Aku Deny, 23 tahun. Mahasiswa tahun terkahir dari Fakultas Ekonomi dan akan di wisuda dalam waktu dekat ini. Aku seorang mahasiswa biasa yang tidak tertarik akan dunia astral tapi suatu kejadian membuatku percaya akan adanya dunia astral. Kejadian itu terjadi saat aku masih menjadi mahasiswa baru.
Gedung Fakultas Ekonomi adalah gedung yang baru selesai dibangun 9 tahun lalu. Konon, di lantai tiga fakultas ada penunggunya. Berdasarkan kesaksian penjaga dan cleaning service kampus dia akan bergentayangan di lantai tiga mulai jam 4 sore hingga tengah malam.
Penunggu itu sudah ada sejak kampus ini baru selesai dibangun. Ya, ditahun pertama fakultas ini diresmikan, ada seorang mahasiswi yang bunuh diri di toilet lantai tiga karena hamil diluar nikah.
Namanya Susi. Ketakutan akan kabar kehamilan hasil hubungan gelap dirinya dan sang kekasih diketahui orang tua, membuat pikirannya kalang kabut dan dengan gelap mata memutuskan untuk mengantungkan dirinya di toilet kampus tepat di jam 4 sore.
Namun, apakah rumor itu benar?
Kejadian itu bermula saat sore hari jam 4. Awalnya kelas diadakan jam 10 pagi di lantai satu, namun dosen meminta untuk diundur menjadi jam 2 siang di lantai 2.
Setelah kelas selesai di sore hari, aku yang tidak tahan lagi ingin buang air kecil tanpa disadari naik ke lantai tiga yang aku kira adalah lantai dua.
Kebiasaan selalu kuliah di lantai satu membuatku selalu pergi ke lantai atas untuk buang air, karena toilet dilantai satu khusus untuk dosen dan karyawan.
Aku baru sadar berada di lantai tiga saat melihat jam ditangan sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku lalu bergegas turun ke lantai dua. Tapi aku malah terjebak dan tidak bisa turun.
Aku melihat di sekitarku sudah tidak ada orang, suhu mendadak turun dan dari lorong tercium bau bunga kenanga yang membuat bulu kudukku berdiri seketika.
Aku bukanlah orang yang percaya begitu saja rumor yang beredar, aku lalu menelurusi dari mana datangnya bau bunga kenanga ini. Sampailah aku pada toilet perempuan, asal bau bunga kenanga itu.
Dengan berani aku buka pintu toilet itu dan mengucapkan salam..
"Sore.. ada orang?" tanyaku.
lalu sosok misterius menjawab salamku.
"Sore juga.. ada aku disini" jawabnya.
Aku lalu memicingkan kedua mataku dan aku tajamkan pandanganku pada satu sosok yang menjawab salamku tadi, awalnya sosok itu samar-samar namun, kini perlahan menjadi jelas. Ternyata sosok wanita cantik sudah ada di depan mataku.
"Kamu Susi?" tanyaku.
"Bukan.. Aku Kenanga penunggu lantai 3, kalau Susi mah di lantai 4" jawabnya dengan santai.
"Ha??" tak sengaja aku mengeluarkan kalimat yang menunjukkan aku tidak percaya pada hantu itu.
Aku yang tak mau terseret dalam kehidupan tak nyata itu melangkahkan kakiku mundur kebelakang perlahan-lahan. Tapi ternyata Kenanga sudah ada di belakangku. Ia mencegahku untuk turun ke lantai dua.
Meskipun bulu kuduk berdiri dan hatiku ingin berteriak ketakutan tapi aku tak boleh menunjukkan rasa takutku ini, karena hantu akan menjadi tertarik pada orang yang lemah.
"Nama kamu siapa?" tanya Kenanga.
"A__Aku Deny" jawabku sedikit terbata.
Ia lalu menyebut namaku tiga kali dan bertanya apakah aku percaya pada rumor-rumor itu. Aku memang tidak percaya tapi di depanku ada arwah penasaran.
Apakah aku harus percaya? dia bahkan tidak terlihat menyeramkan. Kenanga memakai baju gaun putih, rambutnya diikat kebelakang dan wangi tubuhnya seperti namanya, Kenanga.
Aku lalu menggelengkan kepalaku yang menandakan aku tidak percaya pada rumor itu. Kenanga lalu tersenyum dan menceritakan kisahnya dan apa yang sebenarnya terjadi hingga ia terjebak di lantai 3.
Kenanga memulai ceritanya ketika dia masih mahasiswa baru.
Kenanga adalah mahasiswa tahun pertama yang mengikuti proses pembelajaran di gedung Fakultas Ekonomi yang baru selesai diresmikan. Kenanga juga merupakan sahabat Susi.
Ia dan Susi berencana untuk pergi ke suatu cafe dekat kampus saat malam hari. Namun, ternyata mereka diikuti oleh orang yang tak dikenal.
Kenanga dan Susi akhirnya diculik setelah mencoba untuk kabur dan melawan, namun setelah perlawanan demi perlawanan hanya Kenanga berhasil lolos, namun tidak dengan Susi.
Kenanga lalu mencari bantuan namun saat itu tak ada orang disekitar sana. Ia lalu mengambil batu dan melemparnya dari jarak 2 meter kearah si penculik yang memakai topeng itu.
Lemparan kenanga tepat mengenai topeng si penculik dan melukai pelipisnya. Karena lemparannya sangat keras, si penculik itu akhirnya pingsan.
Kenang lalu mencoba melihat muka pelaku namun ia tidak dapat melihatnya dengan jelas karena disana sedikit gelap. Ia langsung berlari kearah Susi. Kenanga lalu berhasil menyelamatkan Susi yang juga menjadi korban pemerkosaan si penculik.
