B JOY 👉 BE ENJOY FOR READING MY STORY
.
Happy Reading jangan lupa Votenya 👍❤️
.
.
.
Di sebuah rumah Kost tampak seorang wanita sedang berbicara pada seorang pemuda di depanya.
"Halo Bu saya Andik ingin nge-Kost di sini kira-kira masih adakah kamar kosong yang tersisa?"-tanya pemuda berwajah cukup rupawan bermata agak sipit berkulit kuning langsat berambut hitam agak panjang bernama Andik itu. Ingat! Bukan Andik-ah Bambang Nampan.
"Oh iya masih ada dek kamar kosongnya jangankan kamar hati saya aja masih kosong ! Ayo-ayo masuk !"- seru sang wanita yang sepertinya pemilik kost itu.
"Iya Bu-?" - balas Andik dengan logat tertahan karena tak tahu nama sang wanita pemilik kost'an karena biasanya ia tempe bukan tahu.
"Oh iya perkenalkan saya Lastri Kenangan Mantan jangan panggil Ibu panggil saja Mbak atau Kakak kalau mau juga bisa panggil sayang juga boleh dan saya masih 30an loh sebagai pemilik Kost'an ini sekaligus janda paling bohay dan seksi yang paling membahana di daerah sini,"- ujar Mbak Lastri panjang kali lebar dengan nada centil dan menggoda sembari memberi satu kedipan pada Andik yang membuat pemuda itu bergidik ngeri.
Di dalam hatinya Andik berkata.....
" Aduh ini mbak-mbak centil amat semoga saja aku tak di apa-apain sama mbak-mbak satu ini bahaya juga akukan masih perjaka tingtong bak anak perawan yang harus di jaga mama dan papah!"- pikir Andik lebay dan berlebihan.
Sembari berceloteh ini dan itu Mbak Lastri pun mengantar Andik hingga sampai ke salah-satu lorong di rumah kostan yang tampak sangat besar itu.
"Oh iya kamarmu yang nomor 12 yah,"- jelas Mbak Lastri sang pemilik Kostan.
"Eh! Oh iya Mbak,"- balas Andik yang baru tersadar dari lamunan panjangnya.
"Kalau gituh saya tinggal dulu karena kamu baru masuk akhir bulan jadi bayarnya bulan depan aja angsuranya 500rb/per bulan, kalau perlu minum dan lainya dapur di ujung tengah antara lorong ini dan satunya juga jangan sekali-kali ke lorong sebelah itu kamar cewek okay? Awas aja kalau saya lihat kamu kesana tak sunat dua kali itumu,"- jelas Mbak Lastri panjang sepanjang jalan kenangan kamu dan dia yang belum bbisa MoveOn .
"Iya Mbak makasih ya!"- balas Andik patuh sebab ia anak soleh bukan solehah.
Cklek .... Krieet .... Baru saja Andik akan membuka pintu kamar dan memasuki kamar Kostannya terdengar dari kejauhan ada suara panci bocor eh suara merdu yang mengalun mendekati arah lorong kamarnya.
Lalalalal~. Yeyeyeye~ Gundul ~ Gundul ... paculcul ... palamu~ Gumdul!....
Tap ... Tap... Tap...!
Cuwi~ Cuwit~ anggap saja itu suara siulan.
"Ehem ... Ehem hey cowok kenalan donk!"- seru sebuah suara yang kini wujudnya tengah berdiri di kiri samping Andik ada aura-aura merinding yang membuat bulu kuduknya merinding Disco dan membuat jantungnya.
Dag ... Dag ... Dug... Dung... Jder....!
Perlahan ia mengintip siapakah gerangan makhluk astral yang menyapanya maklum ia semalam habis nonton Vedio Ucub yang menyebutkan ciri-ciri manusia yang bisa melihat Makhluk astral dan ia pun mendapat kesimpulan...
BAHWA DIA INDI GO HOME!
JDENG! TETOT!
Baiklah mari kita abikan pernyataan itu dan mengintip siapakah, apakah, bagaimanakah bentuk makhluk yang menyapanya.
Perlahan Ia mulai memincingkan mata tampak sosok dengan rambut keriting panjang, berkulit seputih cat tembok kusam, bermata hitam belo memiliki gigi bak ikan piranha yang siap-siap melahap siapapun yang tampak enak di lahapnya. perlahan-lahan Andik mulai mengintip dan beralih dari wajah sosok yang menatap Andik dengan pandangan berbinar dengan alis bertaut yang di naik-turumkan dan seringai yang memaerkan gigi piranhanya yang menyeramkan.
Andik pun melihat apa yang di pakai Makjluk misterius itu! ... Daster pink bermotif bunga kembang-kembamg sandal Salow helo mommy berwarna unggu janda kembang.
"Hey ganteng kenalan donk!"-seru suara cempreng bak piring pecah itu menegur Andik lagi.
Setelah menerka-nerka makhluk apakah ini Andik pun kembali menaikan pandangan dari atas kebawah menjadi bawah ke atas silahkan praktekan sendiri.
