Kata kunci: Minuman soda(Dektektif), tepi danau(Malam hujan yang dingin), Gemini(Bioskop).
****°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Hallo namaku kana, hanya seorang gadis berumur 17 tahun, sifat ceria yang membuatku gampang bergaul dengan sekitar, banyak yang iri karna kecantikanku, tapi aku ngga peduli toh mereka pikir mereka siapanya aku??, aku ngga terlalu pintar, hanya masuk 10 besar juga aku bersyukur, rengkingku di kelas adalah rengking 7, lumayan lah untuku yang ngga suka belajar, cita-citaku menjadi seorang dektektif, hahaha tapi itu ngga mungkin, karna aku kebanyakan liat film dan novel dektektif.
Seperti biasa aku bangun ke siangan, ya karna ngga ada semangat buat sekolah.
"Kana bangun ini udah jam 7."
"Iya mah ini kana bangun."
"Kamu tuh sering malas belajar, ngga ada semangat sekolah, kamu mau jadi apa saat besar nanti?."
"Kana tuh pusing tau sama pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah, mamah bukanya semangatin kana malah bikin kana tambah ngga semangat."
"Mamah pusing sama sikap kamu yang kaya gini."
"Emang mamah doang yang pusing, aku juga pusing sama sikap mamah yang selalu banding-bandingin aku sama kak sisil, asal mamah tau ya, aku dan kak sisil tuh beda, mentang-mentang kak sisil selalu rengking 1 bahkan umum, mamah selalu lebih sayang sama kak sisil, segala kak sisil dan kak sisil yang selalu di utamain, aku...., aku ini siapanya mamah sih??, aku selalu ngerasa bahwa aku bukan anak kandung, mamah tau dengan sikap mamah kek gini bikin aku ...,ngga ngerasain apa itu kasih sayang seorang ibu, mamah ngga nyadar apa gimana??, dari kecil sampai sekarang mamah selalu lebih sayang sama kak sisil, bahkan waktu aku kecil aku ingin mainan baru kaya kak sisil, tapi mamah bilang nanti aja kalo kak sisil udah ngga mau mainan itu, mamah selalu marahin kana yang bahkan bukan kesalahan kana, itu kesalahan kak sisil, hiks...a-ku memang ngga ada pentingnya di hidup mamah hiks..."
"Ka-kana bukan itu ma-."
Ucapan mamah kana terpontong karna langsung mendorong mamahnya keluar kamar.
Brakk.....
"Kana mamah bisa jelasin."
"Sudahlah mah, mamah ngga usah jelasin apa-apa lagi, kana ngga butuh."
Karna udah terlajur kesiangan sekali, bahkan sekarang ini sudah jam 8, akhirnya kana ngga sekolah.
"Hah andai papah masih ada, mungkin aku akan merasakan kasih sayang, tapi sayangnya papah harus meninggal saat aku berumur 4 tahun."
Aku telah selesai mandi dan berpakaiyan, hanya mengunakan celana yang tidak terlalu ketat dan ada kerutan di bawahnya mengunakan baju putih yang agak besar, aku keluar rumah melewati jendela kamarku, kenapa ngga melewati pintu??, ya karna aku sedang ngga mood untuk bertemu sama mamah, aku ngga ingin melihat wajah sedihnya, yang akan membuatku menyesali apa yang aku perbuat padanya.
Aku duduk di bangku taman sambil mendengarkan lagu mengunakan hedset di telinga kanan dan kiriku, jangan lupa dengan minuman soda di tangan kananku, saking enaknya mendengarkan lagu dengan sepoi-sepoi angin membuatku tertidur, tanpa aku sadari hanponku semakin panas bahkan menjadi sangat panas.
"Eumm...hoamm, akh sangat enak di sini, sehinga aku tertidur."
Trang...
Soda yang aku pegang jatuh dan airnya keluar membuat henpon yang ku pegang sampai berasap, aku mencopot hadset di telingaku, dan sesegara menjauhkan henpon itu dariku, saking kagetnya aku sampai pingsan dan tidak tau apa yang terjadi setelah itu....
****
{Nona bangun, nona}.
"Eumm, ini dimana sih?."
{Akhirnya nona bangun}.
"Ehhh, siapa yang berbicara??, tunjukan wujudmu, asal kau tau ya aku ini ngga takut apa-apa."
Aku berbicara lantang dan di akhiri dengan lirih.
