Ada sebuah rumah tua yang sudah puluhan tahun ditinggalkan oleh penghuninya. Padahal rumah itu begitu megah dan mewah tentunya. Entah mengapa sang pemilik meninggalkan rumah itu begitu saja. Bahkan tampak sangat terbengkalai kondisi rumah tersebut.
Rumah itu biasa disebut oleh warga sebagai rumah SONGKER (kosong angker). Menurut cerita yang beredar rumah itu menjadi rumah yang horor. Rumah itu terletak di dalam hutan. Entah apa pemikiran si pembuat rumah. Kenapa juga kepikiran membuat rumah di dalam hutan.
Sekarang di rumah itu memiliki penghuni-penghuni yang begitu istimewa. Ada Congpan (pocong tampan), Congsong (pocong gosong), Congdut (Pocong gendut), Congrus (Pocong kurus), dan Congtar (Pocong pintar). Ada lima pocong yang ada di sana menghuni rumah kosong tersebut. Mereka sudah menjadi akrab sejak mereka bertemu secara tidak sengaja. Hobi mereka sama yaitu suka menggangu dan menjahili manusia yang mencoba memasuki wilayah mereka.
Namun hari ini ada yang berbeda dengan diri Congpan. Dia biasanya paling ceria diantara yang lain tetapi hari ini dia cemberut terus-terusan. Teman-temannya yang lain merasa aneh dengan sikap tidak biasa dari Congpan tersebut.
"Bro, kenapa dengan si Congpan ya? Sedari tadi wajahnya asem mulu,"ujar si Congdut.
"Entahlah, bro, aku tidak bertanya juga kepada dia,"sahut si Congtar.
"Atau mungkin dia ada masalah yang berat kali,"celetuk Congrus.
"Heh! Kita ini semua sudah mati, lalu masalah berat apa lagi yang masih kita pikirkan. Kita aja nggak pernah mikir sudah gimana untuk belanja dan dapatkan duit. Kita aja hidup gentayangan begini,"sahut Congtar kembali.
"Ya, masalah hati orang siapa yang tahu, Congtar,"kata Congrus.
"Hadeh, jangan ngomongin masalah hati dah, kita sudah nggak punya hati lagi. Sudah membusuk di dalam kuburan,"celetuk Congtar yang cukup sensitif menjawabnya.
"Kamu PMS kah congtar, jawabanmu sensi sekali,"ejek Congrus yang selalu dapat jawaban ngegas dari temannya itu.
"Apa pula itu PMS, kenapa jadi bawa-bawa PMS segala kau ini heh! Bikin emosi aja,"kata Congtar mulai emosi menghadapi si congrus yang bawel saja menurutnya sedari tadi.
"Hoi....hoi...hoi....sudah, sudah, sudah, kalian berdua ini ya,"ujar Congsong yang melerai perkelahian diantara kedua temannya, si Congrus dan juga Congtar.
"Emosi gue deh, masak ngajakin berantem omongan mulu si Congrus ini!"kata si Congtar tidak mau mengalah.
"Siapa yang ngajakin berantem?! kamunya aja yang sensitif tiap kali aku ngomong tidak ada yang benar di telingamu yang Budi itu alias budek dikit, ihihihihihihihihihii,"ujar Congrus menertawakan pendengaran Congtar yang memang sering tidak benar itu.
"Dasaaaaaaaaarrrrrrr.......pocong jelek! Sini lu bakalan ku tarik tali pocongmu biar kamu gentayangan selamanya,"kata Congtar dengan nada kesal.
"Ye....kejarlah kalau kamu bisa,"ejek Congrus kemudian dia melompat-lompat menjauhi kejaran dari si Congtar.
Congsong dan Congdut hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua teman mereka yang main kejar-kejaran seperti anak kecil itu.
"Memang si congpan kenapa Congdut?"tanya Congsong sambil melihat si Congpan yang duduk sambil menatap kosong ke depan.
