My Dear Diary Clara.
Bila nanti aku pergi, bagaimana kamu tanpaku sayang?, namun waktu telah memberitahuku bahwa kamu lebih memilih orang lain dan menduakan cinta kita yang telah lama terjalin, aku kecewa namun aku harus kuat dan semangat hidup untuk bisa membahagiaakan kedua orang tua ku yang sudah menjadi bintang di atas sana.
-Clara augeleria simanta-
Dialah Clara, wanita yang menginap penyakit kanker otak dan berjuang sendirian tanpa orangtua yang seharusnya menemaninya namun mereka tidak bisa menemani karena sudah pergi meninggalkannya sejak ia menginjak Smp.
Clara dikenal sebagai wanita yang begitu kuat, berbadan kurus dan tinggi, berkulit putih, ramah dan suka menolong orang lain. namun, dibalik senyumnya banyak sekali duka dan rasa sakit yang ia pendam.
Di kampus ia dikucilkan teman-temannya karena ia yatim-piatu. bahkan dikala ia sakit, tidak ada satu orangpun yang mau membantunya atau menengoknya.
Suatu hari...
"Ayah, Mamah, kenapa hidupku seperti ini?. fasilitas sudah kalian penuhi untukku namun aku tidak mempunyai teman satupun tidak ada yang mau berteman denganku" ucap batinnya.
Clara selalu bicara dalam hatinya dengan kalimat yang sama dan hal yang sama, namun ia tidak melihat jalan sehingga ia menabrak seorang Pria dengan tubuh tinggi, tampan dan berkulit putih.
"Aduh maaf" ucap Clara yang terjatuh.
"Tidak apa-apa" balas Pria itu sambil mengulurkan tangannya.
Clara memegang tangan Pria itu dan menggenggam telapak tangannya lalu berdiri.
"Lain kali jalannya hati-hati ya" ucap Pria itu sambil menatap mata Clara yang indah.
"Iya Kak, maaf sekali aku tidak melihat jalan tadi" balaa Clara yang masih menunduk.
"Siapa namamu?" tanya Pria itu.
"Ehm, nama aku Clara augeleria simanta panggil saja aku Clara" jawab Clara.
"Hai Clara, namaku Raja diki sanjaya panggil aku sesuka hatimu asal kamu nyaman" balas Pria itu ya panggil saja dia Raja.
Raja diki sanjaya adalalah pria populer dikampus tersebut, karena ayahnya adalah pemilik kampus itu. bisa dibilang banyak wanita yang menyukainya hanya karena kasta makannya ia menjauhi setiap mahasiswi dikampus itu.
Namun, kenapa Raja mau mendekati Clara?, yang ia sudah tau latar belakangnya. ada apa ya kira-kira?. mari kita simak klanjutannya hehe.. "Curahan riska sang penulis.
Raja berkenalan dengan Clara dan berbincang dalam setiap langkahnya, namun mereka jadi pusat perhatian dan banyak cibiran dari mahasiswi maupun siswa yang memang tidak suka dengan kehadiran Clara bahkan syirik pada posisinya.
"Sudah hiraukan saja mereka, ohya kamu tinggal dimana?" tanya Raja.
"Aku tinggal disebuah apartement milik Ayah. aku tinggal sendiri bersama Bik Itoh" jawab Clara.
"Dia pembantumu?" tanya Raja lagi.
"Iya, Bik Itoh menemaniku sejak orangtua ku meninggal, hehe" jawab Clara sambil menyengir kuda.
"Pulang kampus boleh aku main kerumah mu?" tanya Raja lagi dan lagi.
"Ehm.. tapi kan kita.." jawab Clara yang masih ragu.
"Aku tau kita baru kenal, santai saja kamu bisa lebih mengenalku setelah itu baru kamu bisa putuskan pwrcaya atau tidak padaku. yasudah aku duluan ya nih kelasku" ucap Raja.
"Baiklah maaf ya Kak Raja. kamu mengambil hukum?" tanya Clara.
"Iya, dan kamu mengambil kelas design kan?, aku sudah tau jadi sana kekelas sebentar lagi pelajaran pertamamu akan dimulai" Jawab Raja.
"Eh iya Kak, dadah " ucap Clara lalu pergi berlalu.
Sebenarnya Raja memang sudah memperhatikan Clara sejak ia pertamakali daftar menjadi mahasiswa dikampus. namun ia menunggu waktu yang tepat untuk lebih dekat dengan Clara dan hari inilah yang ia nantikan sudah terbalaskan.
