau begitu "
Kami pun beranjak pergi meninggalkan tempat angker itu menuju kediaman pak Jaka yang tidak jauh ketika ditempuh dengan berjalan kaki.
Setibanya di sana istri pak Jaka yang bernama Ibu Aminah menyambut ku dengan baik. aku di suruh membersihkan tubuhku yang teramat kotor dan mengganti pakaianku dengan pakaian milik Ratna anak gadisnya pak Jaka.
Setelah itu kami makan bersama-sama dan pak Jaka mulai menceritakan kisah Restoran itu yang biasa warga kampung di sini menyebutnya Restoran Hantu.
Dulu Restoran itu memang ramai sekali pengunjungnya Neng. karena selain murah tidak ada restoran lagi di tempat ini yang makanannya selengkap itu di daerah kami.
Namun suatu Malam aliran listriknya bermasalah tiba-tiba Terjadilah kebakaran hebat hingga menewaskan semua pelayan dan pengunjung disana. untung saja setelah beberapa saat kebakaran itu terjadi, hujan pun turun begitu besar dan memadamkan bangunan itu yang hampir hancur dan hangus terbakar.
Kami para warga berdatangan ingin membantu menyelamatkan orang-orang yang berada didalam Restoran. tapi sayang sudah terlambat mereka semua ikut terbakar bersama bangunan itu.
Pak jaka juga bilang bukan aku saja yang menjadi korban para hantu disana sudah tak terhitung yang bernasib sama denganku. kejadiannya pun sama disaat hujan tiba siapa saja yang melewati tempat itu pasti akan terlihat sebuah Restoran nyata padahal tempat itu adalah Restoran Hantu.
Kini aku baru percaya jika makhluk tak kasat mata itu ada buktinya aku merasakannya dan akan aku jadikan sebuah pengalaman hidup jika malam tiba dan aku berada di tempat yang baru aku datangi lebih baik aku berada dirumah saja daripada harus memaksakan untuk keluar.
**** Tamat ****
Untuk para pembaca jangan lupa like dan komennya ya sebagai penyemangat saya untuk lebih baik lagi dalam berkarya terima kasih
Penyair Duka✍️