Saat malam malam menjelang di pohon pisang ada putih putih dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya dia menangis sampai teman pocong nya pun datang ,
" Ehhh kunti kamu ngapain nangis di atas pohon turun Napa gue gak bisa naik pohon " teriak si permen , pocong yang suka jail dan menapakkan dirinya pada orang orang yang lewat ,
" Hiskk .... Permen gue mo di jodohin sama si vampir lokal kata emak dan gue gak mau " ucap si Kunti , Kuntilanak yang suka ketawa Tiwi di pohon pisang dan cengeng ,
Seraya turun dari atas pohon .
" Ya elah Kun terima aja kali , siapa tahu tuh vampir lokal ganteng kan "
" Ahh kamu mah gitu " kesal si Kuntilanak saat si permen atau pocong tersebut mengatakan bahwa dia harus menerima nya .
" Ngomong ngomong si Suzi di mana kok gk kelihatan " tanya si Kuntilanak pada pocong permen tersebut
" Biasalah Suzi lagi ngesot nakutin para dokter di rumah sakit " jawab si permen
Suzi ialah suster ngesot yang hobinya nakutin dokter dan para pasien di rumah sakit ,
Keesokan harinya di rumah si Kunti , permen dan Suzi , serta vampir lokal ada sebuah surat untuk mendapatkan harta karun tapi permainannya harus bisa menakut nakuti orang yang lewat di sekitar tempat yang gelap dan sepi yang jarang di lewati para manusia.
Pada malam harinya si hantu permen, Kunti , Suzi dan vampir lokal tersebut pun berkumpul di sebuah jalan yang sepi dan gelap .
" Kun kamu juga dapat surat itu , " tanya Suzi yang ngesot di bawah
" Bukan cuman Kunti , tapi kita semua dapat Suzi " ucap si permen
Dan Kunti merasa terkejut ketika ada yang memanggilnya dari belakang
" Kamu Kunti kan " ucap vam sai vampir lokal
" Ehh kamu siapa kok tahu nama ku " tanya si Kunti
" Aku vam vampir lokal yang mau di jodohin sama kamu"
Ucap si vam, vampir lokal tersebut ,
Dan teman teman si Kunti pun menatap si kunti dengan senyum senyum menggoda , setelahnya tak alam ada orang lewat menggunakan motor ada dua orang di motor tersebut seketika misi pun di jalan kan , karena terkejut si pocong pun dengan refkek berguling di atas aspal
" Ihh Udin lihat jalan dong Napa berhenti sih ini jalanan sepi tahu "
" Ahh kirum tadi aku lihat kayak ada yang guling guling di depan " ucap teman yang membonceng si Udin
" Guling kali " ucap Udin asal
" Hah ngawur kamu mana ada guling di jalan "
" Ya juga sih ya , udah lanjut jalan lagi motornya keburu tengah malem "
Akhirnya dua pemuda manusia tersebut pun melajukan motornya kembali
Seketika para hantu pun terbengong
" Soplak tu manusia masang permen pocong di bilang guling sih " kesal si permen karena gagal
" Hahaha hahah" tawa si Suzi karena mendengar permen adalah guling di jalan
" Ihihihi hihihi" tawa si Kunti karena merasa lucu dengan teman hantunya itu
" Nah Suz ada yang lewat itu cepet sana takut takuti " ucap si Kunti
" Lalu si Suzi mengesot ke tengah jalan karena si pengemudi mobil tak melihat jadi si Suzi sempat tertabrak dan gepeng di tengah jalan, sontak teman temannya tertawa
" iHihihi hihihi"
" Hahaha "
" Hahaha"
Tawa mereka semua"
" Suzi bodoh ngapain ketengah di pinggir juga bisa " ucap Kunti
" Lanjut ada yang lewat lagi tuh sekarang giliran si Kunti ayo kun " Ucap si permen
Lalu si Kunti ketawa ketiwi sambil melayang di depan pengendara motor Sontan di pengendara terjatuh dan lari terbirit butir karena takut dan motornya pun di tinggal
" Ihihihi hihihi hihihi aku berhasil hihihi" ucap si Kunti kesenangan
" Uhuuu "
" Huiii"
Girang teman temannya karena si Kunti berhasil
Lalu sekarang giliran si vam dia terbang melayang di dealn pengendara mobil dan me dekat tapi si pengendaranya terus melajukan mobilnya dan si vam terbang ke atas karena tak mau ke tabrak , lalu mobil tersebut tiba tiba saja mogok , karena si pengendara takut akhirnya keluar dan lari ketakutan
" Ehh para hantu somplak ada yang jalan tuh kita takuyin bersama yuk " ucap si permen
Lalu mereka pun menakuti duabornag yang sedang berjalan yaitu pak hansip yang sedang berpatroli
Si Kunti muncul melayang bersama si vam , sedang kan Suzi dia ngesot ngesot ke tengah jalan , dan permen pun meloncat loncat menyebrangi jalan
" Ihihihi hhihi hihi hihi" ketawa kunti dan Vam yang terbang melayang
" Ucluk ucluk ucluk " lompat si permen
" Street sreet seret" ngesot si Suzi
" Ehh dun ada MBK Kunti sama mas vampir melayang tuh , juga ada suster ngesot sama poci si pocong " ucap si Rahmat yang melihat perkumpulan hantu sonplak yang ingin menakuti nya tapi gagal karena ia tak merasa takut
" Ahh iya katanya di sini sering di jadiin perkumpulan sama hantu somplak yang nakutin orang ya " ucap si dudun
" Hehe iya tapi kayaknya kali ini gagal mereka yuk lanjut patroli" lalu ke dua hansip tersebut berjalan lagi dan betapa terkejutnya ketika si permen berada tepat di depan wajah mereka
" Waaa" teriak si permen di hadapan kedua hansip tersebut
" Uwaaa dudun ayo lari "
" Hah... Hah.." merinding aku dun" kata Rahmat yang sedang mengatur nafasnya ketika sudah sampai di perkarangan desa yang banyak orang nya
" Ya , Mat aku juga , itu hantu muncul depan muka ku "
" Ihihihi hihihi "
Ketawa si Kunti dan teman temannya juga ketawa karena berhasil menakuti kedua hansip tersebut ,
" Kasian mereka katanya kita gagal ehh ternyata dua orang itu takut juga hahah" ucap girang si lermen dan loncat loncat
" Ehh suz katanya dia orang tadi kita hantu somplak kan , ya emang kita somplak , nakutin orang tapi tak serem " ucap si Kunti yang memang merasa dia hantu yang somplak juga karena teman temannya itu
" Bener juga kamu kun, tadi aja si permen guling guking di jalan Giman gk somplak coba "
Dan si vam hanya menyimak perkataan mereka saja , sebenarnya dia juga senang telah berhasil menjalankan misi tersebut bersama Kunti , dan kawan kawan somplaknya .
Tak lama sebuah cahaya muncul dan kotak merah ada di depan mereka , lalu mereka pun membaca surat tersebut
" Selamat para sekumpulan hantu somplak kalian berhasil menjalan kan misi dan ini hadiah kalian berupa telur dan tiket pariwisata ke taman bermain " tulisan tersebut di bacakan oleh si vam, vampir lokal tersebut,
Dan seketika mereka semua bersorak senang .