😊😊😊😊😊😊😊😊skip😊😊😊😊😊😊😊
Waktu terus berlalu, hari demi hari juga terus silih berganti.
Clara dan Raja semakin dekat, bahkan Raja sudah sering ke apartement Clara dan menghabiskan waktu bersama walau belum ada status dalam hubungan mereka.
Pagi itu di apartment Clara
"Kak, kamu mau minum apa?" tanya Clara.
"Panggil Raja saja kali Cla, hilih kamu kayak baru kenal aku saja" kesal Raja.
"Iya Raja, kamu mau minum apa?" tanya Clara sambil tersenyum lebar.
"Apapun yang kamu buat aku pasti minum" jawab Raja dengan antusias.
"Baiklah, tunggu sebentar ya" balas Clara dan berlalu.
Raja menunggu Clara yang sibuk membuatkan jus mangga untuknya dibantu Bik Itoh juga untuk menyiapkan camilan dan beberapa buah-buahan.
"Bik, sudah ayo kita bawa" titah Clara.
"Baik Nona Muda" balas Bik Itoh.
Clara dan Bik Itoh segera membawa nampan berisi hidangan tersebut dan menaruhnya diatas meja makan.
"Wih enak nih kelihatannya" puji Raja.
"Sepertinya hehe, ayo dimakan. BIk ayo ikut juga dengan kami" ucap Clara lalu duduk dikursi samping Raja.
"Terimakasih Nona, anda makanlah ya bersama Tuan Raja. Bibik mau permisi dulu kebelakang" balas Bik Itoh.
"Okey Bik" jawab Raja dan Clara serentak.
Raja dan Clara memakan hidangan pagi itu sebelum pergi kekampus yang memang jadwal kampus kala itu kedapatan siang.
"Raja, makasih ya sudah mau menjadi temanku" ucap Clara yang berhenti makan.
"Tidak apa-apa Clara, ayo dimakan saja habiskan yak" balas Raja.
"Maafkan aku jika aku ada salah padamu dan terimalah aku apaadanya ya jangan adaapanya" lanjut Clara.
"Ih kamu ngomong apa si Cla," balas Raja lalu menghentikan makannya.
Raja menatap mata Clara yang berkaca-kaca, bahkan Wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya. Raja memegang tangan Clara dan mendekatkan wajahnya pada Clara.
"Kamu sakit Cla?" tanya Raja.
"Tidak, aku tidak sakit kok aku hanya ingin bicara itu saja sama kamu." jawab Clara.
"Kamu jangn bohong Cla, wajahmu pucat sekali kita kedokter yak" ucap Raja.
"Tidak usah, aku cuma butuh kamu saja tidak butuh yang lain" ucap Clara.
"Tapi kamu lagi tidak baik-baik saja Cla, ayo kita ke rumah sakit" ucap Raja.
Clara menggenggam erat tangan Raja lalu Raja menatap mata Clara yang sayu namun ia kaget karena hidung Clara mengeluarkan darah (mimisan).
"Cla, hidung kamu berdarah" ucap Raja yang panik.
"Tidak apa-apa" balas Clara lalu mengelap hidungnya dengan tisyu.
"Astaga Cla itu berdarah jangan diremehkan" tegas Raja.
"Hm .. Bik bawakan aku obat" teriak Clara.
"Obat apa?" tanya Raja bingung.
"Vitamin" jawab Clara.
Clara terus tersenyum hingga akhirnya Bik Itoh datang dengan membawa obat leukimia dan pereda rasa sakit, lalu Clara meminumnya.
"Terimakasih bik" ucap Clara.
"Sama-sama, Nona muda nanti istirahat ya jangan kecapean. permisi" balas Bi Itoh lalu pergi.
"Kamu sebenarnya sakit apa Cla?" tanya Raja.
"Tidak sakit apa-apa kok" jawab Clara.
"Jawab aku!" bentak Raja.
Clara mengecup bibir Raja lalu memeluknya dengan sangat erat seakan-akan ia akan pergi.
"Aku baik-baik saja, aku sayang kamu dan semoga kamu bahagia" bisik Clara.
"Aku juga sayang kamu Cla." balas Raja sambil membalas pelukan Clara.
😘😘😘😘😘😘😘😘😘
SATU TAHUN TELAH BERLALU.....
