Bajuku Robek Dan Aku Tidak Punya Baju Yang Bagus Semua Bajuku Daki dan kotor juga robek, Celanaku Juga Kotor Dan Biasanya Suka Robek Dan Sempit untuk ku pakai.
Namaku Yanti, Aku masih remaja namun aku tamat SMP karena tak bisa melanjutkan nya lagi akibat kekurangan uang untuk biaya sekolah, Aku anak yang miskin dan hanya mempunyai seorang ibu, ibuku bekerja sebagai seorang penjahit pakaian.
Biasanya Jikalau aku ulang tahun, jalan jalan, main ke rumah temen aku hanya menggunakan pakaian yang robek dijahit berulang ulang oleh ibuku.
Aku Sedih karena setiap hari menggunakan pakaian yang sama, Aku tak punya baju yang bagus, ibuku tak membelikan baju karena belum punya cukup uang untuk membeli pakaianku.
Suatu Hari Saat Aku Pergi Jalan- jalan Ke rumah Silvi yakni sahabatku, Aku hanya memakai pakaian biasa dan iri pada Silvi yang menggunakan pakaian bagus setiap hari.
"Hai Silvi," Sapaku tersenyum manis
"Hai Yanti Senang Sekali Bertemu Denganmu,"Balas Silvi Ramah
"Ayo Masuk,Tapi kenapa kamu menggunakan pakaian yang sama?" Tanya Silvi padaku
"Maafkan aku jika aku mempermalukanmu, aku tak punya baju yang polos."
"Iya sudahlah tidak apa ayo masuk dan duduk kan kamu main ke rumahku," ajak Silvi
aku mengiyakan ajakannya dan bermain di rumahnya yang cukup besar dan rapih.
Aku Terkagum Melihat Keindahan Rumah Silvi, Aku Berusaha Untuk Tidak Iri Karena Iri hanya membuatku semakin sakit hati.
"Rumahmu Sangat Bagus Ya Silvi, Aku agak iri padamu.." Jelas aku
"Terimakasih Tapi kamu tidak boleh minder semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing masing," usul Silvi
"Iya makasih nasihatnya ya Silvi," Balasku Sambil Tersenyum
"Ayo Kita Ketaman belakangku...Disana pemandangannya lebih indah dan banyak ada bunga Disana," ajak Silvi padaku
Sesampainya Di Taman Belakang Rumah Silvi, Aku Melihat Bunga Mawar Yang Beragam Tertanam Disana Sungguh Aku Terpesona..Saat Aku Ke Pojok Kiri Taman Bunga Itu Aku Melihat Sebuah Tempat Sampah Berserakan Dimana mana.
"Ya ampun kenapa berserakan gini Vi?" Tanyaku
"Itu Sampah Yang Akan Diambil Oleh Truk Sampah Sudahlah Banyak Biarkan Saja!" Ungkap Silvi
Aku Berpikir Sejenak____
_Saat Aku Masih Sekolah Aku Di Nasehati Oleh Guruku Untuk Selalu Membuang Sampah Pada Tempatnya, Juga Saat Bersih bersih jangan bersihkan yang terlihat saja_ Pikirku.
Aku Lalu Membersihkan Sampah Itu Dan Silvi cukup terheran heran melihatku, aku memasukan sampah organik,non-organik ke dalam tempat yang sudah disediakan.
Beberapa Menit Kemudian...
Kini Pemandangannya Sudah
Rapi Dan Bersih Indah Dipand-
ang mata.
Silvi hanya diam terpaku melihatku.
"kenapa kamu merapikannya?" tanya Silvi
"Aku ingat kata buk guru,aku laksanakan maaf jika aku jadi kotor aku akan pulang segera" Balasku
"Makasih Sudah mau merapikannya ya, biasanya hanya pembantuku yang merapikannya," ungkap Silvi
Aku hanya tersenyum lalu singgah sebentar dan pulang dengan baju yang sangat kotor,bau juga berantakan, setelah sampai Dirumah ibuku bertanya, "Ya ampun yantii kamu habis darimana!?kenapa kotor gini!?"
