Ini hanyalah sebuah kisah kecil. Bukan, tapi sebuah diary kecil. sebuah diary yang aku tulis, karena aku sedang bosan.
***
Hi, namaku FSuneo Sunny. Aku hanyalah seorang anak SMP biasa. Yang hobi menulis. Yang bermimpi menjadi seorang penulis hebat. Dan aku mulai dari sini. Aku belajar menulis cerpen. Aku akan menceritakan sebuah cerita, lebih tepatnya kegiatan harianku, sebelum korona tentu saja.
Ini hanyalah sebuah cerita pendek biasa, kalau kamu menyukainya aku bahagia. Namun, kalau kamu tidak menyukainya, tidak apa-apa.
***
Kongkorongo...
Terdengar suara ayam jago di pagi hari. Sunny terbangun dari tidurnya. Dia duduk menatap jam dengan mata yang sipit. Dia mengucek matanya, berusaha menatap jam dengan jelas.
"Udah jam 5?" tanyanya, pada diri sendiri. Dia bangkit, menatap cermin. Dia tersenyum sejenak.
Dia sudah bersiap untuk melakukan ritual hariannya. Yaitu mandi. Dengan air hangat, karena terlalu pagi untuk mandi air dingin. Dia takut masuk angin.
Setelah selesai melakukan ritual, dia melaksanakan sholat subuh. Dengan pakaian baru, karena yang itu mungkin sudah bau.
Dia makan, dengan porsi yang tidak normal. Bukan terlalu banyak, tapi terlalu sedikit. Dia tidak terlalu suka makan banyak. Dan karena itulah, dia sangat kurus.
Dia berganti pakaian, menggunakan seragam. Karena ini hari senin, dia memakai seragam khusus.
Dia berangkat sekolah jam 06.30 WIB. Dia berangkat menggunakan motor. Bukan, dia tidak membawa motor sendiri. Dia diantar oleh saudaranya dengan motor.
Setelah sampai, dia kemudian berjalan menuju gerbang. Pintu masuk menuju sekolah. Seketika atmosfer berubah. Dia melangkah menuju kelas kesayangannya, tidak termasuk penghuninya. Dia menaruh tas di bangku miliknya. Dia hanya duduk, terdiam. Memperhatikan orang-orang yang sedang sibuk dengan aktivitas paginya masing-masing. Ada yang bermain bola, sarapan, berbincang, ataupun berdiam diri sepertinya.
Tak terasa bel berbunyi. Semua orang langsung bergegas menuju arah yang sama. Berjalan menuju lapangan yang berada di atas.
Sunny beranjak dari kursinya. Dia merapikan dasi dan ikat pinggang. Dia langsung berjalan menuju lapangan, bersama yang lain.
Dia melihat orang-orang mulai sibuk berbaris sesuai kelas. Tapi, tidak demikian dengannya. Dia berbaris di barisan kelasnya. Karena, dia harus berbaris dengan teman-teman yang berseragam sepertinya. Bukan seragam biru dan putih, tapi hitam dan putih. Seragam paskibra khas di sekolahnya.
Semua anak paskibra di sana, memakai seragam yang tentu saja seragam. Mereka berbaris di tempat khusus. Di samping tiang bendera berdiri.
Mereka mulai merapikan barisan sesuai urutan ketinggian. Seketika, barisannya sudah rapi. Semuanya sudah siap melaksanakan upacara.
***
Tak terasa, 45 menit sudah waktu berlalu. Sunny berjalan menuju kelas. Dia berjalan sempoyongan, sudah terlalu lemas. Kok paskib lemah sih, masa upacara bentar aja capek? Sunny juga manusia.
Setelah sampai di ambang pintu. Dia merubah gaya jalannya. Yang tadinya malas, seketika terlihat gagah. Entahlah, dia hanya ingin mencari perhatian.
Dia mengambil minumnya. Meneguknya perlahan, membasahi kerongkongan.
Tak lama berselang, guru akhirnya datang. Mereka memulai pelajaran. Pelajaran yang akan menguras pikiran dan energi.
***
Kring...
Terdengar bel tanda istirahat berbunyi. Guru yang sedang mengajar di kelasnya, langsung menghentikan pelajaran. Semua orang mulai keluar kelas. Untuk menikmati istirahat yang singkat.
Sunny hanya memperhatikan orang-orang yang sedang istirahat. Ada yang pergi menuju kantin, ada yang berbincang, ada yang bermain, dan lain sebagainya.
Sunny berjalan menuju pintu, menghirup udara segar. Menatap orang-orang yang sedang istirahat. Dia tak memanfaatkan istirahatnya dengan baik, karena dia hanya diam saja, tak berbincang ataupun membeli makanan.
