"yah kapan Gilang punya bunda...
Pertanyaan yang selalu Raka dengar dari Gilang putra tunggalnya yang saat ini berumur 5tahun. Gilang anak yang menggemaskan cerdas dan mandiri. Raka dan Gilang tinggal bersama orang tua Raka yang bernama opa Raffi dan Oma Gita.
Istri raka sudah meninggal 1minggu setelah melahirkan Gilang karena adanya komplikasi pasca melahirkan. Raka adalah CEO sebuah perusahaan di bidang perhotelan.
"yah hari ini katanya Oma yang ngantar Gilang sekolah apa benar" tanya Gilang di meja makan
"benar sayang maafkan ayah karena ayah mau pergi ke Bandung jadi tidak sempat mengantar Gilang tidak apa-apa kan" kata Raka yang melihat putranya kecewa dengan jawapannya
"pulang sekolah Oma ajak kamu ke mall kita main sepuasnya di sana bagaimana Oma juga akan belikan kamu mainan" rayu Oma Gita
"apa Gilang juga bisa membeli bunda" kata Gilang
"sayang...." kata Raka menggantung
"Sudah lah Raka kamu berangkat saja nanti terlambat sampai Bandung kata Oma Raffi
"baiklah pa Gilang berangkat dulu" kata Raka lalu mencium tangan kedua orang tuanya dan yang terakhir mencium kening kening putranya
"maafin ayah assalamu'alaikum" pamit Raka
"wa'alaikumsalam...
Di mobil Raka terus terbayang wajah kecewa putra nya yang sangat menginginkan sosok bunda dalam hidupnya. Bukannya Raka tidak mau menuruti keinginan putranya tapi kebanyakan wanita yang mendekatinya hanya menginginkan dirinya bukan putranya.
"tuan Raka maaf tadi saya lupa mengisi bahan bakar kita ke POM di depan ya" kata supir Raka yang yang membuyarkan lamunan Raka
"iya pak" jawap Raka singkat
Di sekolah Gilang...
"Gilang tadi mama aku bawain bekal roti dengan selai coklat kacang apa kamu mau" kata Tania sambil menyodorkan tempat makannya
"kenapa Gilang apa kamu lagi sedih" tanya Tania
"Gilang pingin bunda" jawap Gilang sambil menunduk
"kalo kamu bukan orang kaya aku pasti mau deketin bunda aku ke ayah kamu tapi sayang bunda gak suka sama orang kaya karena mereka suka seenaknya sendiri" kata Tania
"iya aku tau kok tiap ketemu kamu selalu ngomong gitu tentang orang kaya padahal kan gak semua kayak gitu" kata Gilang membela ayahnya
"iya saat ini tidak kata bunda nanti kalo ketemu sama yang baru yang lama juga bakal di tinggalin apa lagi ayah kamu yang duitnya segunung pasti bisa lakuin apapun yang dia suka" kata Tania
"ada kok yang gak bisa ayah lakukan yaitu membuat bunda ku yang sudah meninggal hidup lagi" kata Gilang
"udah lah jangan sedih terus ini makan rotinya biar gak sedih lagi" kata Tania dan Gilang pun memakannya
"makasih" kata Gilang sambil tersenyum
"sama-sama" jawap Tania
Setelah hampir 4jam di sekolah akhirnya jam pulang sekolah pun tiba...
