Empat mahluk halus memandang sekumpulan manusia dibawah pohon rambutan sedang asik dengan ponsel mereka. Tampak jari-jari ke empat orang tersebut menari di layar ponsel tanpa henti.
"Gendang...liat deh menurut lu si Eka lagi apa sama temannya?" Tanya hantu Teko pada hantu Gendang.
"Nggak tau. Serius banget si Eka sampai tidak melihat tubuh besarku ini." Jawab hantu Gendang.
"Besar bukan jaminan bakal dipandang Gendang. Gue yang imut ini pun diabaikan sama si Tata." Timpal hantu Tungkul Jagung.
"Huh... Dasar hantu rendahan. Wajar nona Eka tidak memandang kalian. Saya yang tampan ini saja tidak di pandang. " Kata hantu Darah Muda.
Lalu keempat hantu menghampiri ketiga manusia yang berada dibawah rambutan.
"Eh mereka mendekat." Eka mengirim pesan pada teman yang ada di dekatnya melalui ponsel.
"Siapa?" Tanya Tata juga melalui pesan.
"Hantu Gendang, hantu Tungkul Jagung, hantu Teko juga hantu Darah Muda." Jawab Eka dengan lengkap.
"Terus mereka ngapain?" Tanya Thor.
"Mereka memperhatiin kita." Ketik Eka
"Waduh gawat dong. Gimana nih." Tata mengetik dengan gemetaran. Untung pesannya terkirim.
"Iya ??? Gawat!!Kita kabur saja yuk." Ketik Thor dan saat dikirim jaringan pada ponselnya menghilang. Pesan batal terkirim. Pesan dihapus.
"Tidak perlu panik." Ketik Eka. Terkirim.
"Ayo kita pergi. Aku takut." Ketik Tata. Terkirim.
"Aduh sial jaringanku hilang." Ketik Thor. Tidak terkirim. Pesan dihapus kembali.
"Haduh... Pesan masuk pun tidak terlihat." Ketik Thor. Tidak terkirim. Dahi Thor mengkerut. Pesan dihapus kembali. Kesal.
"Tenang jangan panik! Nanti mereka curiga." Ketik Eka. Terkirim.
Tata pucat membaca pesan masuk. Sulit baginya mengetik sesuatu. Saat memandang wajah Thor Tata terkejut. Wajah Thor seperti wajah seseorang yang berada dibawah matahari pukul 12 siang. Kusut. Berkerut. Ke empat hantu yang memantau mereka ikut memperhatikan perubahan wajah manusia itu. Yang paling menarik perubahan wajah Tata dan Thor. Yang satu makin pucat. Yang satu makin merah.
"Gendang mereka kenapa?" Tanya hantu Tungkul jagung yang berjongkok di depan Eka dan Thor sambil melihat wajah mereka.
"Entah!" Jawab hantu Gendang.
"Haduh... mereka itu lagi mengetik pesan." Kata hantu Darah Muda.
"Ahhh sok tau kamu..." Kata hantu Teko.
"Taulah dari semua hantukan gue yang paling pintar." Jawab hantu Darah Muda Sombong.
"Mereka ketik apa?" Tanya hantu Teko, Gendang dan Tungkul Jagung.
"Hmmm mereka mengetik hal penting." Jawab hantu Darah Muda sambil mendekatkan wajahnya ke ponsel Eka.
Eka melalakkan matanya karena hantu Darah muda tiba-tiba sangat dekat dengannya.
"Ih.. Hantu darah muda disamping gue." Ketik Eka Terkirim.
Tata tidak membalas. Thor juga karena jaringan belum kembali. Eka menyenggol lengan Tata yang disampingnya. Tidak ada jawaban. Eka kemudian mengangkat kepalanya dan tidak menatap ponselnya lagi. Tata terlihat pucat. Thor terlihat...Ah tidak bisa di katakan lagi dengan tulisan.
Eka mengetik lagi.
"Kalian kenapa?" Ketik Eka. Terkirim.
Tata tidak membalas.
"Jaringan....!" Ketik Thor. Tidak terkirim.
"Hello... kalian kenapa??!!" Teriak Eka kencang.
Semua terkejut. Termasuk ke empat hantu.
"Sinyal gue parah. Tak satu pun pesan masuk atau pun terkirim!" Ucap Thor Kesal.
"Lah.. terus Tata kamu kenapa?" Ketik Eka di ponselnya. Terkirim.
