Kampung bernama kampungan adalah sebuah kampung yang dimana semua hantu hidup berdampingan. Mereka saling tolong - menolong selayaknya tetangga. Kebanyakan hantu yang tinggal disana adalah hantu yang menjadi korban para manusia akhlakless yang gagal mereka ganggu tapi malah mereka yang diganggu dan akhirnya pindah ke kampung para manusia ramah hantu yaitu kampung kampungan.
Seminggu lalu ada warga hantu yang baru pindah ke kampung kampungan. Dia adalah Ocong, alasannya pindah adalah karna pada saat mau menakut - nakuti manusia ia malah dipermalukan karna mukanya yang hitam. Manusia itu memotret Ocong dan memajangnya di jejaring sosial dengan caption "Pocong 2021 gada aklaq ya bun, masih aja nakut-nakutin kita para kaum mileneal, udah gitu mukanya item kek bokong panci, wkwkwkwkwk."
Saat hari pertama Ocong pindah ia pergi kerumah pak Rt terlebih dahulu. Tapi yang terjadi malah ia kembali mendapat hinaan.
"Pak Rt, saya Ocong warga baru kampu.. " Ocong belum selesai ngomong malah ia ditertawakan oleh Pak Rt.
"Jiahhahahahahahah.... Siapa nama kamu? "
"Ocong pak. "
"Muka kamu... Muka kamu kayak bokong panci, Jiahahhahahah. Ehhh, Kamu kan yang viral di sosial media itu? " ucap pak Rt dengan tertawa terbahak - bahak melihat rupa si Ocong.
"Gini amat enggak good locking, dan juga manusia disini kayaknya juga akhlakless, huhuhuhu" ucap Ocong dengan air mata yang menetes.
"Nani? Good locking?! Maksud kamu good looking? Jiahahahahah"
"Ocong, tuhh lihat warga hantu yang lain, tuh itu namanya Mbak Kunti, cantikkan? Mukanya glowing enggak kayak kamu, mending kamu oplas dulu dehh Cong. " sambung pak Rt.
Keesokan harinya setelah medengar hal itu, Ocong pergi ke Korea untuk melakukan oplas. Lima hari setelah Ocong yang berada di Korea itu kembali, ia mengejutkan seluruh warga desa, dengan parasnya yang rupawan.
"Woahh! Sini hyung... Ada opa - opa nyasar. " ucap Mbak kunti yang tak lain adalah pemggemar Kpop.
"Opa? Opa yang di kartun betul - betul itu, Mbak kun? " tanya Sundel bolong.
"Ihh... Apaan sih, Si janda bolong ini. Bukan yang itu. Tapi opa Korea - korea itu lho, yang seperti si Jongjongkook, ish kudet bener sih kamu. Mangkanya jangan asik nonton kartun mulu. "
Si Ocong yang kebetulan lewat di depan mereka berdua mengoyangkan kepala yang menjadi isyarat sapaan bagi kaum pocong. Sontak hal itu menimbulkan keributan dua hantu wanita itu. Dengan senyumnya yang sekarang manis bak gula campur madu, Ocong melempar senyumnya ke meraka.
"Hai! Kalian."
"kyaaaa........!!" Teriak mereka berdua dengan hidung yang mimisan.
Berita tentang Ocong yang sekarang glow up sampai ke telinga Pak Rt. Di waktu bersamaan Pak Rt juga berbatin "Padahal saya cuman bercanda waktu itu, malah di anggap serius. "
Pak Rt yang kaget mendengar berita itu langsung ke rumah Ocong si warga baru dengan paras baru.
"Tok.. Tok.. Tok.. " Pak Rt mengetuk pintu rumah Ocong.
"Kritt... " Ocong membuka pintu dengan menggigit gagang pintu.
"Ada apa ya Pak Rt? " tanya Ocong.
"Itu... Itu.. "
"Kenapa Pak? Saya sudah good locking belum? "
"Itu.. " ucap pak Rt dengan mulut yang menganga.
"Itu apa sihh Pak? "
"Pintar juga kamu ya Cong! Ke Korea bukan hanya oplas tapi juga cari bini, cantik lagi." kata pak Rt dengan mulut yang kembali menganga.
