Kamu tahu gak, kenapa TUHAN menciptakan mata manusia itu jumlahnya dua? Tanya ku dengan memandang wajah wanita berlangsung pipi itu.
Ya karena memang sudah begitu dari sana nya. Itu adalah jawaban standar darinya karena dia tak ingin memperpanjang pertanyaan ku.
Jawaban mu masih saja seperti itu, ayolah pikirkan sesuatu yang lebih menarik. Aku kembali menggodanya dengan menyikut tangan nya.
Dia meletakkan tangannya di wajah ku sambil berkata "kamu tu yang pikirannya kelewatan menarik, bahkan menuju aneh. Dan kalo aku jawab pun belum tentu sesuai dengan apa yang kamu pikirkan".
Tuhan menciptakan aku agar kamu bisa mengetahui bahwa Tuhan adalah pencipta yang luar biasa karena Dia mampu menciptakan kamu yang pemalu dan sedikit biacara dan aku yang selalu mewarnai hidupmu dengan banyak keahlian ku. Tegas roman dengan nada suara sombong.
Dia hanya memandang ku dengan tersenyum karena dia tahu hanya itu yang ku inginkan.
Pertanyaan- pertanyaan itu adalah pertanyaan receh yang aku lontarkan kepada dia seseorang sahabat sekaligus wanita yang ku yakini tak pernah bisa berhenti tersenyum saat aku memberikan pertanyaan simple namun berhasil membuat lekuk sabit di wajahnya yang manis itu.
Jika persahabatan antara lelaki dan wanita akan menghadirkan cinta aku adalah salah satu nya.
Aku roman lelaki biasa yang memiliki teman sekaligus sahabat dan orang yang spesial dalam hidup ku.
Tiada hari tanpa claudya itu adalah selogan yang pas untuk kisah ku, kami kesekolah bersama, makan siang dengan bekal yang sama, bahkan sering belanja keperluan sekolah bersama.
Tak jarang pensil ku berwarna pink karena dia memintanya. Katanya itu bagus untuk ku. Aku hanya tersenyum.
Terdengar klise namun hal itu membuat ku bahagia.
Jika Tuhan mengizinkan ku memutar mesin waktu nya aku ingin sekali kembali pada masa itu, dimana aku dan claudya bersama dan terus melewati hari dengan penuh bahagia.
Oh tidak Roman hanya karena sàat ini aku berdiri di depan toko yang bertuliskan 'claudya' lalu kau mengingat nya.
Rasanya waktu berlalu begitu cepat, aku telah melesat seperti kilat waktu yang ku lalui tanpanya rasanya sedikit hambar, sejak aku memutuskan untuk tidak masuk SMP yang sama dengannya, mungkin cinta anak SD sering disebut sebagai cinta monyet. Namun bagiku yang ku jalani bersama claudya adalah rasa yang memang ada pada orang - orang pada umumnya. Dan aku tak pernah percaya ada cinta monyet, meskipun saat perpisahan itu claudya mengatakan kepada ku 'roman, kau yang bilang kalau kau tak percaya cinta monyet, namun sekarang kau yang membuktikan bahwa cinta anak SD memang tak bisa melakukan apa -apa.
Sesak sepertinya sedang berusaha menyelimuti ku.
Sudah belanja nya? Tanya lelaki tegap dengan baju putih abu abu lengkap dengan dasi dan rambut yang di sebak sedikit acak - acakan itu dan memakai pakaian SMA yang sama.
Mereka pun berjalan dari kasir menuju pintu keluar, saat mereka keluar ada seorang lelaki remaja yang seperti juga seumuran dengan mereka, claudya menatap nya dengan pandangan tak percaya dan terus berkata enggak, gak mungkin ucapnya secara pelan.
Daven, yang menyadari hal itu bertanya "kamu kenapa? Apa kamu mengenal nya?
Tidak - tidak jawab claudya dengan cepat.
Namun rasanya hati tak bisa di tipu mungkin karena rasa yang pernah tumbuh membuat roman merasa ada keberadaan claudya gadis pujaan nya itu, tanpa berpikir panjang roman mengejar sepasang remaja yang berjalan ke arah parkiran mobil itu.
