Padang bunga yang luas tertiup angin lembut di bawah langit jingga, aku memetik bunga putih yang sangat cantik di depanku, aku bangun dan melangkahkan kakiku sambil menikmati angin yang sejuk.
Seorang lelaki memakai jaket putih berdiri di tengah padang bunga sambil menghadap ke langit dan mendengarkan musik, rambut hitam yang tertiup oleh angin, serta suara nyanyiannya yang indah membuat hati menjadi hangat.
Aku mengamati lelaki itu dari jauh tanpa sadar aku ikut bernyanyi mengikuti alunan suaranya, tiba tiba angin berhembus sangat kencang membuat rambut kami berantakan. Di saat aku sadar, aku dan lelaki itu saling bertatapan dari jauh, wajahnya yang tampan membuat aku tidak bisa melepas pandangan darinya.
Saat aku sadar wajahku memerah lalu merapihkan rambutku " anu.. Halo... " Ucapku yang masih merasa malu karena terlalu lama memandang lelaki itu.
" Halo.. " balasnya dengan senyuman, dia menghampiriku lalu menanyakan namaku.
" Siapa namamu? " Ucap nya dengan lembut
" Shira.. " Ucap ku pelan
" Merah... Apa kau keturunan jepang? " Tanya nya
" Iya.. Ayah ku orang jepang lalu ayah ku menamaiku Shira karena warna mataku" Ucap ku sambil merapihkan rambutku ke samping
" Nama yang indah.. seperti matamu.." Ucapnya sambil tersenyum hangat
Aku yang mendengarnya lalu memegang pipiku karena malu, tak lama kemudian kami tertawa kecil bersama
Di sanalah tempat pertama kali kami bertemu, di bawah langit jingga yang indah🍁
" Iya iya kak.. Aku belikan.. " Ucap ku kepada kakaku lewat telepon, aku keluar dari toko buku novel dekat apartemen ku. Aku habis membeli novel kesukaan ku yang berjudul Black heart.
Aku pergi ke Mini Market untuk membeli makanan ringan pesanan kakaku, di dalam mini market aku bertemu dengan Shiro, Ya dia adalah lelaki yang waktu itu ada di padang bunga.
Shiro dan aku menjadi teman dekat sejak saat itu, dan kebetulan yang aneh karena nama kami hampir sama. Shira dan Shiro, Seperti kembar saja.
" Shiro? Kau beli apa? " Ucap ku sambil menghampirinya di dekat kasir
" Oh.. aku membeli minuman dan makanan ringan "
" Kau pasti mau begadang sambil bermain game lagi kan?" Ucapku dengan kesal
" ehehe.. " Balasnya sambil mengusap belakang kepalanya
" Kau harus tidur yang teratur loh "
" Baik tuan putri.. "
" Apasih hahaha.. "
" Ah.. jadi nyamuk lagi.. " Ucap sang kasir yang menjomblo dalam hati
Setelah selesai membayar ~
" Maaf tidak bisa mengantarku " Ucap Shiro sedih
" Oh.. Tidak apa apa, apartemen ku deket kok dari sini "
" Baiklah, hati hati ya.. Sekali lagi maafkan aku "
" Baiklah , sampai jumpa~ " Ucap ku yang berjalan sambil melambaikan tangan
Aku berjalan ke arah pulang saat aku sadar aku melupakan sesuatu yang ingin ku katakan, aku berbalik tapi..