"Bregg! " Ocong mendorong pintu.
"Udah capek - capek bukain pintu malah cuman goda My bebeb. Bukanya muji paras aku yang udah good locking, dikira bagi kaum pocong membuka pintu itu gampang, gigi sampai ngilu gini lagi. " Ucap pocong kesal.
"Udah lah beb, maafin aja. " ucap My bebeb Ocong.
"Duhh baik banget My bebebku. "
Tiga hari kemudian ada hantu yang pindah ke Kampung kampungan. Sama seperti Ocong, ia adalah korban bullying para manusia akhlakless.
"Aku harus kerumah temen aku dulu nih. Rumah nomor 57, ahh... yang ini nih. " kata warga baru itu.
"Iri bilang bos! Pale pale" suara musik Ocong senam tok tok pagi ala kaum pocong milenial di halaman rumahnya.
"Oconggg... " sapa warga baru itu.
""Ehh Wowo! "
"Lah si wowo, kucing banget! Kenapa dia kesini sih, tukang habisin makananku dulu, pokoknya jangan sampai masuk ke dalam rumah nih.. Bahaya. " ucap batin Ocong.
Wowo yang kaum genderuwo itu langsung membuka gerbang rumah si Ocong dan masuk.
"Cong! Aku mau cerita nihh... Huhuhuhuhu. Ehh tunggu, lu Ocong kan, temen aku dulu? beda banget! " sambung Wowo.
"iiya ini aku, mau cerita apa nih ngomong - ngomong hehehe.. dan kenapa kamu pindah kesini, wo? "
"Biasalah Cong! Aku udah enggak kuat lagi, setiap nakut - nakuti para manusia akhlakless itu aku malah kena bullying Cong. "
"Emang dibully gimana sih Wo? Gimana ceritanya? " tanya Ocong.
"Jadi gini Cong, kemarin itu kan ada gerombolan manusia di deket pohon mangga yang deket rumah Buk siti itu tuh yang dikampung sebelah, mereka kayak orang gila Cong, teriak sasakeyo sasakeyo. Jadi aku niat mau ngagetin mereka tapi malah aku dikatin titan gorilla. Sebagai genderuwo aku merasa direndahin. Terus mereka ngejar aku Cong, sambil bawa golok, terus teriak sasakeyo sasakeyo. Aku takut Cong, mangkanya aku pindah kesini. "
"Ihh wibu itu wo, jangan dilawan. Oper power banget itu. "
"Over power maksud kamu Cong? "
"Nahh iya itu, hehehe. Yaudah mau masuk enggak wo? "
"Astaga! Nihh mulut kok bisa ngomong gini sihh. Mulut jahat.. Mulut jahat... Matilah aku makanan aku habis. " ucap batin Ocong.
"Iya boleh Cong. "ucap wowo.
Wowo yang sudah masuk ke rumah Ocong langsung duduk dan menyamber makanan yang ada di meja ruang tamu Ocong dan dia terkaget - kaget melihat My bebeb Ocong.
"Ccong! Itu siapa cong? Temen kamu? Buat aku aja yah cong! " ucap Wowo.
"Kurang ajar lu yah Wo! Itu My bebeb aku!"
"Ehh maaf maaf Cong! "
"Caranya dapat yang kayak gitu gimana sih Cong? Aku juga mau." sambung Wowo.
"Pertama kamu harus oplas dulu, yang kedua kamu harus pake ilmu sihir hitam buat ngerebut istri orang sana dan jejeng dapet deh! "
"Emang oplas dimana kamu Cong? " tanya Wowo.
"Korea."
"Wihhh jauh amat Cong. Ngomong - ngomong oplasnya boleh pakai bpjs enggak? " tanya Wowo.
"Coba aja Wo, dijamin dehh langsung dapet bebeb idaman kamu nanti. "
Sehari kemudian Wowo berangkat ke Korea. Tekadnya sudah bulat untuk oplas, demi mendapatkan bebebnya sendiri. Sepulang dari Korea Wowo bukannya dipuji seperti Ocong dulu tapi malah di olok - olok.
"Ehh... Itu Wowo kan Cong? "tanya Pak Rt pada Ocong yang saat itu mereka sedang ngobrol di warung kopi.
