Namanya Renza
Dia berasal dari kota metropolitan. Disana tampak dan sangat jelas kesibukan duniawi mencari harta dan kedudukkan disisi manusia.
Para pemuda baik laki maupun perempuan bertebaran dimana2. Jalan, kantor, sekolah, jalanan, bus, dan yang lainnya.
"Jakarta, yah itulah kampung halaman ku hingga saat ini" ujar renza bercerita.
"Kota yang penuh dengan keramaian dan godaan. disanalah aku dilahirkan, ditengah2 keluarga yang terpandang" ujar renza melanjutkan bercerita
Hingga usianya menginjak 13 tahun, Renza harus kehilangan orang yang paling disayanginya yaitu sang ibu tercinta.
"Pukulan yang sangat luar biasa saat itu. Depresi, Sedih, Marah, dan hal yang lain yang kurasakan sangat berat." kata renza mengenang waktu itu..
Namun, roda kehidupan terus berputar, bersama berputarnya masa. Hingga ayahku memasukkan ku ke sebuah sekolah SMP Negri di jakarta.
Disitulah renza mulau mengenal dunia luar, khususnya dunia remaja yang buta akan semuanya.
Kelas 1 SMP renza jalani bersama teman2 sebayanya saat itu, penuh kegembiraan, kesenangan dan canda tawa. Tanpa berpikir sedikit pun tentang rambu2 agama.
Minginjak kelas 2 SMP, renza semakin jauh dari rambu2 agama. tak tahu mana yang halal dan yang haram. tidak tahu mana yang dilarang dan mana yang di perintah.. namun, hidupnya saat itu hanyalah kesenangan dan kesenangan.
semakin jauh dirinya berjalan hingga harus berkenalan dengan seorang pemuda yang mengajaknya untuk ikut menjadi penonton bayaran disalah satu stasiun televisi swasta di jakarta.
"Tawaran itu aku penuhi.. untuk mencari uang sendiri, meski ayahku masih mampu untuk membiayai kebutuhanku"
"Setiap pulang sekolah aku langsung pergi ke lokasi syuting dengab masih menggunakan seragam, berlarut hingga kenaikan kelas 3 aku makin terhanyut dengan perkerjaan tersebut"
"Dan masukkalah aku sebagai karyawan di kantir stasiun televisi swasta"
Kehidupan yang penuh hura hura dan bergaul dengan para artis itu sudah menjadi makanan pokok dalam kehidupannya
kehidupan seperti itu ia jalani hingga memasuki 2 SMA.
Hingga saat itu sang Pencipta menakdirkan suatu yang sangat pahit dalam kehidupannya, sebuah kejadian yang membuatku terhinakan dan merasa bersalah kepada semua pihak keluarga
yaitu, pada saat aku berkenalan dengan seorang pemuda yang berasal dari medan yang kini tinggal di jakarta.
Sebut saja ia " Ryan", umurnya 25 tahun.
Berawal dari sosmed, dia menyapa renza terlebih dulu. Renza pun menyapanya dengan hangat, hingga 2 hari kemudian walau hanya lewat medsos, tiba2 dia meminta renza untuk bisa bermain ke rumahnya, tanpa rasa ragu.. renza pun meng-Iyakannya.
Pada Saat hari yang ditentukan, diapun datang. seharian penuh dia berada dirumahnya, bercerita tentang kehidupannya yang penuh kesedihan dan cobaan.
renza mulai terasa iba terhadapnya.
sampai malam pun tiba, ia meminta renza untuk menginap dirumahnya.renza pun menurutinya.
Pada hari yang ke-2.. Entah apa yang terjadi pada renza, seolah2.. akalnya tertutup. Hati dan pikirannya entah kemana perginya. Renza merasa tidak mau kehilangan laki2 itu (ryan), sebulan penuh ryan tinggal di rumah renza.
keluarga dan sahabat2nya merasa aneh pada sikap renza.
pada hari itu pula.renza menjadi malas sekolah, tidak bekerja, dan tidak bergaul dengn teman2nya.
bahkan renza justru diajak ke gereja bersama ryan.
