" ada di mana ini? " tanya seorang pemuda yang baru saja tersadar dari komanya.
lalu pemuda itu melihat ke sekitarnya, dia sedang terbaring lemas di sebuah kasur yang terbuat dari kumpulan jerami.
Lalu ada seorang gadis masuk ke ruangan itu.
" K-ka-kau bagaimana bisa?! " gadis itu terlihat sangat shock dan langsung lari keluar dari ruangan itu.
" hah, orang yang aneh " Gumam pemuda itu.
lalu pemuda itu berusaha untuk bangun dari kasur itu, awalnya ia tidak bisa berdiri tapi secara perlahan-lahan dia bisa berdiri dengan tegak walaupun sedikit tidak seimbang.
lalu setelah berdiri ia memutuskan untuk keluar dari ruangan yang terbuat dari tumpukan jerami.
setelah keluar dari ruangan itu ia melihat pemandangan yang sangat luar biasa, ia melihat sebuah bulan berwarna merah yang sangat besar, seakan-akan bulan itu akan menabraknya.
" wow, ini sangat indah! " pemuda itu terkagum-kagum dengan pemandangan yang ia lihat.
" dokter lihat ini! " Tiba-tiba ada suara seorang gadis dari belakang pemuda itu.
lalu pemuda itu berbalik.
" Tidak mungkin, ini tidak mungkin, bagaimana bisa orang yang baru-baru saja mati hidup kembali? " orang yang menanyakan itu terlihat seperti mandi keringat.
" kalian ini siapa " tanya pemuda itu.
" aku adalah seorang perawat, dan ini adalah tuan Denny ia adalah seorang dokter " Jawab gadis itu.
" apakah kau mengingat siapa namamu? " tanya Denny dengan terburu-buru.
" aku tidak bisa mengingat apa-apa, yang ku ingat hanyalah namaku, Rein " Jawab Rein.
Lalu mereka ber2 terlihat seperti kecewa.
" memangnya kenapa kalau aku tidak ingat apa-apa? " Tanya Rein.
" Kau memiliki informasi yang sangat penting! " Denny.
" informasi apa? " tanya Rein.
" informasi tentang besi yang bisa terbang itu!, kami melihatmu terbaring di samping sesuatu yang terbuat dari besi, dan itu bisa terbang " Denny.
" coba ku lihat? " Rein.
Lalu mereka membawa Rein ke tepi pantai.
----------------
Setelah sampai.
" ini dia! " Tunjuk Denny.
Rein melihat sebuah pesawat yang sepertinya masih baru jatuh.
lalu Rein menyentuh pesawat itu.
" aku mengingatnya!, ini adalah pesawat yang sudah di pesan oleh sekolah untuk field trip " Gumam Rein dengan pelan.
" Bagaimana apakah kau mengingat sesuatu? " Tanya Denny dengan antusias.
" Aku sekarang bisa mengingat semuanya! " Rein.
" Baguslah, kalau mau kau bisa bermalam di sini " Denny.
" Terimakasih atas bantuannya! " Rein.
" Tidak perlu berterimakasih, sebagai bayarannya kau harus menjelaskan benda itu, itu sangat penting untuk perkembangan umat manusia " Denny.
lalu mereka ber2 membawa Rein ke pedalaman hutan, agak jauh dari tempat Rein di rawat tadi.
lalu setelah beberapa menit mereka melihat sebuah gerbang dari kayu yang di samping gerbangnya ada 2 buah obor.
lalu mereka ber3 melihat beberapa rumah yang berjejeran di samping kanan dan kiri mereka, jumlahnya tidak terlalu banyak mungkin sekitar 6 - 12 rumah.
" Jumlah manusia di sini ada berapa? " Tanya Rein setelah melihat rumah yang tidak terlalu banyak.
" Jumlah manusia yang ada di pulau ini hanya 28 orang " Jawab Denny dengan sedih.
" Kenapa sangat sedikit? " Tanya Rein.
" Dulunya jumlah kami cukup banyak, mungkin ada sekitar 120-an orang yang tinggal dinsini, tapi sebagian dari mereka memutuskan untuk pergi berlayar, lalu orang-orang mulai meninggalkan pulau ini, tapi saat mereka ingin meninggalkan pulau ini, ada sebuah monster mirip gurita yang sangat besar, monster membunuh semua orang yang pergi dari pulau ini, awalnya kami sudah tidak memiliki harapan lagi, tapi saat kami melihat benda terbang itu kami menemukan harapan lagi, dan orang yang bisa mewujudkan harapan kami adalah kamu Rein " Jelas Denny dengan panjang lebar.
Tanpa sadar mereka sudah di depan sebuah rumah yang cukup besar dan berbeda dari yang lain.
mereka ber3 pun masuk ke rumah itu dan melanjutkan diskusi di dalam rumah itu.
----------------
Keesokannya.
" Teng..teng..teng..teng " terdengar suara bel
yang membuat orang-orang berkumpul.
" Dengar semuanya, hari ini kita akan melawan monster itu! dengan panduan tuan Rein kita pasti bisa mengalahkan monster itu! " Teriak Denny sambil berdiri di atas sebuah batu.
lalu banyak orang yang terlihat ragu tapi tiba-tiba ada sebuah suara.
" Halo aku Rein, Aku akan langsung saja menjelaskan rencananya saja, kalian bisa memilih untuk menolak, tapi jika kalian menolak rencana ini mungkin kalian akan menunggu ajal kalian di pulau ini, tapi jika kalian mengikuti rencana ini ada kemungkinan untuk umat manusia menjelajahi lautan! " Rein.
Dan semuanya setuju.
----------------
Setelah di pinggir pantai, mereka membuat sebuah rakit yang sudah di hubungkan dengan tali, lalu ada 2 orang yang naik ke rakit itu dan pergi ke lautan.
tiba-tiba saja ada sebuah pusaran besar yang membuat sebuah badai yang sangat besar, orang-orang langsung menarik rakit itu kembali ke pantai, di ikuti oleh sebuah gurita raksasa yang bergerak dengan sangat cepat.
" cepat tarik merekaa!!! " Teriak Denny.
lalu orang-orang mulai mempercepat menarik rakit.
setelah sampai di pinggir pantai orang yang berada di rakit itu langsung turun dan berlari ke arah orang-orang yang menarik rakit.
tanpa mereka sadari sebuah gurita raksasa atau Kraken sudah berada tepat di belakang mereka dan memakan mereka.
" ini mudah saja " Gumam Rein dengan percaya diri dari kejauhan.
Rein langsung lari sekencang-kencangnya sampai ke pesawat.
" oiiiii, Kraken b**oh lihat ke sini!!! " Teriak Rein dengan kencang untuk memprovokasi Kraken tersebut.
Merasa dirinya di tantang Kraken itu langsung bergerak dengan cepat ke arah Rein.
Lalu saat Kraken itu sudah sangat dekat.
" Kena kau " Ucap Rein lalu ia melempar sebuah obor tepat ke tangki bahan bakar pesawat yang sudah mereka bongkar.
Lalu Rein berlari sangat kencang untuk menjauh dari pesawat.
*Booooommmmmmm* Sebuah ledakan yang membuat badan Kraken menjadi gumpalan daging.
----------------
lalu setelah keadaan mereda.
" Mungkin aku akan pergi dari pulau ini " Rein.
" Apakah kau serius, bukannya di lautan banyak monster? " Denny.
" Aku tidak peduli, lagi pula aku sangat penasaran dengan apa yang akan menungguku di balik lautan sana " Ucap Rein sambil memandang matahari terbenam yang sangat indah.
----------------
Tamat