Kata kunci : "Balas Dendam"
Peserta : @UntitledCry_ (Taurus ♉)
@Mong-mong (Taurus ♉)
Di awali dengan suara gemuruh di angkasa yang berwarna hitam dan gelap itu , tidak ada bintang disana dan hanya ada rintik hujan yang sudah mulai menghujani bumi.
Sebuah pembalasan dendam , yang akan terjadi malam ini.
Tok...Tok...Tok...*Ketuk seseorang didepan pintu yang sudah tertutup.
Ketukan seseorang yang tengah kehujanan itu.
"Siapa ?"Kata Unti sambil berteriak didalam rumah.
"Ini Mong-Mong."Kata Seseorang yang ada dibalik pintu.
"Owh , Mong-Mong ... Tunggu dulu ya aku akan buka pintu bentar."Kata Unti sambil berjalan ke arah pintu depan.
Ctek*Pintu pun sudah terbuka separuh.
"Kamu ngapain malam-malam begini , Ujan loh diluar."Kata Unti sambil menengok ke arah luar.
"Hahaha , sengaja aku kesini lagi pula aku bawa payung kok..."Kata Mong-Mong sambil menunjuk ke arah payung yang ia letakkan di samping pintu.
"Yaudah gih masuk dulu , kan gak enak gitu tamu gak disuruh masuk hahahaha...."Kata Unti sambil mempersilahkan Mong-Mong masuk.
"Yaudah Unti , aku masuk dulu."Kata Mong-Mong sambil berlajan berjinjit.
"Kenapa kamu jalan nya jinjit , gak usah jinjit gak papa kok..."Kata Unti sambil menertawakan Mong-Mong yang sudah jauh darinya.
"Gak ah nanti kotor..."Kata Mong-Mong sambil menengok kebelakang.
"Yaudah deh , silahkan duduk disofa."Kata Unti sambil berjalan mendahului Langkah Mong-Mong.
"Iya , unti..."Kata Mong-Mong yang sudah ada di samping sofa.
"Yaudah aku bikin minuman dulu ya , nanti kalau kamu pengen cuci muka atau semacam nya , silahkan lurus aja terus belok kiri."Kata Unti sambil mengarahkan jari telunjuk nya.
"Iya , Unti..."Kata Mong-Mong yang sudah duduk di sofa.
Unti pun berjalan ke arah dapur dan mulai membuat kan minuman untuk Mong-Mong.
"Gede juga nih rumah , bisa lah ..."Kata Mong-Mong sambil mengambil sesuatu di dalam tasnya.
"Gw kan pengen balas dendam sama Unti , karna dia Pernah ngebunuh abang gw jadi gw bakal bunuh Unti sekarang juga..."Kata Mong-Mong sambil mengeluarkan benda yang runcing dan tajam.
Mong-Mong pun mulai menjalankan balas dendam nya kepada Unti.
Tiba-tiba , Unti sudah keluar dari dapur dan membawa dua cangkir yang berisi coklat panas.
"Maaf Mong-Mong lama..."Kata nya sambil menaruh nampan yang bertata coklat panas itu.
"Eh , kok kamu gelagapan kek gitu."Kata Unti sambil duduk disamping Mong-Mong.
"E...e...e , gak , kok gak ..."Kata Mong-Mong dengan nada terbata-bata.
"Lah terus itu , apa yang ada dibelakang badan kamu."Kata Unti sambil melihat ke belakang punggung Mong-Mong.
"Gak ada apa-apa kok..."Kata Mong-Mong yang sudah kehabisan kata-kata.
"Yaudah nih , mau gak kita jalan-jalan keliling sekitaran perumahan aku."Kata Unti sambil menarik tangan Mong-Mong.
"Lah , coklat panas nya gimana ?"Kata Mong-Mong yang sudah pasrah.
Hari pun sudah mulai berhenti menurunkan hujan , dan masih menyisakan suara Petir dan angin.
"Ayo gih , kita jalan-jalan."Kata Unti sambil mendahului Langkah.
Mong-Mong yang mendengar suara Unti itu langsung menyembunyikan benda runcing dan tajam itu , di dalam saku jaket nya.
"Ayo , kita yuk..."kata Mong-Mong sesudah ia menyembunyikan benda runcing dan tajam itu.
Mereka pun saling mengandeng tangan dan mulai melangkah berjalan-jalan.
"Dingin ya , kalau habis hujan..."Kata Unti sambil mengeratkan jaket yang ia pakai.
"Iya , emang gitu lebih asik main kejar-kejaran nih."Kata Mong-Mong yang memasukkan tangannya dan mulai mengambil benda runcing dan tajam itu.