"dijemput siapa?" tanya Tania
"Oma yang jemput, kalo kamu" tanya balik Gilang
"seperti biasa jalan kaki ke toko roti bunda, mau di temenin gak nungguin Oma kamu" tawar Tania
"boleh trimakasih ya" kata Gilang
"kamu ini bilang terimakasih terus sama teman kata bunda harus saling menolong" kata Tania yang di balas senyuman manis Gilang
"Gilang Oma kamu kok lama ya jemput nya mau ikut ke toko roti bunda gak" kata Tania
"nanti oma bingung kalo kamu mau pulang dulu gak apa-apa disini masih ada pak satpam" kata Gilang
"gak apa-apa deh aku tungguin nanti aku megang mobil kamu bentar ya" kata Tania sambil cekikikan
"kalo mau di antar ketoko roti bunda kamu juga gak apa-apa nanti aku bakal bilang sama Oma" kata Gilang
"gak perlu pegang aja udah cukup,eh itu mobil Oma kamu kan" kata Tania yang sudah hafal dengan hampir semua mobil keluarga Gilang
"Gilang sayang maafkan Oma ya terlambat jemput kamu" kata Oma Gita namun saat berbalik dia mengerutkan keningnya melihat Tania yang mengelus-elus mobilnya
"Tania ini Oma" panggil Gilang
"assalamu'alaikum Oma" kata Tania lalu mencium tangan Oma Gita
"kamu Tania teman Gilang di sekolah apa kabar sayang jemputan kamu belum datang" kata Oma Gita yang sudah tidak melihat ada orang tua yang menjemput anaknya
"Tania pulang sendiri Oma pulangnya langsung ke toko roti bunda yang ada di ujung jalan" kata Tania
"bagaimana kalau Oma antar bahaya lho anak kecil jalan sendirian" kata Oma Gita
"gak apa-apa Oma sudah biasa, Gilang trimakasih ya boleh pegangegang mobilnya besok aku bawain roti coklat lagi, aku pergi dulu Gilang oma assalamu'alaikum" kata Tania yang langsung pergi sambil menari dan melompat selayaknya anak kecil yang merasa senang
"wa'alaikumsalam...
"Tania anak yang baik ceria dan sopan ya Gilang" kata Oma sambil mengajak Gilang masuk mobil
"iya Oma dia juga sudah mandiri dalam hal apapun di sekolah" kata Gilang
"tapi kenapa orang tuanya tidak menjemput atau mungkin menyuruh seseorang untuk menjemput Tania" kata Oma Gita
"Tania hanya tinggal berdua dengan bundanya Oma dan jam segini toko pasti ramai ibunya pesan jika Tania tidak boleh menerima bantuan apapun dari orang yang tidak di kenal atau langsung berteriak jika ada orang tak di kenal memaksanya" kata Gilang
"kasihan sekali ayahnya kemana" tanya Oma Gita
"katanya pergi sama wanita kaya saat Tania berusia 1tahun" kata Gilang
"kasihan sekali" kata Oma Gita
"itu Oma toko milik bundanya Tania" kata Gilang
"pak bisa berhenti sebentar, Gilang tunggu Oma sebentar ya ingat jangan keluar" kata Oma Gita
"baik Oma" jawap Gilang
Di dalam toko roti...
"selamat siang nyonya silahkan di pilih rotinya" kata bunda Tania ramah
"maaf bisa tau nama kamu" tanya Oma Gita
"saya Clarisa nyonya ada yang bisa saya bantu" kata Clarisa
"kamu sendirian saja menjaga toko ini" tanya Oma Gita
"iya nyonya tapi setelah putri kecil saya menyelesaikan belajarnya dia akan membantu saya disini" kata Clarisa
"saya pesan semua roti yang ada di etalase depan apa bisa" kata Oma Gita
"apa tentu saja saya sangat senang mau di jadikan satu atau di bungkus menjadi beberapa kotak" kata Clarisa bersemangat
"isi 10 aja per kardusnya karena mau saya berikan kepada seseorang" kata Oma Gita berbohong
" baik nyonya silahkan duduk di sana agar anda tidak lelah" kata Clarisa menunjuk kursi bambu di dekat jendela
Oma Gita terus melihat gerak gerik Clarisa yang cekatan sangat terlihat sekali jika dia adalah seorang yang pekerja keras. Ada sedikit pemikiran untuk menjodohkannya dengan Raka namun ia ingin meminta pendapat suaminya terlebih dahulu.