Clara dan Raja telah menyelesaikan kuliahnya dan sudah menjadi Sarjana lalu melanjutkan kerja diperusahaan orangtua mereka.
Namun suatu hari Raja tengah melaju dengan mobilnya untuk menemui Clara yang sedang ulang tahun kala itu. namun saat Raja sampai disana, ia terkejut karena Clara sedang berpelukan dengan seorang Pria gagah dan tampan disana.
"Apa begini cara membalas cinta yang benar Cla, aku mencintaimu sepenuh hatiku namun kamu malah mengkhianati cintaku. namun aku sadar cintaku hanya bertepuk sebelah tangan" ucap batin Raja lalu mulai melangkah.
Saat Raja tiba dihadapan Clara, Clara melepas pelukannya dan tersenyum bahagia pada Raja.
"Kamu sudah datang," sapa Clara.
"Ya, selamat ulang tahun ya Cla. ini untukmu dan maaf aku masih banyak urusan. aku pergi dulu" ucap Raja yang memberikan hadiah pada Clara lalu pergi.
"Raja tunggu" teriak Clara sambil memberi kadonya pada Pria itu.
Raja tidak menghiraukan suara Clara dan terusi berjalan. hingga akhirnya Clara memeluk Raja dari belakang dan menghentikan langkah Raja.
"Aku mencintaimu Raja, tolong jangan pergi begitu saja dihari bahagiaku. aku ingin sedikit waktumu untuk malam ini saja." ucap Clara.
"Aku tidak ada waktu untuk bercandaria, habiskan saja waktumu dengan Pria itu, dan aku tidak mencintaimu lepaskan aku" balas Raja dengan dingin.
"Aku tidak akan melepaskan pelukan ini sampai kamu mau menghabiskan waktumu sebentar saja denganku dan pria itu dia.. " ucap Clara namun terhenti.
"Aku tidak peduli siapa Pria itu" balas Raja.
Sebenarnya Raja tidak tega melihat Clara memohon padanya. namun egonya lebih besar daripada rasa ibanya sehingga ia tega melepas paksa tangan Clara dan mendorongnya.
"Ah sakit" ringis Clara yang terbentur batu besar.
"tidak perlu beralasan apapun Clara, aku tau kamu pura-pura, aku tidak akan menemuimu lagi terimakasih sudah menjadi wanita yang bisa mengambil hatiku namun kau hempas begitu saja" ucap Raja tanpa menoleh dan pergi.
Clara bingung bahkan kaget dengan sikaf Raja yang dingin bahkan marah tiba-tiba tanpa mau mendengar penjelasan Clara. lalu Pria yang tadi dipeluk Clara segera menghampirinya dan membantunya berdiri.
"Dek kamu tidak apa-apa?" tanya Pria itu.
"Aku pusing Kak, kepalaku sakit ehm sangat sakit kak" ringis Clara yang memegang kepalanya.
"Kamu bertahanlah Dek kita akan ke rumah sakit sekarang" balas Pria itu.
Ya, Pria itu adalah kembaran Clara ia bernama Candra aura cadakarta yang memang tinggal tidak satu atap sehingga tidak banyak yang tau kalau Clara memiliki kembaran yang tinggal di luar negeri.
Candra segera menggendong Clara lalu membawanya kerumah sakit.
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Sesampainya di rumah sakit, Clara segera ditangani Dokter diruang UGD. sedangkan Candra menunggu diluar duduk sendirian sambil mengacak-acak rambutnya.
Satu jam kemudian...
Dokter keluar dan memberikan kabar bahwa kanker yang diderita Clara semakin ganas, bahkan Clara divonis hanya akan bertahan satu sampai dua bulan lagi.
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Satu bulan kemudian...
Clara tidak mendapat kabar sedikitpun dari Raja, karena setelah kejadian pada ulang tahun Clara. Raja tidak lagi memberi kabar pada Clara, bahkan sms, chat dan telpon dari Clara tidak pernah tersambung.
Hingga suatu hari, Clara mendapat kabar bahwa Raja sudah menikah dengan seorang gadis bernama Nindi, yang memang sahabat Clara saat kecil dulu.
Rasanya sakit namun ia mencoba untuk tegar dan memberanikan diri untuk menelpon Nindi.
BERSAMBUNG..
Penasaran dengan kelanjutannya? nanti akan ada kelanjutannya kok. sabar ya.. 😘😘🤗see u next time.