"dugdugdug....." tiba-tiba jantung Maya berdegub kencang dari biasanya ketika melihat Haris murid baru idaman seantero sekolah sedang anteng memainkan jempol nya diatas layar ponselnya yang berwarna biru metalik.
Lutut Maya terasa bergetar ketika akan melangkahkan kakinya, ia merasa kesulitan untuk berjalan ketika mendapati Haris berada beberapa meter di hadapannya.
"ampun, kenapa setiap ketemu Haris gue harus kayak gini?" gumam Maya kepada dirinya sendiri.
Matanya tertuju kepada si ganteng Haris yang memiliki lesung pipi menggemaskan, ketenaran Haris saat ini mampu mengalahkan ketenaran Hyun Bin di sekolah Maya.
Dengan susah payah Maya berjalan melewati Haris menuju kantin, karena memang itulah jalan satu-satunya menuju kantin.
"dugdugdug...." jantung Maya terus memompa darah lebih cepat, keringat dingin terasa mengucur di telapak tangan Maya ketika ia benar-benar ada di dekat Haris yang sepertinya tidak menyadari kehadiran Maya.
Maya menahan nafasnya sejenak, ia takut suara degub jantungnya terdengar oleh Haris.
"ehmmmm..."tiba-tiba Haris terdengar berdehem.
Maya menelan ludahnya, ia ingin menatap Haris dari dekat, tapi matanya terlalu malu untuk menatap ketampanan Haris.
"hei...." sapa Haris tiba-tiba
Maya menghentikan langkahnya, meyakinkan pendengarannya.
"hei kamu!" ucap Haris lagi
Kali ini Maya mengumpulkan kekuatannya untuk menoleh kearah Haris.
Haris tersenyum kepada Maya.
"OMG... apa ini nyata???" ucap Maya dalam hati. Jantungnya terasa melompat kedalam perutnya ketika bertatapan langsung dengan Haris.
"kamu ngerasa baik-baik aja kan?" ucap Haris masih tersenyum kepada Maya, namun ada yang ganjil dari senyum Haris.
"mmm... Itu... anu... gak apa-apa" Maya terlihat sangat gugup berbicara dengan Haris.
"yakin???" tanya Haris.
Maya cepat-cepat menganggukkan kepalanya
Haris kembali tersenyum ganjil, dan mengerutkan keningnya sambil memperhatikan Maya.
Wajah Maya terlihat merah, merasa malu diperhatikan cowok impiannya seperti itu.
"mmm..... Itu apa?" tanya Haris sambil menunjuk rok bagian belakang Maya dan terlihat menahan tawa.
Maya terlihat bingung, matanya mengikuti telunjuk Haris, ia cepat-cepat menoleh rok abu-abu bagian belakangnya.
Dan ternyata......
Maya langsung melotot, tangannya menutup mulutnya yang tiba-tiba menganga lebar.
"AIB.... tembus....." sambut Maya hampir tanpa suara
"hahahaha.... " Haris tertawa kencang. ia tidak bisa menahan gelak tawanya.
"jorok banget sih jadi cewek" ucap Haris dan kembali meneruskan aktifitasnya bersama ponsel biru metaliknya sambil cungar-cengir.
"hiks... gue malu" Maya tertunduk sambil menutupi rok bagian belakangnya yang terlihat dikotori oleh noda merah darah menstruasinya yang tembus tanpa ia sadari.
Wajahnya semakin memerah semerah darah menstruasi di roknya.
Maya langsung berlari menuju toilet dan melupakan kantin secepat yang ia mampu.
Maya merasa benar-benar malu dan sebal setengah mati.
Maya menghabiskan cukup banyak waktu didalam toilet, ia membersihkan rok yang terkena darah menstruasinya. Menguceknya dengan air, dan membilas hati-hati agar basahnya tidak melebar kemana-mana.
Setelah merasa yakin roknya terlihat lebih bersih dibanding sebelumnya Maya berusaha mengeringkannya beberapa saat.
Maya keluar dari toilet.
"huuhhhhhhhh.." Maya menghembuskan nafas berat ketika berdiri didepan cermin yang tertempel didepan ruang OSIS yang berhadapan dengan pintu toilet.
Tiba-tiba ia merasa benci melihat dirinya sendiri didalam cermin.
"gue mau pulang aja deh" desis Maya lesu.
