" Alloh memberikan cobaan pada semua ummat nya, untuk mengukur sejauh mana iman mereka, dan bagi orang-orang yang sabar ia akan di derajat nya di sisi Alloh" keterangan pengajuan maghrib dari kiayi sepuh malam ini membuat ku teingat masa sulit ku 7 tahun yang lalu.
saat papa ku meninggal dunia karna kecelakaan tabrak lari yang pada saat itu papa bersama wanita lain yang orang-orang gosip kan adalah selingkuhan nya.
kulihat mama saat itu sangat terpukul , ada perasaan marah , kecewa, sedih ,dan bahagia.
mama ku seperti orang gila , menangis namun juga tertawa .
mungkin karna kematian papa dia sedih , karna perselingkuhan papa dia marah dan kecewa,
namun aku tidak mengerti apa maksut dari tertawa senang nya , aku tidak bisa mencerna semua nya dengan akal polos ku.
sejak kepergian papa dan wanita itu, mama sering marah-marah pada ku, memukuli ku dan memaki ku .
rasa nya mati lebih baik dari pada bertahan didup seperti mati perlahan-lahan.
mama juga sering tidak pulang kerumah , atau jika pulang dia akan pulang subuh, aku tidak tau apa yang mama kerja kan di luar sana .
karna jika aku bertanya dia hanya akan menjawab ku dengan kata "bekerja " dan satu pertanyaan akan mendapat kan 1 tamparan di pipi ku.
" kiki... ayo pulang....pengajian nya udah selesai.." ais sahaabt ku membuyar kan lamunan ku.
Jarum jam telah menunjukan pukul 10 :00 WIB. bel tanda pulang sekolah diniyah telah berbunyi.
semua santri berlarian keluar kelas begitu pula aku.
" kiki tunggu sebentar..." panggil gus halim ,putra bingsu ibunyai aminah, pengurus pondok pesantren tempat aku menuntut ilmu.
"iya gus... ada apa...? " tanya ku .
"ini untuk kamu ... tolong di baca ... besok saya tunggu jawaban mu..." kata nya sambil memberi ku amplop putih .
"apa ini gus..." aku mulai curiga.
"aku ingin kamu tau tentang perasaan ku ,di dalam nya nnti kalo kamu udah baca kamu akan tau "
aku kaget, itu arti nya ini adalah surat cinta untuk ku ... fiqih ku dalam hati.
tampa kami sadari seseorang mengintip dan mendengar kan percakapan kami, perasaan iri dan dengki memenuhi hati nya kemudian dia pun pergi.
" maaf gus saya tidak bisa menerima nya.." tolak ku halus berharap gus halim tidak tetsinggung.
"kenapa..?" tanya nya lagi.
" saya takut melanggar aturan pondok gus ..." kata ku pelan.
"hemmm baik lah saya mengerti.." kata gus halim akhir nya.
"kalau tidak ada lagi yang mau fi bicara kan saya pamit dulu yah gus... Assalamu'alaikum.."
"waalaikumsalam" jawab gus halim.
setelah mendengar jawaban salam dari gus halim aku pun sesegera mungkin meninggal kan kelas.
____________________ ***______***__________________
1 tahun yang lalu setelah gus halim tamat dan keluar dari pondok moderen nya di jakarta, ia pun langsung di beri tugas untuk mengajar di kelas 4 diniyah , kelas di mana aku belajar .dan di sana lah gus halim mengenal ku.
namun tak pernah terbayangkan oleh ku akan kejadian hari ini.
gus halim adalah pria paling tampan dan kerren di antara 5 saudara nya. apa lagi beliau adalah anak paling bungsu.
namun bagi ku seorang santri tidak pantas berhubungan lebih dari murit dan guru dengan keluarga kiayi .
itu pasti akan berdampak buruk untuk reputari nya kelak, apalagi aku dan latar belakang ku bertolak belakang dengan gus halim.
------------------------------***-----------***--------------------------
pagi telah menyingsing ...
aku dan ais seperti biasa langsung menuju ke kediaman kiayi sepuh , untuk membereskan pekerjaan rumah kiayi.