"Bukan Pak, itu Bapak... Bapak... Aduhh bapak siapa sih itu yang di yukub itu lho, yang viral. Udah di ujung lidah malah enggak bisa di ucapin. "ucap Ocong.
"Bapak muka monyet itu ya Cong? "tanya Pak Rt.
"Nahh iya, itu."
"Bapak muka monyet, mampir sini! " sapa Ocong pada Bapak muka monyet yang tak lain adalah Wowo.
"Ocong itu manggil aku enggak sihh?" ucap batin Wowo. Wowo yang merasa terpanggil itu berjalan ke warung kopi tempat Pak Rt dan Ocong nongkrong.
"Cong, kamu manggil aku? " tanya Wowo.
"Lahh Bapak kok tahu nama saya, Pak? " tanya Ocong binggung.
"Bapak? Ini aku Wowo Cong! "
"Hah? Bohong. Kamu itu bukan Wowo. Kamu itu Bapak muka monyet yang viral itu. Aku kenal betul temen aku itu. Lubang hidungnya juga enggak mirip terowongan. Lahh kamu? Hahahahahah. " kata Ocong.
"Hush! Cong enggak boleh gitu, dia memang Wowo. Kalau enggak percaya coba sekarang nyanyi sasakeyo kalau dia ngilang berarti memang bener dia Wowo. " ucap Pak Rt sambil menabok Ocong.
"Sasakeyo sasake..." Ocong bernyanyi.
Mendengar hal itu Wowo langsung menghilang bak bayangan yang disinari senter.
" Minta maaf sana Cong! Tuh Wowo kesinggung. " ucap Pak Rt.
"Halah Pak Rt juga gitu dulu sama pas Ocong baru pindah kesini. "
"Iya... Iya... Maaf Cong! Bercanda waktu itu. Yaudah yang penting kamu minta maaf sama Wowo. "
"Iya nanti malam Pak, temenin yah Pak. Pliss! " pinta Ocong. Malam pun tiba, mereka berdua, Ocong dan Pak Rt pergi ke rumah Wowo.
"Dor.. Dor.. Dor.. " Suara Ocong mengedor pintu dengan sangat keras menggunakan kepalanya.
"Wee.. Cong santai aja enggak usah ngamuk kayak gitu. " ucap Pak Rt.
"Emm... Ocong enggak ngerti maksud Pak Rt ngehina atau nyindir Ocong, udah tau tangan Ocong enggak bisa dikeluarin. "
"Iya maaf Cong! Bercanda kok. Jangan di masukan ke hati Cong! Hehehehe"ucap Pak Rt.
"Dor.. Dor.. Dor... " suara Ocong yang terus mengedor pintu rumah Wowo.
Tak lama kemudian Wowo membuka pintu.
"Oh, kalian, ada apa kesini? " tanya Wowo.
"Anu Wo, aku minta maaf ya, tentang yang tadi siang itu. Enggak ada maksud ngehina kok, aku pangling aja lihat muka kamu yang berubah drastis. " ucap Ocong.
Wowo hanya diam dan mendengarkan Ocong berbicara. Muka Pak Rt memerah menahan tawa karena melihat rambut hidung Wowo yang seakan melambai minta diselamatkan dari terowongan upil itu.
"Udah Cong! Saya pulang dulu. " ucap Pak Rt dengan muka yang merah menahan tawa.
Saat Pak Rt berjalan pulang melewati pohon kelapa bungkuk ia melihat ke atas. Terlihat sesosok perempuan berpakaian seperti kaum kuntilanak sedang berdiri di atas pohon kelapa itu.
"Lah itu siapa sih? Enggak mungkin dehh kalau hantu. Hantu di kampung ini kan kebanyakan dari hantu yang trauma menakut - nakuti manusia. " ucap batin Pak Rt yang berhenti tepat di bawah pohon itu.
"Hoii! turun cepat, enggak malu apa? Tuhh kancutnya kelihatan turun cepat! " teriak Pak Rt yang saat itu melihat perempuan itu dari bawah pohon kelapa bungkuk.
"Yaudah kalau mau disitu! Tapi awas kemasukan angin terus hamil seperti wanita yang viral itu! " sambung Pak Rt sambil melanjutkan jalan kaki.
