Siapa yang tidak mengenal Farhan seorang duda keren yang ditinggal mati oleh sang istri ketika pernikahan mereka baru genap satu bulan.
Penyebab kematian sang istri cukup serius dan tidak main-main. Mungkin kalian akan berfikir jika kematiannya karena terkena penyakit kronis atau mematika.
Tapi sebenarnya kalian salah besar, malah lebih parah dari itu. Kenapa, karena hal yang menyebabkan istrinya Farhan meninggal adalah tak lain karena tersedak biji durian, pas waktu itu mereka merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke satu bulan.
Sungguh ironis memang, karena kejadian itu Farhan harus menjadi duda dalam waktu sekejap mata. Padahal kalau di pikir baru sebulan lalu dia resmi menyandang status suami.
Itulah takdir, tidak ada yang tau pasti kapan kita bersama kapan kita berpisah, tetapi walaupun begitu kita harus yakin jika terjadi perpisahan makan akan ada pengganti yang lain.
Itulah selama ini hal yang menjadi pegangan hati Farhan untuk menemukan sosok pengganti almarhumah istrinya.
Seperti saat ini, Farhan sedang mengamati seorang wanita yang berstatus sebagai istri orang lain yang tak lain adalah tetangganya sendiri.
Wanita tersebut baru beberapa hari menikah dengan suaminya karena faktor perjodohan dari kedua belah pihak orang tua.
Panggil saja wanita tersebut Gendis. Gendis sendiri adalah sosok wanita yang periang dan ramah dengan semua orang yang dia temui, tak khayal jika sang suami Bagas sangat menyayanginya dan memanjakannya.
"Gendis mas pamit pergi dulu ya, kamu hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa cepat hubungi mas" Kata Bagas ke Gendis sembari mendaratkan sebuah ciuman sayang di puncak kepala Gendis.
"Iya mas, hati-hati ya" Balas Gendis.
Dan setelahnya Bagas pun pergi dengan mengendarai motor kesayangannya.
Di lain sisi, Farhan yang melihat keromantisan antara Gendis dan Bagas pun hanya bisa bersedih di dalam hati sembari pergi dari sana. Farhan terus berjalan tanpa arah berharap jika itu bisa menghilangkan sedikit rasa sesak di dadanya kala melihat kedekatan Gendis dan suaminya.
Karena capek berjalan akhirnya Farhan berhenti sejenak di bawah pohon yang rindang sembari menikmati hembusan angin yang sejuk dan memakan permen karet hasil kembalian kemarin pas belanja kebutuhan rumah.
Sembari mengunyah permen karet Farhan berkeluh kesah tentang nasibnya yang di tinggal mati sang istri dan malah sekarang suka dengan istri orang lain.
"Kenapa ya, kehidupanku ngenes banget. Udah di tinggal mati istri terus sekarang aku malah suka sama istri orang, yang jelas-jelas sulit untuk aku dapatkan dan aku hanya bisa menunggu jandanya saja" Sedih Farhan.
Tetapi tanpa Farhan sadari ada sosok misterius yang mendengarkan tentang keluh kesahnya di balik pohon itu, dan setelahnya hilang tanpa jejak.
Setelah merasa cukup lama beristirahat di bawah pohon rindang tersebut, Farhan kemudian memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya, di tambah juga hari sudah mulai siang dan perut Farhan juga mulai lapar.
Sedangkan di lain tempat, Bagas sedang mengendarai motor kesayangannya untuk menuju kembali pulang ke rumah karena urusannya sudah selesai.
Tetapi tiba-tiba saat di pertengahan jalan yang sepi, motor Bagas mati tanpa sebab, padahal selama ini Bagas selalu merawat motornya itu dengan baik tak lupa ia juga selalu membawanya ke bengkel setiap seminggu sekali, tapi kenapa sekarang malah mogok.
"Jojo kamu kenapa pakai mati segala, padahal kan sudah aku servis kemarin. Masak rusak lagi" Kata Bagas ke motornya itu yang ia beri nama Jojo.
Di saat Bagas sedang berusaha menghidupkan motornya itu tiba-tiba di belakangnya ada sosok misterius yang muncul tiba-tiba dan di sebelah tangannya membawa sebuah kapak yang gagangnya terbuat dari kayu.
Merasa ada sesuatu yang aneh di belakangnya Bagas kemudian mulai menengok kebelakang dan di saat yang bersamaan sosok misterius itu yang ternyata memakai sebuah topeng tengkorak di wajahnya, mengayunkan kapaknya ke arah Bagas.
