awalnya semua berjalan dengan mudah, tak ada kesulitan di hidupku yang tak bisa aku lewati.
namaku Mia, usiaku baru menginjak angka 19 tahun, cita² anehku adalah menjadi orang kaya dan banyak harta tanpa harus bekerja keras.
aku hanya hidup bersama dengan ibuku di sebuah kontrakan kecil yang bertempat di pinggiran kota.
kalau kalian bertanya di mana ayahku? aku tidak tau, saat aku berusaha bertanya di mana keberadaan ayah, ibu hanya diam membisu dan menampakkan wajah murung. aku tak tega, dan karena itulah aku tak membahas tentang ayah lagi di hadapan ibu. menurutku mempunyai ibu saja sudah cukup, aku tak berharap lebih kepada ayah yang bahkan aku tak tau seperti apa batang hidungnya.
aku tak meneruskan sekolahku ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, harapanku untuk masuk ke Universitas ternama di kota ini hanyalah angan² semata. ya bagaimana tidak? ibu ku tak punya uang, bahkan untuk makan pun aku yang harus bekerja karena akhir² ini kondisi ibu sedang tidak sehat.
aku telah pontang panting mencari kerja kesana kemari, tapi hasilnya tetap saja nihil, tidak ada yang mau menerimaku karena aku seorang yang ceroboh serta tak punya kemampuan.
begitu ngenesnya hidupku, ingin sekali aku memaki diriku sendiri yang bodoh ini.
hingga akhirnya aku melihat lowongan pekerjaan di sebuah surat kabar yang aku temukan di jalan, dengan senangnya aku langsung pergi ke tempat itu, berharap semoga kali ini aku akan di Terima.
dengan susah payah aku membujuk kepala pengurus rumah itu agar menerimaku, aku mengatakan jika aku akan bekerja keras dan patuh kepada majikan.
akhirnya kepala pelayan itu pun menerimaku, tapi sebelum itu dia mengatakan hal yang tidak begitu jelas, sebuah kalimat yang aku dak mengerti, sebenarnya aku tak paham dengan semua yang dia katakan, tapi karena gajinya yang super besar membuatku tergiur dan mengiyakannya saja tanpa berpikir panjang.
1 bulan 20 juta, cuma bekerja sebagai pelayan gajinya sebesar itu? siapa yang tidak tertarik coba.
"anda harus tau, semua yang terlihat tenang bukan berarti akan berjalan baik. setelah Anda masuk ke kediaman rumah ini maka, mata mulut dan telinga anda harus tertutup rapat². ingat satu hal! jaga nyawa anda baik² jika anda tidak mau roh anda keluar dari raga" begitulah ucapan si kepala pelayan dengan wajah serius, dia mengatakannya sungguh² hingga terlihat seperti sebuah peringatan. tapi perkataannya tak ku hiraukan, aku masih berdiri dengan menampakkan senyum cerah di wajahku.
si kepala pelayan itu tercengang melihatku yang merespon ucapannya dengan wajah biasa saja tanpa ada rasa takut sedikitpun.
setelah itu dia menarik sudut bibirnya menatapku.
mungkin saja si pelayan itu tersenyum karena baru melihat seseorang yang tidak takut akan peringatannya, mungkin kalau orang lain yang ada di posisi Mia, ia akan berpikir ulang 1000 kali untuk menerima tawaran tersebut.
____________
seharusnya aku tak tak masuk kedalam rumah besar itu, ternyata di sana menyeramkan, aku bertemu dengan seorang laki² yang berdarah dingin dan kejam, dia selalu menatapku dengan kedua mata tajamnya, seolah² dia sedang mengintimidasiku hingga dapat membuatku sesak napas.
nama laki² itu adalah william margens, seorang ceo dari perusahaan terbesar di kota ini. tapi selain itu dia juga berprofesi menjadi seorang raja mafia yang kejam dan bengis. siapapun yang menghalangi jalannya akan sirna, jangan sekali² kau membuatnya marah jika tidak ingin kepala mu menggelinding ke tanah.
dia masuk kedalam dunia gelap itu karena bimbingan dari kakeknya, kakeknya lah yang mengajarinya tentang dunia mengerikan semacam itu.
awalnya aku tak tau bahwa dia adalah seorang mafia, jika sebelumnya aku tau, aku tak akan pernah berani mengganggunya, bahkan mulut ku yang menjengkelkan ini pernah berusaha menggodanya karena dia tampan, memang lidah laknat ku itu tak punya malu.
hingga suatu hari di saat aku ingin mengundurkan diri dari sana, tiba² ibuku jatuh sakit hingga dia harus di bawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa sebenarnya ibuku itu mengidap sakit jantung dan harus di rawat di rumah sakit untuk menjalani perawatan.
sedih, rasanya aku tak kuat jika harus melihat ibu tergulai lemah di ruang ICU.
di balik jendela kaca itu tak terasa air mata ku jatuh dengan derasnya membasahi pipi.
_____________
setelah dari rumah sakit aku berniat pulang ke rumah terlebih dahulu, dan betapa terkejutnya aku setelah melihat keadaan rumah yang bagai telah di terpa angin puting beliung. semua barang yang ada di dalam rumah berserakan kemana² hingga ada di teras rumah.
ku kira ada maling yang masuk kedalam kontrakan ku, tapi ternyata itu adalah kakak.
seorang yang sedang membintangi barang di hadapanku itu adalah kakakku yang lontang lantung tidak jelas, sudah bisa ku tebak bahwa dia habis minum² dan kalah judi. pekerjaannya tiap hari hanya berjudi, berjudi dan berjudi, jika dia kalah dia pasti akan kembali ke rumah dan memarahi ibu agar memberinya uang untuk membeli minuman.
sungguh kakak tak berguna, aku malu mempunyai kakak seperti itu. andaikan aku di suruh memilih antara penyedot wc atau kakak? aku pasti akan memilih penyedot wc, toh itu akan lebih berguna karena wc kami sering tersumbat.
"uang! berikan aku uang! " tanpa rasa malu dia berteriak² meminta uang padaku, ingin sekali aku menyumpal mulutnya dengan batu, muak aku mendengar kata² pemalakan itu setiap hari.
"aku tidak punya uang. kalau pengen punya uang itu kerja, bukan malah minta²!! " karena agak emosi dengan sikap kakak aku pun terbawa emosi hingga membalas perkataan kakak dengan nada cukup tinggi.
kakak yang masih terpengaruh dengan minuman keras pun tak segan² untuk menamparku, tapi tiba² ada seseorang yang datang dan menangkis tangan kakak, ternyata itu adalah tuan william, dia datang ke kontrakan ku bersama dengan sekretarisnya yang juga mempunyai sifat dingin.
aku terheran² kenapa tuan william bisa berada di kontrakan ku, dengan angkuhnya dia duduk di kursi jelek yang berada di ruang tamu. lalu mengatakan apa yang ingin dia katakan, betapa tercengang nya aku setelah mendengar apa yang ia lontarkan, ia mengatakan bahwa ingin menjadikanku sebagai istrinya.
'gila, sungguh gila' batinku.....
~Bersambung~
#kegabutan yang haqiqi😅🤣, kok malah panjang banget kyk novel yak? 🤔