Ditengah malam yang gelap dengan iringan hujan ynag sangat deras dan petir-petir menyambar.Suci dan Salsa masih melalui lumpur-lumpur yang berkedalaman setengah meter.Masing-masing mereka membawa alat-alat dan obat-obat di bunggung untuk penduduk yang terkena banjir.
Dua sahabat itu tak kenal takut.Mereka melalui semua dengan ikhlas.
"Uchi,semangat!!! jangan putus asa.Ingat!!! banyak penduduk yang membutuhkan kita".Teriak Salsa yang terjebak dipertengahan jalan.
Suci pun tersenyum dan menganggukan kepala.Ia mengumpulkan kembali kekuatannya dan mengangkat seluruh kekuatan yang ada.
🌱
Semua orang bertepuk tangan dengan hiruk.
"Bagus!!!Suci,Salsa,kalian hebat,baru ini saya melatih calon relawan yang mampu menempuh rintangan ini hanya dalam waktu dua puluh menit.Kalian kompak,saya bangga".Ucap Letnan Thama dengan bangga.
Suci dan Salsa saling bertatapan,senyum mereka mengembang.Suci memeluk Salsa dengan erat.Impian mereka hampir didepan mata.Ini adalah impian yang. mereka bangun dari pengalaman masa lalu.Pengalaman yang tak pernah terlupakan yang pernah terjadi dimasa lalu.
Pelatihan relawan ini yang menjadi pengganti kegiatan Suci dan Salsa diwaktu kosong.Mereka melakukan pelatihan dengan baik,meskipun ujian rintangannya dengaan alat sederhana,seperti rintangan yang baru mereka lalui yang hanya menggunakan mobil pemadam kebakaran sebagai pembuat hujan dan lampu-lampu pencerminan sebagai kerlap petir.Sederhana tapi sangat kreatif.
Pelatihan hari ini sudah selesai.Suci dan Salsa masih dilokasi pelatihan.Mereka membentangkan tubuh diatas rumput-rumput jepang sambil melepaskan segala keletihan yang mereka rasakan.Mereka menatap langit-langit yang penuh bintang dan ditemani satu bulan yang bersinar terang.
Ini adalah kebiasaan mereka setelah latihan,menatap langit dimalam hari ,mengulang masa-masa indah yang pernah terjadi di masa lalu.Masa lalu yang selalu ada di benak.Mereka mengulang dengan canda dan tawa,sehingga pada akhirnya mereka akan berpulang kepanti asuhan yang menjadi tempat pulang mereka beberapa tahun ini.
🌱
Azan subuh mulai dikumandangkan muazzin.Umat muslim mulai mengisi saf-saf dimasjid.Di balik kesibukan umat untuk persiapan beribadah Suci dan Salsa masih dilokasi pelatihan.Mereka tertidur diatas rumput jepang.
Pelaksanaan shalat subuh berjamaah pun sudah selesai.Namun,Suci dan Salsa masih tetap terlena dengan mimpi masing-masing.
Roy terkejut melihat Suci dan Salsa yang masih tertidur lelap.Ia tak menduga dua sahabatnya tertidur diluar semalaman.Roy memandang satu persatu sahabatnya.
"Lelah kali si bawel-bawel ni.Kalau tenang kayak ginikan ayu dilihat,nggk kayak ikan bawel yang dikolam tuh.Tapi...ni orang apa kerbau ya?Nggak bangun bangun.Pada kayak kerbau kalau tidur.Susah bangun.nahhh...kayak nya Roy si anak cerdik punya ide nih.ahaaaaiiii".
Roy lari ke lokasi pelatihan.Ia mengambil sebotol air meneral dan kembali ke tempat Suci dan Salsa yang masih tertidur.Roy memercikkan air ke muka Suci dan Salsa dengan kedua tangannya.
"Hujaaan,hujannn,hujan!!!".Teriak Suci dan Salsa bersamaan.Suci dan Salsa mengambil posisi duduk secara spontan. Saat sudah sadar,mereka melihat Roy berdiri sambil melipatkan kedua tangan nya di dada.
Suci menatap dengan tatapan tak suka kepada Roy.Namun,Roy hanya senyum dengan tatapan Suci.Begitupun Salsa yang kesal dengan tingkah Roy.Namun,Salsa memilih kembali berbaring dan menutup mata melanjutkan mimpinya yang terputus.
"Hujan ci?".Tanya Roy sambil senyumnya yang sangat bahagia mengganggu kenyamanan tidur sahabatnya.