Sesampainya dirumah, Pak Rt merasa seperti di ikuti seseorang. Dia langsung berlari ke arah pintu dan menutupnya.
"Enggak mungkin dia hantu yang tidak ramah. Ehh tunggu!" ucapnya sambil keluar memegang ponselnya.
"Ckrikkk." sura Pak Rt memotret luar rumahnya.
"Gess aku mau cerita nih, tadi saat aku jalan pulang, aku ngelihat sesosok perempuan di pohon kelapa bungkuk dia kayaknya bukan hantu deh, kalaupun dia hantu sepertinya dia bukan hantu daerah sini, terus kayaknya si perempuan itu ngikutin aku. Coba kalian lihat ada sosok perempuan enggak di depan rumah aku?" caption yang di tulis Pak Rt untuk foto halaman rumahnya yang baru saja dia foto yang di uploadnya di jejaring sosial.
"Udah kirim. Ihh cepet cepet masuk dehh!" ucap Pak Rt sambil menutup pintu.
Jarum jam menunjuk ke angka 12, tepat tengah malam. Pak Rt yang sudah di dalam rumah itu dibuat kaget dengan suara tangisan perempuan dari luar rumahnya dan pintu rumahnya terus - terusan di ketuk.
"Ulah makhluk akhlakless dari planet mana sih! Udah jam segini masih aja ganggu waktu tidur orang aja. " ucap Pak Rt dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
Dua hari berturut - turut Pak Rt diganggu, sampai pada hari ketiga ia meminta Ocong menemaninya.
"Pak Rt sama hantu aja takut. " ucap Ocong.
"Kalau saja hantunya kayak kamu dan warga hantu kampung kampungan sih saya enggak takut, Cong! "
"Yaudah kamu nanti malam nginep di rumah saya ya, Cong. Nanti kamu tidur di kamar sebelah kamar saya. " pinta Pak Rt.
"Iya Pak, Aku ijin ke My bebeb dulu. "
Malam itu pun datang. Jarum jam menunjuk ke angka 11 tepatnya 23.55 Ocong yang sudah di rumah Pak Rt itu menuju ke kamar yang dijanjikan Pak Rt.
"Ckrekkk.. Ckrekk.. Ckrekk.. "
"Ocong! Jangan mainan gagang pintu! " teriak Pak Rt.
"Pak Rt ngehina ya? Udah tau tangan Ocong enggak bisa di pakai. " ucap Ocong kesal.
"Terus itu siapa? " tanya Pak Rt dari dalam kamarnya.
"Enggak tau, periksa aja. Sepertinya suaranya dari pintu ruang tamu. " ucap Ocong.
Pak Rt pun keluar kamarnya untuk memeriksa pintu depan yang terhubung ke ruang tamu. Dia kaget ketakutan saat melihat sosok berbaju putih yang membawa belati berdiri di depan pintunya. Dia langsung menutup pintunya dan berlari ke arah kamar Ocong.
"Dorr... Dorr... Dorr... " suara Pak Rt mengedor pintu kamar Ocong.
"Ocong buka cepat! Ocong, Ocong! " teriak Pak Rt ketakutan.
"Iya pak bentar. " ucap Ocong yang mengigit gagang pintu untuk membukanya.
"Cong! Tadi di luar, di luar tadi ada... " ucap Pak Rt terbanta - banta.
"Yaudah Pak Rt masuk aja ke kamar Ocong, Ocong periksa dulu ke luar. "
"Cong, pintunya di kunci juga ya! Tadi lupa. "pinta Pak Rt.
"Apaan sih Pak Rt ini, Rt kampung yang berdampingan dengan hantu tapi malah dia yang ketakutan melihat hantu lain." ucap batin Ocong.
Sesampainya Ocong di pintu, ia melihat keluar kemudian mengunci pintu dan kembali ke kamarnya.
"Kucing banget nih Pak Rt, udah tau Ocong kesulitan kalau buka pintu, malah ditutup. " ucap Ocong yang kemudian membuka pintu kamarnya dengan mengigit gagang pintunya.
