Hari malam yang gelap dan ada beberapa bintang di angkasa yang jauh itu , kini dua orang tengah berjalan ditengah rembulan yang bersinar remang-remang.
"Andri , semalam gw liat Lo di kantor polisi Lo ngapain Andri " Kata seseorang yang memakai kain batik atau bisa disebut sarung.
"Gw , gw ditilang polisi dan gw harus ke sana tanpa basa-basi dong harusnya."Sebut saja dia Andri.
"Gara-gara?" kata orang yang memakai kain sarung yang bermotif kotak-kotak.
"Gw gak pakai masker dan gw disuruh sama polisi kesana , dan gw disuruh bayar sekitaran dua ratus ribuan lah , gitu..."Kata Andri sambil mengambil rokok yang ada di saku nya.
"Hahahaha , cuma gara-gara gak pakai masker !!"Gelak teman nya Andri yang memakai kain sarung itu.
"Dani , Lo udah tau gak sih ?"Kata Andri dengan nada yang sedikit memelan.
"Tau apa , gw gak tau."Sebut Andri dengan nama Dani.
"Kemarin malam , ada orang yang teriak kenceng bat , terus para warga itu datang eh ternyata dia ngeliat Pocong ."Jelas Andri sambil menyalakan korek api , dan menangkupkan tangan yang sebelahnya.
"Ohh Jadi gitu , besok Lo kuliah gak ?"Kata Dani sambil melihat kedepan jalan.
"Bisa-bisa gw kuliah."Kata Andri.
"Woiii...Berenti dulu nih "Kata Dani sambil memfokuskan pada ujung jalan.
"Mang kenapa ?"Tanya Andri sambil melambatkan langkahnya.
"Tuh ,Lo liat gak sih !"Tunjuk Dani ke arah ujung jalan.
Di ujung jalan sana terdapat orang berbaju putih ,dan orang itu diam disana.
"Emang apa."Kata Andri semakin penasaran.
"Itu ada putih-putih ..."Kata Dani sambil bersiap-siap untuk lari.
"Woi !!!" Teriak Andri sambil menyiapkan kuda-kuda nya.
"Berani amat Lo "Kata Dani menjauh dari Andri dan langsung berlari.
"Gw jugak gak berani ... ha-ha-ha kabur !!!"Kata Andri sambil memalingkan badannya dan langsung berlari mengejar Dani.
"Woi , tunggu gw takut ..."Kata Andri dengan nada Terengah-engah.
Dani yang sudah berlari itu tidak menghiraukan panggilan Andri.
"Dan...Dani..."Teriak Andri sambil melepaskan putung rokok nya.
Dani pun menoleh kearah Andri yang ada dibelakang nya.
Sementara orang yang berada diujung jalan itu , menengok ke arah dua remaja yang berlarian.
"Emang saya nakutin , ya ?"Tanya orang itu yang berbaju putih di ujung jalan.
"Hahaha dasar anak-anak."Kata orang itu yang tertawa dan memperbaiki sarungnya.
"Yaudah deh saya pulang aja."Sebut saja orang ini adalah bapak-bapak.
Bapak-bapak ini terus berjalan di tengah-tengah hari yang gelap itu.
"Kok saya merinding ,"Kata bapak-bapak itu sambil melihat ke belakang badannya.
"1...2...3"Hitung Bapak itu sambil menengok kebelakang.
Setelahnya hitungan itu berakhir , alangkah terkejutnya bapak itu melihat sosok putih yang berwajah hancur dan berbau busuk.
"Aghhh..."
Bapak-bapak itu pun lari terbirit-birit sampai kain sarung nya tertinggal.
"Andri..."kata Dani sambil melihat kebelakang.
Dani pun sudah sampai di depan kost , sedangkan Andri masih berlari ke arah Dani.
"Woi...Capek gw "Kata Andri dengan nada yang tersengal-sengal.
"Latihan dikit buat jantung."kata Dani sambil menghela nafas panjang.
"Emang lo liat apaaan dah , segala lari lagi gw kan kaget."Kata Andri meluruskan kakinya.
"Pocong..."Kata Dani memelankan suaranya.
"Halah ,Gw gak percaya kalau Lo bukan jadi pocong nya."Kata Andri dengan nada yang sedikit meledek.
"Gw yakin tu pocong , lagian si Lo teriak abis deh nanti malam"Kata Dani sambil mengambil kunci di saku celananya.
"Hahaha mana ada pocong malam-malam kek gini , aduh Lo itu cocok nya bikin cerita aja gak usah menghalusinasi."Kata Andri yang duduk di kursi.
Suasana malam yang sedikit mengerikan , malam yang gelap pertanda akan hujan.
"Andri Lo bawa kuncinya kagak ."Kata Dani sambil mengecek di setiap sudut celananya.
"Gak tuh."Jawab Andri sambil menyalakan rokok.
"Terus gimana dong , soalnya di gw juga gak ada."Kata Dani .
"Mungkin jatuh pas lagi kita lari."Kata Andri sambil menyalakan korek api.
"Gimana dong kita masuk ke kost ."Kata Dani sambil memegang gembok pintu.
"Dobrak aja "Kata Andri sambil menghembuskan asap yang keluar dari mulutnya.