" mbak tolong buat kan saya teh hangat yah..." pinta ibunyai saat melihat ku masuk ke dapur.
" baik..." jawab ku langsung mengerjakan nya.
tampa ku sadarai gus halim masuk ke dapur mendekati ku , merasa ada yg satang aku pun menoleh, kaget bercampur khawatir karna mengingat kejadian semalam.
dia semakin mendekat dekat dan dekat ...
aku hanya bisa mematung di tempat.
kemudian dia mundur satu langkah sambil menenteng 1 cangkir lalu tersenyum pada ku.
syukur laaah... ternyata hanya ingin mengambil gelas.....
aku sudah berburuk sangaka dan aku yakin gus halim menertawakan ku saat ini....
grutu ku dalam hati.
karna malu aku pun bergegas untuk pergi, namun gus halim dengan sigap memegang lengan ku.
" mau ke mana...?" tanya nya " buat kan aku kopi tampa gula.." printah nya kemudian.
tampa kami sadari sepasang mata penuh kebencian mengawasi kami berdua.
tampa basa-basi aku pun kembali ke tugas ku dan membuat kan nya kopi .
setelah menyelesaikan pekerjaan dapur aku pun membantu ais membersihkan kamar dan ruang tamu di kediaman kiayi.
" kiki aku sudah selesai membersihkan kamar kiayi sepuh , kamu bersihakan kamat ibunyai yah biar aku yang beresin kamar gus halim. " kata ais pada kusetelah melihat ku datang.
"ok deh..." aku pun menyetujui tampa berfiqir biruk pada nya.
-----------------------------------***-------***--------------------------
Teppat pukul 07;12 WIB.
pondok putri gempar karna cincin berlian ibunyai hilang di kamar nya.
" panggilan kepada saudari Aisyah putri dan kirama dari asrama "Q 2" di tunggu kehadiran nya di kantor sekarang..." ku dengar panggilan dari pengeras suara yang berasar dari mushollah memanggil nama ku dan ais.
aku pun labgsung pergi menuju kantor dengan seragam sekolah yang baru ku kenakan.
"ada masalah apa ya... "gumam ku pelan.
sesampai nya di kantor kulihat telah duduk ais dan beberapa pengurus pondok, selain mereka ibunyai dan gus halim juga berada di sana.
ada yanga salah......
gumam ku dalam hati.
"kalian kan tadi yang membersihkan kamar ku" tanya ibunyai.
aku dan ais mengangguk sambil menunduk.
" kalian melihat cincin berlian ku tidak ..? " tanya ibunyai lagi.
" tidak ibunyai..... " jawab kamu bersamaan .
" semalam aku menyimpan nya di lemari baju , tadi subuh masih ada, aku hanya meninggal kan nya saat kalian membersihkan kamar ku, setelah kalian selesai dan aku kembali ke makar ku cincin itu sudah tidak ada.." ibunyai menceritakan sebelum hilang nya cincin berlian nya.
" bukan saya yang membereskan kamar anda ibunyai...saya hanya membereskan kamar gus halim" kata ais membela diri.
"memang saya yang membersih kan nya taou saya tidak berani membuka lemari ibunyai dan juga saya tidak melihat ada cincin apa pun di sana" aku mulai merasa khawatir tampa alasan.
"ya sudah kalau kalian tidak ada yang mau mengaku tidak masalah , tapu kalau ketahuan di antara kalian yang mencuri nya maka kalian akan di keluarkan dari sini " ancam ibunyai aminah.
kemudian ibunyai pun berdiri.
" pengurus tolong geladah semua barang-barang mereka berdua .." printah ibu nyai sambil menunjuk pada aku dan ais.
para pengutus pun pergi ke kamar kami sedangkan aku dan ais masih tetap di kantor.
setengah jam kemudian mereka kembali dengan cincin di tangan nya.
"ibunyai apa ini cincin nya.." tanya mbak aini pengurus keamanan sambil menyerahkan cincin bertahtakan berlian putih besar dan di kelilingi berlian kecil .
