"Nana bangun sayang sholat subuh dulu lalu kita pergi nyapu jalanan ibu tunggu di halaman ya" kata ibu Nana
"iya Bu" jawap Nana
Nama aku Nana, aku tinggal berdua saja dengan ibu karena ayahku meninggal saat terkena serangan jantung saat menyapu jalan. Umurku 19tahun lulus SMA 1tahun yang lalu. Mencari pekerjaan dengan ijazah SMA sangat sulit jadi sambil menunggu mendapatkan pekerjaan lebih baik aku memilih untuk bekerja menyapu jalan dengan bayaran yang sebenarnya sangat minim.
"Na nanti siang kamu mau pergi nyari kerja lagi" tanya ibu Nana
"iya Bu kalo kita cuma kerja nyapu jalan kayak gini mana bisa Nana merubah nasip kita agar lebih baik, Nana gak tega lihat ibu tiap hari bangun pagi buat kerja kayak gini, maafin Nana belum bisa bahagiain ibu" kata Nana
"sudah lah Na, kamu semangat cari kerjanya ibu doakan agar kamu bisa segera mendapat kebahagian kayak yang lain dan dapat pekerjaan yang sesuai sama ke inginan kamu" kata ibu Nana
"Nana....
"eh mas Iman ada apa" tanya Nana
"ini tadi kantor tempat mas kerja lagi butuh OG kamu coba ngelamar disana ya gajinya lumayan lho" kata Iman
"tentu saja mas nanti selesai nyapu Nana akan langsung ke kantor tempat mas Iman kerja" kata Nana semangat
"pakai pakaian rapi ya" pesan Iman
"iya mas tenang aja" jawap Nana
"ya udah aku pulang dulu sampai jumpa nanti, Bu Iman duluan" pamit Iman
"iya trimakasih...
"ayo Na buruan di selesaikan nyapunya biar kamu punya banyak waktu buat siap-siap" kata ibu Nana
Setelah selesai menyapu jalanan Nana segera pulang untuk mempersiapkan diri untuk melamar ke perusaah tempat Iman bekerja.
"Bu berangkat dulu ya, doain Nana di terima kerja" pamit Nana pada ibunya yang saat itu masih melanjutkan pekerjaannya yaitu menyapu sebuah taman bermain
"iya Na jangan lupa baca doa dulu semoga kamu di terima kerja" kata ibu Nana
"pamit Bu assalamu'alaikum" kata Nana sambil mencium tangan ibunya
Sesampainya di perusahaan tempat Iman kerja yaitu Perusahaan BENUA, perusahaan besar bergerak di bidang properti dan perhotelan
"semangat Nana kamu pasti bisa" gumam Nana yang langsung berjalan masuk kedalam perusahaan
"selamat pagi kak saya mau melamar pekerjaan," tanya Nana pada resepsionis
"langsung naik ke lantai 3 ya" jawap resepsionis itu ramah
"makasih mbak" kata Nana lalu segera naik lift menuju ke lantai3
Sesampainya di lantai 3
"ya ampun ternyata banyak banget yang melamar dan ada banyak meja pendaftarannya aku mesti pergi ke yang mana nih" gumam Nana bingung
"Nana...
