Siang hari yang panas,seorang gadis SMP sedang menonton tv.Dengan kipas angin yang menyala dan meja yang penuh camilan,ia duduk bersantai.Dia lah Sakura.
Ini adalah minggu terakhir di liburan musim panasnya.Ia menghabiskan waktu selama liburan dengan bersantai dirumah.
"Jalan jalan yuk" ajak seorang laki laki yang tiba tiba datang.
"Males lah" ucap Sakura.
"Ayolah,ikut aja" ucap laki laki itu.
"Hiromi,aku sedang malas keluar rumah.Lagi pula di siang yang panas ini kau mau kemana?"
Laki laki tersebut adalah Hiromi,kakak sepupu Sakura.Usianya satu tahun dari Sakura.Meskipun lebih tua tapi ia tak pernah memanggilnya dengan embel embel oniichan.
"Ke taman" jawab Hiromi.
"Nanti saja"
"Kenapa nanti?"
"Siang panas panas begini pergi ketaman untuk apa?Mending nanti sore saja"
"Baik,nanti sore"
"Ya,nanti sore"
"Nanti sore lho"
"Iyaaaaa Hiromiiiiiiii" Sakura mulai kesal dengan Hiromi.
***
"Sakura,ini ayo jalan jalan" ajak Hiromi.
"Sebentar lagi"
"Ayo...." Hiromi menarik tangan Sakura.
"Iyaaaaaa,aku ganti baju dulu"
"Cepat"
***
Sakura dan Hiromi sudah berada ditaman.Sakura duduk di sebuah bangku taman dan Hiromi pergi membeli es krim.
Tak lama kemudian Hiromi datang dengan membawa 2 es krim.Ia duduk disebelah Sakura.
"Setelah ini ikut aku yuk" ajak Hiromi
"Kemana?"tanya Sakura.
"Taman bermain" jawab Hiromi.
"Kau yang bayar tiket masuk,aku tidak bawa uang sekarang"
"Ok"
Setelah itu mereka pergi menuju sebuah taman bermain.Mereka menaiki bus untuk pergi ke taman bermain.
"Tak biasanya kau mengajaku pergi" ucap Sakura.
"Apa ada maksud tersembunyi?" lanjut Sakura.
"Emmm....tidak ada..." jawab Hiromi dengan sedikit lama.
"Pasti ada,aku ini tau kau pasti punya maksud tersembunyi kan?Katakan apa maksud tersembunyimu itu" ujar Sakura.
"Memangnya tidak boleh jika aku menghabiskan waktu dengan mu?" ucap Hiromi pelan.
"Hah...kau bilang apa?Aku tidak dengar"
"Memangnya aku tidak boleh menghabiskan waktu liburan ku dengan adikku" Hiromi sedikit berteriak,dan beberapa orang penumpang bus menoleh kepadanya.
"Pufftt....Ha...ha...ha...." Sakura tiba tiba tertawa.
"Kenapa kau tertawa?!" Hiromi semakin malu karena penumpang bus menoleh kepada mereka berdua.
"Ha..ha...tidak ku sangka Hiromi punya maksud yang begitu konyol" ucap Sakura sambil tertawa.
"Hah,apa kau punya maksud lain lagi Hiromi?" Sakura berhenti tertawa.
"Bisakah kau memanggilku 'oniichan' ?"
"Hah?!Hiromi apa otak mu itu bermasalah?"
"Aku ingin mendengar suaramu memanggilku 'oniichan' seperti saat kau kecil dulu"
"Oniichan...." Sakura mengatakannya dengan malu malu.
"Eh...ulangi sekali lagi,biar aku bisa merekamnya" ucap Hiromi dengan memegang ponselnya.
"Hiromi BAKAAAA" ucap Sakura.
"Heh?Sakura,ayolah katakan 'oniichan' sekali lagi" pinta Hiromi.
"Sudahlah...."
***
Sekarang Sakura dan Hiromi sudah berada di taman bermain.Mereka berdua menaiki setiap wahana.Mereka juga berfoto bersama untuk di jadikan kenangan musim panas.Sakura merasa senang karena bisa menghabiskan waktu liburannya bersama Hiromi.
Tak terasa hari sudah bertukar menjadi malam.Sakura dan Hiromi sedang duduk di sebuah bangku.
"Setelah ini pulang ya" Sakura sudah lelah karena bermain wahana terus bersama Hiromi.
"Halah,sebentar lagi ya" pinta Hiromi.
"Aku lelah Hiromi,lagi pula ayah dan ibu akan segera pulang" ujar Sakura.
"Satu wahana lagi yak" Hiromi menunjukkan wajah memelasnya.
"Hih...wahana apa lagi" Sakua pasrah dengan Hiromi yang tak ada lelahnya.
"Sangkar burung"
(Aku nyebutnya sangkar burung.Soalnya didaerah aku nyebutnya kayak gitu)
"Hah?!Aku takut ketinggian Hiromi!!!Kau saja naik sendiri" ucap Sakura.