"Entah apa yang terjadi saat itu.. aku benar2 tidak sadar dengan apa yang ku lakukan"
Sebulan penuh renza mengikuti kegiatan gereja.
keluarga dan teman2nya pun mengetahui dan mengambil tindakan.
pada suatu hari. ketika renza dan ryan pergu ke gereja, ayah renza memanggil semua ahli keluargnya dan sebagian dari temannya yang sudah curiga terhadap kami ber-2.
" pada saat itulah keributan terjadi dirumahnya.Laki2 itu hanya diam sambil duduk bersila, sedangkan diriku.. membelanya sampai berani melawan ayah dan keluargaku. Entah,aku benar2 tidak sadar saat itu!"
Akhirnya mereka berhasil memisahkan kami dengan cara paman dan sepupunya memegangi tangan dan badan renza, hingga laki2 itu keluar dan diusir oleh paman.
Dua hari kemudian, bertepatan dengan pemilu walikota di jakarta, dan renza menjadi salah satu petugasnya
Siang pukul 12.30
ketika renza keluar kompleks perumahan untuk mencari makan siang, tiba2 renza melihat laki2 itu kembali hingga dia menghampirinya.
Seperti diSIHIR?! ya, memang diSIHIR. dalam sekejap mata, renza luluh lagi terhadapnya.
dia meminta renza untuk ikut dengannya, renza pun mengikutinya. sampailah renza dirumah yang kecil nan kumuh. ternyata itu adalah rumah laki2 tersebut.
tinggallah renza dengannya di rumah itu, tanpa membawa sehelai kain pun, keluarga dan teman.
Sebulan tinggal bersamanya penuh kesengsaraan! Makan susah! Minum susah! Uang pun tidak ada!
Penculikan? itulah sebutan yang pantas untuk laki2 itu! dia membawa renza pergi jauh dari keluarganya dan lupa akan segalanya
hingga laki2 itu beehasil membawa renza semakin jauh dari keluarga. dia membawa ku ke kota medan, kota yang sebagian besar penduduknya beragama hindu dan kristen.
disitu laki2 itu pun menampakkan jati dirinya. dia membawa renza ke belakang kilang padi dan ternyata itu adalah rumahnya.
Ya, satu kebohongan yang membuat renza terdiam
Hingga esok harinya renza di ajak laki2 itu ke gereja kemudian renza pun di baptis, jadilah renza seorang pemuda yang beragama kristen protestan yang jauh dari keluarga. Setiap tiga hari dalam seminggu renza hanya menghabiskan waktunya untuk kegiatan di gereja.
Untuk masalah pekerjaan, laki2 itu menyuruhnya mencari uang dengan cara meminta2 dari masjid ke masjid yang lainnya dengan menggunakan sertifikat muallaf yang dia punya. Sertifikatnya asli, tapi penuh kedustaan.
Seiring berjalannya waktu semakun lama laki laki itu semakin kasar dan sangat bengis. Sesekali renza melakukan kesalahan walaupun hanya sedikit, tangan dan kakinya tak segan2 diarahkan ke wajah renza atau ke bagian tubuh yang lainnya.
Tak jarang keluar darah di beberapa bagian dari tubuhku, seperti bibir dan hidung. Penuh siksaan dan derita. Bagaikan budak yang harus melayani hawa nafsu majikannya.
Hingga suatu ketika renza mendapat pekerjaan di rumah makan masih bersamanya. renza kira, dengan itu dia akan berubah. Eh, ternyata tidak sama sekali.
bahkan dia semakin kasar kepada renza.
Tidak begiti lama bekerja renza dan ryan pun memutuskan untuk keluar, dan beralih ke pekerjaan mengemis.
Hampir 1 tahun penuh, renza habiskan usia muda nya di medan. dan menjalankan kehidupan yang penuh sesak didada, tak berselang lama laki2 itu mengajak renza untuk kembali ke jakarta.
Entah apa yang direncanakan!
Kembali ke jakarta! kegiatan hari pertama adalah mencari pekerjaan dengan menggunakan ijazah yang laki2 itu ubah sedemikian rupa. Hingga kami pun mendapat pekerjaan dan kehidupan yang mulai membaik.
Kegiatan yang renza jalani selain bekerja adalah kegiatan ibadah gereja. Renza dilibatkan menjadi "Quwayear" yaitu menyayikan lagu2 gereja pada saat ibadah.
renza juga mempunyai satu lagu single yang eenza nyayikan sendiri dan dimasukkan ke album artis gereja yang lain.
