Di sebuah tempat dimana para makhluk halus mendirikan perkampungan berharap hidup aman damai. Mereka mendirikan berbagai macam bangunan, mulai dari Rumah, apartemen, restoran cepat saji bahkan stasiun televisi.
Bahkan beberapa dari mereka juga bekerja layaknya manusia.
Suatu hari......
Tok! Tok!
"Eh Long tumben kesini ada apa kah?" Tanya Kunti kepada mbak bolong.
"Garam gue abis nih padahal mau masak rica rica mata ikan minta dong dikit." Kunti melayang kedalam apartemennya untuk mengambilkan garam.
Dua jam berlalu tapi Kunti belum juga keluar akhirnya mbak bolong pun masuk mengecek keadaan di dalam.
"Huhuhu.... "
"Eh Kun gue kan minta garam kok lu malah nonton tv sih! Mana nangisnya keluar belatung lagi hiyy!" Seru mbak bolong melihat sang kunti yang menangis tersedu di depan Televisi.
"Huhuhu... Itu loh mbak ceritanya sedih banget hwaaa hiks... Mbak Poci nya di bunuh gara-gara gak di restuin sama orang tua si mas pocong hiks...." Mbak bolong menepuk dahinya sendiri melihat Kunti jadi korban sinetron.
Di lain tempat...
"Sepi banget hari ini gak ada panggilan dukun lagi pada cuti lebaran apa gimana." Keluh Wowo pada temanya.
"Gak tau Gue lagi males juga, masa kemarin gw di kontrak buat nakutin manusia malah gue yang lari ketakutan." Timpal Jin pada temannya.
"Kok bisa?" Tanya Wowo kemudian.
"Masa mereka yang ngerjar gue minta selfi katanya Oppa! oppa! Saranghe!" Jin menirukan para manusia yang mengejar dirinya kemarin sambil menujukan hati menggunakan jarinya.
"Salah lu sih! Kenapa punya muka ganteng followers tok tok lu juga lebih banyak dari gue! Insekyur tau gak hikss kamu jahad mas... Aku jijik... Jangan sentuh aku... " Tanpa disadari Jin pergi meninggalkan temanya yang mulai tidak waras ini.
Jin berjalan ke arah restoran yang sedang viral di tok tok. Mereka yang pernah ke restoran ini berkata kalau ini adalah restoran pertama yang bertema manusiawi di kota astral. Bahkan Aktris seperti mbak Poci yang sinetron nya di gemari Kunti pun pernah kemari.
Jin duduk di tepi jendela dimana mbak poci peenah duduk di sana dan mulai merekam di tok tok di ponsel pintarnya.
***
"Dengan mbak Manis?"
"Iya mas... Anterin saya ke blok c nomor xxxx yah... Khihihihi." Mbak Manis tertawa mengerikan.
"Sesuai aplikasi ya mbak." Mbak Manis naik ke atas motor sang hantu ojol dia hendak pulang ke rumahnya setelah bekerja paruh waktu di jembatan.
"Kalo boleh tau Masnya meninggal karna apa yah khihihi? "
"Saya meninggal karena kecelakaan di jembatan itu mbak, emang gak inget yah waktu itukan mbak yang bikin saya mati." ucap si ojol.
"Oh iya saya lupa khihihihi... Ternyata masnya korban saya khihihi... Emang gak dendam sama saya?" Tanya mbak Manis lagi.
"Dendam sih mbak rasanya saya ingin bunuh mbak juga."
"Lalu kenapa tak kau bunuh saja aku sekarang khihihihi." Mbak Manis menantang sang ojol sambil sesekali memainkan belatung di rambutnya.
"Percuma Mbak kita udah sama-sama mati, lagian saya bahagia kok sekarang jadi ketemu jodoh yang baik gak nuntut lebih, keturunan luar negeri pula cukup kasih daun aja udah bersyukur. Jadi makasih ya mbak Manis karna mempertemukan saya dengan pujaan hati." percakapan mereka berakhir dan mereka pun sampai di tempat tujuan.
"Ini mas daunnya." setelah menerima daun dari Mbak Manis mas ojol pun pergi hendak berkencan dengan sang pujaan hati.
"Indahnya kehidupan.. Eh saya kan udah mati ya khihihi lupa." Mbak Manis masuk kedalam rumahnya.
***
Di malam hari tiga sekawan berkumpul mereka sedang mengantre untuk masuk ke pasar malam. Hari ini mbak Bolong, Mbak Manis, dan Kunti datang bersama karena mereka penasaran dengan Rumah Hantu yang katanya wahana terseram disana.
"Udah dapet tiket nih yuk masuk!" Mereka pun masuk ke dalam rumah hantu. Suasana mencekam mereka rasakan saat masuk kedalam. Berbagai hantu palsu terlihat sanget menakutkan.
"Kita keluar aja yuk hantunya serem." Kini Kunti sudah bersembunyi di belakang Mbak Bolong.
Satu boneka terjatuh memgagetkan mereka semua. Mereka melayang cepat menghindari para hantu di dalam sana bahkan mereka lupa kalau mereka adalah hantu asli.
"Huh hampir aja mati dua kali!! Dasar setan!" Mbak Bolong kini marah dan memaki patung hantu di sampingnya.
"Duh kayanya kita nyasar nih." Ucap Mbak Manis sambil menyeka belatungnya yang berjatuhan.
Di luar Rumah hantu...
"Kita kesana yuk!" Jin menunjuk ke arah rumah hantu tadi.
"Mau apa ke sana kan kita juga makhluk halus asli lagi." Wowo sambil memakan gulali di tanganya.
"Kan lumayan wo buat konten tok tok." Mereka akhirnya ikut masuk kedalam Rumah hantu itu.
"Aaaaaaaaaaaaaaaa!!!"
"Eh suara apatuh? Kok kaya kenal ya.. " Ucap Wowo
"Kita cari tau aja yuk!" Ketiganya mencari asal suara yang ternyata berasal dari Kunti dan Kawan nya.
"Kalian ngapain kesini?! " Mas ojol yang tadinya diam mulai buka suara karena melihat Mbak Manis.
"Kami tersesat dan tak tau arah jalan pulang.." Sahut Mbak Bolong lalu ketiga cowok itu membawa mereka menembus dinding sampai keluar dari rumah hantu.
"Wah kalian hebat bisa bawa kita bertiga keluar. " seru ketiganya bersamaan.
"Wah kalian bodoh,.. Hantu lupa diri hihihihi.. " Para makhluk halus itu membalas perkataan mereka.
Dan begitulah akhir cerita para hantu yang lupa akan diri mereka sendiri
~Tamat