"nyonya ini semuanya aga 13kotak total uangnya 650ribu" kata Clarisa
"itu masih ada beberapa roti kenapa tidak di masukkan juga" tanya Oma Gita
"biasanya nanti sore akan ada nenek pemulung yang lewat saya biasa memberinya beberapa kue" kata Clarisa
"kalau begitu saya titipkan 1kotak roti ini berikan padanya" kata Oma Gita
"trimakasih nyonya anda sangat baik sekali saya akan memberikannya nanti" kata Clarisa
"ini uangnya, untuk sisanya berikan kepada putrimu saya permisi dulu selamat siang" kata Oma Gita yang langsung pergi meninggalkan toko roti Clarisa
"ya ampun mimpi apa aku semalam dia hanya habis 650ribu tapi dia memberiku uang 2juta Tania tabungan untuk operasai kamu akan lebih cepat terkumpul sayang,kamu sabar ya" gumam Clarisa sambil menitikkan air matanya
Hari demi hari berlalu Oma dan Opa Gilang sepakat untuk mendekatkan Raka dengan Clarisa seperti sekarang Raka yang di suruh mamanya membeli beberapa roti yang ada di toko Clarisa
"selamat sore......." tiba-tiba Clarisa seperti kehilangan kata-kata saat melihat kedatangan Raka di tokonya
"Clarissa kamu pemilik toko ini" kata Raka yang juga kaget melihat Clarisa
"apa kabar" tanya Raka
"baik Raka kamu mau beli roti apa" tanya Clarisa sedikit gugup
"tuan apa anda ayahnya Gilang" tanya Tania yang tiba-tiba muncul dari tirai yang ada di belakang Clarisa
"Hay gadis kecil kamu yang selalu mengitari mobil saya sebelum pulang kan, jangan panggil saya tuan panggil saya om Raka saya teman mama kamu dulu" kata Raka
"Tania tidak punya mama tapi punya nya bunda" jawap Tania yang membuat Raka dan Clarisa tersenyum
"bunda yang di belakang sudah Tania cuci semua" kata Tania
"sayang kan bunda sudah bilang biar itu nanti bunda yang kerjakan kamu mau di tusuk-tusuk lagi sama dokter kalo gak nurut bunda" kata Clarisa
"dia kan hanya ingin membantu kamu tidak perlu marah padanya" kata Raka yang tidak tega melihat wajah sedih Tania
"kamu tidak tau apa-apa Raka tentang putriku, kamu mau beli roti apa biar segara aku ambilkan" kata Clarisa terlihat marah saat ini
"coklat kacang saja 2kotak" kata Raka
"baiklah ini rotinya totalnya 100ribu" kata Clarisa
"seratus ribu" ulang Raka tidak percaya karena menurutnya itu terlalu murah
"maaf ya Raka jangan meminta potongan harga karena kita berteman atau ini aku tambah 2 roti sebagai bonus" kata Clarisa yang salah faham mengartikan ekspresi Raka
"oh bukan seperti itu maksud saya, ini 100ribu kan trimakasi" kata Dirga
" sayang ini buat beli boneka lucu kayak kamu ya om pergi dulu" kata Raka yang langsung pergi dari sana
"bun uangnya sudah cukup apa belum ya buat beli boneka Teddy bear yang disana" kata polos Tania
"maaf sayang mungkin masih kurang sedikit lagi di tabung dulu ya" kata Clarisa merasa sangat bersalah pada putrinya karena harus terus berbohong tentang boneka yang di inginkan putrinya,tapi Clarisa lebih mengutamakan mengumpulkan uangnya untuk operasi pengangkatan kangker di punggung Tania agar segera di angkat sebelum menjalar kemana-mana
Dirumah Raka
"ma ini rotinya" kata Raka yang menaruh begitu saja roti yang di pesan mamanya
"kamu kenapa Raka kok seperti orang bingung" tanya Oma Gita
"yang menjual roti itu teman SMA Raka dulu" kata Raka
"trus apa yang sedang kamu pikirkan sekarang" tanya oma Gita
"tidak ada Raka ke kamar dulu ma Raka capek" kata Raka
"besok ayah kamu waktunya cek up kamu bisa antar" kata Oma Gita
"jam berapa" tanya Raka
"jam 10" jawap Oma Gita
"ok ma" jawap Raka
Ke esokan harinya di rumah sakit...