"Pak Rt, orang gak ada apa - apa di lu... " ucap Ocong yang masuk ke kamarnya.
"Lahh udah tidur, yaudah dehh ikutan tidur" sambungnya sambil merebahkan tubuhnya ke kasur.
Waktu terus berlalu, Ocong yang tengah terlelap itu terbangun karna merasakan ada sesuatu yang hangat menempel di sampingnya. Di tambah lagi Pak Rt yang mengigau sambil memeluk Ocong dari samping bagaikan guling.
"Ohh juminem.. Juminem.. "
"Pak bangun pak! Bangun! " ucap Ocong yang berusaha menyingkirkan tangan Pak Rt dari tubuhnya.
"Apaan nih Pak Rt ngigaunya udah kayak g** pakai peluk - peluk segala lagi. Pak bangun! " sambung Ocong.
Malam itu Ocong tidak bisa tidur, malamnya terasa sangat panjang. Matanya mempunyai kantung mata yang mempunyai kantung mata. Pagi pun tiba. Ocong yang tidak bisa tidur itu duduk meratapi nasibnya di pojok kamar yang dipinjami Pak Rt.
"Woammm..... "
"Ehh Cong! Ngapain di pojokan? "tanya Pak Rt.
"Pak, aku sudah ternodai. " ucap Ocong
"Hah! Sama siapa Cong? " tanya Pak Rt.
"Sama Pak Rt lah, huhuhu"
Sejenak suasana menjadi hening. Tidak ada percakapan diantara mereka. Ocong yang duduk merana di pojok merasa ternodai oleh tingkah laku Pak Rt tadi malam.
"Lihat Pak Rt, ini.. Ini.. dan inii.. Pak Rt enggak inggat hah?! " ucapnya kesal sambil melirik ke noda yang ada pada kain kafan yang dikenakan Ocong.
"Jangan solimi Pak Rt, huhuhuhu" sambungnya.
"Ehehehe maaf Cong, kain kafan kamu jadi kena iler saya. Maaf maaf! " ucap Pak Rt.
"Saya enggak mau tahu Pak, pokoknya nanti siang harus ada kain kafan baru. Ini pak lihat di kain kafan baru aku terlukis pulau sabang sampai merauke. "
"Iya.. Iya.. Nanti saya belikan yang baru. "
Ocong pun pulang ke rumah dengan kain kafan yang bermotif pulau - pulau Indonesia itu. Sesampainya dirumah ia di marahi besar - besaran oleh My bebeb Ocong.
"Beb! Ini kain kafan baru aku belikan kemarin. Udah kena noda abadi kek gini! " ucap My bebeb Ocong marah.
"Maaf My bebeb, ini semua salah Pak Rt Beb! Aku dijadikan bantal guling sama dia tadi malam, Beb. Huhuhuhuhuh" ucap Ocong menyesal.
"Kamu udah minta ganti rugi kan Beb? Kain kafan ini soalnya baru aja aku beli kemarin. Tuhh lihat di atas, labelnya masih gelantungan belum di gunting." kata My bebeb Ocong.
"Hah?! Label? Ya lord, kok enggak kamu gunting sih beb?! " ucap Ocong kesal.
"Kamu udah minta ganti rugi belum?! Jawab! "
"Udah... Udah..." jawab Ocong ketakutan.
Siang itu Pak Rt ke rumah Ocong mengantarkan kain Ocong yang baru.
"Tok.. Tok.. Tok.. "
"Cong! Ini kain kamu yang baru" teriak Pak Rt
"Iya Pak Rt masuk aja pintunya enggak dikunci! "suruh Ocong ke Pak Rt.
"Bukain lah Cong, saya kesini ngantar barang kamu lho.. " ucap Pak Rt.
"Pak mau dipukul berapa kali? " tanya Ocong.
" Udah tau saya kesulitan kalau disuruh buka pintu. " sambunya.
"Hah? Pukul? Katanya tanganya enggak bisa digunain?" jawab Pak Rt.
"Dasar manusia tak berperikepocongan" ucap bantin Ocong.
Pak Rt pun membuka pintu rumah Ocong dan masuk ke dalam. Ia langsung duduk di ruang tamu Ocong yang kebetulan Ocong sedang bermain game vr tanpa menggunakan headset.
