[Kang Gombal..... ] Ya itu lah julukan untuk teman sekelas laki-laki ku yg suka menggoda para wanita dengan beragam 'gombalan maut' nya..... Tapi suatu hari Si Tukang gombal itu menghilang, seperti jejaknya ditelan bumi dalam sekejap.....
"kamu tu kayak upil sama jari ya... Kamu upinya aku jarinya... " kata pria tinggi itu dengan mengedipkan sebelah mata genit nya. "Hah kok gitu?! " kata perempuan cantik yg berambut panjang. "iya karena aku mencarimu sampai dapat.... 😊"
"Aaaaaa dasar gombal" kata perempuan itu sembari menepuk pundaknya.
"Cih.... gitu aja baper" guman perempuan cantik yg rambutnya di semir kecoklatan. Ya, itu aku Renesha anak SMA, kelas 11 sekelas dengan anak laki-laki si tukang gombal itu, yg bernama Dion.
"Hei jangan ngomong gitu kalik" kata Ana teman sekelas yg kutu buku. "awas aja kalo nanti di gombalin baper elu" sambungnya.
"Dih ndak mungkin aku bakal baper, aku sukanya kan cuman manusia 2D_-" kata ku membantah yg sekaligus menegaskan bahwa aku tidak suka pada manusia untuk waktu lama.
"iya iya. Lu bucinnya manusia gepeng, setiap hari mantengin HP baca komik, nonton anime mulu" katanya sembari membalikkan buku yg ia baca.
"Hai cantik.... Baca buku lagi ya" sapa Dion si Kang Gombal. Seketika Rene membuang wajah dan melanjutkan membaca komik di HP nya.
"Ngga usah baca buku mulu, Bakar aja ya?! " katanya mulai gombal. "Apa kok di bakar sih? " tanya Ana "Iya bakar masalalu buka lembaran baru" katanya senyum manis yg bikin Ana pipinya ngeblush "apaan sih" katanya menenggelamkan wajahnya dibuku yg ia pengang.
"Dih mulai... " desis Rene sinis. "Rene~ lagi ngapain?! " tanya Dion mendekati Rene. "paan sih minggir sana" mendorong wajah Dion
"Dingin banget sih~ Tapi aku kan es krim" katanya. "apa hubungannya dengan eskrim?! " lirik Rene d ke dion "Kan dingin dingin tapi manis" katanya senyum cerah "...... krik krik krik krik" kata Rene mengabaikan.
.
.
.
.
Beberapa detik kemudian "Dion.... mau nggak jadi matahari buat aku?! " kata Rene mengedipkan matanya.... "Iya mau ~" kata dion antusias
"Kalo gitu menjauh dari gw 146,9 juta KM dari gw -_-" kata Rene dengan muka dingin.... "Aaaa Rene ngga asik " rengek Dion.
"Dah lah mau pergi aja, ngga asik ah Rene " kata dion ngambek. "Baru kali ini ada yg ndak baper pas digombalin Dion" kata Ana yg langsung nimbrung
"Woo iya jelas, Rene Si hati Dingin yg hangat untuk cogan 2D" mata Rene berseri seri..... "-_-" tampang Ana yg uda muak dengan kebiasaan Rene yg bucin manusia 2D.
KRIINGG..... KRIINGG.... KRIINGG....
Bunyi bell yg menandakan istirahat telah selesai. semua anak anak memasuki Ruang kelas masing-masing. Rene dan Dion duduk 1 meja. "Oh apakah ini hari sialku?! " batin Rene.
Dion yg beraksi menggoda Rene lagi menyiapkan gombalan yg bisa bikin Rene baper. "Ren.... Ren.. " panggil dion. "Apaan?! " kata Rene sinis "Ngga jadi deh... " kata Dion.
𝙋𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙩𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙠𝙖......
ah sial pelajaran sulit lagi....
si kutu buku bantuin lah...
aku benci matematika...
Tuhan berikan aku otak yg pintar....
keluh kesah siswa saat menghadapi matematika.
"Ren.... tau ngga bedanya kamu sama rumus matematika?! " kata Dion "ya tau lah " kata Rene fokus ke pelajaran. "Iya rumus itu susah dihapalin kalo kamu susah dilupain :>" kata Dion berseri. "Gombalan jaman Old itu mah Di" kata Rene. "yaelah ndak mempan lagi. Hati lo dari apa sih Ren ngga mempan digombalin" ketuk Dion yg berniat menyerah menggoda Rene lagi....
"Lu mau tau knp gue ndak mempan digombalin?" kata Rene. "Eh iya dong emng knp" tanya Dion penasaran. "Ya karna.... Kiss and make up. " kata Rene datar. "Loh kok kiss and make up?! " kata Dion bingung "Coba disingkat" lirik Rene sambil tersenyum kecil. Seketika Dion digombalin balik sama Rene. "Sae lu ketoprak tahu" kata Dion....
"Yg dibelakang ngga usah adu gombalan terus, halalin aja sekalian" tegur guru matematika.
Cie... Cie... Cie....
kata teman sekelas serempak. "Sae lu pak guru. Sip guru bar bar adalah guru terbaik" kata Raven. "Kalo saya guru terbaik maka tugas akan saya tambah" kata pak guru sembari membenarkan kacamata nya.
iihh... ven ditambah kan uda deh jangan komen cukup diam aja. lu kan biasanya diem tumben lu mbacot aja, kata Vivian si gadis tomboy Sang Ratu kelas ini.
"Sudah pelajaran bapak akhiri selamat pulang" kata pak guru. "Di mau gombalin yg cwe lain ndak" kata Farel. Farel adalah BUAYA DARAT parah di kelas Si Fakboi yg suka pacaran sama cwe sana sini. Berkat gombalan Dion di Forum Remaja ia mengaku gombalan itu dari dirinya padahal itu adalah Dion.
