"Hahh hahhh..." Hela nafas wanita itu menandakan kalau dia sangat lelah berjalan di bawah sinar matahari yang sangat terik. Ya wanita itu bernama Laila, janda berusia 31 tahun yang sudah di tinggal suami nya 4 bulan yang lalu dan di saat itu ia sedang mengandung buah hati nya yang baru berusia 5 bulan.
Ya Sangat terpukul di tinggal suami, mau tak mau ia harus mencari nafkah untuk biaya persalinan dan hidup sehari-hari karena ia tau uang tabungan ALM suami nya nggak akan bertahan lama...sehari hari Laila berjualan kue dengan bertahan dengan perut nya yang semakin membuncit, walaupun sedikit kesusahan karena perut nya tetapi, itu tidak membuat Laila patah semangat.
" Kue kueeee..kue nya bapak ibu adek " Teriak Laila sambil membawa dagangan nya.
Tiba tiba...
" Shh kenapa perut ku sangat sakit ya " ringis Laila sambil memegang perutnya nya yang sudah masuk 9 bulan itu.
" Eh i ibu kenapa?? " Ucap salah satu bapak bapak yang menghampiri Laila.
" To..tolong saya pak, seperti nya saya mau melahirkan " Laila menjawab pertanyaan si bapak sambil menahan rasa sakit nya
Bapak itu hanya mengangguk dan segera membawa Laila menggunakan motor nya untuk pergi ke puskesmas terdekat di desa itu.
1 jam kemudian terdengar lah suara tangisan bayi dari ruangan puskesmas yang membuat Laila sangat terharu atas kelahiran anak nya.
Setelah suster membersihkan dan memanggil bapak yang tadi untuk mengazan kan anak nya.. suster pun memberikan anak berjenis kelamin laki-laki itu ke dekapan Laila.
" Terima kasih ya Allah " tak henti hentinya Laila mengucap syukur atas kalahiran putra nya tersebut
" Ibu akan memberi nama mu Muhammad Reyhan, dan panggilan mu Reyhan " ucap Laila tersenyum sambil mencium pipi anak nya.
Setelah kepulangan nya dari puskesmas, Dunia Laila penuh dengan kebahagiaan dan tangisan bayi di rumah nya. Ya Laila sangat bersyukur, walaupun mereka hidup sederhana tetapi penuh kebahagiaan di dalam kehidupan ibu dan anak tersebut.
21 tahun pun mereka lalui, kini Reyhan tumbuh menjadi seorang pria yang tampan. Pria itu sekarang terlihat kebingungan, lantaran ia tidak tau harus mencari pekerjaan dimana.
" Ya Allah mudahkan lah jalan hamba untuk mencari kerja " batin Reyhan
Pasalnya sudah beberapa tempat dia datangi untuk melamar kerja tetapi hasilnya nihil, karena yang di tangan nya adalah ijazah SMA nya.
Ia tidak berkuliah lantaran tidak memiliki biaya.
Tiba tiba Reyhan melihat seorang ibu-ibu yang sedang melihat mesin mobil depan nya. Reyhan pun menghampiri ibu tersebut dan bertanya..
" Assalamualaikum ibu " ucap Reyhan.
" Waalaikum salam nak " ucap sang ibu sedikit gelisah.
" Ada yang bisa Rey bantu Bu??, barangkali Rey bisa bantu " ucap Rey menawarkan.
" Wah bisakah Rey mengecek mesin ibu sebentar, ibu ngak tau kenapa tiba-tiba seperti ini " ucap sang ibu.
Rey pun langsung mengecek mesin tersebut dan tidak lama kemudian...
" Coba ibu hidup kan mobil nya " ucap Rey yang menyelesaikan kerja nya.
Ibu tersebut langsung mengecek dan hasil nya mobil tersebut hidup dan bisa di kendarai lagi.
Ibu itu pun turun lagi dari mobil nya dan menghampiri Reyhan.
" Terimakasih Rey, kalau nggak ada kamu ibu ngak tau lagi harus gimana " ucap ibu itu ber terimakasih.
" Sama sama bu, senang bisa membantu " ucap Reyhan tersenyum.