"lho mas imam kok disini" tanya Nana
"mana surat lamaran kerja kamu aku bantu kebetulan kerjaan aku cuma dikit jadi bisa di selesaikan nanti" kata Iman yang langsung menyeret Nana ke salah satu meja pendaftaran
"mbak Dian ini adik sepupu aku dia lulusan SMA bisa bantu gak" kata Iman
"mau jadi OG apa kantin" tanya Dian
"OG aja deh agak gedean gajinya bisa kan mbak" tanya Iman
"ntar di usahain" jawap Dian
"makasih ya ntar di traktir makan siang deh" goda Iman
"ogah ama suami aja udah balik kerja sana lagian baru besok di umumin adik kamu di terima apa gak jadi kamu dek boleh pulang sekarang nanti akan di hubungi via telpon kalo kamu dibterima" kata Dian ramah
"makasih mbak saya permisi" pamit Nana
"mas aku langsung balik ya" pamit Nana
"iya hati-hati semoga di terima na" kata Iman
"iya mas makasih" kata Nana sambil langsung pergi meninggalkan perusahaan
Namun saat baru berada di jalan saat akan ke halte Nana melihat ada seorang kakek-kakek yang sepertinya sedang menahan kesakitan yang luar biasa tanpa ada orang yang mau menolongnya
"kakek, kek kakek bisa denger suara Nana" kata Nana sambil membantu sang kakek untuk duduk
"minum dulu kek Nana bawa air putih tadi dari rumah" kata Nana sambil memberi air putih pada sang kakek
"trimakasih cu maaf merepotkan" kata kakek
"kakek duduk di kursi itu ya,kakek sama siapa ke sini" tanya Nana
"sama cucu kakek dia bekerja disana" jawap kakek
"sekarang cucu kakek dimana" tanya Nana
"dia pergi karena marah sama kakek yang terus memaksanya untuk menikah" jawap kakek
"usia cucu kakek barapa kok nikahnya pakek di paksa segala" tanya Nana lalu sedikit memijat tangan kakek itu
"usianya sudah 31tahun dia itu selalu dingin pada wanita kakek takut dia jadi gak normal nanti" jawap kakek itu
"ohya kamu mau gak nikah sama cucu kakek" tanya kakek yang langsung membuat Nana terkejut
"hahhhh kakek bercanda kita saja baru bertemu hari ini" kata Nana tida percaya
"saya hanya tinggal berdua dengan cucu saya itu orang tuanya sudah meninggal saat perjalanan bisnis kakek satu-satunya orang yang bisa dia percaya saat ini, kakek lihat kamu gadis yang baik padaha kakek dari tadi lho menahan nyeri di dada kakek tapi tidak ada yang mau menolong, apa karena pakaian kakek yang seadanya ya, berapa nak usia.kamu" tanya kakek
"19tahun kek baru lulus SMA tahun kemarin Nana baru saja melamar pekerjaaan di sana kek sebagai OG doain di terima ya" jawap Nana
"kalo di terima jadi cucu kakek pasti kakek aminkan" jawap kakek sambil terkekeh
"kakekkkkk....
"cucu kurang ajar ngapain balik kesini kamu tenang saja kakek masih hidup ada Nana yang nolong kakek tadi" kata kakek
"teri......" kata cucu kakek menggantung setelah melihat Nana
"kenapa melihat saya seperti itu" tanya Nana heran
"kamu gadis penyapu jalan yang sering bantuin dorong penjual sayur di komplek kan" kata cucu kakek
"kalian kenal" tanya kakek
"nggak kek cuma tau" kata cucu kakek
" eh Daniel kenalkan ini Nana, Nana Iki cucu kurang ajar kakek namanya Daniel
" kek....
"kenapa mau protes, sekarang antar kakek kerumah sakit dari tadi jantung kakek agak nyeri" kata kakek
"baik lah Nana kami duluan ya" pamit Daniel dan kakeknya
Ke esokan harinya....
"Bu ibuuuuu" teriak Nana
"ada apa na bikin ibu kaget aja" kata ibu Nana
" nih habis sholat subuh tadi Nana dapat pesan kalo Nana di terima kerja di sana sebagai OG kata mas Iman gajinya gede Bu" kata Nana senang sambil memeluk ibunya
"ya sudah kamu siap-siap aja sekarang biar nanti tidak terlambat bekerja" kata ibu Nana
Di Rumah Sakit...
"pagi kek" sapa Dirga sambil merapikan penampilannya untuk ke kantor
" kakek kira semalam kamu pulang" kata kakek.