"Ayo , siapa yang jadi polisi nya..."Kata Unti sambil melihat ke arah Mong-Mong.
"Aku aja deh..."Kata Mong-Mong.
"Satu...Dua...Tiga..Mulai" Kata Unti sambil menghitung dan bersiap-siap untuk lari.
Mong-Mong yang mendengar suara Unti itu langsung menolehkan kepalanya dan tersenyum sinis.
Dan mereka terus berlari sampai akhirnya , Mong-Mong dapat mengejar Unti.
"Hahaha..."Tawa Mong-Mong yang sungguh kejam.
"Kamu kenapa Mong-Mong , sambil bawa pisau ngejar aku."Kata Unti terus berlari .
"Nanti akan ku jelaskan , mari selesai kan ini..."Ujar Mong-Mong dengan nada yang terengah-engah.
"Aghhh..."Unti pun terus berteriak sekeras mungkin , dan sampai akhirnya ia tiba di rumah yang sudah lama tidak dihuni.
"Aku tau , aku salah tapi jangan coba bunuh teman mu ini Mong-Mong..."Batin Unti.
Mong-Mong pun akhirnya ia berhenti untuk berlari dan ia menemukan rumah yang sudah tidak dihuni.
"Lo tau , gw sakit hati gara-gara Abang gw , Lo bunuh gitu aja , Gw harus bales dendam dengan cara yang sama."Kata Mong-Mong yang berjalan-jalan.
"Yaudah aku minta maaf , tapi kan itu kesalahan Abang kamu juga , kenapa dia bisa menghamili adik aku , aku marah dan aku lampiaskan dan aku bunuh saja dia."Batin Unti.
"Lo kira dengan cara ngebunuh orang lain , itu bisa mempermudah hidup Hah..."Kata Mong-Mong yang sudah siap untuk menebas leher Unti.
"Gw kesel dan gw bakal main kekerasan , dan kalau Lo marah , dan gw kesel akan sama akibat nya sama kek Abang Lo."Batin Unti.
Tiba-tiba saja hujan sudah mulai turun kembali dan membasahi mereka.
"Unti sekarang Lo keluar , atau gw akan cari Lo sampai dapat."Kata Mong-Mong yang sudah berjalan dekat dengan Unti.
"Gw keluar..."Kata Unti dengan tekat yang sudah bulat.
"Ternyata Lo pengecut , Hah..."Kata Mong-Mong sambil menendang perut Unti.
Bugh*
"Gw bukan pengecut,Lo denger kagak Hah..."Kata Unti sambil menarik sebatang kayu yang ada disampingnya.
Bugh*
Aghhrrr...."
"Tuh rasain , makanya gw udah tau rencana Lo ..."Kata Unti yang memukul kepala Mong-Mong dengan kayu yang ia dapat tadi.
Darah terus menerus mengaralir dengan derasnya.
"Gw gak bakal biarin Lo hidup , gw tau Lo bakal balas dendam sama gw."Kata Unti sambil menginjak kepala Mong-Mong.
Mong-Mong yang sudah berdarah-darah itu ,tidak bisa lagi bergerak.
"HAH , SEKARANG SIAPA YANG PENGECUT."kata Unti yang melepaskan injakan nya dari kepala Mong-Mong.
Mong-Mong pun sudah mulai merasakan kekuatan dan ia mulai membalikkan badannya dan mengambil pisau yang sempat terjatuh tadi dan lalu menggores kaki Unti.
Aghhh"
"Ternyata Lo masih hidup , gw kira lo Udah mati."Kata Unti sambil berjalan pincang ke arah Mong-Mong yang sedikit membuka matanya.
"Hah...Gw kira Lo udah mati."Kata Unti yang memukul kepala Mong-Mong dengan kayu dan sambil menggigit bibirnya.
Bugh*
Bugh*
"Makan tuh..."Kata Unti sambil menginjak-injak tubuh Mong-Mong.
"Makanya , kalau jadi temen yang tulus dan usah ada balas dendam Lo tau gak.."Kata Unti yang sudah mulai memotong tubuh Mong-Mong.
"Semua itu gara-gara Abang Lo..."kata Unt yang menghancurkan kepala Mong-Mong yang tergeletak cukup jauh darinya.
"Udah selamat tinggal..."kata Unti yang sudah mulai beres dengan Kelakuannya.
Hari yang dari tadi hujan , sudah mulai mereda dan akhirnya Unti pergi dari rumah lusuh itu dan meninggalkan mayat Mong-Mong.
Tamat...