"Rasya kau harus antar aku ke perpustakaan!"Ucap Ayu menarik tangan Rasya yg masih sakit karna terjatuh diperpustakaan yg sama.
"Ayu.. nanti dosen datang.. gak tau waktu.. apa menariknya buku itu?"Bentak Rasya menarik tangannya lagi.
"Aku ingin membaca buku itu.. karna...buku itu ditulis dengan sebutan sebuah fandom besar!"Ucap Ayu menyakinkan teman laki lakinya.
(Fandom:sebenarnya istilah fandom ini bisa dipakai untuk kelompok apa saja.Namun, seiring berjalannya waktu, istilah tersebut sangat populer dan menjadi ciri khas di dunia Kpop. Di dunia Kpop, istilah fandom adalah akronim dari fans kingdom yang merujuk pada fans club dari idol Korea.)
"Fandom siapa? idol siapa lagi yg kau suka?"Rengek Rasya merangkul Ayu untuk kembali ke kampus.
"Ayolah.. aku ingin melihat buku itu!"Rengek ayu ingin sekali dan memaksa.
"Siapa penulisnya?"Tanya Rasya berniat ke ruang perpustakaan besar itu kembali.
"Hmmm aku tidak tau namun aku melihat nama idol besar dan juga nama fandomnya!"Ucap ayu dengan girang mengikuti Rasya kedalam perpustakaan.
"Dimana buku yg kau maksud?"Tanya Rasya melihat lihat buku.
"Itu dia!"Ucap Ayu menunjuk kearah pojok Utara sebelah buku ensiklopedia.
Saat ayu bergegas menarik buku itu, rasya tiba tiba menarik tangan ayu untuk menjauh.
"Jangan mengambilnya!"Ucap Rasya terlihat ketakutan.
"Ayo ikut denganku!"Tegas Rasya menarik tangan ayu untuk keluar dari perpustakaan itu.
Dan tanpa disangka ayu sudah merampas buku itu dari tempatnya.
"Itu buku terlarang,lupakan buku itu dan kembalilah ke kelas kau mahasiswa baru jangan banyak berulah !"Ucap Rasya menarik tangan ayu untuk kembali ke kelas.
Ayu menuruti perkataan sahabatnya itu yaa karna dia sudah mendapatkan buku dari penulis ARMY.
Saat hari sudah sore dia kembali ke kosannya yg kecil yg cukup untuk dirinya seorang.
Cahaya yg sangat minim namun hanya ini yg bisa dia sewa dari uang yg diberikan ayahnya yg ada di kota Bandung.
Ayu POV
Aku salah satu dari jutaan orang dari fandom yg sama seperti penulis dari buku itu.
Namun aku hanya mendukung tidak memaksa diriku untuk membeli album albumnya.
Hmm setidaknya aku mendukung mereka lewat setiap ajang nominasi.
Aku bukan ARMY garis keras,aku juga perhitungan dengan uang yang aku keluarkan,ya.. bisa dikatakan aku bukan ARMY sultan.
Saat aku melihat kata Army dibuku ini dan juga foto 7 orang laki laki yg tertempel didepan sampul bukunya, aku tertarik untuk membacanya.
Ini bukan buku yg seperti isi pengantar dan lainnya,ini tulisan tangan.
Sebentar apa ini buku diary? aku kira ini buku tentang 7 orang laki laki,ahh aku tidak tertarik atas kehidupan orang lain.
Aku memutuskan untuk membuangnya di depan kamarku,aku tidak ingin mengetahui kehidupan orang lain.
Aku beranjak tidur karna besok aku ada kelas pagi pagi.
**********
Matahari bersinar dari celah jendela yg memiliki cahaya yg redup.
"Ahh akan hujan sepertinya!"Gumamku melihat ke luar jendela.
Aku bergegas berpakaian dan mengambil tasku,ehhh tunggu,buku kusam itu kembali? kenapa ada di mejaku? aku ingat jelas jika aku sudah membuangnya.
Aku melihat ke arloji dari arloji terlihat seorang wanita dibelakangku.