Ia pun mulaienatap pandangan Makhluk itu dan meng eksekusi ehemm meng- emm meng apa author lupa.
Ia Andik pemuda itu pun akhirnya dapat menyimpulkan...
BAHWA MAKHLUK DI DEPANYA INI ADALAH! ....
JENG.... JENG... JENG... JENG....
NUNGGUIN YAH? IA....
ADALAH.....
DEG ... DEG ... DEG ....
"WOY MAMAN BALIKIN DASTER GUE!"-seru sebuah suara dari kejauhan.
"WOY GUE MIMIN WOY MIMIN! SABAR NAPA BARU JUGA MINJEM DASTER SEHARI!*-teriak makhluk di hadapan Andik yang masih berlogat pria namun berkelakuam bak gadis perawan yang sedang PDKT-an.
IYA! .... KALIAN BENAR.....
DIA .... ADALAH ..... BANCI ....
TETOTET!....
*I-IYA! Eh ... em-embak ... em-mas
sa-sa... sa....!"-jawab Andik terbata-bata mendapati Makhluk yang lebih seram dari hantiu sedang berdiri di hadapanya.
"Sa? Sa-sayang! Aduh baru aja kenal udah sayang-sayangan aja maaf aku bukan korban Php kita kencan aja dulu jadianya kapan- kapan aja yah!"- celetuk Makhluk di depan Andik yang membuat sang pemuda ingin segera lari dari tempat itu dan yang pasti bukan untuk Kawin lari bersama Mimin alias Maman yang masih berdiri di hadapanya ini.
"Oh iya kenalin Aku Mimin kalau malem aja, kalau siang Aku Maman okay baby Honey sweety kamar aku nomor 3 tapi tenang aja aku bukan orang ketiga di hubungan orang aku cuma jadi yang kedua dan terakhir di hidupmu Xixixix,"- goda Mimin alis Maman si manusia yang tidak jelas jenisnya.
"Oh My God Help Me!"- doa Andik di dalam hatinya.
"Iy-ya Sa-ya Andik Mas-Mbaknya" - balas Andik.
"Salam kenal juga kalau butuh apa-apa bilang sama aku ya apa lagi kalau butuh teman bobok boleh aja. Oh iya panggil aja Aku yayang Mimin atau Mimin aja juga gak apa-apa kok"- lanjut si Mimin sembari berkedip nakal pada Andik yang bergidig ngeri mendengarnya.
"Ya. Tuhan apa salah dan dosa hambamu ini tertimpa Musibah di hari pertama Nge-Kost,"-batin Andik
Set! ... Brak!.... "Ah! ... Oh iya Min gak usah repot-repot Ka-kalau gituh saya masuk dulu yah Bye! Selamat tinggal!"- balas Andik lalu segera cepat-cepat membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamarnya.
"Duh-aduh dasar lelaki jaman Now suka gituh kalau baru ketemu aku sukanya malu-malu kambing hihi, Eh! aduh aku lupa bilang kamar sebelah diakan Horror hemm ... bilang enggak ya?, Emmm ... enggak deh biarin aja siapa tau nanti dia lari terus nyasar ke kamar aku yey lalalala~,"- ujar Mimin berlalu pergi ke kamarnya sendiri tanpa peduli adanya hawa-hawa kembang dari kamar bernomor 13 di samping kamar Andik.
### MALAM HARINYA....
Hem ... Hem ... Hemm!~
Yos! ... "Akhirnya selesai juga mindahin barang-barang bawaan ke dalam lemari lumayan juga ini Kost sudah ada Kipas, kasur, sama meja belajarnya, dan lemarinya.
Gak salah milih nge-Kost di sini walau ada makhluk astralnya gak apa-apalah yang penting murah dan nyaman semoga aja aman juga di sini yang pasti aku harus jauh-jauh dari Mbak Lastri janda ganjen itu sama Si Mimin banci astral itu amit-amit aku kalau di apa-apain merekakan aku masih perjaka tingtong harus steril sampe halal,"- celoteh Andik panjang lebar kayak emak-emak kang rumpi.
Tak terasa hari semakin gelap dan waktu telah menunjukan pulul 23:30 yang menandakan sebentar lagi tengah malam yang membuat Andik terkejut tak menyadari waktu di karenakan asik berkemas barang-barang yang di bawaanya.
Buk! "Istirahat dulu deh besok hari pertama Kuliah gak sabar deh,"- ujarnya sembari merebahkan tubuh di atas kasur sederhana yang muat satu orang itu dengan perlahan ia melelapkan matanya namun! ...
Hiks ... Hiks....! Kikikikiki ...!
Hiks ... Hiks...! Kikikikik ...!
Sebuah suara kembali menyadarkan Andik yang membuatnya penasaran dan ia pun mencoba menempelkan daun telinganya pada dinding kamar sebelah di mana arah suara itu berasal .....!
"Suara apa itu! jangan-jangan!... ah gak mungkin ... Ta-tapi bisa jadi!"
Gleg! Drap! Kriet! Tap .... Tap ....!