Suci tak menghiraukan pertanyaan Roy.Ia memilih membangunkan Salsa yang tidur.Suci memilih mengacuhkan Roy bukan berarti Suci terima dengan perlakuan Roy.Ia hanya ingin mengawali paginya dengan kebahagiaan bukan dengan emosi yang bakal merusak moodnya.
"Sini!!!biar Riy yang bangunin betina ini,dari tadi udah kehujanan masih juga bisa tidur nyenyak".Tawar Roy pada Suci yang masih memegang air mineral.
Seperti sebelumnya,Suci tak memberi respon pada Roy.Ia tetap menggoyang-goyangkan tubuh salsa untuk membangunkan nya.
"Aaaaaa...(Sambil menguap)Jam berapa ci?Aku masih ngantuk berat.Habis mimpi ketemu pangeran".
"Udah setengah enam kerbau betina".Jawab Roy
"Roy?Kenapa kamu disini?pakai peci, baju koko,sarung.mau ngapain?kondangan?yasinan?".Tanya Salsa sinis.
Itulah,Suci dan Salsa yang tak pernah damai dengan Roy.Namun,mereka sahabatan dari kecil.
"Hello...Secara Roy kan anak rajin,taat ibadah,dab orang yang paling dekat dengan Allah".
"o".Jawab Salsa singat.
"o?o aja?kasian sendiri.Jelas amat gak laku-laku kamu Sa.Ternyata kamu cuek.Memang nggk mau ditemani.Aku temani mau nggk?".
"Tapi...boong".ucap Roy dengan lantang dan tawa yang pecah
Tanpa ada pembicaraan,Suci berdiri,melangkah,meninggalkan dua sahabatnya menuju panti.
"ci tingguin!!!".Teriak Salsa.Salsa berdiri membersihkan celana belakangnya yang terkena rumput mati.Salsa lari mengejar Suci.
Tanpa mereka sadari,Roy dibelakang mereka yang masih berdiri tersenyum melihat dua sahabatnya,dalam benak Roy.Ia tak menduga perjalanannya dan sahabat-sahabatnya berkisah seperti ini.Dari kecil dan seketika sekarang mereka sudah tumbuh dewasa walau hanya di sebuah panti yang terletak di tepi kota ini.
"Roy!!!cepat balik kelokasi.Ada panggilan dari Letnan Anton".
Roy mengacungkan jempol mengarah Dimas yang masih memakai seragam shalatnya juga.
🌱
Semua relawan sudah berkumpul di lokasi pelatihan.Mereka berbaris denga rapi.
"Siap membantu?".Teriak Letnan Anton
"siap!!!".Jawab para relawan kompak
"Innallilahi wa innailaihi rojiun .Ada panggilan dari provinsi sebelah.Mereka sedang terkena musibah banjir.Untuk membantu penyelamatan penduduk yang masih berlindung dirumah mereka.Penduduk terjebak oleh banjir.Siap terjun?".
"Siap".
Relawan dibubarkan oleh Letnan Anton.Mereka menuju pemberangkatan
yang lengkap.Semua alat-alat sudah ikut andil untuk terjun.Saci menatap perjalanan yang panjang.Ini pertama kalinya ia akan terjun sebagai seorang relawan.Relawan yang harus berkorban dan berjuang meski nyawa dipertaruhkan.
Perjalana sudah terlewati.Malam pun mulai menggantikan posisi siang.Hujan tak kunjung berhenti.Mereka sampai di lokasi.Semua relawan mulai bergerak dengan satu sama lain.Suci dan Salsa mulai menaiki rakit.
Sebelum terjun untuk penyelamatan.Mereka berdoa diatas rakit dengan sendiri-sendiri.
Roy kelihatan pucat.Dimas disamping nya pun agak pucat.Suci memandangi semua relawan.Begitupun ke sahabat-sahabatnya.Semua siap.Suci menyingkirkan semua pemikiran buruknya.Ia mulai menggayuh rakitan bersama Salsa.Roy dan Dimas berada di depan mereka.
Namun,disaat suci mulai jauh dengan lokasi.Suci melihat kearah Letnan Thama.Ia tersenyum.Begitupun Letnan Thama yang memberikan tanda semangat melalui tangannya
Satu persatu penduduk yang terjebak mulai tertolongkan.Rakitan Suci dan Salsa sudah berisi 4 penduduk.Begitupun rakitan para relawan yang lainnya.
"Bapak!.mari ikut kami.Ketempat yang lebih aman pak".Teriak Dimas pada seorang penduduk yang masih bertahan diatas atap rumahnya.