"iya ini cincin ku" kata ibunyai langsung bersemangat." ketemu di mana...? " tanya nya lagi.
"di kantong baju kiki " jawab mbak aini.
aku shok ... bagaimana bisa ada di kantong baju ku...
butiran ait mata ku langsung terjatuh tampa bisa ku kontrol.
ada perasaan takut dan khawatir juga ada perasaan bingung .
bagaimana bisa ada di baju ku sedang kan aku tidak pernah melihat nya.
" itu tidak mungkin ... saya belum pernah melihat nya... saya tidak bohong ... bukan saya yang mengambil nya..." aku biru-buru menjelas kan nya.
" masih tidak mau mengaku....sudah ada barang bukti nya kok masih mau mengelak.." bentak ibunyai.
" tapi saya benar- benar tidak tau mengapa bisa ada di baju saya... bukan saya yang mengambil nya ibunyai..." perasaan putus asa memenuhi hati ku, aku pun menoleh pada ais " ais tolong bantu aku jelas kan pada ibinyai bahwa bukan aku yang mencuri nya..." pinta ku namun ais hanya menggeleng perasaan ku semakin hancur, aku telah di fitnah, namun aku tidak mengerti siapa yang ingin menjebak ku... dan apa salah ku pada nya .
berbagai pertanyaan memenuhi hati ku tampa jawaban.
"dasar anak tak tau di untung, sudah bagus saya menerima mu di sini, kalo tidak mana ada yang akan mau menerima anak nya wanita malam , masih tidak tau balas budi sampai-sampai masih berani mencuri " emosi ibunyai yang meluap-luap memuntahkan ucapan yang tak seharus nya ia ucap kan.
seketika tubuh ku membeku, mata ku memerah entah karna menahan sakit hati atau menahan amarah atau menahan tangisan yang sedari tadi ku tahan sekuat tenaga.
beberapa bisikan mendarat di telingaku
kata-kat penuh cemoohan,penuh ejekan , dan rasa jijik.
manun aku masih tetap mematung, semua nya pun telah mempercayai ku sebagai pencuri dan juga anak seorang pelacur.
dan akhir nya hari ini aku tidak masuk sekolah formal.
-----------------------------*************------------------------------
Sore hari aku menjalan kan hukuman.
di mandikan dengan air got yang kotor berwarna hitam dan berbau sangat busuk.
rasa nya aku ingin muntah karna tidak tahan dengan bau nya.
setelah itu aku harus menguras kamar mandi yang panjang dan sudah 2 minggu tidak di kuras se orang diri.
Air mata ku tak henti-henti nya mengalir sedangkan bibir ku tak lupa melafadzkan kata hamdalah.
bersyukur setidak nya beberapa dosa ku akan di ampuni.aku tidak mengerti siapa yang membenci ku, dan tega menjebak ku .
Malam hari nya mama datang ke pondok , manun ia langsung menuju ke kediaman ibunyai.
aku yakin mama datang setelah mendapat kabat tentang tadi padi dari pengurus pondok.
cukup lama mama di tempat ibunyai, setelah selesai mama keluar dengan mata sembab.
" simpan kembali barang-barang mu, semua sudah selesai, kamu masih bisa belajar di sini, aku pulang dulu.." kata mama tampa basa-basi.
"ma.... mama... aku tidak salah ma....,semua ini fitnah..,aku tidak pernah mencuri nya.." aku mencoba menjelas kan dengan perasaan kecewa karna sikap dingin mama pada ku.
" Diam...." mama membentak ku " semua sudah terjadi...tidak perlu di perpanjang..., lagian siapa yang akan percaya sama kamu hah ..?" wajah mana memerah karna marah.
"ma aku mau keluar saja dari sini..., ibunyai sudah keterlaluan... dia menyebut ku anak nya wanita malam , aku tidak terima kalau ada yang menghina mama..., karna mam ku bukan wanita seperti itu..." aku menangis tersedu-sedu sambil memegang lengan mama menahan kepergian nya.