Dengan penasaran perlahan Andik bangkit dari Kasurnya hendak melangkah keluar kamar setelah membuka pintu dengan perlaham dan melihat pemandangan lorong kamar . Melihat kiri dan kanan suasana tampak sepi dan sunyi.
Kriett .... Dam ....! perlahan ia keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamar dengan perlahan sembari mulai berjalan dengan cara mengendap-endap seperti maling jemuran dalaman tetangga.
Hiks ... Hiks ... Kikikikiki ...!
Perlahan Andik semakin dekat dan semakin dekat pada pintu kamar bernomor 13 perlahan di dekatinya pintu itu dan mulai menempelkan telinga kirinya mendengarkan suara yang semakin jelas.
Cklek! Merasa penasaran ia pun perlahan mencoba membuka kenop kamar itu. Tapi, belum ia membuka pintu dapat di dengarnya ada suara langkah kaki yang semakim dekat datang dari arah bekangnya dan seketika tubuhnya kembali merasakan hawa yang membuatnya merinding.
Drap!
Drap!
Drap!
Dengan seluruh keberanian Andik pun mencoba melihat siapakah itu. Dan di saat ia menolah secara tiba-tiba ia melihat sesosok makhluk yang membuatnya sontak saja berteriak ....!
Akhhh! Setannn! Secara spontan Andik pun terperangah dan langsung berteriak kencang setelah melihat soaok Berwajah Purih dengan rambut mengembang keriting Bak singa berbibir merah darah dan memakai balutan daster putih pulkadot dan soaok itu pun juga berteriak setelah melihatmya
Akhhh! Manusia! Eh! Hantu! teriak sosok itu la lah!....
Hosh ...!
Hosh....!
"Aduh-aduh. Aa Andik. Bikin kaget Mimin aja!"- seru Makhluk yang di ketahui ternyata adalah jelmaan Si Mimin yang hampir membuat jantung Andik melompat salto jungkir balik kayang.
Hosh ... Hosh... Mi-min! Itu kamu? Aduh aku kira siapa hampir aja aku jantungan mana masih perjaka bahaya banget tahu kalau aku jantungan terus mati gimana ?!"-serunya sembari mengelus dada agak bersyukur namun juga tidak.
"Ya maap yangbeb mana Mimin tahu Miminkan pentol endol. Btw Kamu ngapain di situ sih mana sambil ngendap-ngendap kayak maling jemuran untung gak aku tampol pake gayung nih,"-ujar Mimin dengan logat kemayumya.
"Ssst jangan berisik. Saya tuh lagi penasaran dengan kamar sebelah ada suara aneh-aneh gitu!"- seru Andik agak berbisik pada Mimin.
"Ih jangan buka kamar itu! mending buka hatiku aja"-balas si Mimin sembari mencolek bahu Andik yang membuatnya kembali merinding Disco.
"Kenapa?"- tanya Andik penasaran mengabaikan godaan makhluk didepanya ini.
"Kamar itu memang horror ada penunggunya jangan buka nanti gak bisa keluar,"-jelas Si Mimin.
"Kok bisa gitu?"-tanya Andik dengan penasaran.
"Ya gak tahu dari pengakuan orang yang pernah masuk sih gituh walau udah dikunci Mbak Las tetep aja ada yang bisa masuk anehkan? "- jelas Mimin ngeri.
"Lagian dari pada masuk kamar itu mending masuk ke hati aku aja gimana mau gak?"- ajaknya sembari agak menyenggol siku Andik yang membuat lelaki itu bergidik ngeri.
"Woy Mimin Lu bawa kemana daster gue balikin belum lunas Cicilan itu!"- teriak suara wanita dari kejauhan.
" Pinjem bentar napa Sis besok gue balikin!"- teriak Mimin cempreng belum sempat ia
kembali bernicara pada Andik ... Tiba-tiba saja ....!
Drap ... Drap ....! Brak!
"Kalau gituh saya masuk kamar dulu yah Min dah!"- ujar Andik buru-buru masuk kamarmya lari dari Makhluk astral lain yang lebih seram dari hantu yang kita kenal sebagai MIMIN.
" Ih bener-bener deh cowok jaman sekarang pada Tsundere. Malu-mau kambing Uwu ~"- ujar Si Mimin.
Hiks ... Hiks ...! Suara apa tuh?!"- celetuk Mimin mencoba mencuri dengar dari arah suara berada.
Hiks! ... Hiks ... kikikikikik!
Uuu What! ... Se-setoy Capcus Ah! ....
Drap! Drap! ....
........
Kisah pun berakhir dengan Andik yang memilih untuk tidur sembari memakai Headset setiap suara itu kembali muncul dan akhirnya ia terbiasa dan mengabaikan suaran itu dan menjalani hari-hari damai dan biasanya melakukan rutinitas sebagai anak Kost sekaligus Mahasiswa Baru.
.
.
.
End
Bagaimana pendapat kalian?
Jangan lupa votenya ,🙏
Terima-kasih sudah mampir.