"gimana pa habis cek up" tanya Raka
"baik Raka hanya sedikit kurang nyaman"
Saat akan keluar rumah sakit Raka melihat Clarisa yang berjalan terburu-buru dan terlihat panik.
"papa pulang sendiri tidak apa-apa kan Raka ada sedikit urusan mendadak" kata Raka
" tentu saja nanti setelah mengantar papa supir akan jemput kamu" kata Oma Raffi
Setelah kepergian papanya Raka segera pergi mencari keberadaan Clarisa namun Raka sangat terkejut setelah tau jika Tania Putri Clarisa di rawat di ruang khusus cancer
"maaf Tania sakit apa ya suster" tanya Raka
"oh Tania ada cancer di punggung sudah stadium2 namun karena tadi kata bundanya Tania habis terjatuh bagian punggung dulu jadi itu berpengaruh pada cancernya sekarang sedang di tangani dokter" kata perawat tersebut
"di mana bundanya sekarang" tanya Raka
"katanya sedang mengambil uang untuk biaya operasi namun ini sudah terlambat 1jam" kata perawat
"baiklah trimakasih" kata Raka
"sama-sama tuan"
"Raka...
" Clarisa ada apa " tanya Raka yang tidak tega melihat keadaan Clarisa yang sangat kacau
"apa kamu sangat kaya" tanya Clarisa tothepoint" ada apa
"kita kan teman aku harap kamu percaya sama aku hari ini aku sedang membutuhkan banyak uang untuk operasi putriku apa kamu bisa membantuku ini ada sertifikat toko roti ku, kamu bisa memegangnya sebagai jaminan aku sudah kemana-mana tapi tidak mendapatkan hasil ini sudah sangat terlambat atau kamu beli saja toko roti ku tapi berikan harga yang layak aku mohon" kata Clarisa dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi
"mari kita tempat pembayaran sekarang juga" kata Raka yang di sambut lega oleh Clarissa
Setelah melunasi pembayaran Tania segera di operasi oleh dokter, Clarissa dan Raka menunggu operasi Tania di luar ruangan
"Raka maaf ya aku merepotkan mu tapi aku juga bersyukur tadi aku sempat frustasi dan hampir berfikiran pendek untuk mengakhiri hidup saja karena aku tidak akan sanggup hidup sendirian tanpa Tania" kata Clarissa
"sudah lah kita berdoa saja semoga operasi cancer Tania berjalan lancar" kata Raka
Setelah 2jam akhirnya operasinya selesai Tania di bawa ke ruang VVIP. Sebenarnya Clarissa sangat keberatan dengan keputusan Raka karena dengan begitu hutang Clarissa akan semakin banyak pada Raka. Namun Raka terpaksa berbohong jika rumah sakit ini adalah milik temannya jadi dia dapat fasilitas gratis
"bunda...
"sayang apa ada yang kamu butuhkan" tanya Clarisa yang senang karena setelah 3hari operasi Tania baru sadarkan diri
"minum....
"baik sayang sedikit-sedikit ya minumnya" kata Clarissa
"Bun apa uang tabungan kita sudah habis" tanya Tania
"memang kenapa sayang" tanya Clarissa
"kita harus menabung dari awal lagi untuk membeli boneka Teddy bear, setelah sembuh Tania akan bilang agar pemilik toko tidak menjual boneka itu sampai uang kita terkumpul" kata Tania yang masih lemah
"apa Tania mau yang kecil dulu bunda akan membelikannya sekarang dan bunda akan bilang kepada pemilik toko agar mereka menyimpannya 1untuk Tania jika uang kita sudah terkumpul" kata Clarissa
"benar kah, baiklah Tania akan menjadi anak yang lebih baik sekarang Tania janji" kata Tania yang membuat Clarissa semakin merasa bersalah kepada putrinya
"baik kamu tidur dulu ya bunda akan beli baby nya boneka Teddy bear kamu ok " kata Carissa
"hati-hati bunda" setelah beberapa saat akhirnya Tania pergi untuk membeli boneka Teddy bear kecil untuk Tania
Di lobby rumah sakit...