" Emang nya Rey mau kemana?? " Sang ibu bertanya.
" Rey sedang mencari pekerjaan Bu " ucap Rey memperbaiki kerah baju nya.
" Baiklah ini, besok tolong ke alamat ini ya " ucap sang ibu memberikan kartu
" Ba.. baiklah Bu " ucap Rey yang kaget
" Baiklah ibu permisi " senyum sang ibu dan langsung memasuki mobil nya dan di lajukan.
Reyhan yang masih tercengang langsung membaca kartu tersebut. Di kartu itu tertulis bahwa ibu yang di tolong bernama Dewi yang berusia 41 tahun yang merupakan CEO dari sebuah perusahaan terkenal.
Reyhan pun kaget dan langsung pulang ke rumah untuk memberi tau ibu nya Laila.
Sesampainya di rumah...
" Assalamualaikum ibu, Reyhan pulang " ucap Reyhan sembari membuka sepatu nya.
" Uhukk uhukk.. waalaikum salam Reyhan " ucap Laila sang ibu sembari keluar dari kamar nya.
Reyhan pun mencium tangan sang ibu.
" Bu tadi Reyhan di suruh ke Perusahaan terkenal itu loh " ucap Reyhan sembari tersenyum senang
" Wah ada apa nak?? " Ucap sang ibu kaget.
" Rey juga tidak tau Bu, tadi Rey hanya membantu seorang ibu-ibu yang mobil nya bermasalah, eh terus Rey dapat kartu ini deh " ucap nya sembari menunjuk kan kartu tersebut.
" Alhamdulillah, mudah-mudahan ada lowongan pekerjaan ya nak " senyum Laila kepada putra nya.
" Amin Bu, terima kasih " ucap Rey senyum lalu memeluk ibu nya
Setelah malam yang panjang... Tibalah pagi yang sangat indah di padu dengan suara ayam jago yang ber irama membangun kan semua warga.
Reyhan yang sudah bangun dari subuh itu dan sudah bersiap untuk ke perusahaan terkenal pun berpakaian rapi lalu keluar kamar untuk menemui sang ibu di dapur.
" Pagi ibu " ucap Reyhan yang langsung menghampiri ibu nya lalu mencium pipi ibu nya.
" uhukk..Pagi juga Reyhan " ucap Laila tersenyum kepada anak nya.
" Ibu sudah meminum obat?? " Tanya Reyhan.
" Setelah makan akan ibu minum obat nya " ucap sang ibu.
Mereka pun sarapan bersama di meja makan.. setelah sarapan Reyhan pun berpamitan dan tak lupa pula untuk mencium tangan sang ibu..lalu berangkat.
Reyhan pun sampai di perusahaan dengan gedung bertingkat-tingkat. Reyhan yang nggak mau ambil lama langsung memasuki perusahaan tersebut.
Reyhan menanyakan ruangan CEO dan akhirnya sampai di depan ruang CEO.
Reyhan pun meminta sekretaris CEO untuk mempertemukan nya dengan sang CEO.
Setelah mendapat izin, Reyhan pun mengetuk pintu.
" Assalamualaikum " ucap Reyhan mengetuk pintu.
" Waalaikum salam, masuk lah " ucap Bu Dewi sembari memegang berkas nya.
Reyhan pun masuk..
" Silahkan duduk anak muda " ucap Bu Dewi sembari tersenyum.
" Ba baik Bu " ucap Reyhan lalu duduk di kursi di depan Bu Dewi.
" Jadi gini, tak perlu berlama-lama lagi saya mau bilang saya mau menerima kamu bekerja di perusahaan ini.. apakah kamu bersedia?? " Ucap Bu Dewi serius.
" Alhamdulillah ya ya saya mau Bu " ucap Reyhan ngak sanggup mengungkapkan kebahagiaannya.
" Baiklah mulai hari ini kamu di terima dan boleh bekerja, di sini Rey akan bertugas bersama Rina sekretaris saya yang ada di depan " ucap Bu Dewi sambil menjelaskan.
" Ba baik Bu " ucap Rey.