" mana tega Daniel ninggalin kakek, ohya kakek kenal dari mana sama Nana" tanya Daniel
"kan kakek udah bilang kemarin kalo Nana yang nolong kakek" jawap kakek
"kakek masih ingat gak gadis pekerja keras yang pernah Daniel critain ke kakek" kata Daniel
"iya yang setelah menyapu jalan trus tiba-tiba muncul mengenakan sragam SMA itukan" kata kakek
"bener kek dan Daniel sudah menemukan gadis itu kembali" kata Daniel
"benarkah dimana dia sekarang jangan sembarangan memilih pasangan hidup, banyak gadis yang wajahnya imut alim tapi hatinya busuk" kata kakek
"kalo gadis itu Nana gimana" kata Daniel yang sukses membuat kakeknya terkejut
"hahhh kamu jangan bercanda" kata kakek memastikan
"benar kek gadis itu adalah Nana, kakek ingat kan kemarin dia sempat terkejut saat danile bilang pernah melihat dia menolong pedagang sayur" kata Daniel
" kalau dia Nana lamar aja di sekarang juga sebelum.ada yang ngambil" kata kakek
"gak bisa gitu juga dong kek bisa kaget trus kabur dia, Daniel bakal selidiki dulu asal usul dia kalo Daniel udah yakin Daniel pastiin dia akan menjadi cucu mantu kesayangan kakek nanti" kata Daniel
"mendengar kata-kata manismu ini kakek sangat yakin kakek nanti pasti dapat meninggal dengan tenang"kata kakek
"kalo kakek mau meninggal dengan cepat mending Daniel gak jadi nikah aja deh enak saja kakek.mau lepas tanggung jawab" omel Daniel yang tidak terima jika kakeknya selalu membicarakan kematian
"kakek bercanda Daniel sudah kamu segera kekantor saja ohya kata Nana kemarin dia baru saja melamar pekerjaan di kantor kamu cek aja siapa tau di keterima" kata kakek
"benarkah, baiklah Daniel pergi dulu jangan lupa makan dan obatnya di minum" pesan Daniel
Sesampainya di kantor...
"Nana ini seragamnya kamu pakai kamu bertugas di lantai 1 dulu karena baru pemula dan mesti banyak belajar gak apa-apa kan" kata kata kepala bagian
"baik pak" jawap Nana
"Kiki bakal ngajarin kamu tentang pekerjaan apa saja yang harus kamu lakukan, Ki bimbing dia" kata kepala bagian
"siap pak laksanakan" kata Kiki
"Nana bisa buat kopi gak bantu buat minum ya nanti kita bagi ke setiap karyawan" kata Kiki
Tidak terasa Nana sudah bekerja lebih dari 6bulan pekerjaannya lumayan baik dan cekatan dia mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan tanpa Nana sadari selama itu juga Daniel mengamati apapun yang di lakukan Nana
Di rumah Daniel...
"Daniel bagaimana ada kemajuan tentang Nana apa dia tau kamu pemilik perusahaan tempat dia kerja" tanya kakek
" dia tidak tau kek, Daniel bingung kek harus mendekati Nana dengan cara apa,tapi kalo soal perasaan Daniel sangat yakin dengan pilihan Daniel sekarang
"kakek ada ide..." kata kakek Daniel yang langsung membisikkan idenyanyang di rasa Daniel sangat menguntungkannya
Sore harinya di luar kantor Daniel
" Nana..." panggil kakek
"iya kek kenapa kakek disini sendiri udaranya sangat dingin kakek bisa sakit nanti" kata Nana khawatir namun tiba-tiba kakek pingsan di pelukan Nana
"kek bangun kek kakek" kata Nana panik
"ada apa dengan kakek" tanya Daniel yang baru datang
" kita langsung bawa kakek kerumah sakit kamu bantu saya ok" kata Daniel
"baiklah ayo" kata Nana
Di Rumah Sakit...
"dokter bagaimana keadaan kakek saya" tanya Daniel
" kondisinya semakin memburuk beliau ingin berbicara pada kalian berdua" kata dokter
"baiklah" kata Daniel lalu menggandeng Nana agar ikut dia masuk keruangan kakek
"Nana kesini nak" kata kakek
"iya kek ada yang bisa Nana lakukan untuk kakek" tanya Nana
"menikahlah dengan cucuku gantikan kakek menjaganya karena kakek sangat tau jika usia kakek tidak lama lagi" kata kakek yang membuat Nana sangat terkejut apa lagi dia sama sekali tidak mengenal Daniel meskipun mereka berada di kantor yang sama
"tapi kek Nana tidak mengenal mas Daniel" kilah Nana
"usia kakek tidak lama lagi na di sisa usia kakek saat ini kakek ingin melihat Daniel menikah baru kakek bisa tenang dan gadis yang menurut kakek tepat menggantikan kakek adalah kamu na kakek mohon" kata kakek yang membuat Nana semakin merasa terpojok dan bersalah
"Nana harus tanya ibu" kata Nana
"ibumu sedang dalam perjalanan kemari" jawap Daniel
"apa..." kata Nana terkejut
" menikahlah dengan Daniel sekarang di depan kakek sebelum ajal menjemput" kata kakek
"tapi kek....