"Takut Ta..." Ketik Tata gemetaran hampir menangis. Terkirim.
Eka mendapat pesan. Dibaca. Thor tidak dapat pesan. Eka lalu menyerahkan ponselnya pada Thor. Thor membaca pesan.
"Ayo kita pergi!" Ketik Thor mengajak temannya. Tidak dikirim tapi ponselnya diserahkan ke Tata. Tata membaca. Lalu ponsel Thor diserahkan pada Eka.
"Mereka lagi memperhatikan kita. Nanti mereka curiga kalau kita tiba-tiba pergi." Ketik Eka. Kirim.Berhasil.
Thor mengembalikan ponselnya ke halaman depan lalu mengecek kuota. Habis.
"Hospot dong!" Ucap Thor.
Hospot diaktikan dari ponsel Eka.
"Eka jadi kapan kita pergi nih." Ketik Eka sudah menangis.
"Darah Muda, kenapa Tata menangis?" Tanya hantu Tungkul Jagung.
"Dia di putusin pacarnya." Jawab hantu Darah Muda. Setelah melihat layar ponsel Tata.
"Asekkk ada lowongan nih buat gue." Kata hantu Tungkul Jagung semangat.
"Bagus saingan berebut Eka jadi berkurang." Ucap hantu Teko dan Gendang serentak.
"Trus itu si Thor tadi kenapa mukanya seperti cucian keluar dari mesin cuci." Tanya hantu Teko.
"Biasalah, pacarnya minta putus." Kata hantu darah muda setelah melihat layar ponsel Thor.
"Hahaha kasi..han" Tawa hantu Teko senang.
"Kalau begitu bahaya dong... " Kata hantu Gendang tiba-tiba.
"Hah kenapa?" Tanya ketiga hantu serentak.
"Saingan bertambah satu dong untuk merebut perhatian Eka."
"Hah... ngapain kalian saingan. Eka itu punya saya." Jawab Darah muda.
"Enak aja... " Kata hantu Teko dan Gendang Serentak.
"Terserah deh pokoknya Tata milikku seorang." Ucap hantu Tungkul Jagung senyum-senyum memandangi Tata.
Tiga hantu terus berdebat. Siapa yang paling pantas mendapatkan Eka.
"Ayo kita pergi sekarang." Ketik Eka.
"Beneran?" Ketik Tata.
"Mereka sudah pergi?" Ketik Thor.
"Belum... tapi mereka lagi berdebat. Ayo cepat." Ketik Eka.
Eka tidak memberitahu kalau hantu Tungkul memperhatikan Tata sambil senyum-senyum. Agar Tata tidak semakin takut.
"Apa mereka tidak curiga nih." Ketik Thor sambil bangkit dari duduknya disusul Tata dan Eka.
"Tidak akan. Jalan yang santai saja. Jangan lihat kebelakang." Ketik Eka.
"Ngomong-ngomong waktu kita saling kirim pesan tuh hantu tidak lihat apa?" Ketik Thor.
"Lihat. Tapi mereka kan tidak bisa baca." Ketik Eka.
"Hahh... gitu ya?" Ketik Tata.
"Oh gitu!"Ketik Thor.
"Iya...Tau nggak. Tadi mereka bilang apa? Ketik Eka.
"Apa?" Ketik Tata dan Thor bersamaan dan terkirim hampir bersamaan.
"Hantu Darah Muda si hantu import itu bilang kalau kamu nangis gara-gara diputusin pacar." Ketik Eka.
"Hah...!!" Ketik Tata.
"Dan dia juga bilang kalau si Thor mukanya kusut kayak cucian keluar mesin cuci karena pacarnya minta putus." Ketik Eka.
"Apa!!!" Ketik Thor.
"Iya dia sok tau baca tulisan. Terus pura-pura baca tulisan di ponsel kslian. Padahal dia juga buta huruf.
Ketiga sahabat itu saling pandang. Lalu tertawa. Tawa mereka menyadarkan tiga hantu yang tadinya berdebat dan akhirnya berkelahi. Lalu di lerai oleh hantu Tungkul Jagung tapi tidak berhasil. Sampai-sampai malah jadi korban.
"Yah...Kita gagal. Mereka jadian." Kata hantu Teko, Gendang dan Darah Muda.
"Hiks hiks hiks gue juga tuh. Si Tata pasti balikan lagi sama pacarnya." Tangis hantu Tungkul Jagung pilu.
Keempat hantu akhirnya berpeluk. Dan saling bermaaf-maafan.