"Nih kost belum dibayar 3 bulan , seenaknya saja main dobrak dobrak.Emang Lo mau gantiin pintu ini hah !"Oceh Dani yang tak terhentikan.
"Gak gitu juga maksud gw gini yah, Lo itu otak-atik tuh gembok kalau gak , hancurin aja tuh gembok kan bisa aja di beli lagi."Kata Andri yang tak mau kalah dengan ocehan Dani.
Dani yang tertegun sejenak , dan ia mulai merencanakan penghancuran gembok.
Detik demi detik menit demi menit jam demi jam , tidak terasa gembok itu sudah lepas dan mulai membuka kan pintu.
"Nah kebuka juga nih , yah walaupun sedikit ancur."Kata Dani membuka pintu.
"Yaudah Lo gak usah pikirin tentang gembok , nanti gw beliin yang otomatis."Kata Andri sambil berlagak punya uang.
"Kek punya uang aja Lo Ha-ha-ha"Gelak Dani .
Dani pun masuk dan membiarkan Andri yang masih mengisap sebatang rokok.
"Andri gw masuk dulu."Kata Dani yang melangkah ke dalam kost.
"Ya..."Kata Andri memasang nada yang jutek.
Seketika hujan pun turun ke bumi dan membasahi dunia.
Andri pun bergegas masuk dan mengunci pintu dari dalam.
"Dan...Dani Lo udah tidur."Kata Andri sambil mencari-cari Dani.
Dani yang entah dimana langsung menjawab.
"Gak , gw lagi boker "Kata Dani yang berada di dalam Toilet.
"Ohh..."Kata Andri berjalan ke arah Televisi.
"Mending gw nonton tv aja nih."Kata Andri yang sudah mencolokkan kabel Televisi.
"Nah gini kan seru."Kata Andri yang memegang remot .
Dani pun sudah selesai dengan kegiatan nya , dan keluar dari toilet dan berjalan keluar dan melihat Andri yang sedang menonton televisi.
"Andri , Lo percaya gak sih ada pocong."Kata Dani sambil mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Gak percaya sih gw."Kata Andri yang sudah fokus dengan acara di televisi.
"Yaudah ya gw mau masak mie dulu."Kata Dani beranjak dari duduknya.
"Gw Sekalian , pake telur dadar dan teh hangat."Kata Andri yang melihat ke arah Dani.
"Yaudah , pake tambahan nasi gak."Kata Dani.
"Iya tuh boleh."Kata Andri.
Dani pun masuk kedapur dan memulai acara memasaknya.
Tok...Tok...Tok...*Ketuk Seseorang.
"Andri bukain pintu ."Kata Dani berteriak dari dapur.
"Yaudah."Kata Andri yang berjalan ke arah pintu.
Sesampainya Andri didepan pintu , ia langsung membuka pintu itu.
Ctek*
"Iya ada yang saya bantu."Kata Andri dengan nada yang begitu sopan.
"Gak ada siapa-siapa nih."kata Andri menengok kiri kanan.
"Yaudah gw tutup lagi pintu."Kata Andri sambil menutup pintu.
Andri pun menutup pintu dan langsung berjalan ke arah televisi dan duduk disana.
"Andri yang Lo buka in tadi siapa."Kata Dani sambil membawa dua buah mangkok yang berisi mie dan telur.
"Gak ada orangnya."Kata Andri yang mencomot mangkok yang dibawa oleh Dani.
"Terus , siapa."Kata Dani.
"Gak tau gw."kata Andri yang menyuap mie .
Tok...Tok...Tok...*
Lagi-lagi ketuk seseorang terus mengetuk pintu kost.
Andri dan Dani bertatapan mata ,dan memberikan tanda tanya yang sangat besar.
"Itu siapa."Kata salah satu dari Andri dan Dani.
"Yaudah gih Lo yang buka."Kata Andri mendorong tubuh Dani.
"Yaudah yang sabar."Kata Dani sambil berjalan pelan.
Gagang pintu itu sudah terbuka .
"Andri , Pocong "Teriak Dani.
"Mana ...."Kata Andri melepaskan mangkok yang berisi mie instan.
"Pukul bro...Pukul "Kata Dani sambil memukul-mukul kepala pocong itu.
Darah dan ulat yang berada di wajah Pocong itu , langsung berpindah ke tangan Dani.
"Astaga , darah!!!Gw phobia agrrrhhh"Teriak Dani dengan gagahnya.
"Gak usah dipikirin Dan...Yuk capcus di Sikat Broo..."
Bugh*
Gdubrak*
"Woy...pukul Dan..."kata Andri memukuli pocong itu.
"Cuss..."
Tiba-tiba pocong yang mereka pukuli itu hilang.
"Kok ilang..."Kata Dani yang sudah mulai kelelahan.
"Anjim kok ilang."Kata Andri dengan bar-bar nya.
"Jangan-jangan di belakang kita..."Kata Dani sambil mengarahkan lehernya kebelakang.
"Kita ? Lo aja kali gw mah ogah ..."Kata Andri juga ikut menengok kebelakang.
"Aghhrrr..."Teriak mereka berdua.
Tamat-------