"kalian bisa saling mengenal setelah menikah nanti" kata kakek sambil menitikkan air mata dan hal itu semakin membuat Nana merasa tidak punya pilihan lain
"Nana ....
"ibu...
"apa benar kamu akan menikah hari ini" tanya ibunya langsung
"supir yang menjelaskan" kilah Daniel
"orang yang akan menikahkan kita akan segera kemari kamu tenang saja kita akan menikah sah secara agama dan hukum" kata Daniel meyakinkan Nana
"ibu...
"semoga nak Daniel menang jodoh kamu na" kata ibu Nana
Setelah beberapa kali di yakinkan akhirnya Nana bersedia menikah dengan Daniel dan saat itu juga mereka sudah sah menjadi suami istri
*flash back*
"kakek yakin melakukan ini hari ini" tanya Daniel
"kamu mau jika Nana ada yang nikung" kata kakek
" tapi apa kakek bisa berpura-pura seperti orang sekarat nanti" tanya daniel serahkan semua pada kakek kamu sekarang siapkan surat-suratnya karena kalian besok akan menikah" kata kakek
"cuma itu tugasmu apa sangat susah" hardik kakek
"baiklah" jawap Daniel pasrah
*flash off*
"Nana bisa kita bicara sebentar" kata Daniel
"baik, Bu nana tinggal sebentar tolong jagain kakek ya" kata Nana
"baiklah ibu rasa kalian memang harus berbicara secara pribadi
Di kantin rumah sakit
"na maafkan saya karena kamu terpaksa menikah dengan saya, tapi kamu jangan takut saya tulus sama kamu karena bagi saya pernikahan ini bukan main-main saya ingin pernikahan ini untuk pertama dan terakhir bagi saya dan saya harap kamu pun demikian" kata Daniel yang tiba-tiba menyelipkan cincin di jari manis Nana
"mas....
"dan ini tolong kamu pasangkan ke jari saya" dan nana.oun akhirnya menuruti ke inginan Daniel karena mau tidak mau suka atau tidak suka lelaki di hadapannya sudah sah menjadi suaminya
"jangan pernah di lepas ya cicinnya" kata Daniel sambil tersenyum
"mas mau bersabar kan nunggu Nana sampai benar-benar bisa menerima mas dengan sepenuhnya" kata Nana sedikit ragu
"tentu saja sayang mas akan selalu menunggu saat itu tiba" kata Daniel yang membuat Nana tersipu malu
"ohya karena kita sudah menikah mas tidak ingin berbohong sedikitpun sama kamu tentang kehidupan mas" kata daniel serius
" kamu pernah bertemu dengan Presdir tempat kamu kerja" tanya Daniel yang hanya di jawap gelengan oleh Nana
"apa kamu tau nama presdirnya" tanya Daniel lagi
"setahuku pendiri perusahaan itu bernama Benua seperti nama perusahaan tersebut" kata Nana
"nama lengkap saya Daniello Argan Benua" kata Daniel
"nama yang bagus maa" kata Nana namun tiba-tiba dia diam mematung
"na...." panggil Daniel
"kamu presdir tempat aku kerja" kata Nana tidak percaya dan kaget dengan apa yang dia dengar
"mas kamu gak sedang mainin aku kan" tanya Nana
"mas selalu serius dalam melakukan apapun yang mas anggap benar" kata Daniel serius
"jadi.....
"sebagai peritah mas sebagai suami kamu saat ini mulai hari ini dan detik ini juga tugas kamu adalah buka hati kamu buat saya karena saya sayang sama kamu na..." kata Daniel lalu mencium kening Nana
"mas...." kata Nana yang sudah tidak bisa bicara lagi
"berjanjilah kamu akan belajar membuka hati kamu untuk saya, waktu yang akan membuktikan janji saya sama kamu" kata Daniel yang langsung memeluk erat Nana