Namaku Naina, umurku 18 tahun aku memiliki tiga orang sahabat yang sama nakalnya denganku.
Setiap hari aku dan ketiga sahabatku pasti selalu berbuat ulah.
"Kalian lagi, ibu saja sudah bosen menghukum kalian, masa kalian gak bosen sih di hukum".Ucap guru bk kami.
Setiap diberi pencerahan, kami hanya selalu diam tanpa membantah.
"Hukuman kalian sekarang, bersihkan semua wc yang ada di sekolah ini".
"Baik bu".Ucap kami serempak.
Bukannya takut, tetapi kami malah tertawa saat diberi hukuman "Hahaha, rasain lo disuruh cuci wc".Ejek Gina salah satu sahabatku
Aku menjitak kepalanya "Kan kamu juga".Ucapku
"Yaudah ayo, kita jadi tukang cuci wc hari ini".Kata Ratna.
Dengan semangat, kami mencuci satu per satu wc sekolah, saling menjiprat air sungguh menyenangkan bukan
"Hahahhaha, awas lo ya, akan gue balas".Teriakku hendak mengejar Nurul.
Brukk.
Aku menabrak seseorang, aku mendongak menatap orang tersebut.
Ibu Yuli guru bk
"Hehehe ibu, mau bantuin kami ya".Seruku sambil cengengesan
Nurul menyenggol bahuku memberi kode."Kamu gak lihat apa, wajah bu Yuli udah seperti singa lapar".Bisik Nurul
"Eh ibu, ada yang bisa kami bantu bu?".Tanyaku seraya mundur pelan.
Hingga aku sejajar dengan ketiga sahabatku dengan ibu Yuli berdiri berkacak pinggang di depan kami.Menatap kami satu per satu dengan penuh amarah.
"Matilah kita".Bisik Gina
"Shuttt, kamu diam aja".Timpal Ratna ikut berbisik.
"Udah mau selesai koo bu".Kataku tetapi ibu Yuli masih memilih diam
Nurul mendekatkan mulitnya ke telingaku "Kayaknya ibu Yuli lagi sariawan deh, kok gak ngomong dari tadi".Bisiknya membuatku sedikit kelepasan menahan tawa.
Setelah lama saling menatap dengan ibu Yuli yang tak kunjung berbicara, aku mengkode ketiga sahabatku
Satu dua tiii gaaaa
"Kaburrrrr".Teriakku
Kami berempat kabur meninggalkan ibu macan yang tengah kelaparan itu.
"Awas ya kalian, kalau ketemu ibu tidak akan kasi ampun".Teriak ibu Yuli geram
Kami tak memperdulikan dan terus berlari tak tahu arah. Hingga sampailah kita tepat di belakang kelas kita.
Ting ting ting
Tak lama suara bel masuk
"Kok cepet banget sih masuknya".Gerutu Gina
"Iya nih, pelajaran matematika lagi".Timpal Ratna.
"Yaudah yuk kita masuk".Ajak Nurul.
Dengan malasnya kami terpaksa masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran yang super sulit yaitu matematika.
Pelajaran yang membuat ngantuk menurut kami.
Beberapa menit kemudian guru mapel masuk hendak mengajar.
Belum cukul satu jam, aku minta isin hendak keluar "Pak, saya isin mau ke wc".Ucapku kemudian berlalu keluar
Saat sampai di depan pintu, aku menoleh tanpa sepengetahuan guru, aku mengkode ketiga sahabatku.
Mereka yang langsung paham satu per satu meminta isin keluar.
"Pak saya minta isin mau ke wc".Nurul
2 menit
"Pak saya mau ke wc".Ratna
1 menit
"Pak saya juga mau isin ke wc, udah kebelet pak".Gina.
Pak guru menoleh "Kenapa semuanya isin ke wc".Tanyanya curiga, tetapi sudah telat karena kami berempat sudah kabur menjauh dari kelas.