"Saya tidak mau.Saya minta tolong.Tolong selamatkan saja cucu saya di bangunan rumah tingkat itu.Sebelum banjir dia main kerumah itu.Dia masih diatas untuk bertahan juga".
"Kami akan menolongnya juga pak.Tapi..bapak dulu kami tolong.Karena rumah bapak hampir tenggelam.Dan menara pabrik di samping rumah bapak akan runtuh juga.Menara nya sudah tak kuat pak".Teriak Roy dengan kencang.
Hujan semakin deras.
"Roy.Dimas.Aku sama Suci akan menyelamatkan cucu bapak ini".Teriak Salsa
Dimas tersenyum.Ia mengacungkan jempol kearah Suci dan Salsa
penduduk yang berada di rakit Suci dan Salsa di pindahkan ke rakit relawan lain nya.
Mereka mulai menggayuh rakit ke arah keberadaan anak laki-laki.
Mereka melihat masih ada anak laki-laki yang menagis sambil memeluk tonggak kerucut kerumah.
"Sayang.Jangan takut.Kakak disini".Teriak Salsa.
Suci terdiam.Terpatung.Ia meneteskan air mata.Ia teringan masa itu.Masa yang sama dengan yang sedang dihadapi nya.Dia melihat sosok anak laki-laki kecil yang terjebak di pertengahan meluapnya air.Sosok itu adalah adik bungsunya.Namun,takdir berkata lain.Adiknya terhanyut dengan datang nya ombak air secara tiba-tiba.
"Suci.Ayo peluk adik ini".
Suci tersadarkan Salsa sudah menyelamatkan anak laki-laki itu.
"Sal.Maaf aku nggk konsen sal".
"Bukan saat nya untuk maaf-maafan ci.Peluk adik itu".
Suci langsung memeluk anak laki-laki itu.Air matanya nya tak terbendung.
"Makasih kakak".
" sama-sama sayang".
Salsa tersenyum.Salsa mengerti apa yang dirasakan Suci.Begitun Salsa.Ia lebih memiliki sejarah yang sangat luar biasa.Namun,ia tak menghiraukan semua itu.Ia cukup dengan memberi kasih sayang semampunya kepada orang disekitarnya.Karena,masalalu adalah pelajaran yang sangat berharga
🌱
"Ayo pak.Air sudah mulai naik lagi".
Salsa terkejut melihat keadaan."Kakek itu belum terselamatkan juga ci".
Suci menatap keadaan sekitar
"Dimassss!!!".Teriak Salsa
Dimas memutar kepalanya 90 derjat.Begitupun Roy melakukan hal yang sama.Mereka tersenyum
"Bapak.cucu mu sudah terselamatkan".Teriak Dimas
"Kakek....aku selamat kek". teriak anak laki-laki itu.
Tiba-tiba ombak datang.Rakitan Roy dan Dimas terhanyut menjauh terpontang panting.
"Roy.Dimass".Teriak Suci dan Salsa serta relawan lain nya.
"Bagaimana dengan saya.Saya semakin jauh dengan kalian".Teriak kakek itu dengan khawatir
Roy melihat kearah menara pabrik.Tanpa mengambil keputusan yang lama.Roy membantingkan badan ke air.Ia mulai meluncur.
"Royyy".Teriak Dimas.
Dimas terpatung menagis.Menundu merasa bersalah membiarkan Roy meluncur.
"Dimassss.....".teriak Roy di puncak.Ia mulai memesangakan peralatan kepada kakek yang terjebak
"Roy".Teriak Dimas kembali.Ia mengusap air matanya.Senyumnya mengembang.Semangatnya semakin memanas.
"Hati-hati Roy".
Roy mulai meluncur kedalam air bersama kakek-kakek itu.
Didalam Roy melewati jalanan pabrik yang banyak dengan alat-alat.Kabel listrik pun berserakan di dalam.Berenang bersamaan dengan genangan air.
Ditengah perjalanan.Roy tersendat.Ia melepaskan kakek tersebut dan memberi kode kepada Dimas.
Dimas melihat kode dari Roy.
Tanpa menunggu lama.Dimas meluncur kedalam air.Ia menemukan Roy terjerat dengan kabel listrik yang sangat banyak.
Roy memberi kode agar Dimas membawa kakek itu kepermukaan.Sempat Dimas menolak.Namun akhirnya,Dimas melakukan yang diperintahkan Roy.
Dimas berhasil keluar dari air bersama kakek itu.