"Entahlah, dia sudah seperti itu sejak tadi,"sahut Congdut yang juga tidak tahu permasalahan temannya itu.
"Baiklah, aku akan bertanya kepadanya,"kata Congsong kemudian melompat-lompat mendekati si Congpan.
"Hei! Congpan! Congpan!"teriak si Congsong menyadarkan temannya itu dari lamunannya.
"Eh....ada kak Congsong,"ujar Congpan sambil tergagap. Congpan ini selain ceria, dia juga sopan dan berusia paling muda diantara keempat pocong yang lainnya. Sehingga dia memanggil pocong-pocong yang lain dengan sebutan kakak pocong.
"Kamu ngapain ngelamun sendirian begini, memang kamu mikirin apa lagi?"tanya congsong yang paling dihormati pocong lainnya.
"Aku hanya sedih kakak, aku merasa kesepian saja,"jawab Congpan dengan ekspresi datarnya itu.
"Hah!!!!! kesepian?"sahut Congtar dan congrus yang sudah capek dengan aksi lompat-lompat mereka.
"Kamu kesepian kenapa? Bukankah kita selalu ada bersamamu, kamu nggak menganggap kami ada?"tanya Congdut setelah mendengar alasan congpan yang sedang galau itu.
"Bukan begitu kak Congdut, tapi kalian semua sudah pernah memiliki pasangan sewaktu kalian masih hidup dulu. Sedangkan aku belum pernah merasakan bagaimana itu dicintai dan mencintai sudah keburu meninggoy duluan. Aku juga ingin merasakan rasanya dicintai oleh cewek,"keluh kesah si Congpan.
Keempat temannya yang lainnya pun ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh si Congpan. Ternyata kegalauan sedang menimpa diri Congpan karena semasa hidupnya dia tidak pernah merasakan apa itu yang dinamakan cinta.
"Tenang saja Congpan, minggu depan kita adakan acara CARI JODOH para dedemit, bagaimana?"ujar Congtar memberikan sebuah ide cemerlang.
"Nah, itu benar sekali, nanti kamu bisa berkenalan dengan hantu cewek manapun yang kamu suka,"ujar Congrus membenarkan ucapan Congtar.
"Lah ya kebetulan sekali Congpan, kamu jangan sedih lagi ya, rumah kita kebagian ngadain pesta CARI JODOH dedemit nanti kamu bisa bertemu cewek-cewek yang cantik lho. Ada Kuntilanak, Wewe gombel, sundelbolong, suster ngesot, suster keramas, suster budek, suster perawan, suster ganjen, nenek gayung dan juga banyak pocong-pocong cewek yang oke tuh, tinggal pilih deh,"kata Congsong mempromosikan para cewek yang nantinya akan ikut acara CARI JODOH dedemit. Maklum lah dia adalah ketua bagian pendaftaran dedemit jomblo.
"Aku masih belum berpengalaman dalam pendekatan cewek kakak,"keluh Congpan kembali.
"Masalah pendekatan gampang, congtar ahlinya, dia akan mengajari kamu bagaimana cara pedekate dengan cewek, bukankah begitu Congtar?"ujar Congsong dengan bersemangat.
"Oke, siap membantumu mas bro, tenang saja,"sahut Congtar berapi-api.
"Terimakasih ya kakak-kakak sekalian yang sudah bersedia membantuku kali ini,"ucap Congpan dengan senang hati karena keempat kakaknya sesama pocong itu bersedia membantu kegundahannya selama ini.
Menjelang pesta CARI JODOH dedemit, Congtar berusaha keras melatih Congpan agar bisa berani pedekate dengan seorang cewek. Akan banyak cewek-cewek kalangan dedemit yang tentu menghadiri acara tahunan itu. Acara CARI JODOH dedemit memang sebuah ajang untuk mempertemukan pasangan kaum dedemit di dunia perdemitan.