" DIAM....." mama kembali membentak ku dan menghempaskan tangan ku dari lengan nya "kamu tidak perlu memikir kan itu... itu bukan urusan mu.... biar kan orang lain berkata apa , kau hanya cukup belajar yang rajin selama di sini , jadi anak baik dan penurut... papa kamu membutuh kan mu di alam baka.." setelah mengakhiri ucapan nya mama pun langsung melangkah pergi dari hadapan ku.
aku meradang melihat punggung mama yang semakin menjauh meninggal kan aku.
"papa...... mengapa aku menanggung semua pendetitaan ini setelah kau pergi...., ini bukan salah ku.... kenapa aku yang harus di hukup..."tangis ku kembali pecah.
---------***********----------------***************-----------------
hari- hari setelah kejadian itu ,aku semakin tersiksa berada di pesantren.
semua santri menjauhi ku begitu pula dengan ais.
mereka memandang ku sebelah mata mencemooh kehadiran ku dan menusuhi ku.
kini aku merasa benar-benar sendiri.
setiap ada barang-barang yang hilang mereka langsung menuduh ku tampa alasan ,itu membuat ku semakin tertekan.
"Ya Alloh ...
apalah arti nya kejujuran ku di dunia ini ...
jikalau sebuah kebenaran tak dapat membela......
ketika orang tua ...
menerima karna terpaksa....
apalah arti sebuah luka......
ketika mata telah buta akan kebenaran nya....
saat air mata menjadi sebuah ejekan belaka......
dan kebahagiaan hanya ada dalam dongeng saja....."
jeritan hari ku tak terbendung
dalam diam.
suatu pagi aku mencoba tersenyum saat berpapasan dengan ais.
" air hari ini kamu mau gak bareng aku berangkat ke sekolah..." tanyanku.
"hari ini aku sudah janjian mau berangkat bareng ririn" ais memberi ku alasan .
padahal aku tau ais dan ririn tidak pernah berteman , ririn adalah penghuni rerangga kamar kami.
"oh gitu ya... kalau pulang nya bisa gak ..?" tanya ku lagi.
" aku gak bisa " ais menjawab dengan cepat.
" besok...." aku mencoba menawar.
" sampai kapan pun aku gak bisa... aku gak mau temenan lagi sama kamu. " bentak ais tiba-tiba.
" ooh... ternyata begitu ya...." kini aku mengerti , aku pun langsung bergi dari hadapan nya, air mata ku pun langsung terjun bebas dari kelopak mata ku, hati ku perih , rasa nya sakit... sakit sekali.....
" Duhai air mata......
menangis lah ...
sampai aku tidak mampu menangis lagi.......
karena kehidupan yang kejam ini......
apalah arti diri mu.....
jika penderitaan adalah selimut dalam hidup ku....."
gemuruh hati ku semakin membara
dalam tangisan hati yang terluka.
-------------------------------****"*""""*******------------------------
1 bulan kemudian.
aku belum juga di kirim, padahal pembayaran pondok telah menunggak.
mungkin kah mama lupa...?
fiqir ku.
aku pun mencoba menelfon mama dari wartel pondok.
" Assalamu'alaikum ma...." sapa ku setelah mama mengangkat telfon ku.
" apa.." suara datar mana dari seberang.
"ma.... mama lupa yah... kalau aku belum di kirim...
pembayaran ku sedah jatuh tempo "
"buat apa..?" tanya mama, membuat ku heran " gak ada guna nya juga kan..? , sudah lah aku merasa rugi kalau mengirim kan mu uang , mulai sekarang terserah kamu saja aku gak mau mengurusi mu lagi, berhenti saja trus kamu cari uang saja , biar gak nyusahin orang "
sambungan tilfon tiba-tiba terputuh, aku shok dengan apa yang aku dengar.
ini lucu sangat lucu , dunia ini dan hidup ini adalah lelucon yang sangat sempurna.
tampa terasa mata ku memanas,dan air mata ku pun mengalir.
"Ya Alloh cobaan apa lagi yang harus aku jalani ..." rintih ku pelas.
aku semakin terpuruk, tiba-tiba terlintas dalam benak ku tentang nenek dan om leon kaka nya papa, aku pun langsung mencoba menghubungi nya.