"Mereka berempat emang gitu pak, gak bakal balik lagi mereka pak".Ucap salah satu teman kelasku.
Pak guru hanya menggeleng
Di kantin
"Hahahhaha, akhirnya bebas juga dari pelajaran yang super rumit itu".Ujarku
Penjaga kantin melihat kami hanya menggeleng "Kalian emang sepaket, nakalnya minta ampun".
"Heheh, bukan gitu bu kan kalau dipaksakan juga pelajaran gak bakal masuk".Timpal Ratna
"Iya bu, daripada kita tidur di kelas jadi mending kita makan di kantin, iya gak?".Kata Nurul ikut menimpali.
"Iya iya, kalian mah banyak alasan kalau dibilangin".Ucap penjaga kantin
Kami makan dengan lahapnya di kantin sedangkan teman sekelas kami dan juga kelas lainnya fokus belajar.
Masih ada beberapa jam pulang sekolah, "Masih lama nih, gerbang belum buka. Kita bagusnya ngapain ya".Seru Gina.
"Iya yah, bagusnya kita ngapain".Timpal Ratna.
Tiba tiba netraku menangkap sosok ibu Yuli yang sedang melakukan operasi kelas
"Eh eh itu ibu Yuli, ayo sembunyi".Kataku.
Kami segera berlari untuk sembunyi agar ibu Yuli tak melihat kami.
Dan ternyata ibu Yuli berjalan menuju kantin, hendak mengecek siswa yang bolos "Permisi bu, apa ada anak anak yang bolos bu".Tanya Ibu Yuli.
Penjaga kantin terlihat bingung harus jujur atau bohong "Tenang aja bu, jujur saja ibu tidak perlu takut sama anak anak".Kata Ibu Yuli
"Itu bu, biasalah empat sekawan itu bu".Jelas penjaga kantin.
Siapa sih yang tidak mengenal kami, empat sekawan yang nakalnya minta ampun "Sudah saya duga, pasti mereka lagi".
"Dimana mereka sekarang bu".Tanya Ibu yuli
"Tadi sih emang disini bu, tapi tau deh lari kemana lagi mereka".
Ibu Yuli memijat keningnya "Saya pusing, seharian hanya mengurus mereka berempat bu".Keluh ibu Yuli
"Mereka itu walaupun dikasih hukuman tidak bakal kapok juga".
"Tapi mereka baik kok bu".Ucap Penjaga kantin sedikit membela.
"Baik sih baik bu, tapi mereka itu jail banget".Jelas Ibu Yuli.
Ibu Yuli memilih pergj dari kantin hendak mencari kami yang sedang bersembunyi.
Setelah tak melihat keberadaan ibu Yuli, kami keluar dari persembunyian kami "Tadi ibu Yuli bilang apa bu".Tanyaku mengagetkan ibu kantin.
"Lo kalian dari mana".
"Dari belakang bu, hehehe".Timpal Nurul
"Kalian benar benar ya".Kata ibu kantin menggeleng.
Ting ting ting
Suara bel pulang berbunyi. Tanpa pikir kami segera keluar menuju gerbang
"Kalau pulang mah, kalian pasti terdepan".Sindir penjaga gerbang
"Iya dong pak, siapa sih yang gak suka jam pulang".Timpalku dibarengi tawa sahabatku.
"Ayo kita jalan".Ajak ku
Seperti hari hari biasanga, sebelum pulang ke rumah, kami pasti akan singgah di sungai untuk berendam sejenak.
"Yeyyyy, sungaii I like".Seru kami serempak
Biuuyyyyyyyý
Kami lompat serempat menyelam ke dasar sungai tanpa membuka seragam sekolah
Itulah aku dan ketiga sahabatku, siswi siswi yang sangat terkenal nakal dan tak takut dengan yang namanya hukuman.
menurut kami, hukuman bukanlah sesuatu yang musti ditakutkan.
Kami sudah bersahabat dengan hukuman dan bersaudara dengan ruang bk
TAMAT