Aku berjalan di tengah tengah kesunyian malam yang sangat mencengkam, hujan yang deras turun seolah tau suasana hatiku, padahal aku sudah tau hari ini akan hujan namun kenapa aku tidak ingin membawa payung?
Yah.. Mungkin mereka tidak tau apa yang ku sembunyikan selama ini... Karena aku menutupi rapat rapat luka ini dengan senyuman dan candaan tawa dan kesedihan di balik cadarku
"Hidup memang sulit, meskipun begitu tetaplah tersenyum di setiap keadaan"
Kata kata yang terus terngiang ngiang di kepalaku membuatku hanya ingin menampilkan senyum dan tidak ingin teman temanku ikut bersedih
Namaku Vina, aku adalah anak yatim piatu, aku hanya dirawat oleh kakakku yang telah meninggal sejak 3 tahun yang lalu, meskipun begitu orang tuaku memberikanku uang yang sangat besar agar kehidupan ku tercukupi dan tidak susah, aku juga seorang wanita muslim yang sudah bercadar dan melaksanakan kewajiban ku
Aku adalah Mahasiswa jurusan Fashion design, aku memilih jurusan itu karena bakat ku dalam matematika dan bakat ku dalam menggambar
Bakat matematika ku sudah ada sejak kelas 4, sebelumnya aku tidak tau apa apa tentang matematika dan masih seperti anak lainnya yang benci tetapi ternyata sampai sekarang kebencian itu menjadi kecintaan ku akan matematika, sama seperti pepatah yang mengatakan bahwa benci pasti akan menjadi cinta..
Bakat menggambar ku ada sejak aku kelas 3 dimana waktu itu aku tidak sengaja merobek sebuah gambaran dari teman karena terlalu emosi dengan 'sesuatu' yang tidak bisa ku sebutkan, karena merasa kasihan dengan temanku yang nangis gara gara aku, aku lalu belajar menggambar secara autodidak, terdengar mustahil sih namun ini memang terjadi padaku...
...
"Assalamu'alaikum.."
Aku pun sampai ke rumah ku, aku berjalan melewati banyak potretan keluarga ku, kelihatan harmonis namun sebaliknya tidak...
Aku pun melangkah ke kamar mandi dan membersihkan badanku yang sudah dibasahi oleh air hujan, padahal aku tidak ingin kehujanan karena besok akan ada ujian...
Setelah membersihkan diri, aku pun langsung merebahkan badanku di kasur kesayangan ku sambil melamun
"Bagaimana ya jika aku hidup seperti anak pada umumnya? Mempunyai orang tua yang berumur panjang, mempunyai seorang kakak yang selalu melindungi dan masih hidup sampai sekarang.." Gumam ku menatap langit langit kamar
"Astagfirullah... Jangan menghayal Vin!" Ucap Vina mengelus elus dadanya
Ting
Sebuah pesan muncul di layar ponselku, aku langsung mengeceknya ternyata itu adalah pesan dari Fira yang saat ini sepertinya sedang membutuhkan bantuan ku
** Assalamu'alaikum Vin, kamu ada dimana sekarang?
aku ke rumah mu ya**
Itulah yang Fira kirimkan kepadaku...
Fira adalah sahabatku sejak SD, kita bersahabat sejak kelas 4, kita SMP dan SMA bersamaan dan sampai kuliah pun kita mengambil jurusan yang sama, kita juga sering dianggap kembar karena nama dan wajah kita yang hampir mirip
Dia juga anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal 4 tahun yang lalu dan dia sekarang masih tinggal bersama dengan abang nya
** Wa'alaikumussalam Fira, aku sedang di rumah sekarang**
Balas ku langsung mematikan ponsel ku lalu menatap langit langit kamarku yang gelap
"Fira adalah teman masa kecilku... Seharusnya dia tau kan apa saja yang selama ini ku alami?" Tanyaku dalam hati
