Perkenalkan namaku Arabella Elison panggil saja aku Bella, usiaku kini menginjak 20 Tahun. Aku seorang mahasiswi di Universitas ternama di Jakarta.
Di semester akhir aku harus mengerjakan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata). Aku dan teman-teman satu kelompok ku KKN di Desa J..., kami di sambut dengan meriah oleh Kepala Desa dan para warga di sana. Karena kami adalah kelompok KKN pertama di Desa mereka.
Kepala Desa bernama Daniel Kurniawan, tubuhnya tinggi, putih, berwibawa. Pertama kali aku melihatnya aku langsung jatuh hati padanya.
"Bella tolong kerumah Kepala Desa bawalah salah satu anak di sini untuk menemanimu ke sana." Ketua kelompok
"Ada perlu apa aku harus kesana."
"Untuk mengundang makan bersama di posko."
"Baiklah aku akan mengajak Ani."
Bella bersama Ani menelusuri jalan setapak demi setapak. Desa ini masih sangat asri udaranya yang segar membuat Bella merasa nyaman.
Tok... tok... tok...
"Assalamualaikum Pak Daniel." Bella
"Walaikumsalam, Siapa?."
"Saya pak, Bella anak KKN."
"Kamu, silahkan masuk."
Bella masuk kedalam rumah Kepala Desa, melihat sekeliling rumah terpajang foto besar pernikahan Kepala Desa dan istrinya. Istrinya cantik sekali seperti wanita sosialita.
"Itu Ajeng istri saya."
"Eh Bapak mengagetkan saya saja, cantik sekali."
"Lebih cantik jika dia bisa natural seperti kamu." Pak Daniel meberi senyuman.
"Bisa saja Bapak ini, Oh ya kedatangan saya kemari untuk mengundang Bapak dan Isri untuk makan bersama di posko dalam rangka syukuran."
"Insyaallah saya akan datang, tapi tidak janji jika Istri saya ikut."
"Baik pak kalau begitu saya permisi dulu."
Ketika Bella ingin keluar dari rumah Kepala Desa kakinya tersandung jalan yang tidak rata mengakibatkan keseimbanganya goyang dan hampir terjatuh. Dengan sigap Daniel memeluk Bella untuk menolongnya. Mereka cukup lama saling pandang.
"Bel, kamu tidak apa-apa." Ana mengagetka Bella dan Daniel
"Ehh ii...iya yuk pulang." Bella berjalan dan menengok ke belakang dan mendapatkan balasan senyuman dari Daniel
Sepanjang perjalanan Bella memikirkan apa yang terjadi dengan perasaanya.
"Mengapa jantungku berdetak lebih cepat saat Pak Daniel menatapku." Batin Bella
Malam syukuran di posko pun tiba, Pak Daniel datang menggunakan pakaian Casual membuatnya semakin tampan. Pandangan Bella tertuju pada Pria tampan di hadapanya, Daniel pun sadar jika Bella meperhatikanya sedari tadi dan membalas dengan senyuman.
Bella langsung salah tingkah saat aksinya ketahuan Pak Daniel.
Hampir sebulan sudah aku KKN di desa ini hubungku dengan Pak Daniel semakin dekat. Tanpa sepengetahuan teman-teman ku, Aku sering jalan dengan Pak Daniel entah hanya mengelilingi Desa, makan bersama.
Kedekatan kami pun semakin intim hingga Pak Daniel berani mencium bibirku dan meminta lebih dari itu tapi aku selalu menolaknya.
"Mengapa aku merasa ada yang mengikuti kami." Batin Bella
"Mas, aku rasa beberapa hari ini ada yang mengikuti kita?."
"Itu hanya perasaan mu dek."
"Begitu yah." Bella tetap merasa tidak tenang.
Saat Bella berjalan sendirian ada seseorang yang memukul kepala bagian belakangnya mengakibatkan Ia kehilangan kesadaranya.
"Aww dimana aku." Bella memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
Prok...prok...prok suara tepuk tangan terdengar di hadapan Bella.
"Bagus yah, beginilah kelakuan anak kota hah." Seorang wanita menarik dagu Bella
"Siapa kau."
"Lihat wajahku baik-baik dasar PELAKOR."
"Aaaajeng."
"Ya ini aku, apa aku bodoh hingga membiarkan suami ku menjalin hubungan dengan anak kecil sepertimu hah." Ajeng menampar pipi Bella
PLAK
Bella hanya menangis merasakan sakit akibat tamparan tapi tak bisa berbuat apa-apa kaki dan tanganya di ikat.
"Aku minta maaf bu."
"Minta maaf katamu, bibir ini sudah berapa kali Daniel mencium mu." Ajeng menampar kembali wajah Bella hingga mengakibatkan luka lebam dan darah segar mengalir dari sela bibir mungilnya.