"Tania...
"Raka kamu dari mana ohya sertifikat nya masih ada padaku jika kamu mau menunggu aku akan mengambilnya di toko" kata Clarissa
"bisa kita bicara sebentar" tanya Raka
"baiklah hanya sebentar kan karena Tania sendirian" kata Clarisa
"ada orang tua dan putraku yang menjaganya" kata Raka
"ohya baiklah kalau begitu,kita ke taman saja" kata Clarissa
"baiklah ayo" jawap Raka
Setelah berada di taman...
"Clarissa kita dulu adalah teman yang sangat baik, saling tau kejelekan dan kelebihan masing-masing, jujur aku sangat senang kita bisa bertemu kembali seperti saat ini. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu" kata Raka serius
"apa...
"menikahlah denganku...
"jangan bercanda Raka dan jangan mengasihani keadaanku" kata Clarissa
"dengarkan penjelasan ku dulu, lihatlah keadaan anak-anak kita mereka sama-sama membutuhkan sosok pelengkap dalam kehidupan mereka, setelah bertemu denganmu rasa yang aku pendam dulu muncul kembali begitu saja" kata Raka
"maksudnya...
"aku mencintaimu Clarissa dari kita sekolah dulu, saat itu aku tidak berani mengungkap karena aku takut merusak persahabatan kita, Clarisa maukah kamu membina hubungan dari awal lagi bersamaku bersama anak-anak" kata Raka
"apakah kamu mau berjanji apapun yang terjadi nanti kamu tidak akan pernah meninggalkan aku dan Tania" tanya Clarisa
"kau sudah mengenalku Clarissa" jawap Raka
"baik lah aku mau, tapi boleh aku meminta tolong padamu"kata Clarissa
"apa katakan saja" kata Raka
"bisa kau belikan boneka Teddy bear besar berwarna coklat muda di toko yang ada di depan untuk Tania dia sudah menginginkannya dari 2tahun lalu" kata Clarissa sambil mengigit bibirnya karena takut dengan reaksi Raka
"baiklah kamu pergilah ke kamar Tania aku akan kembali" kata Raka dan reflek mencium kening Clarisa karena senang cintanya di terima
Di ruang rawat Tania
" maaf saya lama" kata Clarisa sungkan karena ada orang tua dan putra Raka
"duduklah Clarisa Raka sudah menceritakan semua kepada kami jadi apa keputusanmu" tanya Oma Gita
"saya menerimanya" jawap Clarisa malu
"Gilang bukankah Gilang ingin memiliki bunda, ini bunda Clarisa akan menjadi bunda Gilang juga sekarang" kata Oma Gita yang di sambut teriakan senang Gilang hingga membuat Tania terbangun
"bunda...
"iya sayang...
"maaf" kata Gilang merasa bersalah
"Gilang sini mendekat pada Tania, Gilang sama Tania akan menjadi saudara apa kalian senang" tanya Clarisa yang di angguki keduanya
"karena kalian sudah setuju ayah bawa hadiah istimewa buat kalian berdua" kata Raka yang sudah membawa beberapa boneka Teddy bear besar aneka warna untuk Tania dan beberapa mainan untuk Gilang
"jadi kapan kalian akan menikah" tanya Oma Gita
"secepatnya ma pa doakan semua lancar" kata Raka
"selamat untuk kalian berdua" kata opa Raffi dan Oma Gilang yang ikut senang karena putranya mendapatkan kebahagiaan kembali