"Assalamu'alaikum..." sapa ku setelah panggilan ku di terima.
"waalaikumsalam... siapa " suara wanita tua
"nenek...? "aku pun langsung terisakk mendengar suara nenek.
" kamu kiki...? kamu ada di mana nak...?" tanya nenek
"saya di pondok nek.." jawab ku.
tampa membuang waktu aku pun menceritakan semua perihal masalah ku pada nenek , tampa bisa di kontrol lagi tangisan ku semakin ter sedu-sedu membuat suara ku bergetar.
"sekarang aku bingung nek... mama tidak mau lagi mengirim kan aku uang, padahal tahun ini aku akan tampat sekolah" aku mencoba menjelas kan.
"kasihan kamu nak mama mu memang sudah keterlaluan, dia menjauh kan mu dari keluarga papa mu.. kami sudah bertahun-tahun mencari keberadaan mu tapi mama mu tetap bersikeras tutup mulut, sekarang nenek tau kenapa dia menjauh kan mu dari kami, karna dia tidak mau kamu tau kalau dia melakukan pekerjaan dosa itu "
"maksud nenek.." aku tidak mengerti.
"mama mu si luar bekerja sebagai pelacur nak dia tidak lagi mengakui keluarga papa mu ini. "
"apa " aku shok mendengar kabar itu langsung dari nenek.
"iya itu benar " lanjut nenek. " tapi sudah lah , tidak perlu di pikir kan , aku dan om mu akan menggatikan mama mu untuk mengirim kan mu uang ,"
"iya nek " jawab ku lemah.
aku benar-benar lemah...
semua masalah ini seakan-akan membuat ku tak berdaya.
"Jangan pernah lupa untuk mendo'akan orang tua mu, kerena 1 hari saja seorang anak lupa untuk mendo'akan orang tua nya, maka ia telah berbuat dosa, karena sebejat apa pun kelakuan dan pekerjaan orang tua mu, mereka tetap lah orang tua mu yang wajib kamu hormati apalagi seorang ibu...." keterangan mengaji maghrib malam ini membuat ku menangis, aku teringat pada mama dan pekerjaan yang baru ku ketahui setelah sekian tahun telah mama tutupi.
"maaf kan mama ya Alloh.....
sadar kan lah dia sebelum ajal menyapa nya..."
doa ku dalam hati.
malam semakin larut.
jarum jam telah menunjuk kan pukul 02:23 WIB.
waktunya untuk sholat malam tahajjud dan sholat hajad.
gumam ku pelan.
Tengah malam adalah waktu yang paling bebas untuk ku menangis dan mengadu pada Alloh.
ketika penghuni kamar ku terlelap,aku pun langsung membentangkan sajadah di atas tempat tidur bagian nya.
namun saat aku tenggelam dalam sujud ku, tiba-tiba kegaduhan terdengar samar-samar di telingaku, dari luar dan dalam kamar ku.
Namun aku tidak menghentikan sujud panjang ku, tak lama kemudian pintu kamar terbuka, dan setelah aku menyelesai kan sholat malam ku , 3 pengurus ke amanan menghampiri ku.
" kiki besok pagi-pagi di tunggu di kantor pondok " kemudian mereka keluar begitu saja tampa memberi ku penjelasan.
-------------------------------*****"*""""""*****-----------------------
saat pagi menjelang aku pun bergegas datang ke kantor.
" mama hp nya..? " tanya mbk aini tampa basa hasi.
"hp apa mbk.." aku kebingungan.
seperti nya aku di jebak lagi...
pikir ku.
"hp yang semalam " bentak nya.
"saya tidak pernah bawa hp.." kata ku jujur.
tiba-tiba semua penghuni kamar ku ke ke dalam kantor.
siapa diantara kalian yang pernah melihat kiki pegang hp..?" tanya mbk aini lantang.
"saya mbak .." ais mengacungkan tangan yang datang paling akhir.
"kapan....?" tanya ku .