"Jangan takut kan ada aku,aku akan selalu menjagamu" Hiromi menampakkan senyuman lembutnya.
"Janji lho"
"Iya aku janji kok"
Sakura mengajukan jari kelingkingnya didepan wajah Hiromi."Janji"
Hiromi pun mengaitkan kelingkingnya di jari kelingking Sakura."Janji"
***
Sakura dan Hiromi sudah berada disalah satu sangkar burung.Dan saat tepat diatas tiba tiba berhenti berputar.
"Hiromi...kenapa berhenti wahananya?" Sakura ketakutan dan memeluk lengan Hiromi.
"Mungkin saja ada yang sedang naik,atau ada masalah dengan wahananya" ucap Hiromi santai.
"Sudah tak perlu takut,ada aku disini.Sekarang kau lihatlah keluar" Hiromi mencoba mengusir ketakutan Sakura.
"Hmm" Sakura melihat keluar.
Terlihat pemandangan kota dari atas.Lampu lampu menerangi kota seperti bintang yang mengiasi langit.Sakura kagum dengan pemandangan tersebut.
"Bagaimana indah?" tanya Hiromi.
"Iya"
"Sekarang kau lihatlah ke langit"
Sakura pun menuruti perintah Hiromi dan melihat langit.Lagi lagi Sakura takjub dengan pemandangan langit malam.
Bintang bintang berkelap kelip menghiasi langit malam.Bulan sabit menampakkan dirinya diantara bintang bintang.
"Langit malam indah bukan" tanya Hiromi kepada Sakura yang masih merasa takjub.
"Sangat indah"
Tiba tiba ponsel Hiromi berdering.Tertera nama 'Bibi' di layar ponsel Hiromi.Hiromi pun segera mengangkatnya.
Di telpon~
"Apa Sakura sedang bersama mu?"
"Iya bibi,Sakura sedang bersamaku.Kita sekarang sedang bermain di taman bermain"
"Kalau begitu kalian Makan diluar saja,paman dan bibi malam ini lembur"
"Baik bibi"
Telpon berakhir~
"Dari ibu ya apa yang dia bilang?" tanya Sakura.
"Bibi bilang malam ini ia lembur,kita di suruh makan diluar saja"
"Oh"
***
Sakura dan Hiromi sedang berjalan untuk pergi ke sebuah warung ramen yang ada diseberang jalan.Hiromi dan Sakura menunggu lampu merah untuk menyebrang.
Lampu sudah menjadi merah,dan waktunya para pejalan kaki menyebrang.Saat mereka berdua menyebrang tiba tiba...
Tin...tin....
Suara klakson mobil.Mobil tersebut melaju dengan sangat cepat.
Hiromi menoleh kesumber suara dan ia melebarkan matanya karena akan ada mobil yang akan menabrak mereka berdua.Dengan cepat Hiromi mendorong Sakura akan tidak tertabrak.
Dan...
Mobil itu menabrak Hiromi.Sakura terjatuh setelah Hiromi mendorongnya.Ia segera berdiri dan membalikkan badanya kebelakang untuk mencari Hiromi.
Sakura membulatkan matanya melihat Hiromi berlumuran darah di tengah jalan.Banyak orang yang menyaksikan kecelakaan tersebut.
Seketika Kaki Sakura lemas,dan ia terjatuh sambil terus mengamati Hiromi yang berlumuran darah."Hiromi....."ucap Sakura lirih.
"Oniichannnnnnnn...,.." Sakura berteriak dan seketika menjadi pusat perhatian.
Sakura menangis melihat kondisi Hiromi saat ini.Banyak orang yang memperhatika Sakura.
Tak lama kemudian polisi dan ambulan datang.
***
Hari ini adalah hari pemakaman Hiromi.Sejak kejadian malam itu Sakura mengurung diri dikamarnya.
Tok tok tok
Ibu Sakura mengetuk pintu kamar Sakura."Sakura...keluarlah nak,sampaikan pesan terakhirmu pada Hiromi..."
Sakura pun membuka pintu kamarnya dan berjalan mengikuti ibunya.Di ruang tengah ada banyak orang yang datang untuk menghadiri pemakaman Hiromi.
Sakura mendekat kearah peti.Ia mendekatinya dan melihat foto Hiromi sendang tersenyum.
"Sampaikan salam pesan terakhir untuk Hiromi" ucap ibunya sambil menepuk pundak Sakura.
"Kau sudah janji akan selalu menjagaku,tapi kenapa kau malah meninggalkan aku...hiks...Hiromi pembohong,kau pembohong!Kau tak menepati janjimu untuk selalu menjagaku...hiks...." Sakura berteriak di depan bingkai foto Hiromi sambil menangis.
Setelah mengatakan semua itu ia langsung berlari kembali kekamarnya.Ia mengunci pintu kamar dan membanting tubuhnya kekasur.Sakura menangis sejadi jadinya sambil memeluk bantal
Cuplikan Novel ku yang berjudul Warna Cinta