Hingga pada suatu saat, renza dan ryan dikeluarkan dari pekerjaan maupun kegiatan di gereja. Pengangguran? yah, kami menjadi pengangguran yang tak tahu ingin kemana lagi mencari sesuap nasi dan seteguk air untuk menghilangkan dahaga. dan juga untuk membayar kontrakan yang sudah menunggak 2 bulan.
Namin, laki2 itu mempunyai ide yang sangat picik,
"Bagaimana kalau kita masuk islam lagi di salah satu masjid!?" kata nya
renza hanya mengikuti dan berkata, " dimana?"
laki2 itu pun menjawab dengan percaya diri, " disana dan disana".
"Seperti yang ku katakan di pertengahan cerita ini, aku seperti disihir! Ya.. memang DiSIHIR! aku diam saja dan mengikuti apa maunya tanpa ada pemberontakan sama sekali" kata renza menceritakan kisahnya.
Hari yang disepakati pun tiba. Sore pukul 17.00 renza dan ryan berangkat ke kota bogor.
Malam sudah tiba, ketika kami melangkahkan kaki dan mendapatkab masjid yang lumayan besar. Setelah sampai dan mendatangi salah satu pengutus masjid itu, renza pun menjelaskan maksud kedatangan kami.
Alhasil, diterima maksud kami. Sehari kemudian, akad syahadat pun dilaksanakan di masjid itu dihadiri para pengurus dan 1 saksi.
Jadilah renza dan ryan seorang muslim, dibimbinglah mereka berdua dengn bimbingan yang sederhana.
Terjebak? Ya.. laki2 itu terjebak, termasuk aku.
setelah itu, kami merasa terjebak di masjid itu. Rencana yang semula ingin menggunakan sertifikat baru untuk meminta2 dari masjid satu ke masjid yang lainnya hancur begitu saja.
Tuhan berkehendak lain.. Renza dan ryan itu tinggal di masjid selama kurang lebih nya 2 minggu.
Dan dengan kehendak tuhan pula, ada salah satu pengus masjid yang kemudian memasukkan kami kesebuah pesantren. dengan informasi dan perantara keponakan imam masjid yang sudh lama menjadi santri di sebuah pesantren, kami meminta izin kepada pengurus, hingga kami pun diizinkan.
Esok harinya.. berangkatlah kami ke pesantren yang di maksud, dengan menempuh perjalanan sekitar 13 jam.
Kehidupan baru ditempat yang baru.. juga teman2 baru
sekuat tenaga ku mulai biasakan diri dengan hidupku yang baru bersama laki2 itu.
Hingga pelajaran pun dimulai, aku mulai fokus mendengarkan apa yang guru terangkan.
kini tidak ada lagi kesedihan, isak tangis, tumpahan air mata dan juga darah.. laki2 itu pun sikapnya mulai membaik.
Tidak terasa sudah 2 bulan renza berada di pesantren.
Hingga pada suatu kejadian yang membuatku terlepas dari laki2 itu dan juga Sihir jahatnya.
3 hari sebelumnya, dengan tatapan dan raut wajah yang seakan2 membenciku, laki2 itu memarahiku tanpa sebab. di depan para santri.
maka terjadilah pertengkaran yang sangat memalukan di antara kami. sehingga salah satu teman melihat dan memisahkan kami berdua.
"Kejadian itu sungguh luar biasa.. dan aku sungguh sangat bersyukur, karena sedikit demi sedikit aku mulai mengingat siapa diriku sebenarnya"
"Keesokan paginya, ku ceritakan semuanya tentang sebenarnya.. tentang apa yang pernah ku alami. dan siapa sebenarnya laki2 itu"
setelah ku ceritakan semuanya.. berita itu dengan sangat cepat menyebar. bahkan sampai terdengar oleh para pihak pesantren.
lalu mereka membuat kesepakatan untuk mengeluarkan laki2 itu.. walau laki2 itu berusaha memberontak dan menangis. namun, keputusan sudah bulat.
lalu dia pun dikeluarkan
2 hari setelah kepergiannya..
Renza merasakan sesuatu yang mengganjal hilang, sekarang.. dia sudah mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Kisah bukan halu semata, Namun.. kisah ini adalah kisah nyata. yang pernah dialami anak adam
°°TAMAT°°
By : LinSyua