" Oh iya- ... " Saat aku berbalik Shiro sudah hilang
" Cepet banget.. ah sudah lah " aku membalikan badan lalu memeriksa barang ku untuk memastikan tidak ada yang kurang
" Aku pulang... " Seru ku sambil melepas sepatuku
" Kebakaran di apartemen C membuat para penghuni panik, Kebakaran menyambar dengan cepat membuat para korban terus bertambah... "
" Kak, berita apa tuh? " Tanyaku pada kakaku sambil memberikan makanan pesananya
" Itu, ada kebakaran di apartemen C, untungnya jarak dari apartemen kita jauh "
" yaiyalah.. " Aku membuka botol minuman ku lalu menonton berita itu
Saat aku melihat apartemen yang terbakar dalam berita itu aku terkejut dan tersedak
" Uhuk uhuk... "
" Dek.. menumnya pelan pelan dong.. kenapa sih? " Tanya kakaku khawatir
" Itu kan... Itu.. Itu apartemen nya Shiro kak!! " Ucapku sambil panik
" Hah?! Shiro sahabat mu itu? "
" Iya kak! Aku segera kesana! " Aku segera bergegas keluar apartemen dan kakaku mengikuti ku dari belakang
" Tunggu, Shira!! " Teriak kakaku memanggil ku, aku tidak mempedulikan kakaku karena terlalu panik
Kami sampai di apartemen, banyak korban yang sudah di selamatkan tapi masih ada yang belum ditemukan
Aku segera menelepon ke nomor hp nya Shiro
" Shiro.. ayolah.. " Batin ku sambil menggigit jari ku
" Hp nya ga aktif kaaakk... " Aku yang semakin panik karen hal itu mencari sambil berharap Shiro selamat
" Dek... Udah dek tenang dulu ya.. " Ucap kakaku sambil menarik tangan ku lalu memeluku
" Untuk sekarang kita berdo'a aja ya,, supaya Shiro baik baik saja.. ya? " Ucap kakaku sambil memeluku erat
Aku menangis di pelukan kakaku, tak lama api kebakaran sudah di padamkan oleh pemadam kami melanjutkan pencarian Shiro
Kami menemukan Shiro di bawa oleh beberapa petugas yang membawa korban ke rumah sakit
" Shiro!! Shiroo!! " Aku ke berlari ke arah Shiro yang sudah hampir masuk mobil ambulan, Shiro mengalamu luka bakar yang cukup parah para petugas melarangku mendekat dan membawa Shiro pergi
" Kak! ayo kak! kerumah sakit! " Ucapku panik sambil menarik lengan jaket kakaku
" Iya iya sabar kakak lagi telepon Reza ya... " Reza adalah kekasih kakaku yang sangat perhatian pada kami
Kami pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Shiro, tapi saat kami datang kami tidak meluhat siapa siapa di depan maupun di dalam ruanganya
Suasana yang hening dan gelap menyelimuti kamar Shiro, Ia memang tidak pernah memberitahukan apapun tentang keluarganya padaku dan akupun tidak keberatan akan hal itu.
Aku duduk di samping nya sambil menunggu nya berharap Shiro cepat bangun.
1 Minggu berlalu, Shiro masih belum sadarkan diri. Setiap hari aku selalu datang ke ruanganya, mengganti bunga yang ada di ruanganya dan menyanyikan lagu yang selalu kami nyanyikan bersama di padang bunga dulu.
" Me - rah.. " Aku yang sedang duduk di sampingnya terkejut lalu segera memanggil dokter
" Dokter!!! Dokter!! " Dokter pun segera datang ke arah ku lalu memeriksa Shiro
Shiro telah bebas dari masa kritisnya, dan dia sudah sadar sekarang
" Shiro... Syukurlaah " Ucap ku sambil menangis
" Siapa? " Kata kata itu.. Kata kata yang benar benar tidak ingin ku dengar
Dokter segera memeriksanya lagi " Pasien mengalami amnesia karena benturan di kepalanya, kemungkinan kepala pasien terbentur saat ingin menyelamatkan diri " Ucap Dokter
Kata kata dokter membuat ku membeku, seketika seluruh tibuh ku gemetar, ketakutan yang luat biasa mendatangiku.