Kejadian itu membuat Kenanga dan Susi trauma. Mereka bahkan tidak mau melaporkan kejadian ini kepada polisi karena takut si penculik akan mengejar mereka lagi, terutama susi yang sudah dinodai olehnya. Susi bahkan harus menerima kenyataan bahwa dirinya hamil anak si penculik itu.
Mereka bahkan tidak bisa tidur dengan tenang hingga suatu hari si penculik menampakkan dirinya dihadapan mereka berdua. Namun si penculik tidak memakai topeng lagi. Bukti bahwa dia adalah si penculik adalah bekas luka yang ada di pelipisnya.
Saat itu sore hari junat jam 4. Kenanga dan Susi berusaha untuk menyembunyikan diri mereka di toilet namun kekuatan fisik antara wanita dan pria sangatlah berbeda. Si penculik yang juga ternyata teman sekelas mereka sangatlah kuat. Ia bahkan membawa alat-alat berbahaya di dalam tasnya.
Penculik itu adalah Haikal. Ia sangat menyukai Susi, namun susi menolaknya. Kini Haikal harus menghabisi nyawa Kenanga dan Susi karena sudah mengetahui rahasia dirinya.
Ia membuat asap putih yang sudah dicampur dengan obat bius. Kenanga lalu dibunuh di toilet lantai tiga dan Susi dibunuh di toilet lantai 4.
Jasad mereka baru ditemukan 2 hari setelah kejadian. Yang ditemukan pertama adalah Susi yang tergantung diatap toilet lantai 4, dan terakhir baru kenanga yang ditemukan dalam bak air. Setelah divisum diketahui bahwa Susi sedang hamil 4 minggu. Tak ada yang tau siapa pelaku pembunuhan mereka, karena gedung itu baru selesai maka tak ada CCTV yang dapat membantu mengungkapkan kasus.
Kasus Susi yang tergantung dan sedang hamil itulah yang membuat cerita kematiannya berubah dan viral, sedangkan cerita kematian kenanga menguap begitu saja dan tidak ada yang mengetahuinya. Cerita antara Susi dan Kenanga lalu bercampur atas nama kisah Susi seorang.
Kenanga juga menceritakan jika dirinya dan Susi sampai hari ini masih bisa berkomunikasi meskipun sudah menjadi arwah. Mereka juga tidak ada niatan untuk mengganggu manusia.
Karena mereka hanya bisa bertemu di tangga antara lantai 3 dan 4 itu lah mengapa banyak orang yang mengira jika mereka gentayangan, padahal mereka hanya ingin mengadakan pertemuan sesama arwah saja.
Aku yang mendengar kisah Kenanga itu menjadi prihatin atas apa yang menimpa padanya.
"Lalu kenapa Kamu dan Susi masih ada di sini?" tanyaku.
"Entahlah.. mungkin aku masih punya penyesalan" jawab Kenanga.
"Penyesalan?" tanya balikku.
Kenanga ternyata ingin memiliki seorang yang mencintainya, seperti kekasih. Tapi kini ia tak lagi bisa memenukannya. Ia sudah menjadi Arwah. Kenangapun lalu menangis dan meratapi dirinya yang akan terkurung selamanya di lantai 3.
Aku bak pahlawan kesiangan mengajukan usul untuk menjadi temannya selama 4 tahun aku kuliah disini dan ketika Aku wisuda dia bisa kembali ke alamnya.
Kenanga sangat senang mendengar tawaranku itu. Ia bahkan terlihat semakin cantik dengan senyum manisa dan lesung pipitnya.
Setiap selesai kelas aku akan menemui kenanga di lorong dekat toilet perempuan. Kami lalu bergantian menceritakan pengalaman sehari-hari atau hanya sekedar bercanda biasa. Sesekali aku bertemu dengan Susi.
Saat itu aku sadar tidak semua "hantu adalah jahat". Mungkin aku beruntung bisa bertemu dengan arwah yang baik.
Kebiasaan itu akhirnya berlangsung hingga hari ini. Minggu depan aku akan di wisuda dan meninggalkan kampus ini.
Kenanga juga sudah mengetahui bahwa aku akan pergi. Mungkin hari ini adalah hari yang cocok untuk Kenanga kembali ke asalnya. Ia bahkan merasa sudah tidak ada penyesalan dalam dirinya.
Aku lalu mengucapkan salam perpisahan padanya.
"Selamat tinggal, mungkin kita akan bertemu di kehidupan selanjutnya, sampai saat itu pergilah debgan tenang" ucapku sekaligus doaku.
Perlahan sosok Kenanga mulai memudar yang artinya ia siap meninggalkan dunia ini, namun sosoknya yang memudar itu mendekat kearahku dan meninggalkan kenangannya yaitu ciuman manis di keningku.
----
Enam tahun berlalu, Aku sekarang menjadi Dosen Ekonomi di Almamaterku. Aku yang rindu akan sosok kenanga tiba-tiba melangkahkan kaki ku ke lantai 3.
Aku melihat Susi yang sedang duduk termenung di tangga. Tak lupa aku menyapanya. Mungkin Susi juga merindukan Kenanga sama seperi diriku.
Tapi.. aku merasa seperti ada yang memanggil namaku dari belakang. Saat aku tolehkan wajahku ke belakang, aku melihat kembali sosok yang belum aku temui selama 6 tahun ini. Aku tak menyangka Kenanga masih ada di dunia ini.
Kenanga mengatakan jika dirinya menolak untuk kembali ke dunia roh. Ia masih ingin tinggal di dunia untuk beberapa waktu ke depan. Aku pun menangis bahagia bisa melihatnya kembali, meski tidak seharusnya aku berpikir seperti itu.
Kisah aku dan Kenanga baru saja akan dimulai.
End