"3 hari yang lalu " jawab ais .
aku tak percaya ini, ais adalah orang yang selama ini aku anggap sahabat ,berani menusuk dari belakang.
" saya tidak punya hp apa lagi memegang nya..." aku mencoba membela diri.
" alaaaah mana ada amaling mau ngaku.." timbal teman satu kamar nya yang lain.
tiba-tiba seorang pengutus datang membawa HP di tangan nya.
"ini Hp nya, saya temukan di bawah tumpukan baju kiki."
" ini tidak masuk akal, saya tidak pernah punya hp bagaimana bisa itu berada di antara pakaiyan ku...tolong percaya lah ... itu bukan punya ku.." aku mulai frustasi , ini ke 2 kali nya aku di fitnah aku tidak tahan.
"mana ada orang yang akan percaya sama anak pelacur kayak kamu .." kata -kata kasar yang kejam itu keluar dari mulut ais.
ini terlalu sakit.. aku tidak tahan...aku tidak kuat...
keluh ku dalam hati.
Ya Alloh atas kuasa mu...
ambil lah nyawa ku sebelum aku takut untuk mati..
karna mengkufuri nikmat MU....
jerit hari ku pilu.
keputusan telah di ambil
aku pun kembali harus menjalani hukuman atas apa yang tidak pernah aku lakukan.
aku akan di guyur dengan air got lagi, membayar denda 50.000, membersihkan kamar mandi sendiri, di sowan kan di dalam kediaman kiayi , dan di keluar kan secara tidak hormat.
lengkap sudah penderitaan ku, apa lagi yang tersisa.
hukuman di laksanakan pada hari itu juga.
pada hari kamis malam jum'at.
di mandikan dengan air got dengan di tonton ratusan santri pondok putri.
lalu membersihkan kamar mandiseorang diri.
sebelum membersihkan kamar mandi aku pun membayar denda 50.000 ,uang terakhir yang di kirim nenek untuk ku bulan kemaren.
malam telah tiba para santri sedang menunaikan sholat maghrib dan sebentar lagi mengaji maghrib akan di mulai , aku baru selesai membersih kan kamar mandi.
setelah membersihkan diri aku kembali ke kamar dan memakai baju kersih ,pengurus keamanan sudah menunggu ku untuk membawa ku sowan ke dalem kediaman kiayi, aku pasrah .
" besok mama mu akan datang menjemput mu, jadi pagi-pagi kamu sudah harus siap - siap untuk angkat kaki dari pondok ini " kata-kat ibunyai masih terngiang di benak ku , kata-kata yang mengakhiri pertemuan kami.
tak ada kata-kata yang keluar dari mulut ku, karna semua itu pun percuma tak ada guna nya terima...
hanya bisa menerima apa yang sudah menjadi nasib ku.
saat para santri berkumpul untuk mengaji aku sengaja tetap tinggl di kamar membereskan barang-barang ku.
jam 01:09 dini hari .
aku melangkah kan kaki ku ke dalam mushollah.
malam ini malam terakhir aku di sini...
gumam ku.
ku habis kan malam terakhir ku di atas sajadah ku.
tak seperti biasa nya malam ini aku lebih awal untuk mengadu pada tuhan ku.
aku tenggelam dalam tangisan di atas sajadah ku,
ingatan ku melayang-layang pada saat menjalan kan hukuman tadi pagi, banyak santri yang mencari maki aku, bahkan ada yang sengaja melemparkan ludah pada ku.
aku lelah... aku letih....
aku ingin pulang..........
tapi aku tidak punya rumah....
rumah di mana keluarga mu akan menunggu ku
datang penuh rindu ....
aku terluka... tapi tiada yang tau ...
sakitnya meremuk kan ku......
" Ya Robby.......
sembuh kan luka ini....
luka hati yang telah hancur ini.....
dan perasaan ku...
dengan cinta Mu....
Ya Robby .....
jika hidup ku tak lagi berarti.....
tolong ambil lah nyawa ini........
karna aku tidak ingin menjadi benalu dalam ingatan MU.....
yang berharga...