" Ga mungkin.. " aku hanya bisa menangis sambil menerima kenyataan
Keesokan harinya aku masih menemani Shiro di kamar, kami tidak berbicara apa apa sampai Shiro bertanya kepadaku
" Siapa kamu? Kenapa kamu selalu menemaniku? " Tanya Shiro yang lagi lagi membuat ku sedih dan tangan ku gemetar
" Apa kau ingat namamu? " Ku tanya perlahan untuk memastikan
" Namaku... Shiro.. " Ucapnya
" Kau tidak lupa dengan namamu ya.. " Ucap ku
" Baiklah kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi "
" Namaku Shira, Aku adalah sahabatmu.. Apa kau mengingat ku? " Tanya ku
" Shira... Ugh " Seketika kepalanya pusing kembali seperti kembali menggali memori yang hilang
" Maaf.. aku .. tidak ingat.." Ucap nya dengan wajah pucat
" Begitu, ya " Aku mengepal tangan ku menahan tangis
" Gapapa.. Aku akan membantumu mengembalikan memori mu yang hilang " Ku genggam tangan Shiro dengan lembut sambil meyakinkanya
" Makasih.. Maafkan aku karena tidak mengenalmu " Ucapnya sedih
" Kau ini.. Dari dulu senang sekali minta maaf ya.. " Aku tertawa kecil untuk menenangkan suasana
Shiro yang tampak bingung hanya bisa diam karena lupa dengan semua itu
1 Bulan berlalu , Shiro sudah di perbolehkan untuk pulang. Aku memutuskan untuk memesan kamar apartemen di samping kamarku untuk Shiro
" Apa benar tidak apa apa? " Tanya Shiro
" Ya.. Tidak apa apa, toh yang punya apartemen ini keluargaku " Balasku dengan santai
" Loh? Terus kenapa kamu dan kakak mu tinggal di sini? "
" Ini Apartemen paman ku, aku dan kakak ingin mencoba hidup mandiri tapi ayah, ibu, dan paman ku menyuruh kami untuk tinggal di sini "
" Begitu ya.. "
" Baiklah ku tinggal sebentar ya.. Aku ingin pergi membeli beberapa cemilan "
" Baiklah.. "
Aku menutup pintu dan segera berlari secepatnya untuk membeli beberapa makanan
" Kamar ini sangat besar... Aku jadi merasa tidak enak padahal aku tidak mengingatnya sama sekali tapi dia begitu baik padaku.. " Ucap Shiro sedih
" Iya~ Makanya segera ingat lagi.. Kasian adiku berusaha membantumu terus " Ucap kakaku yang entah dari mana munculnya
" Eh!!... Maaf? " Tanya Shiro sambil tekejut
" Aku kakak Shira, aku kesini untuk memberikan beberapa baju untukmu, Oh! Iya ini aku menemukan jaket putih yang masih bagus di kamar apartemen mu yang dulu. Aneh karena tidak terbakar, tapi lebih baik aku memberikannya padamu "
Kakaku memberikan jaket putih itu kepada Shiro, Tiba tiba air mata Shiro menetes tanpa di ia sadari, seperti memori nya berusaha mengingat sesuatu tapi tidak bisa.
" Aku kembali ~ "
Aku melihat kakaku keluar dari kamar Shiro, saat aku melihat Shiro di dalam kamar ia masih berusaha menghapus air mata nya.
" Eh... Cepet banget "
" Ada apa?? Kau habis menangis kan? atau kakaku menjahili mu? Kau kan sudah besar " Ejek ku
" Tidaak aku tidak apa apa "
" hihihi.. " Tawa ku dengan senyum kecil
" Lebih baik kau istirahat dulu sekarang, Besok aku ajak kau jalan jalan semoga saja kau bisa mendapatkan kembali ingatan mu ya! " Ucapku dengan senyum senang
" ya.. "
Aku kembali ke kamar ku untuk mengerjakan tugas sekolah. Keadaan kamar ku sepi saat itu, Kakak dan kak Reza pergi ke rumah ibu dan ayah ku
Aku mengunci pintu kamarku lalu mengambil headset serta handphone ku, ku nyalakan lagu untuk menenangkan hati dan pikiran ku. Tetapi itu justru malah membuatku sedih, hatiku sakit sekali setiap kali mengingat musik yang kami berdua nyanyikan.
Tanpa sadar aku ikut bernyanyi bersama melodi melodi dari musik tersebut
Hari hari yang telah kau berikan 🎶
Adalah hari hari yang kita lalui bersama 🎶
Pertemuan kita bukanlah sebuah kebetulan 🎶
Ataupun takdir semata 🎶
Melainkan sebuah keajaiban 🎶
Tanpa sadar aku terlelap dalam tidur ku.