Dia berteriak memanggil nama "claudya"...
Dan sontak gadis yang berjalan itu berhenti lalu menoleh ke belakang.
Namun tak berapa detik dia langsung memalingkan wajahnya.
Daven, yang heran melihat kejadian itu. Mengajak claudya masuk kedalam mobil, namun ternyata lelaki yang berteriak tadi mengejar mereka dan berdiri tepat di kaca mobil itu, claudya yang keliatan gugup, bingung dan kurang nyaman dengan kondisi ini tak ingin melihat kearah lelaki itu.
Claudya, claudya, claudya, teriak lelaki itu.
Kamu yakin tidak mengenalnya kali ini dengan wajah sinis Daven bertanya.
Tidak, jawab claudya dengan cepat.
Lalu mengapa dia memanggil namamu terus?
Claudya hanya diam tak menjawab.
Daven, memutuskan untuk keluar dan ingin langsung bertanya pada lelaki yang dari tadi memanggil pacarnya itu. Saat daven, ingin membuka pintu claudya menahannya dan berkata "dia roman sahabat ku saat SD".
Kenapa tidak kamu temui? Claudya kembali hening.
Jika kamu tak ingin menjawab tak apa aku akan menanyakannya langsung pada sahabat mu itu. Ucap daven dengan tegas.
Dia adalah laki - laki yang pernah aku ceritakan. Dia adalah orang selalu bersama ku masa dulu, dia adalah yang selalu membuat ku tersenyum dan bahagia. Dia selalu mampu membuat ku tersipu malu dan dia selalu berhasil membuat senyum indah di wajah ku.
Daven yang mendengar hal yang entah spontan atau sengaja di ucapkan oleh claudya yang juga kekasih nya itu mendadak diam.
Tuhan mengapa KAU kembalikan dia, mengapa hari ini harus menjadi hari pertemuan ku dengannya, Tuhan ku mohon aku sudah berusaha menguburnya semampu ku jangan buat aku seperti ini Tuhan. Ucap claudya dalam hati.
Tanpa disadari daven, yang duduk di samping claudya sudah keluar dan sedang bicara dengan roman.
Claudya pun langsung turun dan menghampiri mereka. Terlihat terjadi perdebatan antara roman dan daven.
Melihat claudya yang mendekat roman tersenyum dan tidak mendengarkan ocehan daven.
Rasanya seperti dia di berikan mesin waktu karena bisa menikmati indahnya wajah berlangsung pipi itu.
Tanpa berkata apapun claudya langsung menarik tangan daven dan mengajaknya pergi dari tempat itu. Roman yang kaget karena wanita yang begitu dikaguminya itu menarik tangan yang bukan tangannya.
Daven daven claudya pun masuk mobil dan meninggalkan roman di depan toko yang bertuliskan claudya itu.
Kenapa kamu tarik aku? Aku hanya ingin memberitahunya agar menjauh dari mu. Aku tak ingin dia kembali untuk merebutmu dari peluk ku.
Ucapan daven kepada claudya.
Daven cukup, dalam kamus ku tak ada yang namanya belikan sama mantan sekalipun itu roman.
Claudya mengucapkan itu dengan pandangan kosong dan tiba - tiba. Dan membuat daven terkejut.
Mantan? Tanya daven. Namun claudya hanya diam.
Tadi kamu bilang dia sahabat kamu lalu sekarang kamu bilang dia mantan kamu.
Sebenernya dia sahabat atau mantan kamu sih?
Claudya tak menjawab apapun, mungkin karena hatinya belum siap bertemu roman, atau memang kenangan indah itu masih membekas dihati nadia. Yang pasti claudya hanya diam karena memang dia ak tahu apa yang harusnya dia jelaskan.
Semesta adalah ruang yang luas namun bisa sempit bahkan sesak ketika kita bertemu dan dipertemukan oleh oarang yang tidak kita inginkan. Mungkin claudya butuh waktu untuk menjelaskan atau mungkin semua hanya akan menjadi rasahia dimasa silam.
Dimana dulu ada sepasang anak SD yang saling menyayangi pernah mengùkir kisah indah yang abadi.