Malam itu Panjul dan dua orang temannya sedang bermain game di playstation , yang letaknya agak jauh dari rumah.
Sebetulnya mereka bertiga datang ke tempat itu pada pukul 4 sore. Seperti biasanya ,karena mereka selalu merencanakan hal itu. Mereka sampai sengaja tidak jajan di sekolah, demi untuk membayar sewanya.
Hari ini, pemilik tempat bermain itu sedang berbaik hati, karena tadi ketiga anak itu di suruh jagain tempatnya, sementara dia( pemilik) pergi beberapa jam ke rumah saudaranya.
Pemilik tempat itu, baru saja sampai di rumahnya pada pukul 7 malam.
" Terima kasih ya anak anak, sudah mau jagain tempat ini, oke..sebagai gantinya ,saya kasih bonus buat kalian ,main gratis selama satu jam." pemilik tempat itu berbaik hati pada mereka.
Mereka sangat senang, dan tidak menyia- nyiakan kesempatan itu. Mereka bermain lagi selama satu jam.
Pukul 8 lebih 30 menit, mereka keluar dari tempat itu.
" Wah..sudah gelap nich,..aku takut nanti kalau kita nglewatin kuburan di pinggir jalan itu." keluh salah satu teman Panjul.
" Iya ya,....aku pernah tuh denger ,tetanggaku pak Kasman penarik delman itu, katanya pernah di naikin Kunti." sahut teman satunya lagi.
Sedangkan Panjul, anak itu sama sekali tidak percaya dengan apa yang temannya itu ceritakan. Karena sampai saat ini, anak itu belum pernah berjumpa dengan hantu.
" Jangan percaya...hantu itu tidak ada..apalagi si Kunti..." Sahut Panjul dengan percaya diri.
" Jangan percaya sama hal gituan...kecuali kalau kita ketemu langsung sama Kunti.." lanjutnya.
" Eh...tapi hantunya hanya Kunti doang?,..pernah dengar cerita hantu lain gak, selain Kunti?" kata Panjul lagi dengan polos.
Kedua temannya tampak berpikir..
" Kayaknya gak ada sih...selama ini yang sering di bicarakan hanya hantu kunti aja di kuburan itu."
" Ya..udah kalau gitu..kita berdoa saja, semoga tidak ada hantu Kunti saat kita lewat di sana." ucap Panjul lagi.
Mereka akhirnya berjalan sambil berdoa semoga tidak di jumpai hantu Kunti. Hingga mereka melewati jalan yang sebelahnya adalah kuburan.
" He...kalian merinding gak..." tanya salah satu teman Panjul.
" Iya nih...kayaknya bulu kudukku berdiri .." jawab salah satu temannya.
" Kalo kamu ,Njul?"
" Iya..aku juga sama..merinding..apa jangan jangan ada hantu Kunti ya..."
BLUG..
Kemudian sebuah buntalan putih ,jatuh tepat di depan mereka.
" Aaaaa.." mereka terkejut dan teriak lantang karena ketakutan.
" Kuuunnnttiiiii" teriak mereka bertiga sambil berlari.
Tapi kemudian Panjul menyuruh mereka berhenti.
" Eh...tunggu...berhenti...."
" Ada apa Njul, kenapa nyuruh kita berhenti..., apa kamu tidak takut?", tanya salah satu temannya.
" Kenapa mesti takut, kalian tahu..wujud hantu kunti itu seperti apa?" lanjut Panjul.
" Kunti itu perempuan,..rambutnya panjang...bajunya putih...wajahnya menyeramkan, matanya ada lingkar hitamnya......bla..bla..bla.." salah satu temannya menjelaskan wujud dari hantu kunti.
" Dan yang barusan kita jumpai itu apa, tidak seperti kunti kan?"
Kedua temannya menggeleng...
" Lha..makanya..berarti itu bukan hantu kunti.., itu pasti orang yang coba ngerjain kita." bujuk Panjul, menyakinkan mereka bahwa yang mereka jumpai bukan hantu.
Kedua temannya akhirnya terpengaruh, dan mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke tempat dimana buntalan itu jatuh.
Tetap saat berbalik, mereka di kejutkan oleh hantu pocong tepat di depan mata.
" Ha..ha...hantuuuu.....kuntiiiii..." mereka akhirnya lari terbirit birit, tetapi pocong itu masih mengejar mereka...
Pocong itu terbang dan dapat mengejar mereka,bahkan sekarang sudah berdiri lagi di depan mereka.
Karena mereka sangat ketakutan, badan mereka mematung ,tidak bisa di gerakkan sedikitpun, bahkan mulut mereka hanya terperangga.
Pocong itu semakin mendekatkan diri kearah mereka,. ketiga bocah itu sampai mengompol di celana ,karena saking takutnya.
" Kakak...aku ini pocong...bukan kunti..." pocong kecil itu, meneriakkan protes, karena mereka salah memanggilnya.
" Lihat...ini tali pocongku belum di lepas, trus aku juga sengaja menampakkan diri supaya orang orang mau melepas tali pocongnya." lanjut pocong itu berbicara ,layaknya manusia biasa, bukan hantu.
Akhirnya ketiganya menjadi tidak takut, dan badan mereka bisa di gerakkan lagi ,dan mereka juga bisa berbicara lagi.
Mereka bertiga ,akhirnya berbalik mendekati pocong kecil itu, mereka menjadi tidak takut.
" Heh...kamu anak kecil kan, bukan hantu,..kamu isengin kita kan..iya..kan..kamu sengaja kan.." ucap Panjul, menuduh pocong kecil itu.
" Tidak, saya bukan manusia ...saya beneran hantu..."
" Hantu kok bisa bicara.., ngaku aja kamu...lagian..ini buat apa pake kain ginian.." ucap Panjul, masih mengelak dan malah dia memegang kain yang melekat pada pocong kecil itu.
" Saya hantu, saya sudah mati satu bulan yang lalu, tapi mereka lupa melepas tali pocongnya,...kalo kalian tidak percaya..lihat ini." pocong kecil itu membantah, sembari terbang di atas mereka..
Ketika bocah itu lama lama menjadi merinding kembali, mereka mulai ketakutan.
" Aku juga bisa memperlihatkan wajah menyeramkanku..." lanjut pocong kecil itu..
wajah pocong kecil itu ,berubah menjadi pucat dan mengeluarkan belatung di lubang matanya.
Seketika ketiga bocah itu lari terbirit birit kembali, untunglah pocong kecil itu, tidak lagi mengejar mereka. Tapi teriakan pocong itu terdengar keras oleh mereka, walaupun mereka sudah jauh dari kuburan itu.
" Ingat kakak...aku ini pocong...bukan kunti....."
* tamat*
( sekedar berpartisipasi..)