Ia mulai berjalan meninggalkan toilet dan memegangi rok bagian belakangnya yang masih terlihat basah.
"ih sebel" Maya menggerutu ketika akan melewati jalan yang tadi didiami Haris, ia berharap Haris sudah pergi dan berharap tidak bertemu Haris lagi dalam jangka waktu yang lumayan lama. Ia masih merasa malu oleh Haris.
"hahahaha..." tapi terdengar suara gelak tawa Haris yang kini ditambah beberapa temannya masih ditempat tadi.
Maya cemberut, ia tidak ingin melintasi jalan itu apalagi bertemu Haris.
Tapi ia harus lewat jika ingin cepat-cepat pulang. Maya terdiam beberapa saat, mempertimbangkan kakinya harus berjalan melewati Haris dan kawan-kawan, atau memenjarakan dirinya sendiri didalam toilet menunggu Haris CS pergi.
Tapi sampai kapan????
"hemmmhhh..." Maya menarik nafas panjang, ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya berjalan melewati Haris dan teman-temannya.
Ia mengumpulkan kekuatannya, dan melawan rasa malunya untuk melewati Haris dan ingin segera pulang.
"hahaha...." Haris dan teman-temannya terdengar terbahak, entah mentertawakan apa. Maya merasa sedikit tersinggung.
"pasti lagi ngomongin gue... huuuhhh" Maya menggerutu, ia menundukkan wajahnya dalam-dalam dan mempercepat langkahnya ketika melewati Haris lagi.
Ia seolah menutup telinga tidak ingin mendengar gelak tawa Haris dan teman-temannya.
Tiba-tiba hening ketika Maya melintas.
Maya terus menunduk seperti banteng matador yang melihat kain merah dikibarkan di hadapannya.
"ehhmmm..." tiba-tiba Haris berdehem memecah keheningan.
"dug" suara deheman Haris terdengar seperti palu yang memukul jantungnya. Tapi Maya berusaha untuk mengacuhkan.
"Maya!!" Haris kini menghampiri Maya.
Maya terus berjalan.
"May!!" Haris berusaha mengejar Maya.
Maya menghentikan langkahnya "Mau apa lagi sih?" ucap Maya ketus.
"mau minta maaf??" bisik Maya
"mmm..... itu May... Haris....."Haris terlihat salah tingkah, sedangkan teman Haris terlihat memperhatikan mereka berdua dan terdengar berbisik sambil sesekali tertawa kecil.
Sungguh Maya merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini.
"gue mau pulang" Maya membalikkan tubuhnya untuk segera pergi.
"tunggu! tunggu!" Haris mencekal tangan Maya.
Ada sedikit rasa senang dihati Maya Haris mencekal tangannya.
Maya menatap Haris dari dekat.
*ampuuuuun nih cowok cakepnya membabi buta*. ucap Maya dalam hati, mengagumi Haris.
Sejenak rasa sebalnya kepada Haris terasa hilang.
"May.... Haris suka Mickey Mouse" ucap Haris.
Maya mengerutkan keningnya, tiba-tiba ia merasa bingung dengan ucapan Haris.
"Mickey Mouse?! Maksud lo?!" Maya heran
"Maya punya CD Mickey mouse kan?"
Kening Maya semakin keriput tidak mengerti.
"gue gak punya CD Mickey Mouse Ris, gue gak suka film kartun. Udah ah gue mau pulang" Maya segera berbalik, ia ingat kembali misi utamanya pulang dan ia merasa obrolannya dengan Haris terasa aneh.
Ia sempat menangkap sekilas senyum ganjil Haris persis seperti tadi.
Tapi ia ingin mengalihkannya, walaupun ia sadar pasti ada yang tidak beres.
"YA AMPUUUN!!!" langkah Maya terhenti ketika menyadari sesuatu.
"MICKEY MOUSE...... CD... HIKS" Maya menoleh sebentar kearah Haris dan teman-temannya yang masih memperhatikan Maya, bahkan ada yang melambaikan tangannya kepada Maya dengan senyuman mengejek.
"entah untuk yang ke berapa kali jantung Maya berdegub abnormal dalam jangka waktu beberapa jam ini.
"CD=Celana Dalam... celana dalam gue...." ucap Maya pelan" emang gambar Mickey mouse..."
"aaarrrggggghhhh...... rok gue belum diseletingiiiiinnnn...." Maya menjerit.
TAMAT
***************