Aku melihat ke belakang namun tidak ada apa apa lalu perempuan itu siapa?
"Tok..tok...tok.."
Suara pintu pelan itu menjadi menakutkan bersamaan dengan suara gemericik hujan serta petirnya.
"Ayuuuuuu!"Panggil seseorang dari balik pintu.
"CARI AKUUUU !!!"
"tunjukkan dirimu!!"Bentakku memberanikan diriku.
Secara perlahan buku kusam itu terbuka lembar perlembar.
Author POV
Perlahan namun pasti buku itu terbuka lembar perlembar.
"Siapa kau!!!"Bentak
"Tasya !"jawabnya
"Aaaaaa"Triak Ayu terbangun.
"Ohhh ya tuhan... aku bermimpi syukurlah aku bermimpi!"
Tring...."Telpon rumah.
"Hey .. bangun ini sudah pagi,kau tidak berangkat !!!!"triak Rasya membuat telinga ayu hampir meledak.
"Kau tidak perlu triak triak!!!"Bentak Ayu bergegas memakai pakaiannya tanpa mandi karna sudah telat untuk masuk kuliah.
"Cepatlah!!!"Bentak Rasya dari sebrang telpon.
Ayu pun menutup telpon dan bergegas keluar dan mencari kendaraan umum.
"Hey.. kau dari kampus Cakra Ghani?"Tanya seorang perempuan cantik yg juga sepertinya telat juga.
"Iya,aku mahasiswi baru disana!"Ucap Ayu yg terlihat canggung.
"Kenalin aku Tasya anak tehnik!"Jawab Perempuan itu menjulurkan tangannya.
"Ayu,kita jurusan yg sama,tapi kenapa aku belum pernah melihat mu?"Tanya Ayu memberanikan dirinya untuk sedikit akrab.
"Eeeee karna... karna.. aku baru pulang dari luar negeri!"Jawab Tasya yg mengada-ngada jawabannya.
Sampainya didepan kampus Tasya menarik tangan ayu untuk turun dan berlari kedalam kampus.
Namun tiba tiba Ayu menarik tangannya kembali saat melihat Tasya yg melayang.
"Kamu kenapa?"Tanya Tasya
"Ahh tidak,tidak papa!"Jawab ayu yg seperti halusinasi.
Ayu POV.
Aku melihat kakinya melayang tadi,dia tidak menyentuh tanah.
Ehh dimana dia? dia menghilang?
"Rasya!!"Panggilku melihat Rasya yg ada diluar kelas.
Rasya bergegas menghampiri dan mengajakku ke kantin.
"Kamu mengambil buku itu?"Tanya Rasya dengan wajah yg amat serius.
"Buku apa?"Tanyaku yg tidak mengerti.
"Buku yg kau minta kemarin!"Jawab Rasya yg seperti ketakutan.
"Memang ada apa?aku mengambilnya tapi sudah aku buang kemarin,itu buku diary!"Jawabku dengan entengnya.
"Ayu.. kenapa kamu keras kepala!!! kamu mulai kamu juga yg mengakhiri!"Ucap Rasya pergi begitu saja.
"Aku tidak mengerti Rasya!!!"Kejarku
"Aku mohon jelaskan padaku,kenapa kau marah padaku..!!"
Aku tidak suka dia mencampahkan diriku begitu saja,apa kesalahan ku padanya?
"Tutup mulutmu jangan cari aku!!"bentaknya pergi meninggalkan aku begitu saja.
"Rasya!!!"
Aku tidak tau apa kesalahannya saat aku mengambil buku itu lagi pula buku itu sudah aku buang kemarin.
Tunggu.. kenapa ada didalam tasku?
Ahh sudahlah aku harus bergegas ke kelas
Saat jam istirahat aku membuka buku diary itu dan aku membacanya.
Yaa mungkin sesama fandom,itu membuatku ingin membacanya.
Disini tertulis jika dia seorang fandom Army,ya dia KPop stan seperti diary biasa biasnya Suga.
Namun sekian halaman yg aku baca tulisannya mulai ada samar samar pudar sebuah tinta pena,apa dia menangis menulisnya? atau tidak sengaja terkena air?
