Saya tidak menyangaka kalau bisa mengenal dia, semenjak mengenal dia membuat saya tidak ingin kehilangan dia. Dia salah satu wanita kriteriaku, memilikinya adalah suatu kebahagian untukku.
Awal mengenalnya, ketika teman sekelas saya mengirimi suatu broadcast di salah satu media sosial yang kini sudah tidak aktif lagi yaitu BBM. Ketika saya membaca tulisan broadcast itu ada kata-kata yang membuat saya ingin follow pin dia, kata-kata itu adalah “jilbab syar’i”. Langsung lah saya chat dia.
“Ping!!!”
“Ping!!!”
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Akhirnya dia balas chat saya.
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”. Setelah dia menjawab salamku lanjut
dia menanya padaku.
“Ini siapa ya? Dapat pin ana dari mana?”. Tanya dia
“Saya Aji, saya dapat pin anti dari Bc Alva”. Jawabku, Alva adalah teman sekelas saya di smk.
Setelah sekian lama chattan dengan dia, namun ada rasa kesal dan putus asa untuk mendekati dia. Karena sikap dia yang cuek, judes dan galak, tapi saya tidak mau putus asa setiap hari saya chat dia menanyakan banyak hal agar bisa terus-terusan chattan dengan dia.
Akhirnya, dengan berjalan waktu dia sudah mulai terbuka denganku yang awalnya dia cuek, judes dan galak. Dia chat hanya menjawab pertanyaan saya saja, tapi sekarang dia sudah mulai cerita-cerita tentang keseharian dia, tentang orang-orang dekat dia, bahkan sampai menceritakan saya ke umminya.
Hari demi hari kita berdua chattan timbullah dalam hati saya rasa suka. Tetapi, hanya sebatas suka saja dikarenakan dia ternyata orangnya enak diajak ngobrol, lucu dan baik. Akhirnya saya pun menceritakan ke teman saya kalau saya sedang dekat dengan seorang perempuan, teman saya pun menyarankan kepadaku agar mengungakapkan perasaan saya ke dia.
“Udah ji, bilang aja ke dia kalo lu mencintai dia karna Allah. Agar dia inget terus sama lu”
“Waduh engga ah gak berani, malu juga”. Jawabku, memang sebenernya saya gak mau bilang.
“Udah gak papa ungakapin aja ji”. Balas temanku, sambil memaksa saya agar mau mengungakapkan perasaan saya.
Akhirnya, saya pun memberanikan diri untuk mengungakapkan perasaan saya ke dia, jujur sebenarnya saya baru pertama kali mengungakapkan perasaan saya ke perempuan, Saya pun mengechat dia.
“Ana mau bilang sesuatu sama anti”
“Mau bilang apa?”. Tanya dia
“Ana uhibbuki fillah (aku mencintai kamu karna Allah)” jawabku, dengan perasaan deg-deg an takut dia marah dan saya pun langsung mematikan layar HP saya karna takut melihat jawaban dia. “Tink tink” bunyi notif dari dia, saya pun melihatnya.
“Oohh” kembali dengan jawaban ngeselinnya.
“Ana minta maaf ya”. kataku.
“Kenapa minta maaf?”. Tanya dia.
“Itu udah bilang kaya gitu”
“Iya gak papa ko”
“Anti gak marah?”. Tanyaku lagi masih dengan perasaan deg-degan.
“Engga”. Jawab dia
Kemudian, setelah saya mengungakapkan perasaan saya ke dia, hari demi hari kita berdua chattan, lebih berwarna lagi bahkan dia juga mengatakan kalau dia suka sama saya bahkan takut kehilangan saya. Saya pun kaget ketika dia mengatakan begitu karna baru pertama kali ada seorang perempuan yang mengatakan kata-kata romantis seperti itu. Kita berdua pun saling mengirim photo, seru-seruan bareng, drama-dramaan gak jelas sampai membuat dia baper akhirnya dia nangis sebab drama itu.
Dengan berjalannya waktu, kita berdua akhirnya mempunyai panggilan masing-masing. Dia saya panggil ADE dan dia panggil saya AA. Saya pun sudah lumayan lama mengenal dia, banyak suka dan duka saya alami dengan dia. Sampai-sampai kita berdua sudah saling kenal satu sama lain, baik dan buruknya. Tapi itu semua kita lewati dengan baik, suatu ketika tiba-tiba dia chat saya.
mau bilang kalau minggu depan aku mau mondok”. Kata dia, memanggilku dengan panggilan yang dia beri ke saya.
“Yang bener? Kok mendadak?”. Tanyaku dengan perasaan kaget plus sedih.
“Iya maaf, tapi nanti kalo aku udah mondok aku pulang kok 2 bulan sekali”. jawab dia.
“Ouh yaudah, tapi janji ya jangan lupain aku”. Pesanku ke dia.
“Malah kamu yang harus janji, nanti aku mondok kamu malah lupain aku terus deket sama perempuan lain”. Balas dia.
“Engga kok de, aku janji bakal nungguin kamu sampai pulang”
“Iya iya”. Jawab dia.
Akhirnya, waktu pun tinggal 2 hari lagi sebelum keberangakatan dia ke pesantren.
Malam harinya dia chat saya.
“Eh temen aku jual sabun muka tau”. Kata dia, biasa dengan kode-kodenya.
“Kamu mau beli?”. Tanya ku.
“Engga ada duit”
“Ouh iya kan kamu dikit lagi mau mondok aku pengen kasih kamu hadiah, aku beliin kamu sabun aja ya?”
“Yahh jangan sabun, kalo bisa yang bisa dipake atau dibawa aku nanti”. jawab dia.
Ketika kita berdua sedang memikirkan mau hadiahin apa, akhirnya saya pun kepikiran untuk memberinya Al Qur’an.
“Kalo buku gimana?”. Tanyaku
“Hmmm aku gak hobi baca buku”. Jawab dia
“Kalo qur’an gimana? Kan jadi bisa kamu pake nanti di pondok buat hafalan”
“Yaudah”. jawab dia
Saya pun membelikan dia sebuah Al Qur’an, kebetulan waktu itu saya sedang lagi ada urusan diluar dengan mamah saya. Sebelum pulang saya bilang ke mamah saya kalau mampir dulu ke toko buku untuk beli Al Qur’an. Ketika saya tiba di rumah, saya pun berniat untuk membuatkan dia sepucuk surat lalu saya selipkan dipertengahan Al Qur’an.
Keesokannya, saya menitipkan Al Qur’an itu dengan temen saya kebetulan pacar teman saya teman dekat dia, tapi Al Qur’an yang saya hadiahi ke dia tidak saya bungakus dengan apa-apa. Saya bingung harus bagaimana karena baru pertama kali saya kasih hadiah ke perempuan.
Sampai lah Al Qur’an itu di tangan dia, awalnya dia masih belum sadar kalau di dalam Al Qur’an itu ada surat. Ketika saya beri tahu… dia pun membacanya, dia mengatakan banyak hal kepada saya. Kata-kata dia yang membuat saya senang yaitu, “aku bahagia bisa kenal kamu, terima kasih banyak… aku gak bakal lupain kamu. Aku seneng banget”
Akhirnya, kita pun saling berjanji kalau kita akan terus bersama sampai kita menikah nanti jika Allah takdirkan. Aamiin…
TAK PERLU SESEORANG YANG SEMPURNA. CUKUP TEMUKAN ORANG YANG SELALU MEMBUATMU NYAMAN DAN MEMBUATMU BERARTI LEBIH DARI SIAPAPUN
TAMAT