"Mana Roy dim?".Tanya Suci.
"Roy masih di dalam.Kalian bawa kakek serta cucunya ke permukaan.Aku menolong Roy.Dia terjerat kabel pabrik".
Dimas langsung meluncur.
Suci dan Salsa tak tahan menahan tangis nya.Sambil menggayuh rakitan menuju kearah permukaan mereka tetap tak bisa menahan tangis.
Suci dan Salsa sampai dipermukaan.Mereka belum melihat kemunculan Roy dan Dimas.
Menara pabrik mulai tak terkendelai.Suci dan Salsa ingin menyusul namun,ditahan oleh Letnan Anton.
Dari ketidaktahuan.Letnan Thama menaiki rakitan.Letnan Anton pun meloncak ke rakitan Letnan Thama.
Suci mulai tenang.Melihat dua Letnan langsung terjun.Namun,dia merasa ada yang kosong di dalam ketenangan nya.
Dari kejauhan.Nampak Letnan Thama meluncur kedalam air.
Lagi-lagi menara mulai mendoyong lagi.
Semua relawan dan penduduk diatas permukaan kering mengkhawatirkan keadaan mereka
Tak terhitung beberapa menit kemudian.Mereka belum juga ke permukaan.Letnan Anton masih fokus mengawasi dari atas
Di dalam genangan air Roy dan Dimas terkejut denga kedatangan Letnan Thama.
Letnan Thama hanya memberi sapaan melalui kode.Dimas mendapatkan kode dari Letnan Thama agar segera ke permukaan.Sempat Dimas menolak.Namun,dipertegas dengan Letnan Thama.
Letnan Thama mulai membantu Roy setelah Dimas mulai menuju kepermukaan.
Roy berhasi diselamatkan.Tanpa melihat apa instruksi dari Letnan Thama.Roy langsung menaik ke arah permukaan.
Saat sudah di permukaan.Roy ditarik oleh Dimas untuk ke atas rakit.Roy melihat sekeliling rakit.Hanya ada Letnan Anton.
"Dimana Letnan Thama Roy?".
"Tadi di belakang saya Dim.Tapi..beliau kok gak ada".
Roy mulai pucat.Ia tadi tak sempat melihat kebelakang.Karena,ia merasa Letnan Thama di belakangnya
Keadaan semakin tegang.
Roy menagis.
Menara akan runtuh dalam hitungan detik
Tanpa menghiraukan ketakitan Roy.Letnan Anton langsung menggayuh rakitan menuju permukaan
"Letnan Thama belum naik Letnan".Teriak Roy dengan tangisnya
"Terlambat Roy.Letnan Thama memberi kode dari dasar agar kita segera ke rakitan.Ia sudah pasrah.Ia terjerat dengan banyak kabel.Dan badan nya sudah tak bisa bergerak.Ia pun memberi kode hanya dengan gerak tangan nya yang terjerat juga".
Tangis Roy kian memecah.Mereka hampir dengan permukaan.
Dari kejauhan 50 meter.Menara mulai runtuh.Bnagunan tinggi itu perlahan menjadi rata.Roy tak kuasa menahan tangis nya
Dimas pun menangis tanpa suara.Ia terasa hilang akal.
Semua menetaskan air mata melihat runtuh nya pabrik itu dengan keberadaan Letnan Thama di bawah nya.
Tanoa menunggu lama.Semua keadaan disekitar pabrik berubah menjadi tenang.Seolah keadaaan berkata.Bahka mereka pemenang!!!
Semua terasa jelas.Terpuruk dengan berjurangnya sang kebanggan mereka dengan tragis.Semua tidak terkendali di akal logika.
perjalanan ini sangat liku.Kita sebagai manusia tidak tau garis apa yang yang sedang di takdirkan tuhan.Manusia hanya bisa menjalani di masa yang sedang terjadi,mempekali diri dengan masa lalu,dan mempersiapkan diri dengan masa depan.Hidup adalah perjalan yang panjang.Hanya pemenanglah yang mampu melaluinya.
Keadaan malam itu sangat memilukan.Roy pingsan tak sadarkan diri.Begitupun Dimas,Suci,dan salsa.Yang hanya terlarut dengan tangisan.Pejuang dan tauladan mereka telah berkurang.
SELAMAT JALAN LETNAN KU.PERJALANAN INI SANGAT PANJANG.ENGKAU PANUTAN.SEMOGA ENGKAU SELALU BAHAGIA DIMANAPUN KEBERADAANMU...
#pengorbananmu