* Brak!
" OHAYO SHIRO KUN !!! " ku buka pintu kamar Shiro dengan keras dan mengaget kan Shiro yang baru saja selesia mandi
" Hari ini aku akan mengajak mu jalan jalan ke tempat yang sering kita datangi! " Seru ku senang
" ... Oke... " Ucap Shiro yang masih terlihat kaget
Aku mengajak ke tempat tempat favorite kami yang sering kami kunjungi, tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali. Hari sudah menjelang malam Shiro dan aku sudah kelelahan, waktu itu malam yang terang aku mengajak shiro menaiki biang lala 🎡, kami melihat ke indahan kota dari atas
" Indah ya.. " ucap ku
" hmm "
" Hei besok - "
" Shira.. Maafkan aku " Ucap Shiro dengan wajah sedih
" Ada apa? Kau tidak suka? "
" Bukan, bukan begitu. Terimakasih telah berusaha membantuku mengembalikan ingatanku. Tapi, aku rasa sudah cukup "
" Apa maksudmu?! " Tanyaku dengan wajah bingung
" Ku rasa, lebih baik begini. Aku hanya agak takut kalau semua ingatan ku kembali, maka ingatan ingatan buruku juga ikut kembali dan akan membuat mu repot " Ucap Shiro dengan senyum sedih
" Tapi... "
" Shira.. Udah ya.. "
Aku merasa sedih dengan kata kata Shiro
" Baiklah.. gika itu mau mu "
Kami menghabiskan waktu di sana tanpa mengucap satu kata pun, aku kecewa dengan Shiro yang mudah putus asa, Itu seperti bukan Shiro yang ku kenal.
Aku memikirkan seharian di dalam kamar, aku masih belum menyerah dengan keputusan Shiro. Aku terus berfikir kenangan apa yang paling indah.
Sayangnya memikirkan itu adalah hal sulit
* Brak..
" Loh? Jangan jangan catty jatuhin barang barang lagi " Ucap ku sambil mencari asal suara itu
ternyata suara itu berasal dari kamar ku " Duh!! Catty jangan bikin aku makin pusing dong.. "
" eh? " saat aku membereskan barang barang ku, aku menemukan sebuah album foto yang berisi foto foto aku dan Shiro
" .. Indahnya, andaikan semua bisa seperti dulu lagi " Tanpa sadar air mata ku menetes
" Duh .. Apa sih? aku cengeng banget " Ucap ku sambil menghapus air mataku
" Loh.. ini kan?" aku menemukan sebuah foto yang tempel di lembar khusus
" Tempat ini.. Padang bunga waktu itu kan? " aku terkejut melihat foto itu
" bodohnya aku bahkan sampai melupakan momen ini " Momen ter indah bagiku, saat pertama kali aku dan Shiro bertemu
" Yosh! mungkin kali ini bisa! " Seru ku dengan perasaan yakin
Keesokan harinya ~
pukul 15:00 Sore
" Konichiwa .... Ada orang gak? " Seru ku sambil mengetuk pintu kamar Shiro
" Hmmmmmmm " aku berfikir sejenak, lalu tiba tiba bibi datang
" Eh.. dek, nyari dek Shiro? " Seorang perempuan yang tinggal di kamar sebelah ku
" Iya bi, bibi lihat Shiro ga? " Tanyaku
" Oh, dek Shiro tadi keluar pake jaket putih bawa bunga. Bibi gak tau dia mau ke mana "
" Oh, gitu ya bi, makasih ya bi saya mau nyari Shiro dulu "
" Oh iya dek Shira! Kapan kalian jadi pasangan? " Tanya bibi sambil berteriak
" Bibi! apa sih! " aku berlari sambil memegang pipiku yang merah
Aku mencari kemungkinan kemana Shiro pergi, aku cari dia ke taman, cafe, dll tidak ketemu. Saat aku ingat perkataan bibi " Membawa bunga " aku segera pergi ke pemakaman umum
Benar saja, aku melihat Shiro sedang jongkok di samping sebuah pemakaman.