Dia mengatakan jika keluarganya mulai berantakan dan.. ayahnya menyakiti hatinya berkali kali.
Bukan karna harta,namun karna ibu sambungnya.
Mempunyai ibu tiri rasanya sangat menyenangkan ketika seorang ibu kandung pergi,namun itu menjadi terbalik,kenapa ibu sambung yg aku idamankan malah ingin mencoba membunuhku berkali kali,mungkin itu inti dari satu halaman yg dia buat.
Dia disakiti bah layaknya sebuah sinetron dimana dia disayang saat ayahnya dirumah dan disakiti secara mental maupun fisik ketika ayahnya pergi.Hari kian berlalu dia mengatakan jika dia bisa berubah wajah cemberutnya menjadi sebuah senyuman ketika dia mengenal sebuah boy band,dia tidak lupa dunia nyata namun dia lebih suka dunia Maya dia disini dan idolanya di Korea.Memang tidak salah mencintai tanpa harus memiliki,selagi itu masih membuatmu bahagia ohhh sungguh kutipan yg luar biasa.
Hati yg begitu sakit berubah ketika dia mengenal banyak teman,ada juga teman yg sefrekuensi yg dapat membuatnya lebih kuat.
Rasa rapuh yg dimilikinya kian mudah ia lewati,jujur aku yg membaca buku diary ini ikut tersenyum.
Namun lembaran demi lembaran berubah ketika seorang army ini menulis kata akan mati di beberapa lembar berikutnya.
Sejenak aku berpikir,apa ini pengaruh dunia keduanya?
Ternyata tidak,ayahnya menghancurkan dunia keduanya, menghancurkan semua yg ada senyuman, tawanya,bahkan hati lembutnya.
Hatiku terasa teriris membacanya bagaimana seorang ayah kandung menghina anaknya hanya karna istri keduanya,entah hina apa maksudnya aku tidak mengerti.
"Ayu!"
Aku sontak kaget melihat ke arah pintu itu Tasya
"Hey!"Sapaku.
Aku kaget setengah mati melihat Tasya berlumur darah di kepalanya.
"Ahhhrghhh!"Aku gemeteran.
"Kau mengerti tulisanku?"
Suasana seperti sepi bahkan seperti tidak ada manusia lagi selain aku dan Tasya yg entah dia manusia atau bukan.
Setelah mendengar Tasya aku melirik ke buku yg masih aku pegang erat.
Tertulis Nama Tasya di antara foto 7 orang yg berpakaian rapi.
"Apa maumu?"
"Ayo berteman!"ucapnya menjulurkan tangannya yg penuh darah dan luka.
"Tunggu.. apa maksudmu? kita tidak bisa berteman beda dunia!!!"Tegasku
"Kenapa? temanku dari kalangan mau berteman,mereka yg membuatku merasakan hidup,mereka yg membuatku tersenyum dan mereka juga sepemikiran juga denganku!"Ucapnya dengan senang.
"Aku bunuh ayu!"
Aku dibuat gemeteran dengn kata katanya
"Ayahku.. ada dipenjara,ibu sambungku... dia hihihihi hahaha dia menjadi gila karnaku!"
"Kenapa? kau menyakiti mereka juga? apa bedanya kau dengan mereka? ini bukan Tasya yg sebenarnya,jadilah diri sendiri dan hidup diduniamu!"Ucapku
"Cintai dirimu sendiri Tasya,love yourself!"
"Biarkan orang melempar batu kepadamu,jangan membalasnya,itu akan melelahkan!"
"Aku tau keraguanmu itu walau kmu berbicara didalam hati!"
"Aku juga mengalami hal seperti mu.. disakiti walau tidak sebesar dirimu namun sekarang aku sadar jadi aku harus mencintai diriku sendiri!"ucapku
Aku mengeluarkan apa yg seharusnya kata kata yg aku keluarkan.
"Sebaiknya jangan kau dendamkan,sampai kapan kau akan balas dendam? bukankah sebuah kematian harus menenangkan?"