20 Menit Kemudian...
Tok tok tok
Suara ketika pintu terdengar saat Vina sedang memejamkan matanya sebentar, dia pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu utama
"Assalamu'alaikum!" Ucap Fira lalu pintu pun terbuka menampilkan sosok seorang wanita bermata coklat dengan rambut setengah keriting
"Waalaikumsalam" Ucap Vina membatu
"Yaak! Vina! Aku sangat merindukan mu tau!" Ucap Fira memeluk Vina yang saat ini masih membatu
"Hei! Lepaskan aku! Nanti kita dilihatin tetangga!" Ucap Vina mengelak
"Yah.. Padahal aku kesini sambil bawa kue kesukaan mu loh" Ucap Fira cemberut
"Hah... Baiklah baiklah.. Lepas sepatu mu lagian kenapa sih kamu keluar malam malam gini, sudah tau hujan.." Kesal Vina
"Hehehe, soalnya aku kesini untuk mengerjakan skripsi bersama mu, agak susah" Lirih Fira melepaskan sepatunya dan helm nya
"Yah... Gini deh demi mengikuti jejak sahabatnya memaksakan kemampuan matematika mu.. Untung dulu aku menyuruh mu belajar dasar dasar matematika" Omel Vina
"Hehehe, aku tidak tau bahwa ternyata sekolah desainer lebih sulit dari yang kubayangkan, kukira hanya akan menggambar saja karena kemampuan menggambar ku" Ucap Fira cengengesan
Mereka pun masuk kedalam rumah Vina yang terlihat biasa namun elegan, seperti biasa mereka langsung berkumpul di dalam kamar
"Kau sudah membuat gambar baju yang disuruh dosen yaitu menggambar baju pesta?" Tanya Vina mengobrak-abrik tas Fira
"Sudah, tapi aku tidak tau hasilnya bagus atau tidak, dan juga aku sangat kesal saat dosen kita menyuruh untuk membikin nya juga, malah dikasih waktu 1 bulan lagi! Itukan waktunya sangat singkat!" Protes Fira
"Jangan banyak berisik, sekarang ayo kita mengerjakan skripsi, apakah kamu mau tidak naik kelas?!" Ancam Vina melihat jam yang sedang menunjukkan pukul 9 malam
"Ck, iya iya..." Ucap Fira cemberut
...
Keesokan harinya...
Mereka pun bangun pagi pagi dan langsung berangkat ke kampus, mereka berangkat memakai motor yang selalu mereka pakai saat masih SMP
"Oh ya, bagaimana kabar sepupu dan abang mu?" Tanya Vina penasaran
"Kalo Abang ku dia bekerja menjadi sekretaris dari perusahaan *** sementara untuk sepupuku atau si beruang itu dia sekarang memilih jurusan ahli biokimia, itukan sangat sulit!" Kesal Fira
"Hahaha, tak apa Fir meskipun begitu bukankah ilmu matematika dan fisika ku setara dengan dirinya?" Tanya Vina bercanda
"Ahaha, aku tidak menyangka bahwa dia dulunya pernah dikalahkan kamu saat ikut lomba matematika SD dan SMP, sayang sekali pas SMA kalian beda sekolah jadi tidak ada pertunjukan yang menang siapa yang kalah siapa" Kekeh Fira mengingat kenangan yang sudah berlalu
"Sudahlah jangan banyak tanya, sekarang kita sudah sampai nih" Ucap Vina terkekeh kecil sambil memakirkan motonya di parkiran kampus
"Oke" Ucap Fira turun dari motor diikuti Vina yang juga ikut turun dari motonya sambil membuka helm nya
Meskipun Vina bercadar namun tatapan matanya yang cantik membuat mereka para kaum adam menatapnya penuh minat dan kadang ada yang melamarnya namun Vina menolak dengan alasan karir
Lalu seorang wanita menghampiri Vina dan Fira yang saat ini sedang memasuki halaman depan sekolah
"Assalamu'alaikum Vin! Hai Fir! Bagaimana skripsi kalian? Pasti sudah selesaikan?" Tanya wanita itu bernama Jane, dia adalah sahabat Vina dan Fira saat SMP, meskipun begitu Jane bukanlah orang muslim tetapi Vina dan Fira tetap menghargainya sebagai sesama saudara
Jane dia hanya memiliki Ibunya sebagai keluarganya, Ayah dan Ibunya bercerai karena Ayahnya selingkuh sementara Jane yang waktu itu masih kecil hanya bisa menangis
"Waalaikumsalam.. Allhamdulilah Selesai.. Namun mengerjakannya butuh waktu sampai jam 4 baru selesai" Ucap Fira menunjuk kantong matanya yang hitam
"Hadeh... Bukannya aku suruh kamu untuk meminta produk kecantikan dariku?! Kamu kan sudah tau khasiat dan efek dari produk kecantikan ku kenapa kamu tidak memesannya?!" Protes Jane kesal
"Jangan tanya lagi Jane, dia tidak ingin uangnya ketahuan oleh Abangnya dipakai untuk membeli produk kecantikan" Ucap Vina menatap Fira dengan kedipan di mata kanannya
"Oh bidadari ku..... Kaulah penyelamat ku!!" Ucap Fira ingin memeluk Vina namun Vina sudah menghindar duluan
Bruk
"Kamu ingin memelukku ya? Kenapa kamu tidak memeluk tanah dulu?" Tanya Vina jahil menatap Fira yang terjatuh
Fira pun meringis memegang hidungnya yang sakit karena dia jatuh dengan tidak elitnya di depan kedua sahabatnya
"Jahat..." Ringisnya
"Siapa suruh lebay" Ejek Jane memihak Vina
"Ck, kalian sama saja!" Ucap Fira kesal
Kriingg Kriingg
Lalu suara bunyi bell masuk pun membuat mereka segera bergegas menuju kelas
Di kelas...
