Semuanya sudah berkumpul di dekat pos , kini mereka bersiap untuk pergi
"Yosshh !!! mari kita berangkat menuju alam liar"
"Uwoo!!!"
Sorak Rian menanggapi pernyataan temannya Abel
"..."
Sedangkan teman lainnya Andra tak menanggapi semangat Rian dan Abel .
Total ada 3 orang yang sedang berkumpul ditempat itu .
Mereka pun berangkat menuju tempat tujuan ,Tidak butuh waktu lama untuk sampai ditempat tujuan
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai ditempat.
Rian dan Abel begitu bersemangat mempersiapkan semua peralatan berkemah , Andra sendiri cuman melihat mereka berdua dengan tatapan kosong Dimata nya...
"Ndra bantuin dong sini jangan cuman ngeliatin doang "
"Iya sih ndra bantuin sini"
"...."
Andra hanya menatap mereka tidak menanggapi perkataan dari kedua teman nya
Sejak awal Andra sendiri tidak setuju acara berkemah ini dilakukan
"Tenang aja ndra ga usah takut kali, ga bakalan ada hewan liar kok yang Dateng"
"Iya ndra… ,setan pun ga akan Dateng kesini ,saya sendiri udah mempersiapkan segala hal bila sesuatu terjadi "
"Ha...."
Andra menghela napas nya begitu panjang mendengar ocehan dari teman teman nya .
Dia terpaksa untuk ikut serta ditempat ini ,lebih tepatnya ia tidak bisa meninggalkan mereka berdua .
Semua sudah disiapkan dengan begitu matang oleh Rian dan Abel , saat ini semua nya sudah dipasang begitu rapih oleh mereka bertiga ,Andra dengan begitu enggan pada akhirnya membantu mereka berdua ...
Api unggun telah ada ditengah mereka ,ketiga nya telah duduk di dekat api unggun
Menatap melihat langit yang begitu indah tanpa ada satupun dari mereka yang berbicara .
"Entah kenapa langit itu begitu indah "
"Anjay anak alam "
"Hahahaha"
Candaan receh 3 sekawan itu diiringi tawa mereka .
Walaupun kadang mereka selalu berselisih pendapat dan pemahaman
Rian , Abel dan Andra saling menghargai satu sama lain , kedekatan mereka begitu terlihat saat ini .
Saat nya waktu untuk tidur , terlihat mereka sudah sedikit agak mengantuk .
Rian dan Abel menetapkan untuk tidur secara bergantian ,Andra sendiri menentang nya , lebih baik untuk mereka tidur saja tidak usah ada yang berjaga .
Yah karena dua pendapat lebih banyak dari pada satu pendapat , Andra kalah dan dia mengalah pada Rian dan Abel .
Orang pertama yang berjaga adalah Abel ,Mereka menentukan sistem berjaga bedasarkan absen nama teratas, Alphabet A dimulai dari Abel terus ke Andra dan Rian .
Itu tidak penting menurut Andra terserah mereka ingin menggunakan sistem apa saja , Andra Tidak peduli
Dia hanya mengehela napas nya dengan begitu panjang secara berkala .
"bel kalau ada apa apa bangunin aja ya "
"Yoii"
"..."
Andra hanya menatap kosong mereka berdua sebelum memasuki tenda .
Srrttt
Resleting tenda dibuka
Andra dan Rian mulai memasuki tenda
"Anjim itu apa !!!"
Tapi sebelum memasuki tenda sepenuh nya , Abel berteriak kaget yang sontak membuat Andra dan Rian langsung menuju tempat Abel berada .
"Kenapa bel ? "
"Itu bego putih di pohon "
"Uihhh !!!??"
Andra begitu ketakutan sampai ia jatuh dari tempat berdirinya ke tanah .
Rian dan Abel menyenteri sosok putih itu di atas pohon .
"Uanjay ibu ibu anjim "
Kata Rian sambil menyenteri sosok putih itu diatas
"Tenang ndra ,gua udah mempersiapkan segala hal bila sesuatu terjadi , termasuk yang seperti ini "
"Ini bukan waktu nya untuk becandaa !!! "
Tanggap Andra kepada Abel dan Rian .
Rian pun mulai menuju tenda mengambil peralatan yang diperlukan untuk mengusir sosok putih itu .
Sedangkan Andra masih meringkuk ditanah ketakutan bersama Abel yang masih menyenteri sosok putih itu diatas pohon .
"Jangan disenterin Mulu atuh bego entar kalau dia malah nyamperin gimana !!??"
Ucap Andra yang ketakutan memarahi Abel .
"Yeuhh elu mah sengaja gua senterin biar dia nya pergii tau ."
Sosok putih yang bertengger di atas pohon sembari duduk ,juntaian rambut nya begitu panjang , muka dari sosok putih itu tidak terlihat dengan begitu jelas tapi samar samar ada darah yang muncul dibalik wajah nya ...
Andra jadi begitu takut melihat sosok itu.
Rian pun kembali dari tenda nya menuju Abel dan Andra berada .
"Nih gua udah siap selow aja ndra ga usah takut begitu "
"Oohhh "
Ucap Abel sambil melihat barang yang dibawa Rian . Andra tak menanggapi mereka ia memilih menutup telinga dan matanya .