Malam ini Ajeng terus menyiksa Bella karena Ia berani menggoda suaminya. Ketika Bella tak sadarkan diri tubuhnya di bawa ke depan posko tempat dia KKN dan memperikan tulisan PELAKOR di kening Bella.
"Aaaaaaa.... Tolong tolong." Salah satu teman KKN Bella
Beberapa warga dan anak- anak lainya mendatangi sumber suara. Mereka semua tekejut melihat kondisi Bella yang sangat mengenaskan tubuhnya di penuhi luka baju yang di gunakan sudah tidak bisa menutupi semua tubuhnya.
Bella di bawa ke rumah sakit terdekat dan dokter berkata bahwa kondisi Bella saat ini Kritis. Keluarga Bella melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib dan menuntut pihak Kampus karena telah lalai.
Postingan mencuat di media sosial bahwa ada anak KKN dari Universitas di Jakarta adalah seorang PELAKOR yang berani merayu Kepala Desa tempat Ia KKN.
Polisi menemukan barang bukti siapa pelaku penganiayaan Bella yang tak lain adalah istri sah dari Kepala Desa di tempat KKN Bella. Dugaan sementara karena cemburu buta melihat kedekatan antara Kepala Desa dengan salah satu anak KKN.
Ajeng pun di tahan karena terbukti menganiaya Bella.
"Rasakan wanita Jala** itu, berani-beraninya dia mengganggu suamiku dasar PELAKOR" Teriak Ajeng saat polisi membawanya masuk ke dalam mobil tahanan.
Satu bulan kemudian.
Bella datang menghampiri Daniel yang sedang melamun membayangkan keadaan Bella.
"Mas."
"Kamu sudah sembuh dek."
"Aku sudah baik-baik saja mas."
"Maafkan aku Bel ini semua salah ku, karena aku kamu jadi seperti ini."
"Ini semua salah ku juga mas, mas aku sangat mencintai mu, entah sejak kapan perasaan ku tumbuh pada mu."
"Bell mas berjanji setelah sidang perceraian mas dengan Ajeng selesai, mas akan melamarmu."
"Mas aku mohon bantulah aku mengembalikan harga diri keluargaku yang telah aku hancurkan hanya itu yang membuat ku datang kemari."
"Aku akan menyelesaikan semuanya dek."
Daniel memeluk Bella dengan erat. Ketika Daniel sadar di pelukannya bukanlah Bella melaikan guling.
"Bel... Bella." Daniel mencari keberadaan Bella.
Ketika Daniel meraih Handphone untuk menghubungi Bella, Daniel melihat Notivikasi pesan dari ketua kelompok KKN Bella.
"Assalamualaikum Pak Daniel, saya ingin mengabarkan bahwa teman saya yang bernama Arabella Ellison hari ini meninggal dunia di Rumah Sakit xx."
"Bellllllllllaaaaaaa...."Teriak Daniel.
Saat pemakaman Bella, Daniel tidak hadir karena ia masih terpukul akan kepergian Bella.
Satu Minggu kemudian.
Daniel mengundang semua media untuk datang ke kantor Kepala Desa.
"Saya mengundang bapak dan ibu semua di sini karena saya ingin mejelaskan bidik permasalahan yang terjadi dan beredar selama ini. Saya Daniel Kurniawan memang benar telah menikah resmi dengan Istri saya yang bernama Ajeng. Tapi sejak 4 bulan lalu saya telah menjatukan talak 3 kepada Istri saya di karenakan Ajeng telah menikah siri dengan seorang Pria di belakang saya. Hubungan saya dengan Arabella Ellison alm. Memang benar adanya setelah sidang perceraian saya dengan Ajeng selesai saya memang berniat untuk mempersuntin Bella, tapi (Daniel berhenti berbicara) sebelum semua itu terjadi Tuhan lebih sayang pada Bella dan mengambilnya dari saya. Bella adalah wanita baik-baik dia bukan SEORANG PELAKOR ini semua salah saya, saya selalu menitupi ketidak harmonisan hubungan saya dengan Ajeng. Sehingga Bella menjadi korban."
Setelah pernyataan yang di berikan oleh Daniel kini nama baik Bella kembali di dapatkanya dan kedua orang tua Bella mendapatkan harga dirinya.
"Nak Daniel ada titipan dari Bella" orang tua Bella memberikan secari kertas pada Daniel.
*Mas maaf jika saat membaca surat ini aku sudah tidak bisa menepati janjiku untuk menjadi wanita terakhir di hidupmi. Mas terimakasih selama ini sudah memberikan warna dalam hari-hariku, aku telah memafkan mbak Ajeng aku mengerti apa yang mbak Ajeng rasakan mas,Tolong maafkanlah dia. Aku sudah bahagia saat ini mas, dan aku harap mas juga bisa bahagia tanpa kehadiran Bella. Aku mencintaimu mas Daniel*
#BellaYangSelaluMencintaimu