{Aku ini sistem milik nona}.
"Sistem?!, apa semacam gogle?."
{Bisa di bilang begitu nona}.
"Bisa jelaskan lebih detil?."
{Tentu nona, sistem adalah semacam teknologi canggih yang hanya bisa di lihat oleh nona, nona bisa mengakses apa saja yang si sediakan oleh gogle, contonya apk maps, atau nona bisa memiliki kemampuan khusus yang orang lain tidak miliki, nona hanya membutuhkan hp agar membuka tingkatan sistem ke tingkat selanjutnya, semakin tinggi sistem semakin tinggi pula kegunaanya}.
"Oke, aku mengerti, dan kau ini dari mana?."
{Aku dari hanpon anda yang meledak, kabel-kabel dan rancanngan yang ada di henpon nona menjadi satu, tapi kecangihanya beratus-ratus kali lipat dari aslinya}.
"Oh begitu."
Aku menyadari sekarang aku ada di rumah sakit, aku tidak mengalami luka apapun, hanya pingsan karna kaget.
"Kamu sudah sadar?, ada yang di rasa tidak nyaman?", kata orang itu.
"Ah iya, aku rasa aku tidak kenapa-napa",kataku.
"Syukurlah", kata orang itu dengan raut wajah yang agak mencurigakan
"Apakah kamu yang menolongku?",aku bertanya padanyaa.
"Iya."
"Perkenalkan namaku kana, dan terimakasih telah menolongku."
"Nama ku alvaro, kalau begitu aku pergi", kata orang yang bernama alvaro itu.
"Iya sampai ketemu lagi."
"Ya."
Aku rasa dia bukan orang yang baik, ah tapi aku tidak mungkin berperasangka buruk pada orang yang telah menolongku.
{Nona yang anda rasakan memang benar, dia adalah seorang penjahat, tadi dia buru-buru pergi pasti untuk melakukan sesuatu, sebaiknya nona ikuti dia, bukanya nona ingin menjadi dektektif?!}
"Baik aku akan mengikutinya."
Aku mengikuti alvaro secara diam-diam, dia berhenti di tepi danau, apa yang akan di lakukanya?, pikirku,suasana sekarang seperti malam hujan yang dingin, sambil melihat apa yang akan di lakukan alvaro selanjutnya, aku berbicara dengan sistem.
"Sistem."
{Iya nona, ada apa?}.
"Bagaimana kau tau bahwa aku ini ingin menjadi dektektif ?."
{Karna saya sudah seperti menyatu dengan anda, apa yang ada lakukan dan inginkan maka secara otomatis saya juga merasaknnya}.
"Hmm begitu ternyata."
{Iya nona}.
Aku kembali melihat alvaro, dia bertemu dengan seseorang, hah tapi aku tidak bisa mendengarnya, karna sekarang posisiku di belakang pohon besar yang lumayan jauh dari posisi alvaro.
"Hah aku tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh mereka."
{Sebenarnya ada bisa nona}.
"Wah bagaimana caranya?."
{Anda hanya memerlukan hp}.
"Apa aku punya?."
{Nona hanya memliki hp gratis dari sistem, nona hanya memiliki 5 hp}.
"Agar aku memiliki pedengaran yang tajam aku harus memiliki beberapa hp?."
{5 hp untuk memiliki kemampuan Super ears}.
"Baik gunakan 5 hp ku."
{Sistem mendowlod Super ears secara otomatis, l..., 2...,3..., Super ears sudah bisa di gunakan}.
Aku mengunakan super ears untuk mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi sayang mereka telah berhenti berbicara, aku hanya mendengar kata "bioskop ****", sudah ku putuskan besok aku akan ke sana untuk mengecek kebenaranya.
Alvaro dan orang itu pergi dari sana.
"Oke mulai sekarang aku akan menjadi dektektif dengan sebutan detektif k's (kana sistem), dan kau sistem kau harus bekerja sama denganku."
{Tentu nona itu memang kewajiban saya}.
"Hohoho lihat lah dunia aku sudah menjadi dektektif."
{Nona memang anda sudah jadi dektektif, tapi bila anda ingin menjadi dektektif asli maka anda minimal harus menyelesaikan satu misi}.
"Akh sistem, kau mematahkan semangatku."
{Saya hanya mengatakan kebenaranya}.
"Kau ini tidak punya perasaan!."
