Di suatu malam, Ada tiga Orang pemuda yang sedang piket Siskamling, Karena di kampung mereka ini sering terjadi pencurian di setiap rumah warga Desa. Sebut saja tiga pemuda itu,Parjo, Tejo, dan Petruk, mereka ini adalah bujangan lapuk Alias Bujangan tua. Di Usianya yang semakin menua ini, mereka belum juga mendapatkan jodohnya masing-masing.
Tak terasa malam pun semakin larut, Tiga pemuda itu masih terjaga dari tidurnya, di malam itu mereka saling bertanya satu sama lain untuk menghilangkan kantuknya.
"Eh Tejo lo kapan merit nya?" Tanya si Parjo memulai percakapan malam itu.
"Halah Lo tanya begitu ke gue kaya diri lo udah merit aja." Jawab Si Tejo.
"Sudah sudah,Sesama Bujangan lapuk jangan saling mengejek." Sahut Petruk menengahi mereka berdua.
"Iya ya, tanpa sadar ternyata kita sudah setua ini tapi kok belum dapat pendamping hidup." Kata Parjo mulai memikirkan nasibnya yang malang itu. Tapi bukan cuma dirinya sih. kedua sohibnya pun sama.
Di sana mereka saling mengejek fisik mereka masing-masing karena tak laku-laku.
"Eh Parjo lo kenapa belum kawin-kawin? padahal lo paling cool di antara kita berdua?" Tanya Si Petrik.
"Iya, pasti cewek-cewek pada suka sama lo, masa sih enggak ada yang mau nikah sama lo." Sambung Tejo saat itu.
Dengan Rasa Percaya Diri, Parjo pun menjawab kedua temannya itu.
"Biasa lah Gue terlalu keren jadi para cewek takut minder kali nikah ama gue." Jawabnya belagak sok Ganteng.
"Hem mulai deh narsisnya nih teman kita." Ujar Tejo pada Petrik.
Petrik pun hanya menganguk saja sambil tersenyum meledek, malam itu mereka bermain kartu namun bukan taruhan dengan uang, tetapi dengan mencemong wajah mereka dengan tepung setiap kali ada yang kalah permainan. Di permainan itu Petrik yang selalu kalah, Alhasil dia yang paling cemong dari pada kedua temannya itu. Di saat tengah Asyik-Asyiknya.
Tiba-tiba Di malam itu ada Dedemit yang berasal dari golongan perempuan bernama Kuntilanak, Yang tengah galau mencari pasangan. Kuntilanak itu setiap malam selalu berkeliaran mencari mangsa untuk di Jadikannya pasangan. Kuntilanak yang sedari tadi duduk di atas Atap pos Ronda, yang mendengar perbincangan ketiga pemuda itu tiba-tiba dia ketawa cekikikan.
"Hihihihi."
Suara kuntilanak itu mengagetkan mereka bertiga, Mereka pun langsung ketakutan. Di saat seperti itu, ketiga pemuda ini bukannya lari ketakutan malah berusaha mempertajam pendengaran mereka.
"Eh Lo pada dengar suara ketawa enggak?" Tanya Di Parjo pada kedua Sohibnya itu.
"I..iya tapi siapa iya Yang ketawa cekikikan begitu?"Tanya balik Si Petrik.
Lalu Kuntilanak itu menampakkan dirinya di hadapan mereka. Seketika itu juga, Parjo, Tejo dan Petrik pun ketakutan, Meski wajah hantu itu tertutup rambutnya tetapi mereka tetap merasa takut.
"Aaaaaa!" Teriak mereka bertiga ketakutan.
"Mas mau enggak Kawin ama Aye." Kata Kuntilanak itu semakin membuat mereka merinding.
"Enggak deh mending saya Jomlo sejati dah dari pada Kawin ama lu." Jawab Tejo.
Ketiga pemuda itu berniat ingin melarikan diri, tetapi Tangan dingin Kuntilanak itu telah lebih dulu memegang tangan Parjo. Parjo pun semakin ketakutan saat itu, sedangkan temannya berhasil menjauh dari sana.
"Woi... tolongin gue huaaaa." Teriak Parjo ketakutan sambil menangis.
