Rintik air hujan yang kian menderas terus membasahi bumi, hingga membuat lantai teras rumahku basah karenanya. Aku yang terduduk di sofa seorang diri, menunggu kedatangan ibu tercinta.
“Aduh, kok ibu belum pulang juga ya?” gumamku dalam hati.
Dengan perasaan gelisah menunggu kepulangan Ibu, aku tertidur. Sampai akhirnya ibu membangunkanku.
“Dian, bangun sayang, ibu pulang.” ujar ibu ku.
“eh ibu... Ibu kok tumben pulangnya telat?” tanyaku.
“Hmm... ibu..., Ibu tadi mampir ke toko kue dulu. Sudah ya, ihu mau mandi. Badan ibu pliket.” jawab ibu ku terbata-bata.
Hampir seminggu ini ibuku bersikap sangat aneh. aku tidak tahu dan tidak bisa menebak penyebabnya.
Malam ini aku berniat untuk tidak tidur cepat. Aku memutuskan untuk menonton drama korea saja di laptopku. Aku berjalan meraih laptop diatas meja belajarku. Jariku sibuk mengotak-atik, menggerakan cursor mencari folder drama. Lantas aku colokan headsetku ke lubang jack audio pada laptop. Di tengah serunya menonton drama, aku mendengar suara yang aneh, seperti suara benda tajam yang digoreskan ke kaca. Ah, awalnya aku berpikir kalau itu adalah efek dari kualitas audio drama yang kurang bagus. Tetapi suara itu berulang lagi dan lagi. Rasa penasaranku timbul. Aku menekan tombol pause lalu play bergantian dan suara itu masih ada. Akhirnya aku menghentikan drama itu dan mencari sumber suara aneh tadi, tapi, suara itu menghilang.
“Itu tadi, suara apa ya? Kayak suara kaca ke gores.” batinku.
Suara itu datang lagi. Dan kali ini suara itu makin mengilukan. Ku beranikan diri untuk menghampiri kaca lemariku. Ku lihat apakah ada goresan atau tidak, ternyata tidak. Awalnya aku tidak berpikir untuk mengecek kaca jendela, tapi pada malam berikutnya, aku memberanikan diri menghampiri kaca jendela, karena suara aneh itu semakin dan semakin menyayat. Ternyata benar, terdapat banyak goresan di kaca jendelaku.
“Wah, banyak goresan. Goresan apa ini?” kataku pelan. Aku meraba-raba goresan kaca tadi, dingin. Aku melihat-lihat goresan kaca tadi, dan… di ujung bawah kaca, terdapat bercak merah.
“ya Allah! Apa ini? Ibu! Ibu!” teriakku.
“iya Rima, ada apa?” tanya ibu cemas.
“Ibu, itu noda apa?” tanyaku. Ku dapati wajah ibu yang terkejut.
“sudah, sudah. Nanti ibu bersihkan.” Belum sempat aku menjawab, ibu sudah pergi. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur.
Malam berikutnya, aku tidur cepat karena takut mendengar suara aneh lagi. Telat, belum juga aku menutup mata, suara aneh itu muncul, ya Tuhan, apa ini? kenapa setiap malam aku mendengar suara aneh itu? Aku menghampiri jendelaku secara diam-diam, dan ku dapati ibu sedang membersihkan noda merah itu dengan… pisau? Awalnya aku berpikir kalau itu adalah noda cat yang tidak bisa dihilangkan dengan lap basah. Tapi pikiranku salah, saat aku mendengar ibu berkata.
“Hahaha. Akhirnya aku bisa membersihkan noda darah ini tanpa sepengetahuan siapa pun! termasuk Rima! jadi tak akan ketahuan kalau aku telah membunuh banyak orang di sini, hahaha!!” ucap ibu seraya tertawa penuh kelicikan.
Jadi, suara aneh itu berasal dari pisau yang digunakan ibu untuk membersihkan noda, dan noda merah itu adalah noda darah yang berasal dari orang-orang yang telah ibu bunuh?
Tamat
Selesai membaca tolong tinggalkan jejakmu ya😊
Jika kamu suka, jadikan cerita ini favoritmu. Like, dan komen.
Baca juga novel karya ku ya
🌼 Kirana Tetaplah Disisiku
🌼 Cinta Sepotong Donat
🌼 Rasa Cinta
🌼 Kumpulan Cerita Horror
Dukungan kalian sangat berarti bagi ku.
Jangan lupa follow instagram ku @itsme_assyh untuk mendapat informasi update tentang novel ini.
Kalau kalian inbox atau DM insyaallah aku akan balas kalau nggak sibuk ya, hehehe
Terima Kasih*** 😘❤