Syuttttttt
DUAKK
"Hah.... selamat" Lega Bagas karena tepat saat itu ia bisa langsung dengan segera menghindari serangan tersebut dan malah mengenai motornya.
Tetapi kelegaan itu tak bertahan lama karena sosok bertopeng itu mulai menyerang Bagas lagi menggunakan kapaknya.
Bagas yang belum siap pun akhirnya terkena goresan kapak itu di bagian betis kiri.
"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Bagas dengan marah. Bukannya menjawab sosok itu malah terus mengayunkan kapaknya ke arah Bagas, tapi kali ini serangannya malah bertambah berutal.
Bagas yang awalnya kakinya sudah terluka lama-kelamaan mulai kuwalahan mengahadapi serang dari sosok bertopeng itu.
Alhasil Bagas banyak mengalami luka-luka di tubuhnya dan juga saat ini luka-luka tersebut mengeluarkan darah yang terbilang cukup banyak.
"Sa...ya mo..hon, ja....jangan bu..nuh saya" Mohon Bagas dengan suara yang terbata-bata karena lukanya tersebut.
Disaat kondisi Bagas yang sudah mulai terbaring lemas, sosok bertopeng itupun mulai mendekatinya dan dengan sekali tebas Bagas pun hilang dari dunia ini untuk selamanya, maksudnya mati seketika.
Setelah memastikan jika korbannya tersebut sudah tak bernyawa sosok bertopeng tengkorak berbaju hitam itupun hilang secara misterius seperti tak pernah ada sebelumnya.
Sedangkan Bagas, kondisinya sangat memprihatikan dengan kondisi tubuh yang terpisah karena tebasan serangan kapak yang terakhir tadi.
Tiga bulan semenjak kematian sang suami Gendis menjadi sosok yang kurang ceria lagi, ia sekarang lebih menjadi sosok yang pemurung dan suka bersedih tidak seperti dulu lagi.
Segala hal sudah di lakukan oleh kedua orang tuanya untuk membuat Gendis bisa ceria lagi, terapi semua itu hanya sia-sia.
Tetapi lain dengan Farhan, setelah berusaha selama dua bulan meminta izin kepada kedua orang tua Gendis untuk melamar gendis walaupun awalnya lamarannya di tolak oleh Ayah Gendis,
tetapi karena ke tulisan dan tekatnya yang kuat akhirnya setelah berbagai upaya ia lakukan Ayahnya Gendis pun mengizinkan dan memberi restu kepada Farhan tetapi dengan satu syarat, yakni Farhan harus bisa membuat Gendis kembali ceria dan tak bersedih lagi seperti dulu.
Karena cintanya dengan Gendis akhirnya Farhan menerima syarat tersebut dan dengan sabar selalu menemani Gendis dan mengajaknya mengobrol walaupun hal itu tidak pernah di tanggapi oleh Gendis.
Sampai suatu hari, di saat Farhan membawa sebuah mangkuk berisi tepung beras pesanan ibunya Gendis. Tanpa sengaja disaat itu ada kulit pisang di halaman rumah Gendis, karena tak melihatnya dan juga saat itu Farhan malah fokus melihat ke Gendis yang sedang menyiram bunga,
Farhan malah terpeleset kulit pisang itu dan alhasil mangkuk yang berisikan tepung beras tadi tumpah ke wajah Farhan sehingga membuat Farhan menjadi kelihatan putih.
Gendis yang melihat hal itu tidak bisa untuk tidak tertawa karena melihat wajah Farhan yang penuh dengan tepung sehingga menyerupai seperti kue putu yang memang berwarna putih.
Farhan yang melihat jika Gendis bisa tertawa lagi, langsung saja menghampirinya dan memanggil kedua orang tua Gendis untuk melihat jika Gendis sudah bisa tertawa lagi.
"Ayah, Ibu cepat ke sini Gendis sudah bisa tertawa lagi" Teriak Farhan.
Langsung saja Ayah Ibu Gendis keluar dengan terburu-buru untuk melihat apakah anaknya benar sudah bisa tertawa lagi.
Dan benar saja ternyata anak mereka sudah bisa tertawa lagi, tetapi saat mereka melihat ke arah Farhan mereka juga langsung ikut tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya mereka.
"Wahahahah....Le rupamu kok apek temenan koyok badut Ancol"
(Wahahahah...nak wajahmu bagus sekali mirip badut Ancol)
~TAMAT~