"Gak papa kok buk cuman tadi aku sempat merapikan sampah yang berserakan di rumah Silvi," ungkap ku jujur
Ibuku Meneteskan air matanya, tapi kemudian tersenyum lebar lagi dan kemudian pergi ke dapur.
Aku segera mengganti pakaianku dan besoknya....aku mendapat surat undangan ultah dari Silvi
**~Undangan Hari Ulang Tahun Silvi Ronidave
Semoga Kamu Datang Ya Ke Hari Ulang tahunku berlokasi di rumahku mulai hari ini,kenakan lah pakaian yang bagus jangan lupa berdandan, Dan tiba tepat waktu ya makasih.~**
Aku segera Mengobrak Abrik lemari pakaian ku, tapi tak ada pakaian yang pas untukku, aku pun iri mengingat ingat pakaian bagus yang dikenakan oleh Silvi.
"Ibuku..aku mau berangkat dulu ya ke rumah Silvi tapi aku tak punya baju yang bagus untuk ku.. bagaimana ini??" keluhku pada ibu.
"Pakailah Baju yang ada..dan ini kado untuk Silvi," ungkap ibuku.
Aku mengernyitkan dahi dan cemberut tapi aku menerima kenyataan, aku kembali Mengobrak Abrik lemari pakaian ku dan mendapati gaun unggu yang besar dan panjang.
Tapi sayang saat kupakai masih kebesaran. aku pun kecewa lagi terhadap penampilan ku yang Kumal, ayahku sudah meninggal sejak aku masih kecil sementara ibuku sebagai tukang jahit.
Akhirnya aku mengambil salah satu gaun polos berwarna hijau yang dipenuhi jahitan di seluruh gaunnya. hanya itu gaun ku satu satunya yang kupunya...Aku menerima perbedaan ku dengan Silvi
"Silvi adalah sahabat ku jadi tak mungkin aku gak datang, dia selalu menerima ku di semua keadaan."
Aku Pun Berangkat Sambil Membawa Sebungkus Kado Untuk Silvi, Sesampainya Dirumah Silvi....
"Hai Silvi,Selamat Ulang Tahun Silvi Semoga Panjang Umur Dan Sehat Selalu" Ucapku Senang Melihat Silvi Senang
"Terimakasih Yanti," Balas Silvi Ramah
"Oh Ya Ini Kado Untukmu😊," usulku sembari memberi kado itu.
"Makasih Ya Yanti, Oh Ya Aku Juga Punya Surprise untukmu tapi nanti ku kasi ya" jelas Silvi
"Untuk Apa? Aku Kan Belum Ultah Vi," Jawab ku
"Udahlah Ayo!" ajak Silvi dan perayaan ultah Silvi dimulai...
Silvi Membuka Kado Ku dan melihat gaun indah yang panjang dan besar berwarna unggu diatasi dan di rok nya dihiasi bunga bunga.
Lagi lagi aku iri padanya, dan aku berusaha menghilangkan rasa itu dan senang melihat Silvi senang.
"Makasih Ya Yanti Aku Suka kadomu," Senang Silvi
"Ini kado untukmu bukalah dan cepat pakai!" Perintah Silvi sambil memberiku sepaket kado.
Aku Membukanya Dan Mataku Berbinar binar sekaligus hatiku merasa sangat senang dan aku sangat bersyukur.
"Ya ampun Makasih Silvi Ini sangat bagus aku suka walau sederhana!" ucapku girang.
Sebuah Gaun Berwarna Jingga Dan Didalam nya dilapisi warna biru yang indah dan Rok yang panjang. Aku Sangat Suka Melihatnya Segera Ku pakai dan merayakan pesta ultah Silvi
Dari sinilah Aku Menerima Perbedaan Karena Dimana Kekurangan Dan kelebihan kita selalu ada dalam diri kita.
([Selesai])...