Tetapi kedua sahabatnya itu malah menertawakannya saat melihat Parjo menangis seperti itu, Karena selama ini Parjo yang mereka kenal adalah Parjo yang paling kuat dan pemberani di antara mereka.
"hahahah Ternyata Parjo si pemberani takutnya sama Kunti. Udah lo lawan aja kuntinya, bila perlu lo cium tuh siapa tahu klepek-klepek sama lo." Teriak kedua sahabat itu sembari menertawakan Parjo. Karena saat itu pula Parjo kencing di celananya saking merasa takutnya.
"Eh dasar kalian, teman gak ada akhlak ya lo pade."Gertak Parjo saat itu yang masih ketakutan dengan kondisi celananya yang basah karena ngompol.
Saat itu juga si Mbak Kuntinya semakin kencang memegangi tangan Parjo, Dia pun semakin ketakutan di buatnya.
"Aaa Maak tolooong Huhuhu." Teriaknya lagi.
"Bang enggak usah takut, Aye kagak bakalan menerkam abang kok, Aye cuma ingin sama abang Hihihihi." Kata si Mba Kunti sambil ketawa dengan ciri khasnya.
"Aduh Mbak Kun, Jangan saya iya, sama teman saya aja noh. iya ya mau iya." Ucap Parjo gemeteran.
Kedua sahabat itu lama-lama merasa kasihan pada Parjo. Mereka pun berusaha membantunya. pertama-tama Tejo mencoba membujuk Mbak Kunti itu.
"Mbak Kun, tolong lepasin teman saya iya." Kata Tejo dengan nada suara ketakutan.
"Aah enggak mau, Saya suka dia. Kau pergi sana dia calon suamiku hihihihi." Jawab Si Kunti itu.
Saat itu Tejo dan Petrik mendengar ucapan Si Kunti itu, seketika pikirannya Traveling.
"Apa? Enggak salah Kunti ngomongnya bisa selembut dan semanja ini?" Tanya Batin Tejo saat itu
Saat itu pula Tejo dan Petrik saling berpandangan, seolah apa yang ada di pikiran mereka sama, Petruk pun hanya mengedikkan sedikit bahunya ke atas.
Selama itu pula, Rupanya Si Mbak Kunti itu semakin menempel pada Parjo dan tak jarang kepala Si Kunti itu di dorongnya, kerap kali dirinya mencoba mencium Parjo.
"Alamaak... tolongin gue woi." Teriak Parjo minta tolong.
Kedua sahabat Parjo pun terkejut saat melihat Kuntilanak itu yang semakin menyosor pada Parjo. Saat itu juga, Tejo dan Petrik kalang kabut di buatnya. Lalu mereka pun mencoba memukul Kunti itu dengan sebatang ranting pohon.
"Hai pergilah kau Setan, Jangan ganggu." Ucap Tejo sambil mulutnya komat kamit membaca ayat-ayat Qur'an yang ia bisa.
"Eh Tejo kok jadi nyanyi Mbah Dukun sih.Ini kita lagi ngadepin Kuntilanak." Kata si Petrik cengengesan.
"Oh iya hehe." Kekeh Tejo saat itu.Di saat tegang begitupun mereka masih sempatnya bertingkah humoris.
"Hihihi Pergi kalian dari sini, Biarkan dia menjadi suami saya cepat pergi!" Kata Si Kunti itu mengusir mereka berdua.
Di saat itu pula, Parjo pun menggeleng kepala, melarangnya agar temannya untuk tidak pergi dan meninggalkannya sendirian.
"Eh Mbak Kunti kita enggak akan membiarkan sahabat kita, Kalau Mbak Kunti mau ayo lawan kami dulu." Ujar Petrik sembari tubuh gemetarnya. walaupun sebenarnya dia merasa ketakutan akan sosok ghaib itu.
Lalu Mbak Kunti itu pun menghadang mereka berdua tanpa melepaskan genggamannya dari Parjo, Nampaknya Si Kunti ini sudah benar-benar menyukai Parjo. Dan terjadilah perang sengit antara dua anak manusia dengan Demit itu. Tejo yang memang paling kocak di antara dua sahabatnya itu, masih bisa-bisanya bertingkah konyol di saat tegang seperti itu.
