Tendangan demi tendangan melayang ke arah tubuh Indri, teman sekaligus sahabat yang dianggapnya seperti saudara kini menghajar tubuh mungilnya di perkebunan.Sakit, sakit, sakit, seluruh tubuh Indri sakit tak tertahan. Berkali kali mulutnya mengeluarkan darah berteguk teguk. Tetapi, semua itu seakan menjadi hiburan yang sangat sempurna bagi ke tiga wanita itu.
Tasya seorang perempuan yang sangat lembut di sekolah kini berubah, dia menjambak rambut Indri dan sekuat tenaga ia menyeretnya ke arah parit yang ada disana. Rasa perih yang tak tertahan membuat Indri menjerit dengan keras. Suaranya tertahan ketika dia dipaksa menelan air parit yang kotor itu. Dirinya di tenggelamkan dan di pukuli dengan kayu kebun.
Dia berusaha bangkit dan menjauh dari tempat itu, Jalannya yang tertatih membuat sahabatnya dengan mudah memblokir jalan keluar.
"Hei!! mau kemana kamu,kita belum selesai!"Ucap Vanya sambil membelai lembut kening Indri yang sudah beraliran darah.
"Ayolah!! jangan membuat semua rencana ku gagal karena kamu lolos melarikan diri. manis" ucap Rani.
Matanya beralih memandang gadis berhijab hitam itu dengan suram, sambil mengingat kalau dia pernah ada hubungan dengan gadis itu.
"Ada apa kau melihatku seperti itu, Hony." Suara gadis itu menambah sayatan di hatinya.
*Apa?aku tak percaya ini semua, kakak yang ku sayangi sepenuh hati bersikap seperti ini kepadaku?. Jelaskan apa maksud semua kegiatan keji ini padaku* suara Indri yang sudah tidak bersuara karena rasa sakit yang sudah tidak bisa dirasakan. Pandangannya seketika kabur, telinga nya berdengung ia sudah tidak bisa mendengar suara teman dan kakak perempuannya. Tubuhnya tersungkur di tanah kebun yang lembab itu. Kegelapan malam menenggelamkan segalanya. Semua misteri yang menjerumuskan dia ke neraka tidak ada seorang pun yang tahu, hanya ada pepohonan ketela dan tanah kebun yang menjadi saksi bisu atas kejahatan mereka malam itu.
+++++++----++++++++++----++++++---+++++++----+++++++++---+++++++------++++++---+++++++-------+++++++
CUT.
”OKEY, masuk nih buat cerita. peran lo cocok semua."
"Eh bentar, tolongin dulu itu Indri kasian, kumel bener kek gembel."
"Jahat banget sih jadi orang." gerutu Indri bangkit dari acting tersungkur lantai kebun.
"Diam lo setan." kekeh Rendy sambil merapikan tanaman singkong yang patah.
"Vin gimana?" Tanya Reni kepada kameramen.
"Vinn!!!" teriak Reni.
"Apasih iya nih udah kok, cantik marah terus. Aku kan ngak bikin kesalahan. Hamilin kamu aja belom, udah marah marah." sahut Kevin membuat semua rencana party mereka semakin seru.
"Langsung aja Vin, mumpung sepi nih. Gue pengadil ya." sahut Rendy semangat.
"Hussstttt... ngomong apaan sih, udah nikahin aja. masih segelan tuh Reni. Kalo nikah main tumpang tindih kan dapet pahala." kekeh Tasya menimpali.
pasangan sejoli itu dibuat kikuk mendengar teman teman nya sudah mengetahui hubungan gelap mereka. Tapi tidak dengan Risma pemeran kakak dalam drama satu menit itu.
"Kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan semasa hidupku adalah aku berpikir kalian akan mengerti dan memahami ku seperti aku memahami kalian." dalih Risma.
"Aku ingetin kalo kalian lupa, gua baru putus. ga usah bikin ati nambah nyesek deh. Mana muka Kevin mirip lagi sama si Babi." ucap Sadgirls dengan sendu.
"Hahahaha... udah jadi Sadgirls dia. Yang lemah yang Ris, kamu kan orangnya cengeng jadi bunuh diri aja sekalian di sini. Mumpung sepi! hehehe.." kekeh Rendy .
"Dasar monyet ga punya hati." kesal Risma.
Langit hitam dan cahaya bulan menemani tawa mereka, buaian angin malam seakan membangkitkan gairah. Aura kemistisan mulai muncul di perkebunan singkong itu.
"Hanjengg.. hinks hinsk." *bersin*
"Pulang yukk, besok lagi. Dingin ih...." Sahut Indri membelai kedua pundaknya yang bergetar.
+++++++-----++++++---------+++++--++++-------++++----+++++---+++++---++------+++++--------+++-----+++------+++++
jika dia bisa membuatmu bahagia ,,,
walau hati ku terluka aku relaaa,,,,
aku kan mencoba tuk lupakan kisah kita,,,
walau hati ku terluka ku trimaa,,,,,
haaa.a....
" Sadgirls gini amat ya, jadi kasian pengen masukin ke panti asuhan." Gercep Vanya pagi hari di kelas mereka.
" Dateng dateng itu salam kek, nyapa kek, tanya kabar kek, ngasih hadiah kek , apa kek,, ni malah nyungsupin ke panti asuhan. Emang muka gue kaya anak jalanan apa." kesal Risma.
"Ya ampun, kasian banget njirr. Pengen gua masukin ke kuburan kek." receh Vanya.
"Kek, kek, emang gua kakek nenek lo!!." sewot Risma berapi api.
Emang kalo Sadgirls bawaannya pen ketawa mulu, inget inget dulu pernah dibeliin ice cream dan sekarang dia minta ganti rugi,. kan. ansoy gitu..
"Cekek Rendy Ris, kalo lu murka. Ikhlas gua."
"Lah, emang gue mau gitu jadi korban?. sorry ya walaupun muka gue ga support, gua juga bisa lihat mana yang bergizi tinggi." Cerocos Rendy yang duduk disebelah mereka.
"Gimana udah disetor belum video horor kemarin?." Tanya Indri disela perbincangan mereka.
"Udah kek nya, ga tau juga sih tanya aja sama Kevin." sahut Rendy.
" Gimana perasaan Lo sekarang Ris? udah makin buruk apa sudah bouruk?." tanya Indri lagi.
"Udah sinting ni anak, bocah gini lu tanyain kabar? malah kebakar dia." sahut Rendy cekatan.
" Ren lu kemarin ke Indomaret ngapain?." tanya Indri kepo.
" Jualan bakso!, ya beli keperluan glow up lah."
" Ren lu kemarin habis pulang dari kebon, lu jadian ya sama Maya?"
" Ngak!, gua ditolak. puas Lo."
" Ren, bapak lo kemarin kerumah gue tau? Lo tahu ngk alesannya apa nyamperin rumah gue malem malem?"
"Ngak tahu ndri, Lo lama lama ngeselin yah."
"Ren, cara dapetin Melvin teman Lo gimana?."
"Gampang, Lo bunuh aja diri Lo dan Melvin. dijamin seratus persen masuk neraka."
" Ih ,, ko gitu."
"Lagian lo banyak nanya ke Dora."
......Sekian.....