cinta adalah anugerah begitu kata pepatah Dia datang sendiri dengan tiba-tiba,
gelora asmara tumbuh semenjak remaja adalah manusiawi, semua orang pernah merasakan begitu pula dengan diriku.
masa remaja yang tak lepas dari cerita asmara tentang rindu,cemburu,rasah, gelisa, cinta dan kasih sayang.malam semakin larut keduanya tampak akrab ketika aku dalam tahap remaja secara polos bercerita tentang pribadiku pada sang kakak, tidak lain tentang asmara yang sedang kualami dalam, dlm hatiku berkata ahhh ini kesempatanku untuk curhat pada kakak ku, lalu kakak hanya tersenyum seolah paham maksud hatiku.
tak lama kemudian aku meluncurkan sebuah irama sya'ir ",saat kau di dekatku dirimu bagaikan bulan purnama bahkan lebih sempurna, saat itu hati gundah gulana pikiran terbang melayang tak tentu arah.
rupanya aku sedang teringat dengan kekasihku lalu kakak hanya diam mendengarkan ocehan ku, sejurus kemudian keluarlah rangkaian kata dari mulutku.
tatapan matamu bagaikan busur panah yang menancap di jantung hatiku maka datanglah dengan niat tulus seperti halnya busur panah tersebut.
yaaa memang beginilah orang yang sedang kasmaran lalu aku lanjutkan dengan syair, permulaan hujan dari mendung dan permulaan cinta dari pandangan mata pandangan pertama begitu menggoda kataku sambil menyodorkan kopi kehadapan kakakku seakan tak menghiraukan celentukan ku lalu sang kakak melanjutkan syairnya.
bila mata saling menatap maka itu bisa menumbuhkan benih cinta di hati, dengan semangat aku menyambar syair sang kakak lalu aku mengucapkan syair berikut sebaik-baiknya gadis adalah Hindun dia ramah dan pasti menjawab salam dengan ucapan dan dirikan, kesan pertama berjumpa dengan dia begitu menggoda kataku Rama dan penyantun yang tak kalah menarik adalah lirikan mata dan senyum yang menawan hati kataku sambil melantunkan sebuah syair untuk mengilustrasikan kekasihku,semerbak harumnya seperti misik wajahnya seperti Dinar dan ujung jarinya lentik bagai ranting pohon senyumnya cerah bagai untaian intan sejuk bagai salju harum semerbak bagai kayu Iqqoh,,kekasih ku berkata selamat datang dan memberikan tambahan dengan ucapan yang lebih manis daripada madu aku berjalan dan bintang bertebar cahaya ketika engkau datang maka cahaya bintang menjadi sirna,apakah cahaya itu adalah kilat yang menyambar atau cahaya lampu atau kilau cahaya gigi kekasihku, wajahmu bersinar bagai api sedangkan hatiku panas bagai api. sejenak aku berhenti melantunkan irama syair dalam pikiranku selalu terbayang wajah kekasihku. rasa cinta ini kekal walau banyak aral melintang apakah rasa cintanya padaku juga sama-sama rasa cinta yang tak terukur dengan nilai rupiah dan terkadang timbul kekhawatiran cinta bertepuk sebelah tangan suatu realita tragis bila itu menimpa padaku, kata ter tutur pada si kakak kekawatiran berikutnya muncul bila suatu saat nanti terjadi perpisahan dengan sang kekasih sambil menghembuskan asap rokok ke udara aku teringat syair kegundahan abu Toyib, andai tidak terjadi perpisahan dengan kekasih maka mati tidak akan mendatangi roh kami. sang pencinta merasa khawatir pada malam itu karena perpisahan pasti akan terjadi dimanapun dan kapanpun aku diam sambil menarik kembali dalam dalam asap rokok lalu aku hembuskan perlahan-lahan untuk menenangkan hatiku yang gundah di tengah malam itu, lalu sang kakak melanjutkan syair memecah keheningan, berhentilah sejenak aku menangis karena teringat kekasih, saudara dan rumah yang telah hancur ditelan zaman, orang yang teringat sang kekasih sangatlah pedih karena sebuah penantian rasa yang ingin selalu bertemu dengan harapannya bibir yang selalu menyebut namaNya kata sang kakak seolah mengekspresikan jiwa adiknya yang sedang kepayang kemudian dilanjutkan dengan syair-syair yang meluncur dari bibirnya,menyebut namamu membahagiakanku dan dengan menyebut sifat-sifat mu menghilangkan kegelisahan ku.
bagaimana mungkin orang yang cinta lupa pada kekasihnya sedangkan namanya terpetik di hati, demi Allah hati ini tak tenang dan terus mengenangmu selama teringat padamu, hati ini tak tenang dan tak ada obat utk penyakit ku kecuali bertemu dengan kekasihku, orang sakit tentu banyak obatnya dan mudah didapat nya tapi jika rindu sudah menggelora hanya satu obatnya yaitu bertemu dengan sang kekasih dan tentu terkadang terus terucap kapankah perjumpaan terjadi?,aku berkata,kekasihku kapankah kita bertemu kemudian dia menjawab jangan khawatir kita pasti akan bertemu,.
malam-malam seperti ombak samudra yang menyebarkan kegelapan dengan berbagai kesusahan untuk menguji ku wahai pujaanku harapanku ke rinduku lama penantian ini kapankah kita bertemu,
apakah cinta perlu suatu bukti-bukti yang paling jujur dan adil adalah hati-hati adalah sentral aplikasi jiwa seperti tergambar dalam bait berikut ini, cukuplah hati ini menjadi saksi untuk mencintaimu karena hati lebih dipercaya untuk menjadi saksi,cinta membutakan mata seseorang hal-hal yang aneh pun bisa dilakukan atas nama cinta dengan begitu menunjukkan besarnya rasa cinta yang terpendam di dada besarnya rasa cinta tak terkira sekalipun di penjara di pondok dikurung di tempat sunyi, tetap saja jiwanya selalu melayang mengikuti jiwa kekasih hatinya seperti ungkapan Ja'far bin Aliya dalam syairnya,
jiwaku melayang bersama rombongan ya man tapi jasadku ter buih di Mekah aku menghawatirkan perjalanannya apakah akan selamat kembali padaku sedangkan pintu penjara terkunci,
di saat itulah sang kakak teringat ketika melewati masa mudahnya yang penuh dengan kegagalan cinta dan melantunkan sebuah syair kesedihan dari asyaroh,
engkau telah menempatkan ku sebagai kekasih hati yang mulia, maka jangan kau sangka hal itu pada orang lain.
seolah-olah sang kakak berhadapan dengan kekasihnya dia bergumam dengan syair.
jika engkau sangka aku orang terbodoh maka sifat baikku akan ku ganti dengan kebodohan setelah pertemuan nanti,
hatimu akan rusak dalam mencari kecantikan di masa tua memaksa ku untuk bertemu sedangkan rintangan dan cobaan memisahkan ku denganmu.
jikalau saja kukehendaki tangis darah maka akan kulakukan karena ditinggal oleh sang kekasih tapi samudra sabar lebih luas.
semoga kesusahan hari kemarin menjelma menjadi kebahagiaan di hari lusa, kemudian aku dan sang kakak terdiam sejenak keduanya asyik menikmati kopi hangat yang disuguhkan kembali oleh pelayan kedai,
kemudian sang kakak berkata untuk mengakhiri topik asmaranya, orang yang dimabuk cinta memiliki rahasia yang tak terukir dengan tulisan dan tak mampu diceritakan dengan goresan pena.
terima kasih karena sudah membacanya wasallam....