" Loh? Shiro beneran ke pemakaman? Apa dia telah mengingat sesuatu? "
Aku menunggu sampai Shiro bangun, aku tidak mau mengganggu nya.
Shiro akhirnya bangun, dia cukup lama berada di situ
" Shiro? "
" Oh, Shira ya? "
" Ibu mu? "
" Iya.. "
Seketika kami terdiam sambil menunduk, aku memegang tangan Shiro lalu menariknya
" Loh? Shira? Mau kemana? "
" Ssstt ikut aja! " Ucap ku
" Hah..hah..hah...hah.. " Nafas kami ter engah engah tapi akhirnya kami sampai
" Pas banget! matahari mau tenggelam! " Aku menarik tangan Shiro lagi, membawanya ke tengah padang bunga
" indah nya.. " Ucap nya
" Yakan? Ini tempat favorite ku loh!! " Ucap ku dengan senang
" Dan... Ini adalah tempat pertama kali kita bertemu" Ucap ku sambil menatap matahari yang hampir tenggelam, Langit jingga yang menandakan hampir malam, angin yang berhembus lembut di padang bunga membuat tempat itu semakin indah
Shiro menatap langit, terkagum dengan keindahan tempat itu " UGH! "
Shiro kesakitan sambil memegang kepalanya
" Shiro?! kamu gapapa? "
Shiro tidak menjawab dan terdiam memegang kepalanya, seketika itu juga musik yang biasa kami nyanyikan muncul entah dari mana
Shiro mengeluarkan air mata, menandakan ia mengingat sesuatu
" Shiro?! kamu gapapa?! " aku panik takut terjadi apa apa dengan Shiro
" Aku gapapa Shira.. " Shiro mengangkat kepalanya lalu mengambil handphone nya, memasang headset di telinganya lalu menyalakan musik
" Lah? kok malah dengerin musik? " batin ku yang masih panik
Aku penasaran dengan musik apa yang ia putar, Shiro pun mulai bernyanyi dengan suara merdu seperti waktu pertama kali kami bertemu
" Esok akan lebih mencintaimu dari hari ini 🎶 "
" Perasaan yang meledak ledak ini takan berhenti 🎶 "
" Loh .. ini kan? " Aku terkejut mendengar Shiro bernyanyi, suara yang lembut serta wajahnya yang tersenyum hangat membuat aku tidak bisa berkata kata, Ku dengarkan nyanyian nya. Aku tahu kok, itu lagu kesukaan kami...
" Saat ini aku sangat mencintaimu 🎶 "
" Dan tak dapat ku ungkapkan nya dalam kata kata 🎶 "
Kami melanjutkan nyanyianya bersama, di bawah langit jingga, di padang bunga yang indah, kami bernyanyi bersama. Mengembalikan memori indah yang hilang bersama, kami bergandengan tangan dan menikmati lagu bersama
" Pertemuan kita hari ini bukanlah sebuah kebetulan, ataupun takdir semata, melainkan sebuah keajaiban " Lirik lagu itu muncul di pikiranku
"Spertinya pertemuan kami memanglah sebuah keajaiban " Batinku
" kita berjalan berdampingan 🎶 "
" Bersama sebuah cinta abadi ini tak dapat di pisahkan 🎶 "
" Aku ingin selalu tersenyum untukmu, bersamamu 🎶 "
" "Terimakasih", dan ah, "aku mencintaimu" masih belum cukup 🎶"
" Namun setidaknya biarkan aku berkata 🎶 "
" Aku bahagia... 🎶"
.
.
.
" Hei.. Shira.. "
" Ya? "
" Makasih "
" hm? "
" Karena sudah berusaha mengembalikan ingatanku, akhirnya aku mengingat semuanya "
" Tidak perlu berterimakasih.. "
" Shira.."
" Hm? "
" Aishiteru "
" hmm.. Ha'i "
.
.
.
.
Tamaaat :'v
Dah lah Author nya baper sendiri
- lirik lagu dalam cerpen ini adalah potongan lirik lagu dari " Kiseki( keajaiban ) "
mata ne ~