" Kalau ada apa apa tanya saja kepada Rina soal pekerjaan " ucap Bu Dewi.
" Terimakasih banyak Bu terimakasih " ucap Reyhan sangat sangat bersyukur lalu bangun dan pergi ke luar sementara Bu Dewi hanya geleng-geleng kepala melihat nya.
Setelah Reyhan mendapatkan pekerjaan kehidupan Reyhan dan ibu nya pun berkecukupan.
Tak terasa sudah 2 tahun Reyhan bekerja dan Reyhan sudah mampu membeli rumah dan mobil.
Tapi semenjak itu juga Reyhan sering pulang larut malam itu membuat Laila khawatir + kesepian. Bahkan setiap Laila mengajak konsultasi ke dokter jawaban reyhan hanya sibuk dan sibuk.
Karena menurut Reyhan bekerja bisa membahagiakan ibu nya, tetapi tidak bagi sang ibu.
Berhari hari pun berlalu Sakit nya yang di idap Laila pun semakin parah, bahkan sampai batuk darah. Tetapi Laila tidak memberi tau Reyhan Karena takut Reyhan khawatir.
Suatu pagi...di hari Minggu.
Reyhan berada di rumah setelah aktivitas nya yang padat dan ia pun mendapat hari libur.
Reyhan pun keluar dari kamar nya dengan keadaan rambut yang basah dan acak acakan, tetapi itu tidak membuat ke tampanan nya memudar.
Sang ibu yang sudah menunggu di meja makan pun tersenyum melihat putranya sarapan lagi bersama nya setelah 2 tahun tidak sarapan bersama karena kesibukan rey.
" Pagi ibu " ucap Reyhan tersenyum.
" Uhukkk pagi juga sayang " ucap sang ibu sambil batuk.
Reyhan pun langsung duduk dan menyantap sarapan nya demikian juga dengan sang ibu.
Bahkan Reyhan lupa menanyakan kabar ibu nya sendiri apakah sudah meminum obat nya atau belum.
Tringgg..tringgg...
Suara handphone memecahkan keheningan di meja makan.
Reyhan pun mengangkat teleponnya dan setelah 5 menit kemudian di akhiri dengan senyuman manis dan salam.
" Siapa itu nak?? " Tanya sang ibu kepada sang anak.
" Eohh itu itu calon mantu ibu nama nya aisha " senyum Reyhan.
" Kapan kapan kenal kan ibu dengan calon mantu ibu " ucap Laila sembari tersenyum.
Reyhan hanya mengangguk lalu bangun dari kursi nya menuju kamar dan tak lupa memanggil pembantu di rumah itu untuk membersihkan seluruh piring kotor setelah selesai.
Laila pun Selesai dengan sarapan nya dan langsung meminum obat nya.
Dia teringat dulu setiap hari Minggu mereka selalu menghabiskan waktu di taman untuk jalan pagi bersama.
Niat Laila pun terhenti karena melihat anak nya sudah rapi keluar dari kamar.
" Mau kemana nak?? " Ucap Laila kepada anak nya.
" Eh ibu, Rey mau keluar ya sama aisha.. hari ini kami berdua mau jalan jalan ke taman " ucap Reyhan.
" Ta... " Ucapan nya terpotong..
" Ibu tenang aja Rey nggak akan pulang telat kok, bye bye ibu " Rey pun mencium pipi ibu nya dan mencium tangan ibu nya lalu pergi.
Sakit..itu lah yang di rasakan Laila, bahkan anak nya sendiri lupa aktifitas nya setiap hari Minggu.
Laila pun menuju kamar untuk istirahat.
Hari demi hari pun berlalu.. penyakit Laila semakin parah.
Laila tidak konsultasi selama 2 bulan dengan alasan hanya mau dengan Reyhan.
Reyhan yang sekarang berada di kantor pun sibuk dengan mata nya tertuju dengan laptop nya. Tiba tiba
Tringgg..
Bunyi pengingat kalender pun berbunyi menandakan hari ini adalah ulang tahun ibu nya yang ke 56 tahun.