"Ini Cong kainnya. " kata Pak Rt.
"Iya taruh aja di meja" ucap Ocong.
"Cong boleh minta tolong enggak? " ucap Pak Rt sambil meletakkan kain ganti rugi yang ia baru beli dari pasar.
"Minta tolong apa Pak Rt? "tanya Ocong.
"Minta tolong tangkep hantu yang ngeganggu saya tadi malem. Ya, Cong. Ajak Wowo juga. Pokoknya nanti malam, okeh Cong? "
"Emm... iya Pak. Pak kalau mau keluar pintunya jangan lupa di tutup yah! " suruh Ocong yang sedang main game vr.
"Wihh ini namanya pengsuiran secara halus. Yaudah deh cong nanti malam jangan lupa. "
"iya.. iya.."
Pak Rt pun pulang dan menyiapkan rencana. 15 menit setelah Pak Rt pulang, My bebeb Ocong pulang dari rumah Mbak kunti.
"Beb! Aku pulang! " ucap My bebeb Ocong.
"Emm... Iya. Udah puas belum nobar drakornya? Dari tadi pagi sampai sekarang. " tanya Ocong.
"Udah, Beb. "
"Yaudah sekarang bantu aku lepasin vr ini dong! Dari tadi pagi aku main game, rasanya mata aku kek sawah yang diterpa musim kemarau. " pinta Ocong pada My bebebnya.
"Iya.. Iya.. "
"Ehh beb?! Ini kain ganti ruginya? Kok batik sih beb? Ngerendahin kamu aja si Pak Rt. "
"Lah iya kok batik sih. Dasar Si manusia tak berperikepocongan, awas nanti tuh Pak Rt. " ucap Ocong.
"Yaudah pake aja dulu Beb! " kata My bebeb Ocong.
Ocong yang mengenakan kain batik itu pergi ke rumah Pak Rt bersama Wowo si Bapak muka monyet seperti yang dijanjikannya tadi siang.
"Tok.. Tok.. Tok.. " Wowo mengetuk pintu.
"Pak Rt... Ada di dalam enggak? "
"Dor.. Dor.. Dor.. " Ocong membenturkan kepalanya ke pintu rumah Pak Rt.
"Cong! Kamu mau bunuh diri atau gimana nih bentur - benturin kepala ke pintu? Kalau mau bunuh diri bilang aja! Nanti My bebeb kamu, aku tampung." ucap Wowo.
"Andai tangan aku bisa dipakai, udah aku beri pukulan saitama kau Wo! " ucap Ocong kesal.
"Hah? Saitama? Saitama aja di knock, sok sok an kamu. " jawab Wowo bercanda.
"Krekk... " suara pintu Pak Rt yang dibuka dari dalam.
"Ehh kalian udah sampai. Masuk - masuk. " suruh Pak Rt.
Mereka berdua pun masuk dan Pak Rt menjelaskan rencananya untuk menangkap hantu yang menganggu Pak Rt. Sampai pada jam 23.30.
"Wo! Kamu tunggu dan sembunyi di luar. Beri kode kalau kamu melihat seseorang ya Wo! Pokoknya sembunyi sampai tidak kelihatan siapa - siapa. "
"Cong, kamu berdiri di pintu, tunggu Wowo ngasih kode terus kamu buka pintunya. "
"Dan saya duduk di kursi itu sambil makan cemilan. Okeh sudah jelas? " Tanya Pak Rt.
"Lahh gg banget sih Pak Rt. " ucap Wowo kesal.
"Iya.. Bener gg banget Pak Rt. " sambung Ocong.
"Gg? Good game? Emang. Siapa dulu dong! " ucap Pak Rt dengan nada sombong.
"Bukan gg itu, tapi gg gak guna. " jelas Wowo.
"Wo?! Kamu masih tier epik? " tanya Pak Rt.
"Iya emang kenapa Pak? " ucap Wowo kesal.
"Jiahh ban angdos. Yaudah kalian bersiap di posisi, Wo nanti kodenya kamu cukup lempar krikil di cendela saya." ucap Pak Rt.