Kenapa dia diam? apa aku salah bicara?
"Aku tidak bisa menggapai itu!"ucapnya
"Jika kau tidak mampu terbang,larilah.Jika tidak mampu berlari berjalanlah,jika tidak bisa berjalan merangkaklah,setidaknya kamu maju walau dengan cara merangkak!"
"Jika kau percaya tuhan,percayalah Tuhan tidak pernah tidur,dia akan memberimu jalan untuk mencapai kesucian abadi!"
Aku tidak tau kenapa mulutku ingin berbicara begitu,aku tidak pernah bertemu Tasya namun rasanya sungguh dekat.
"Aku tidak pantas akan keabadian itu!"Ucap Tasya mengalahkan dirinya.
"Tidak ada yg tidak pantas,kamu berhak bahagia tidak ada yg tidak sempurna!"
Aku mendekat memberanikan diriku "Aku takut denganmu,namun ada baiknya kamu melihat kedua orang tuamu sebelum kamu mau pergi !"Ucapku berani menggenggam tangan darahnya.
------------------
"Itu ayahmu?"Tanyaku walau hanya diriku saja yg bisa melihat Tasya.
Dia mengangguk
"Siapa kamu?"
"Aku ayu,teman Tasya om..!"
"Maaf om percaya atau tidak, namun.. Tasya masih disini menunggu sebuah kata yg mungkin bisa membuatnya tenang dan bisa kembali ke dunianya!"
Aku melihat sebuah penyesalan dari ayahnya dengan tangan dingin itu ayah Tasya sudah membunuh putrinya sendiri.
Dengan menghantam tubuh putrinya ke sembarang tempat.
"Tasya... papa minta maaf!!!"Isak ayahnya menjatuhkan air mata.
"Papa minta maaf... papa khi..khilaf saat itu.. papa minta maaf.. nak.. kamu boleh dendam dengan papa tapi.. kamu harus pergi nak.. jika ada keberuntungan papa akan mencarimu kesana !"
Aku melirik ketasya dia tampak tersenyum senang mendengar ucapan ayahnya.
"Aku akan pergi papa!"
"Tasya bilang dia akan menuruti,dia akan pergi!"Ucapku menyampaikan pesan.
--------------------
"Kau tampak cantik jika tersenyum!"ucapku untuk memujinya.
Dia membalas dengan sebuah senyuman
"Aku ingin nanti kau bertemu dengan mereka!"Ucap Tasya.
Aku mengangguk setuju apa yg dia minta
"Kau mau sampaikan pesanku nanti? itu pun jika kau ingat!"
"Apa?"tanyaku
"Maaf tidak ikut berjuang bersama lagi,aku pergi duluan bahkan aku belum mendapatkan jabatan tangan mereka!"Ucapnya walau dia tidak begitu kecewa namun dia tampak seperti berharap akan hal itu.
"Aku akan menyampaikan hal itu!"
"Aku senang bertemu dengan teman manusia seperti mu!"
-------------------
Aku sendiri lagi ditepi bukit menikmati pemandangan setelah membakar buku itu,Rasya? ahh entahlah dia kemana,aku tidak peduli.
Dia tidak datang ketika aku butuh bantuan,aishh aku kecewa berteman dengannya.
Yang pasti dia akan kembali dan Tasya apa dia bagian dari bintang sekarang? ada sinar yg begitu terang di antara jutaan bintang.
"Ayuuuuuuu!!"panggil Rasya yg datang seperti jailangkung.
"Apa?"Tanyaku.
"Ahh dasar sialan,kau mau lihat jalan kemari pakai senter jangan memakai light stickku!!!"ucapku merebut nya.
"Kau mau lihat hadiah tidak?"
"apa?"
Dia memberi kan light stick itu dan menunjukkan tiket pesawat dan tiket konser.
"Ayo kita melihat pangeran impianmu!"Ucapnya dengan girang.
Rasanya seperti pesta yg pasti aku akan menemui mereka,dan aku akan menyampaikan pesan Tasya tentunya kepada 7 orang idol itu.
bangtan son-yeongwa naega galge
BTS I will come someday