Ya Robby.....
engkau maha mengetahui segala yang aku alami...
tak ada yang mempercayai ku....
dan di dunia ini hanya engkau satu-satu nya yang adil...
Ya Robby ....
aku hamba mu yang hina....
lalu hukuman apa yang menghina hamba.....
doa ku dalam sujud terakhir ku.
aku lelah.....
lelah menangisi sesuatu yang tak pantas aku tangisi....
ku pejam kan mata dalam do'a ku..
"sebentar lagi para santri pasti akan bangun untuk sholat malam " pikir ku dalam hari.
aku pun bangun dan menyeka air mata ku dengan mukenah yang sudah basah oleh air mata.
ku tutup doa ku dengan sholat taubat 2 raka'at dan di akhir sujud nya , aku tenggelam pada cinta Alloh .
----------------------------""""""""""""""""""""""--------------------------
Para santri mulai berdatangan untuk menunaikan sholat malam di mushollah, tak ada yang perduli dengan keberadaan kiki, tampa mereka sadari malaikat izro'il telah menuntun kiki pergi menuju alam yang kekal abadi.
setelah adzan subuh berkumandang, para santri bersiap untuk sholat berjama'ah.
pengurus ubudiyah yang melihat kiki langsung menghampiri nya, ia mengira kiki tertidur, ia pun mencoba membangunkan nya.
"kiki...bangun, sudah waktu nya sholat subuh nih...." namun kiki tidak bergeming.
pengurus itu mulai kesal, dia pun menggoyangkan tubuh kiki hingga roboh.
semerbak harum kasturi tercuim kemana- mana, semua santri terkejut.
" innalillahi wa innailaihi roji'un..." seru pengurus itu, setelah mengecek hidung kiki yang tidak lagi bernafas dan denyut nadi di tangan nya telah berhenti.
semua santri memandang jasad kiki dengan kagum, bukan hanya karna harum semerbak kasturi itu, namun juga karna pancara kecantikan wajah kiki yang di penuhi dengan bekas air mata.
tampak seperti orang tertidur dengan damai.
"dia mati syahid.." hawuh kiayi sepuh yang hendak mengimami sholat subuh berjama'ah, namun dia terkejut karna laporan meninggal nya salah satu santri nya, air mata nya mengalir .
begitu pula para santri yang juga berada di dalam mushollah.
". Dia meninggal dalam keadaan yang memperihatin kah, aku yakin dia di fitnah namun dia tetap menerima kekejaman itu dengan tabah ...kasihan sekali nasib nya." kiayi sepun bergumam namun para pengurus yang berada di sana mendengar nya dengan jelas.
setelah jenazah kiki di pindah kan untuk di mandikan ,para santri pun melaksanakan sholat subuh berjama'ah.
setelah jenazah kiki di sembahyangkan, tampa di sangka Alloh telah membuka tabir kebenaran dan ke adilan untuk kiki dengan Rahmat Nya.
di hadapan jenazah kiki, ais bersimpuh memohon ampunan kiki ia pun mengakui semua kesalahan nya karna sengaja memfitnah kiki atas semua kesalahan nya, ia yang telah mencuri berlian ibunyai dan sengaja menyimpan nya di saku baju kiki karna dia iri melihat kedekatan kiki dengan gus halim dan dia pula yang membawa hp namun ia lempar kan semua kesalahan pada kiki dan menyimpan nya di tumpukan baju kiki.
mama kiki yang berniat untuk membawa kiki pulang datang dengan wajah merah padam karna marah namun seketika ia shok saat di sambut dengan jasad anak nya.
ia merasa bersalah karna selama ini mengacuh kan anak semata wayang nya, ia pun tau jika anak nya tidak pernah pelakukan semua tuduhan dan fitnahan yang di lontar kan semua orang pada nya.
dan di depan jasad kiki, sang mama pun berjanji untuk bertaubat, dan mencari pekerjaan yang halal.
setelah itu jenazah kiki di kubur kan diwilayah khusus para guru dan syuhadak.
setiap hari makam nya tidak pernah sepi dari para ziarah yang memberi nya doa.
-------------------------------TAMAT----------------------------------