Dia kembali menuju mejanya. Dia hanya memainkan pulpennya. Sembari sesekali melihat orang lain yang keluar masuk kelas.
Kring...
Tak terasa, bel kembali berbunyi. Kini bel masuk. Dia hanya menghabiskan waktu istirahat dengan membosankan. Mungkin hari ini, karena biasanya dia begitu baik dalam memanfaatkan waktu istirahat. Dia memang mood swing.
***
Akhirnya, waktu pulang telah tiba. Tapi, Sunny tak langsung pulang. Dia malah menuju lapangan.
Seperti biasa, hari senin sore, selalu diisi dengan latihan paskibra. Kegiatan yang selalu dia lakukan.
Dia menaruh tasnya di pinggir teras kelas. Mengambil pakaian olahraganya, dan segera menuju tempat ganti.
Karena tempat gantinya hanya ada satu, mereka harus bergiliran. Ataupun, bisa mengganti pakaian di toilet.
Kebetulan sedang ada orang di dalam ruang ganti. Sunny menunggu. Tak begitu lama, orang tersebut selesai. Dia keluar dari dalam ruang ganti tersebut. Sunny segera memasuki tempat itu, mumpung kosong, pikirnya.
Dia mulai berganti baju, merapikan bajunya yang sudah ia lepas. Kemudian dia keluar, memperbaiki tali sepatu.
Ketika sudah sampai di tempat dia menyimpan tas, dia langsung memasukkan pakaian yang sudah ia lipat ke dalam tas.
Semuanya segera berkumpul. Mereka menunggu anggota lain yang masih mengganti pakaian.
Semuanya sudah selesai, merupakan pun mulai latihan. Diawali dengan membaca doa bersama, demi kelancaran latihan. Mereka langsung memulai latihan.
***
"Ah, akhirnya selesai." Sunny mengelap keringatnya yang membasahi wajah. Mereka sudah selesai latihan. Sepertinya, sudah sekitar jam 16.45 WIB.
Mereka mengakhiri latihan dengan membaca doa. Kemudian, mereka pulang menuju rumah masing-masing.
***
Sunny pulang. Menaruh tasnya. Dia berdiam diri sejenak, beristirahat setelah seharian bersekolah.
Dia langsung membersihkan dirinya, dan segera istirahat.
***
Hi, aku kembali. Aku Sunny. Kalian pikir, pasti ceritaku ini sangat biasa. Memang sangat biasa. Aku hanya ingin berbagi kisahku kepada kalian.
Oh ya, apakah kalian bertanya-tanya, 'Kenapa namanya Sunny? Apakah itu nama asli?'
Jawabannya adalah, 'bukan'. Ini bukan nama asliku. Ini hanya nama pemberian temanku, atau sahabat?
Nama asliku rahasia, tapi aku selalu menggunakan nama ini sebagai identitas palsu.
Mari kita membuat QnA!
Q: Hola, kakak! Siapa sih nama asli kakak?
A: Nama asliku rahasia. Bukan berarti, namaku adalah rahasia. Tapi, aku tidak bisa memberitahukan nama asliku.
Q: Kakak, umurnya berapa?
A: Menurutmu? Aku itu lahir 2007. Bisa hitung sendiri.
Q: Kakak, berasal dari mana?
A: Aku, dari Jawa Barat. Odading Mang Oleh~
Dari beberapa QnA di atas. Cukup, 'kan? Walaupun kalian tidak menanyakan profil aku, yang penting aku bisa memperkenalkan diri pada kalian.
Kalian juga pasti berpikir, kalau aku itu matahari. Tentu bukan. Aku hanya manusia biasa, yang memiliki nama Sunny. Walaupun namaku Sunny, yang berarti Matahari. Tapi, aku tetaplah aku. Manusia biasa yang lemah dan ceroboh.
Yang tidak bisa menyinari dunia, dan tidak bermanfaat bagi siapapun. Hanya anak pemalas, pendiam, pemalu, ceroboh, payah, dan lainnya~
Aku menulis ini, karena aku senang menulis. Menulis apapun yang terlintas di pikiranku.
Walaupun aku masih sangat jelek dalam menulis, masih seperti setitik pasir. Aku sangat amatir, belum berpengalaman.
Tapi, aku berusaha mencoba. Agar aku bisa makin memperbaiki semua kekurangan. Menambah ilmu, dan belajar.
Aku juga gemar membaca. Membaca komik, novel, dan buku lainnya. Terkecuali, buku pelajaran. Aku hanya gemar membaca buku yang bisa membuatku berimajinasi, bukan berpikir. Kalian mengerti maksudku?
Ah, maaf. Aku harus pamit. Ada tugas online. Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan membaca cerita tidak jelas ku ini.
Semoga kalian suka. Tolong like dan komen. Dan, silakan beri aku kritik dan saran.
~ Terima Kasih ~