"Tenang aja Ian gaperlu pake alat lu, udah gua senterin aja entar juga pergi . "
"Yaudah kalau begitu kita tungguin aja biar dia pergi ."
Andra mendengar pembicaraan mereka berdua walaupun telinga nya ditutup dengan kedua tangan nya suara dari mereka masih bisa masuk kedua telinganya .
Ingin sekali Andra berteriak memarahi mereka berdua untuk tidak main main kepada sosok putih itu tapi , ia tidak bisa melakukan nya ia sangat ketakutan saat ini .
Beberapa saat mata Andra sedikit dibuka untuk mengintip sosok putih itu memastikan apa sosok putih itu benar benar pergi . Dia sedikit berharap mungkin yang dikatakan Abel benar adanya kalau sosok putih itu disenteri , sosok itu pergi
Tapi bukanya pergi
Sosok itu malah melayang turun kebawah pohon secara perlahan .
Andra yang mengintip itu sontak langsung berteriak
"Kok ngedeketin sih anjim !!! , Katanya kalau disenterin pergi sendiri gimana sih !!!"
"Hadehh "
Ucap Rian sambil menghela napas panjang melihat temanya Andra begitu ketakutan, ia begitu kasihan kepadanya .
"Ya maaf ,gua kira bisa kalau disenterin "
"Lu dapet ide darimana dah ? , Nyenterin setan bisa pergi setan nya , ya memang sih setan bisa pergi kalau kita nya gatakut dan malah mendominasi sebalik nya kesetan."
("Apa yang sebenarnya mereka bicarakan sih , setan nya mendekat loh hey bukan waktu nya santai membicarakan hal gak penting!!") Pikir Andra yang mendengar kedua temanya berbicara begitu santai nya sementara sosok putih itu semakin mencoba mendekat kearah mereka .
"Oh begitu ya , saya gatau itu cuman insting aja, mengatakan senterin si putih, dan kalau dipikir-pikir kan orang kalau disenterin Mulu silau ,jadi yaa mereka akan pergi "
("Sarap nih orang ,lu pikir ,lu itu hewan ya pake insting , atau emang lu ini hewan yaa , lagipula mana ada sih setan disamain sama manusia gilaks dan lagiiii ahhh...")Andra menggerutu dalam diam mendengar ocehan teman nya .
"Bel…bel ,pantes aja si putih itu nyamperin ,orang kalau disenterin dan keganggu ya marah lah ,udah sekarang biar saya yang menangani ini ."
("Jangan nyamain setan dengan manusia dan juga sejak kapan sosok itu mempunyai julukan si putih !!??") gerutu Andra dalam pikiran nya....
Sosok itu semakin mendekat begitu cepat , sedangkan Rian kini mempersiapkan alat nya untuk mengusir sosok itu .
Sosok itu kini tinggal beberapa langkah kalau dihitung melalu langkah manusia,
Tiba tiba berhenti.
Rian melempar sebungkus garam dengan bungkusan nya kearah setan itu .
Yang mana garam itu langsung tembus dari sosok itu menuju tanah tempat berjatuh .
Rian kaget melihat itu ,apa yang dia lakukan tak berhasil ,sedangkan Abel terkagum melihat bungkusan garam itu bisa tembus ditubuh sosok putih itu .
Andra dia terheran dengan Apa yang sebenarnya Rian lakukan .
Sosok putih itu kembali mencoba mendekat kearah mereka setelah dilempari sebungkus garam oleh Rian .
Andra semakin panik .
Tapi sebelum sosok putih itu sampai ditempat mereka .
Tiba tiba
Banyak warga berdatangan ketempat mereka
" Dek ada maling bukan dek ? "
Tanya salah satu warga kepada 3 sejoli itu .Abel dan Rian kaget melihat warga kini banyak berkumpul
Andra kini mulai sedikit tenang dengan kehadiran para warga.
Kini mereka menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada para warga tentang bising teriakan ketakutan Andra kepada warga .
Beberapa warga hanya bisa tertawa dan yang lainnya memarahi mereka bertiga , terutama Andra yang dimarahi begitu keras oleh RT .
Sebenarnya mereka berkemah di pekarangan rumah ,
ya rumah Andra ,kebetulan pekarangan rumah Andra Luas dan banyak pohon duren , bisa dibilang kebun duren .
Rumah warga sedikit jauh cuman ada tetangga rumah didepan nya
Dan alasan kenapa Andra tidak bisa menolak untuk tidak ikut , tempat yang akan mereka pakai berkemah
ya itu
Perkarangan rumah nya ...
" Malem berkemah kemaren seru ya , kapan kapan kita coba aja langsung kehutan atau gunung . "
"Yoi hayuu lah , gladiresik nya kan sudah terlaksana,tapi Ian kemaren kanapa lu lempar sebungkus garem alesan nya apa ? , Kan kata lu harus mendominasi tapi gaharus sebungkus garem juga kan ? ."
"Yaa… , sebenarnya karena panik setan itu udah mulai Deket banget jadi nya aku ngelempar sebungkus garem itu ,harus nya aku melempar garem nya gapake bungkusan nya hehehe..."
"..."
Andra tidak Bisa berkara apa apa mendengar percakapan teman teman nya
ia tidak akan mau ikut mereka setelah apa yang terjadi kemaren .
Itu begitu traumatis baginya .
Tamat
Semoga Terhibur