Malam ini adalah malam tersial bagi Sifa, bagaimana tidak, Bos pelit nya meminta dia menyelesaikan pekerjaaan nya meskipun sudah larut malam, akibatnya dia harus pulang sendirian di tengah malam yang sunyi.
" Iishh dasar bos kere udah di suruh lembur, gak di kasih makan pula, dan sekarang aku harus pulang sendiri. Hhh, mana ada bis di jam segini !" Gerutunya tak henti-henti semenjak dia keluar dari tempat kerjanya, ia berdiri di halte bis dekat kantornya, hembusan angin malam membuatnya merinding kedinginan.
" Nih hp juga kenapa mati..benar benar sial aku malam ini, semoga aja masih ada bis yang lewat" Do'a nya penuh harap. Dan sepertinya dewi keberuntungan masih berpihak padanya, tak lama kemudian sebuah bis berhenti di depan nya, Sifa bergegas naik.
Bulu remang Sifa tiba-tiba berdiri begitu ia memasuki bis itu, aura horor begitu terasa sangat kental. Di dalam bis hanya ada tiga penumpang saja, Sifa mengambil tempat duduk dekat jendela dan tak jauh dari pintu.
Tujuan nya adalah supaya dia bisa dengan cepat keluar bis, karena mata nya menangkap sosok penumpang yang tak biasa di ujung jok belakang bis.
" Kenapa dewi keberuntungan melarikan diri, dia malah memberiku teman seperjalanan seperti itu" Batin sifa ngeri, sosok yang di balut kain putih itu menatapnya tajam lewat kaca spion, seolah-olah dia mendengar keluhan Sifa.
" Jauh...jauh..jauh. Aku hanya bercanda...aku tidak keberatan di temani oleh tuan..oh tidak! bukan begitu maksud ku..aku tidak keberatan tuan di sini " Sifa menutup wajahnya sambil menggeleng gelengkan kepala, menolak tatapan tajam sosok menyeramkan itu. Kedua penumpang lain memperhatikan nya dengan aneh.
Sifa segera berlari turun saat bis itu berhenti di dekat gang rumahnya. Tanpa menoleh lagi ke bis yang di tumpanginya dia terus berjalan ke arah rumah nya yang lumayan jauh dari jalan raya.
" Hhhh, syukurlah pocong itu tidak..aaaaakh!!!" Sifa berteriak kencang ketika dengan tiba-tiba sosok yang ada di bis tadi kini ada di hadapannya. Padahal dia baru saja bernafas lega.
" Kenapa kamu mengikuti ku...aku sudah melarat ucapan ku tadi..huuss..pergi..pergi !!!" Serunya kalap, ia berusaha berlari tapi kakinya rasanya begitu berat untuk di gerak kan.
" Tolong jangan berteriak terus..seperti melihat hantu saja " Pinta pocong itu pelan. Mulut Sifa melongo lebar.
'Apa dia hantu hilang ingatan' pikir Sifa heran.
" Aku hanya ingin mengantarmu pulang dengan selamat. Ayo !!" Ujar Pocong itu tanpa merasa bersalah sambil meloncat loncat mendahului Sifa.
" Ta..tapi...rumah ku sudah dekat! Aku bisa pulang sendiri" Ucap Sifa menolak nya dengan halus.Siapa juga yang mau di antar oleh hantu pocong.
" Kenapa? Kamu malu jalan sama saya?" Tanya pocong itu terlihat tidak suka.
'Bukan malu, tapi takut' Jerit hati Sifa semakin menciut.
" Jangan takut..anggaplah ini permintaan terakhir ku Sifa!" Lagi-lagi ucapan pocong itu membuat Sifa melongo kaget, karena dia tahu namanya.
" Bagaimana kamu tahu namaku?" Tanya nya mulai tenang, rasa takutnya berangsur angsur menghilang.
" Aku Rico...karyawan perusahaan tetangga kantor mu " Hantu pocong yang bernama Rico itu mengenalkan diri.
" Maaf..tapi aku tidak mengenalmu"
" Tidak apa-apa, selama ini aku hanya bisa melihat mu dari jauh saja" Rico tersenyum manis, mungkin itu di pikiran Rico, tapi di mata Sifa senyum itu sangat menakutkan.
" Mmm..sejak kapan..kamu menjadi hantu?" Tanya Sifa pelan dan hati-hati, takut menyinggung lagi. Kini ia berjalan berdampingan dengan Rico. Entah kenapa malam ini terasa sangat sepi, tidak ada anak muda yang biasa nongkrong di gerbang gang.
" Sudah tiga puluh sembilan hari " Jawab Rico pelan.
" Kenapa..apa kamu sakit ?" Sifa semakin penasaran dengan sosok Rico.
" Tidak...aku terpeleset di parit "
" Apa! kok bisa!?"
" Bisa lah, orang paritnya dalem"
" Kalau dalem bukan parit namanya! Itu sungai!" Sifa mengelus dadanya pelan.
' Ini hantu benar benar amnesia kali ya' Rutuknya dalam hati.
Mereka berhenti di depan rumah Sifa. Keduanya berdiri saling berhadapan.
" Mungkin ini yang terakhir aku melihat mu, saat matahari terbit nanti aku sudah tidak akan ada di dunia ini lagi. Tapi aku bahagia karena di hari terakhir ku ini bisa menemani mu walau pun hanya sebentar " Ucap Rico pelan.
" Kenapa kamu melakukan semua ini padahal kita tidak saling mengenal ?" Sifa menatap Rico bingung.
" Karena aku menyukai mu! Sejak dulu sampai saat ini, aku memang tidak punya keberanian untuk mengatakan nya padamu. Tapi malam ini aku akan melakukan nya" Jawab Rico membuat Sifa kembali terkejut. Sifa hanya bisa berdiri mematung.
" Sifa..aku mencintai mu..maaf aku baru bisa mengatakan nya sekarang. Dan terima kasih karena sudah menemaniku di saat terakhir ku" Lanjut Rico semakin samar, asap putih perlahan lahan menyelimuti tubuhnya.
" Rico..aku tahu kamu orang yang baik..jadi berbahagialah di sana !" Seru Sifa saat tubuh Rico mulai menghilang, ia lihat sebuah senyum yang indah menghiasi wajah Rico. Bukan senyum yang menakutkan lagi tapi sebuah senyum yang hangat. Tanpa di sadari, Sifa meneteskan air matanya.
' Seandainya ada kesempatan kedua..'
Bisik keduanya pelan.
~TAMAT~
Maaf ya kalau ceritanya berantakan dan tidak ada unsur komedinya🙏😊
Terima kasih 🥰