Mereka pun bersiap di posisi mereka masing - masing. Wowo yang bersembunyi di atas pohon mangga Pak Rt sambil membawa batu yang dianggapnya krikil. Ocong yang sudah bersiap mengigit gagang pintu Pak Rt dan Pak Rt duduk manis sambil menunggu mereka berdua menjalankan tugasnya.
Jam sudah menunjukan angka 00.00 dan sosok itu muncul di depan pintu Pak Rt dan mengedor - gedor. Wowo pun langsung melempar batu yang ia pegang dan segera turun menangkap sosok itu dan Ocong membuka pintu dengan mengigitnya.
"Ckrangg! "Suara kaca cendela Pak Rt pecah.
"Wowo sialan! Kerikil Wo, bukan batu. Kucing banget kamu Wo! "teriak Pak Rt marah.
"Udah Pak, kesini cepat! Ini hantunya udah Wowo pegangin. " suruh Wowo.
"Iya Pak cepet! Kita harus buat vlog tentang hantu ini Pak, cepet!" Ucap Ocong.
Pak Rt pun keluar dan membawa ponsel yang sudah siap sedia merekam percakapan mereka tentang hantu itu.
"Okeh ges! Biasalah, kita bersama Ocong dan Bapak muka monyet. "
"Wowo, Pak!" Teriak Wowo.
"Ahh iya iya Wowo! Sekarang kita mau tanya - tanya seputar hantu ini. Omaigat! Dia mirip Mbak kunti gess, tapi mukanya mirip Ocong dulu, item hahahahaha."
"Gausah diinget lagi napa?! Itu udah cerita lama. Langsung intinya aja pak!"ucap Ocong sebal.
"Iya... Iya... Ehh kamu yang ikutin saya waktu itu kan? Kanapa kamu menganggu saya? Kenapa kamu ketuk - ketuk pintu saya malam - malam? Kenapa - kenapa?! " tanya Pak Rt pada hantu perempuan yang ditahan Wowo.
"Sabar Pak! Satu - satu pak kalau tanya. " ucap Ocong.
"Anu maaf Pak Rt! Sebenarnya saya bukan hantu, saya manusia dan saya warga sini kok pak. " ucap hantu perempuan itu yang ternyata warga manusia Kampung kampungan.
"Terus kamu kenapa menghantui saya tiap - tiap malam? " tanya Pak Rt pada perempuan itu.
"Anu Pak, saya ini lagi berlatih untuk menjadi hantu sukses. Jadi, saya menjadikan Pak Rt sebagai target saya. "
"Berlatih untuk Apa?! " tanya Pak Rt kesal.
"Untuk masuk ke perusahaan menakut - nakuti yang ada di kota itu lho pak! Nantinya setelah saya sudah di alam bodoh saya bakal masuk ke perusaan itu. " jelas Perempuan itu.
"Alam bodoh? Maksud kamu apa? " tanya Wowo.
"Alam baka. " jawab Perempuan itu.
"Wo, dia wibu Wo. Lepas Wo op parah wibu itu Wo! " teriak Ocong.
Wowo pun menghilang setelah mendengar apa yang dikatan Ocong. Wowo yang menghilang kerumahnya itu langsung mandi kembang 7 rupa untuk mensucikan dirinya setelah memegang Perempuan tadi, maklum dia trauma manusia wibu.
"Ihh kok bisa aku ketemu wibu lagi. " ucap Wowo yang mandi kembang 7 rupa.
Setalah Pak Rt selesai menanyain Perempuan itu, dia mengakhiri vlognya dan membiarkan Perempuan itu pergi.
"Udah Cong biarin dia pergi. Kalau kamu mau nginep dirumah lagi silahkan. Kalau pulang juga silahkan. "
"Ihh... Pulang aja deh pak. " ucap Ocong ketakutan.
"Yaudah, Cong nitip salam ke Wowo, suruh dia ganti kaca rumah saya yang pecah. "
"Iya pak. Ocong pulang dulu, bye. " ucap Ocong sambil berjalan pulang.
Pak Rt pun masuk ke rumahnya dan mengupload hasil rekaman ponselnya tadi ke sosial media dengan caption, pelatihan alam bodoh.
________________
Maaf kalau ada yang tersinggung. (✖﹏✖)