Cerita ini berkisah tentang seorang gadis yang mengalami depresi karna pertengkaran antara kedua orang tua nya , semua berawal dari sebuah kesalahpahaman antara kedua orang tua nya .
Lia itulah nama gadis tersebut , seorang gadis yang duduk di kelas 7 SMP negeri , memiliki sifat yang ramah , bobrok , ceria , cerewet , selalu tersenyum , pintar dan juga selalu membuat teman-temannya tertawa karna nya . Namun siapa yang dapat menyangka gadis yang ceria seperti Lia akan berubah menjadi seorang yang dingin saat sampai di rumah nya .
Senin , ini adalah hari Senin hari di mana paling di benci oleh Lia karna dia harus berangkat lebih pagi dari biasanya untuk piket kelas , belum lagi upada yang dilakukan di hari Senin itu akan membuat nya semakin kesal .
" Heh .. gue gak telat kan ? " tanya Lia pada sahabatnya berana Andin yang tengah menyapu lantai kelas nya .
" Kagak .. udah cepetan piket sebelum Bu Rini datang .. bisa kena omel nanti " jawab Andin pada Lia , Lia bergegas berjalan menuju pojok kelas untuk mengambil sapu , setelah itu Lia dan teman-temannya menjalankan tugas piket nya seperti biasa semua lantai sudah di sapu dan dipel . Semua berjalan dengan lancar sampai tak terasa bahwa jam sekolah sudah berakhir .
" Lia .. gue pulang duluan ya .. gue mo pergi Ama nyokap bokap gue " ucap Andin pada Lia yang tengah membereskan buku-bukunya .
" Owh okeh .. " jawab singkat Lia , Mendapatkan jawaban Andin pun pergi meninggalkan Lia di dalam kelas sendirian .
" Kapan ya gue bisa kaya si Andin ? .. nyokap bokap nya akur " benak Lia Seraya menatap kepergian Andin dengan senyum paksa yang menghiasi wajahnya .
Lia pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki karna letak sekolah dan rumah nya yang tidak terlalu jauh , tak butuh waktu lama Lia sampai di sebuah rumah sederhana bercat putih , Lia membuka pagar besi rumahnya dan berjalan masuk ke luar halaman depan rumahnya .
Duduk di teras rumah nya lalu melepaskan sepatunya dan meletakkannya pada rak sepatu yang tersedia . Lia membuka pintu rumahnya dan langsung di sambut oleh pemandangan yang sangat tidak pantas untuk di lihat .
Pecahan kaca berserakan dimana-mana belum lagi rumah yang berantakan , yah sepertinya kedua orang tua nya kembali bertengkar , Lia melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan perlahan agar tidak mengenai pecahan kaca yang berserakan .
Lia membuka pintu kamarnya dan melihat kedua adiknya tengah duduk di pojok kamar nya dengan suara tangisan yang mengiringinya , Lia berjalan perlahan menuju kedua adiknya yang tengah ketakutan .
" Nia , Mia " Panggil Lia dengan lembut seraya berlutut , mendengar suara sang kakak kedua balita kembar itu langsung berlari menghampiri sang kakak dan memeluknya dengan erat , Kedua balita itu menangis sejadi-jadinya di pelukan sang kakak .
" Sudah jangan nangis lagi .. kakak ada di sini " ucap Lia pada kedua Balita kembar tersebut dengan memeluk nya dengan erat .
" Kalian di kamar kak Lia dulu ya .. kak Lia mau bersihin ruang tamu dulu " ucap Lia pada ke dia adik nya , Lia pergi keluar kamar nya dan berdiam sesaat di pintu kamarnya seraya melihat ruang tengah yang berantakan karna pertengkaran antara kedua orang tua nya .