Congpan yang memang pada dasarnya belum pernah pacaran selama hidupnya dulu. Dia benar-benar tidak bisa cara mendekati cewek yang baik dan benar seperti apa. Jadilah itu Congtar sebagai tutornya selama hampir satu minggu. Congtar mengeluarkan jurus andalannya dalam merayu seorang cewek dedemit.
"Apakah aku harus melakukan hal ini?"keluh Congpan yang sedari kemarin selalu gagal dalam melakukan rayuan.
"Ya, memang harus dilakukan itu Congpan. Astaga buah naga, kenapa kamu ini cepat sekali menyerah. Belum juga sukses cara merayu cewek dedemit. Bagaimana besok kalau kamu tidak bisa juga!!???"ujar Congtar yang juga ikutan gemas dengan Congpan yang mendadak ingin menyerah.
"Kakak kan tahu kalau aku ini bodoh dalam cinta. Aku belum pernah pacaran seumur hidupku kakak,"lagi-lagi Congpan mengeluh.
"Bro, jangan cepat menyerah. Ayolah kamu pasti bisa. Cobalah dulu,"ujar Congtar menyemangati si Congpan.
"Tapi aku tidak bisa merayu kakak. Bukannya tadi kakak dengar sendiri kalau nada bicaraku datar begini. Terus cewek dedemit mana yang mau untuk bersamaku nantinya di sana kakak. Sepertinya aku tidak ikut saja sudah, kak. Aku malu dan takut kalau nanti hanya akan membuat malu saja,"kata Congpan putus asa.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku membutuhkan bantuan kalian!!!!"teriak Congtar memanggil ketiga temannya yang lain. Ada Congsong, Congdut dan Congrus yang hadir tidak lama kemudian.
"Astoge kecambah, ada apa ini????"ujar Congdut yang sepertinya baru terbangun dari kuburnya.
"Ganggu orang kencan saja,"sahut Congrus yang rupanya tergesa-gesa mendatangi rumah SONGKER setelah mendengar panggilan dari Congtar.
"Kamu bisa tidak teriak-teriak Congtar!"keluh Congsong yang lagi asyik berduaan dengan si Kunti ganjen.
"Aduh....jangan pada enaknya sendiri deh. Ini si Congpan udah pengen pasrah aja. Nggak mau ikutan acara CARI JODOH dedemit. Dia tidak mau ikut lagi karena merasa tidak bisa merayu cewek dedemit di sana. Aku terus harus bagaimana??? Kalian jangan malah asyik-asyik sendiri dong. Bantuin mikir!"teriak-teriak Congtar yang sudah mulai stres.
Congtar pun menceritakan permasalahan yang dialami oleh Congpan kepada pocong-pocong yang lain. Mereka pun mengerti mengapa hal itu membuat Congtar sedikit menggila.
"Baiklah, Congpan, jangan khawatir. Kalau kamu tidak bisa merayu ya sudah bicara seperti apa adanya dirimu saja selama kamu di sana. Kamu kenalan dengan siapapun yang ada di sana. Nanti pasti kamu akan bertemu dengan seseorang yang klik denganmu. Kalau kamu tidak siap menjadikannya pacar. Jadikan saja dia teman baikmu,"ujar Congsong dengan bijaknya.
"Memang boleh seperti itu, kak?"tanya Congpan.
"Boleh saja bro! Siapa juga yang melarang,"sahut Congrus.
"Baiklah kalau begitu kakak. Semoga aku besok mendapatkan teman cewek,"ujar Congpan meminta doa dari keempat kakak pocong seniornya tersebut.
................
Acara CARI JODOH dedemit. Acaranya sungguh ramai. Acara bergengsi di kalangan dedemit itu diketua oleh GENTA alias Genderuwo Cinta. Acara tahunan yang mana mempertemukan para dedemit jomblowan jomblowati untuk bisa saling berkenalan sesama jomblo. Dan siapa tahu mereka berjodoh di dunia perdemitan. Bukankah itu bagus sehingga mereka tidak lagi merasa kesepian.