{Saya memang tidak punya perasaan nona, saya hanya sebuah sistem tanpa emosi}.
"Hm..ya..ya..ya, ah lebih baik aku pulang lagian ini sudah malam, mau mengikuti alvaro dia undah pergi entah kemana."
Aku pun pergi dari situ dan pulang ke rumah.
Tok..
Tok...
Tok...
Cklek...
"Eh kana kau udah pulang."
"Iya."
"Kana kenapa kau pulang malam begini?."
"Ada urusan mah."
"Yaudah kalau begitu kamu istirahat, pasti kamu lelah, dan maaf atas sifat mamah selama ini sama kana."
Mamah tersenyum ke arahku.
"Iya mah."
Aku masuk ke kamar dan tertidur.
Matahari mulai naik ke atas, membuat seorang kana bangun dari tidurnya, akh walau ia tidur sampai siang pun ngga masalah, toh ini kan hari minggu.
"Kok aku kayak ada yang lupa ya?!, tapi apa?."
Aku mulai mengetuk kepala ku dengan jariku untuk mengingat sesuatu yang kulupakan.
{Nona bukankah anda akan ke bioskop ****}.
"Nah itu yang kulupakan, untung ada sistem, terimakasih sudah mengingatkanku."
{Itu kewajiban saya nona}.
Aku selesai mandi dan berpakaiyan, sekarang aku memakai dres selutut sederhana, agar nanti alvaro tidak curiga bila aku mengikutinya, karna penampilanku tidak terlalu mencolok.
Aku berjalan ke bioskop****, karna dari sini ke bioskop itu lumayan dekat, di perjalanan menuju bioskop, aku selalu menbatu orang-orang membutuhkan, seperti pengemis, pemulung, pengamen, atau nenek yang membawa belajaan yang banyak, dan ternyata itu membuat hp ku bertambah, tapi ingat harus di lakukan dengan iklas.
"Sistem."
{Ya nona?}.
"Bisa aku lihat hp ku ada berapa?."
{Bisa, tapi anda harus meningkatkan sistem ke tingkat selajutnya}.
"Tingkatkan, butuh berapa hp?."
{100 hp nona}.
"Apakah hp ku cukup?."
{Cukup nona}.
"Baik lakukan peningkatan tingkat sistem."
{Baik nona, tingkat selanjutnya sedang di proses…,1...,2...,3..., sistem telah di tingkatkan secara otomatis}.
"Bagaimana cara melihat hp ku?."
{Anda hanya sebut "lihatkan status", maka akan ada layar canggih yang memerlihatkan status anda}.
"Oke, lihatkan status."
Wuss..
Di depan kana ada layar kecil yang menglihatkan statusnya...
Nama: kana.
hp: 30.
Identitas: dektektif k's.
Kemampuan khusus: super ears.
Tanpa kusadari aku telah sampai di bioskop ****, aku membeli tiket dan masuk ke dalam, aku duduk di tempat yang agak pojok, ku lihat ada orang di belakang yang agak mencurigakan, memang bangku orang itu lumayan jauh dari bangku yang ku tempati, akh bioskop ini sangat gelap, huh namanya juga bioskop.
"Sistem, apa ada kemampuan khusus agar aku memiliki penglihatan yang tajam?."
{Ada nona, kemampuan khusu itu bernama Gold eyes}.
"Berapa hp untuk mengunakan Gold eyes itu?."
{30 hp nona}.
"Kok pas-pas san sih kalau aku mau membuka kemampuan khusus?!."
{Itu sudah harga yang di tentukan nona}.
"Ini namanya pemerasan tau!."
{Itu harga yang di tentukan}.
"Hah sudahlah, ngga akan ada habisnya kalau debat dengan sistem, baik buka kemapuan khusus Gold eyes."
{Iya nona, 30 hp di kurangi hp menjadi 0, Gold eyes sedang di proses....,1...,...2...,3..., penggunaan otomatis}.
Aku mengunakan Gold eyes untuk melihat orang yang mencurigaka itu, yang mengejutkan ternyata itu...
Mamah??.
Kak sisil??.
Dan alvarao??.
Apa yang mereka lakukan?, atau ada sesuatu yang baru akan di lakukan?, kenapa harus ada kak sisil sama mamah?.
Ini akan semakin rumit, apapun yang mereka lakukan aku akan menyelidinya, dektektif sejati tidak akan menyerah.
TAMAT~.