"Ngga ah males gw mau cari akal supaya bisa lelehin si es batu ntu" gerutu Dion. "Ayolah Dii... Posting gombalan lagi yaa ntar ketemu an lagi ma cwe cantik lain. knp harus Si Rene sih?!" kata Farel membujuk. "Ya gitu lah, yg dingin lebih menggoda" kata Dion terseyum sendiri.
"Lo tu Bucin nya Rene pa gmna lo?! " kata Farel curiga. "Ey coba posting gombalan yg berhubungan dengan anime gitu" kata Farel "Tumben lu bahas anime rel" kata Dion curiga. Pertanyaan itu cuma dibalas senyum yg mencurigakan dari Farel.
Pagi harinya....... Di gerbang sekolah....
"Hai Rene~ pagi banget datang nya" kata Farel menyapa. 'Dih sok cakep, gantengan Ayah Cl*ude duda duda tapi cool' kata Rene dalam hati. Rene lewat tanpa menanggapi Farel yg pasang tampang buaya.
"Oi Ren.... piket cepetan oi" kata Dion "Iya Kang gombal" kata Rene berlari menghampiri. Tanpa disadari dari kejauhan mata sinis tajam menatap tak senang. Tatapan iri karna Rene lebih dekat dengan Dion.
"Orang yang pantas sama Rene cuma gw" kata penuh obsesi ingin mendapatkan Rene dari seseorang dari kejauhan.
Ternyata sudah seminggu sejak Rene dan Dion saling akrab. Si penguntit yg Sudah siap menyiapkan balasan untuk Dion yg terlihat akrab dengan Rene segera beraksi.
"Ei Si gombal ngga berangkat to?! " tanya Nitthy bucinnya Dion "Engga ada info sih" kata salah seorang teman nya "Oi Ren Dion dimana?! " tanya Nitthy ke Rene "Lah mana saya tau saya kan ikan" kata Rene mengabaikan. "Oiyy Lu kan deket ma kang gombal Baby Dion" kata Nitthy nyolot. "Serah lu lah pokoknya gw ndak tau Dion" tegas Rene
3 hari lamanya Dion tidak masuk sekolah. Semua nya cemas dan mencari keberadaan Dion. entah itu di rumah nya, di kosan, temannya. Semua Rindu dengan sosok Dion begitu dengan Rene yg Cemas dan rindu dengan senyuman jahil Dion
Malam harinya......
𝘓𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪~
𝘏𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪~
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪~
Nada dering telepon Rene dari Dion. "Oi Dion lo dimana aja?! " kata Rene Nyerobot. "Ren... Tolong in gw Ren. Gw ada di Pabrik bekas kontruksi Ren. Ada orang yg pengen bunuh Gw. Pliss bantuin lapor polisi Ren. Aku kirim lokasi nya. Tolong dateng sama polisi Ren" Kata Dion terengah engah dan suara yg serak
"Lo ndak bercanda?! " kata Rene "Nggak plis bantu gw.... Si-Siapa lo?! Jangan mendekat!"
aaaaaaaahhhhhhrrrrrggggghhhhhhhh!!!!!!!!!
"Di- Dion halo Dion" kata Rene cemas. Rene langsung menlacak sinyal terakhir dari ponsel Dion..... Dan segera lapor polisi.
1 𝙅𝘼𝙈 𝙆𝙀𝙈𝙐𝘿𝙄𝘼𝙉......
"Dion Dion!!! " teriak Rene yg datang bersama polisi. "Opsir.... Opsir ada mayat tergeletak disini opsir" teriak salah seorang polisi ke opsir polisi lain.
"Ini..... dibunuh, luka pisau yg ditusuk berulang. Di perut ada bekas luka tembak 5 kali. Muka nya seperti di pukul oleh benda keras, Tunggu.... jarinya..... hilang 1, jari manisnya." kata opsir itu merinding
Rene terkejut menjadi jadi, Dion si pria gombal yg punya bucin banyak tewas dengan seperti ini, siapa?! siapa yg tega membunuh Dion dengan kejam?! tanda tanya terselip dihati Rene yg membuat gudah.
Air mata yg terus menetes melihat Dion yg tanpa sadar membuka jalan hati Rene yg dari Bucin 2D kembali menyukai Manusia nyata. Ia tidak menyangka Dion yg begitu ceria memiliki musuh?!
"Letakkan mayatnya dan teliti lagi bukti buktinya. " perintah opsir polisi itu. "Mba Rene yg sabar ya... kami akan berusaha mencari orang yang membunuh sodara Dion. lebih baik beri tau keluarga nya dahulu" kata opsir itu.
"Pak, Dion... dia... yatim piatu" kata Rene pelan "Ah... maaf saya tidak tau"
"Lebih baik kita kremasi dan kubur pak.... Kasihan Dion pak... " kata Rene dengan berlinang air mata
Dari kejauhan mata Tajam melihat dengan Puas Dion tewas dengan mengenaskan. Senyuman Puas penuh Cemburu dan Psikopat terukir jelas di wajahnya.
Dari kegelapan terlihat bibir yg menyungging Senyuman Jahat telah berpuas memenuhi kegelapan hati untuk membunuh Dion.
"Sekarang Rene ngga bakal sama Dion lagi, aku akan menjadikan Rene milikku" katanya samar samar dengan suara gemuruh petir di langit.
"Rene.... siapapun yg dekat sama kamu bakal berakhir sama seperti Dion"
Kata Si penguntit sekaligus pembunuh Dion diselingi senyum obsesi.
Tamat~