Reyhan pun langsung meninggalkan pekerjaan nya dan meminta izin lalu pulang kerumah untuk memberi kejutan kepada ibu nya.
Reyhan pun mengetuk pintu kamar ibu nya tetapi tiada jawaban dari dalam.. Reyhan yang khawatir pun langsung membuka pintu kamar ibu nya yang tidak terkunci, terlihat ibu nya terbaring tak berdaya dan Reyhan pun mendekati ibu nya, saat Reyhan menyentuh badan ibu nya yang sangat dingin..Reyhan pun terkejut bahkan ada darah di telapak tangan ibu nya.
" Astaghfirullahhhh.." pekik Reyhan kaget.
Reyhan yang panik langsung menggendong ibu nya dan membawa ibu nya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Reyhan langsung membawa masuk ibu nya lalu memanggil dokter dan suster. Dokter pun membawa Laila ke UGD untuk mendapatkan pertolongan.
Reyhan yang ingin masuk pun di tahan oleh suster, Reyhan hanya bisa pasrah dan berdoa sembari menunggu.
Setelah beberapa menit menunggu dokter pun keluar, Reyhan yang tau dokter keluar langsung menghampiri dokter.
" Dok gimana ibu saya?? " Tanya Reyhan cemas.
" Sekarang hanya Tuhan yang tau gimana selanjutnya, kami hanya bisa menolong doa dan berusaha karena penyakit paru-paru sudah sangat parah " ucap dokter.
" Hah!! Paru paru?? " Tanya Reyhan.
" Iya, ibu anda mengidap penyakit radang paru-paru tapi ini sudah sangat parah, seperti ibu anda tidak konsultasi selama beberapa bulan ini " ucap dokter heran.
Reyhan hanya terdiam lalu membuka suara.
" Boleh kah saya melihat ibu saya di dalam?? " Tanya Reyhan.
" Silahkan " ucap dokter.
Reyhan pun memasuki ruang UGD dan menghampiri ibu nya lalu menggenggam tangan ibu nya.
Sambil menangis Reyhan berkali kali memanggil nama ibu nya.
" R..Rey " ucap Laila dengan suara serak.
" I ibu.. ibu mau apa mau minum atau mau makan apa Bu biar Rey beliin " ucap Reyhan antusias.
Laila hanya menggeleng pelan lalu menutup mata nya..
" Ibu ibu IBUUUU.. " panggil Reyhan sedikit teriak
Reyhan pun memanggil suster dan dokter untuk memeriksa ibu nya.
Reyhan pun menunggu lagi.
Setelah dokter Selesai...
" Gimana dok?? "
" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un..maaf ibu anda tidak bisa kami selamatkan, tuhan lebih sayang ibu anda.. sekarang beliau sudah bebas dari penyakit nya " ucap dokter melepas alat di tubuh Laila.
" Tidak mungkin dok.. dokter pasti bercanda kan, SAYA TIDAK PERCAYA DOK, periksa sekali lagi " ucap Reyhan dengan nada ketakutan dan menangis.
" Maaf saya tidak akan main main dengan kematian, saya permisi untuk mengurus jenazah ibu anda " ucap dokter.
Reyhan yang berada di situ pun langsung memeluk ibu nya dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk ibu nya, lalu mencium pipi Laila untuk terakhir kali nya.
Keesokan hari nya setelah pemakaman..
Reyhan yang pulang lalu masuk ke kamar ibu nya dan berbaring di ranjang ibu nya.
Sembari menghirup aroma badan yang pernah di sia sia kan lalu mata nya tertuju kepada sebuah buku tua yang ada pulpen nya..
Karena penasaran Reyhan pun membaca isi buku tersebut yang ternyata isi nya curhatan sang ibu.
Satu air mata pun lolos dari pelupuk pemuda tampan itu.
" Maafkan aku ibu, maafkan reyy " ucap Rey dengan menyesal nya.
Hanya kata maaf yang dapat di ucap kan.
Penyesalan yang datang di akhir. Menangis tidak akan mengembalikan waktu. Harta itu tidak bisa di ganti dengan kebahagiaan. Dan kasih sayang orang tua adalah segalanya.
Tamat..