"Eh Mbak Kunti kenapa mukanya di tutup rambutnya, pasti muka jelek iya hahahah."Ledek Si Tejo membuat Mbak Kunti itu marah dan menghajarnya. Kedua sahabat Parjo membuat Mbak Kunti itu berputar-putar saling kejar-kejaran, di saat kejar-kejaran itu, tiba-tiba celana Si Tejo melorot, Sontak para teman dan Mbak Kunti itu menertawakannya.
"Hahah... Jo pake celana yang benar dong." Ejek Petrik saat itu begitu pun Si Mbak Kunti yang saat ini sedang ketawa cekikikan.
"Hihihihi...."
"Eh Kunti berani iya lo ketawain gue." Hadang Tejo saat itu. Rupanya pemuda itu sudah tidak merasa ketakutan lagi dengan Sosok ghaib yang di hadapannya. Dengan keberaniannya dia pun mendekati Kunti itu dan menjambak rambut jeleknya dan Si Mbak Kunti tersebut melepaskan genggamannya dari Parjo berusaha memberontak.
"Ayo Jo terus Jo hajar!" Sorak kedua sohibnya itu.
Si Mbak Kunti yang kesakitan rambutnya di Jambak, dia pun berteriak sekencang-kencangnya sampai suaranya hampir terdengar satu Desa.
"Aaaa!"
Teriakan si Kunti itu memekakan telinga mereka. Sementara Tejo tak peduli dia terus menjambak Si Kunti itu. Hingga akhirnya teriakan dari Si Kunti itu, rupanya mendatangkan para kuntilanak yang lainnya dari arah berlawanan. Parjo dan Petrik yang menyadari hal itu sontak di buatnya terkejut dan meneriaki Tejo.
"Jo sudah Jo, Lihat Jumlah mereka banyak Jo." Teriak Si Parjo namun Tejo tak menghiraukannya dia terus sibuk membalaskan dendamnya, Karena tak terima di ketawain si Kunti itu.
Sosok makhluk yang berjumlah banyak itu, berjalan semakin mendekat ke arah mereka, Dengan kecepatan melayangnya mereka berhasil menangkap Parjo dan Petrik, Rupanya para Kuntilanak itu juga menyukai Parjo dan Petrik.
"Bang mau lari kemana, Udah sini aja temanin Aye, Aye kesepian bang, abang mau kan kawin sama Aye." Kata Si Para kunti itu.
Si Mbak Kunti yang di Jambak Tejo, Sesaat dia menyadari kawannya itu ingin mengambil parjo. Dia pun membanting Tejo sampai terpental,lalu dia merebut kembali Si Parjo dari genggaman para Kunti itu.
"Jangan dia milikku, Kau bisa ambil kedua temannya terserah mau pilih mana, tapi yang jangan." Ucap Si Mbak Kunti yang pertama datang tadi.
Si Tejo yang terpental Jauh, seketika langsung di kerumunin para Kuntilanak itu. Jumlah mereka yang banyak membuat Si Tejo ini ketakutan dan sampai kencing di celana pula, dia pun berteriak meminta tolong pada kedua temannya itu.
"Aaaa Tolongin gue Parjo Petrik." Teriak Si Tejo ketakutan.
Tetapi dia juga malah mendengar suara teriakan kedua sahabatnya itu, nampaknya kedua sahabatnya pun sama, mereka di keroyok oleh para Kuntilanak yang kebelet kawin. Rupanya Kuntilanak-Kuntilanak itu sedang mencari Jodoh dan sudah kebelet kawin, mereka tak peduli pasangannya mau dari kalangan manusia,Jin atau sebaangsa Demit lainnya, Yang terpenting para kuntilanak itu Kawin dan punya pasangan. Mereka semua pun membawa ketiga Bujangan lapuk itu ke suatu tempat, mereka di bawanya melayang oleh para kuntilanak itu. Selama itu Parjo, Tejo dan Petrik terus meronta-ronta ingin melepaskan diri dari mereka, Namun usahanya sia-sia, karena Jumlah mereka cukup banyak. Ketiga Bujangan itu pun berteriak histeris.
"MAAAKKK TOLOOONG !!!" Teriak ketiga Bujangan itu serentak.
~ TAMAT~