Semua sedang berpesta malam itu di rumah SONGKER. Akan tetapi Congpan justru memilih menyendiri di bawah pohon pisang sambil melihat pada dedemit yang sedang asyik berpesta. Congpan merasa dirinya sangat payah dan sudah mengecewakan para kakak seniornya.
"Hai cowok, sendirian aja,"tiba-tiba sebuah sapaan halus mendekat ke arah si Congpan.
"Eh....hai juga,"sahut Congpan dengan gugup. Bagaimana tidak gugup jika yang ada dihadapannya adalah pocong yang begitu cantik.
"Kenapa di pojokan saja, kenapa tidak mau bergabung dengan yang lain?"tanya pocong cantik itu.
"Ah, eh, hmmm, aku, aku, aku tidak terbiasa. Aku merasa malu dengan mereka,"ujar Congpan jujur apa adanya.
"Eits, kenapa juga malu. Eh....lupa siapa nama kamu, kita belum kenalan,"ujar pocong cantik itu kepada Congpan.
"Oh... iya...maaf...aku biasa dipanggil Congpan oleh kakak seniorku, karena kain kafanku yang putih bersih ini,"ujar Congpan.
"Kalau kamu siapa?"tanya Congpan balik.
"Kenalkan ya, aku biasanya dipanggil Congsrek (Pocong Gesrek), karena kain kafanku yang beda, berwarna pink, mereka bilang aku aneh, Gesrek nggak jelas, jadinya itulah julukan ku disini,"ucapan Congsrek sukses membuat Congpan tersenyum.
Lucu juga Congsrek ini.
"Kamu kenapa juga malah datang menemuiku dan tidak bergabung dengan teman-teman mu disana?"tanya Congpan karena merasa Congsrek justru asyik menemani dia di sudut tempat.
"Aku bosan berada di sana. Aslinya aku sih nggak begitu suka dengan keramaian. Aku suka suasana sepi karena itu sangat tenang,"ujar Congsrek.
"Wah kita sama ternyata,"sahut Congpan membuat keduanya saling tatap dan sama-sama tertawa.
"Eh, kamu suka coklat tidak?"tawar Congpan kepada Congsrek yang menurutnya adalah teman cewek yang asyik buatnya.
"Mau...mau...mau...aduh...kamu tahu aja ya kalau aku suka dengan coklat,"ujar Congsrek dengan nada manja. Congpan tersenyum melihat gelagat Congsrek yang menurutnya sangat lucu. Bikin gemas jiwa Congpan saja.
"Ya sudah ini coklat semua buat kamu, kado istimewa dariku sebagai tanda pertemanan kita,"ucap Congpan dengan mantap. Congsrek tentu senang sekali menerimanya.
"Terimakasih Congpan,"sahut Congsrek dan sebuah kecupan dingin pun mendarat di pipi sedingin es milik Congpan. Wajah Congpan seketika bersemu.
"Saranghaeyo Oppa Congpan,"ucap Congsrek yang begitu senang.
Congpan hatinya begitu berbunga-bunga mendengarnya.
"Ayo oppa kita jalan-jalan keluar saja, disini terlalu banyak orang. Nggak asyik untuk berduaan,"ajak Congsrek manis manja.
"Ayo,"sahut Congpan.
Mereka mencari tempat yang lebih sepi untuk keduanya berkencan.
"Ahhhhh.... akhirnya saudara kita punya pasangan juga,"ujar Congdut yang melihat keduanya dari kejauhan.
"Baguslah, dia nggak jomblo lagi,"kata Congsong.
"Aku turut berbahagia,"sahut Congtar.
"Mari berpesta bersama, guys!!!"teriak Congrus.
Dan kebahagiaan pun menyelimuti para penghuni rumah kosong yang sedang merayakan pesta bersama dedemit yang lain malam itu.
👻TAMAT