"Assalamu'alaikum anak anak, sekarang kumpulkan skripsi kalian lalu kita akan mengadakan ujian" Ucap seorang dosen pria bernama Alex
"Waalaikumsalam.." Jawab mereka serempak
"Yah... Pak kita ini sudah capek bergadang malah ujian" Keluh Fira
"Pak.. Kenapa bapak tidak menikah saja, sudah tau usia bentar lagi mencapai kepala tiga eh malah belum nikah" Goda Vina dibalik cadar nya supaya ujian dibatalkan
"Vina... Kamu mau saya hukum ya! Atau mau saya nikahkan segera?!" Ucap Alex menggoda balik Vina
Mereka pun tertawa melihat ekspresi cemberut dari Vina saat digoda balik, menurut mereka kejadian ini sangatlah seru apalagi saat pak dosen sering masuk kelas
"Ish pak! Mana berani saya nikah di usia muda?!" Kesal Vina cemberut
"Oh ya? Bukannya usia mu sudah mencapai 22 tahun ya? Seharusnya bisa dong dinikahi" Akhirnya ucapan terkahir dari pak dosen membuat mereka semua tertawa lagi
"Ayo dong! Nikah aja!" Ucap salah satu mahasiswa
"Benar! Pasti akan lebih seru!!"
"Hei! Seharusnya sekarang mereka sedang memakai pakaian pengantin kan? Jika begitu kita nikahkan saja mumpung aku sudah mendesain baju pernikahan yang cocok untuk mereka!" Timpal salah satu mahasiswa
"Masya Allah, mirip cerita di novel novel, tetapi sayangnya yang ini perempuannya sangat berani berbicara dan lebih ganas tentunya"
Sontak mereka pun tertawa lagi mendengar ucapan ucapan dari para murid murid
Suasana kelas yang harmonis.. Pasti akan Vina dan Fira rindukan...
"Bapak ih! Kalo gitu berikan saya sepotong coklat!" Ucap Vina makin cemberut
"Baiklah" Akhirnya pak Alex pun mendekati Vina yang saat ini berharap meminta coklat
"Tapi sebelum itu kerjakan ujian dulu!"
Bukannya memberikan sebuah coklat, Alex malah memberikan Vina sebuah kertas ujian dan itu sontak membuat mereka tertawa lagi karena rencana Vina kali ini gagal
"Yah... Bapak, katanya mau kasih aku coklat..." Ucap Vina mencoba memohon namun Alex sudah balik ke meja nya duluan
"Kerjakan saja Vin, sudah baik hati loh pak dosen memberikan mu coklat.." Goda Fira
"Iya coklat.. Tapi coklat ujian..." Kesal Vina mengeluarkan bolpen nya
"Hahaha" Tawa mereka
...
Kringg Kringg
Bunyi bell pertanda jam istirahat pun berbunyi, seperti biasa ketiga sahabat tersebut langsung menuju kantin
"Eh, kalian nanti pas lulus mau jadi apa?" Tanya Jane bingung
"Kalau aku sih ikut Vina, karena itu adalah janji kami sejak kecil" Ucap Fira tertawa kecil
Flashback..
"Fira! Ingat ini ya!" Ucap Vina kecil didepan Fira kecil yang menatapnya polos
"Nanti kalo besar mau kan janji sama aku untuk bersama sama kita jadi desainer? Nanti aku yang menjahit kamu yang jadi model dan membuat sketsa nya kan?" Tawar Vina kecil
"Apakah boleh? Tapi aku tidak yakin dengan kemampuan ku..." Lirih Fira kecil
"Ayolah Fir! Jangan takut! Kan nanti kita berjuang bersama sama bukan sendiri!" Ucap Vina meyakinkan
"Baiklah jika itu mau mu! Aku akan mengikuti jejak mu!" Ucap Fira kecil
Flashback Off
"Ahahaha, janji masa kecil yang sebentar lagi akan terwujud" Ucap Vina tertawa kecil
"Ahahaha, benar juga" Timpal Jane dan Fira sambil tertawa
Brak
Seorang wanita mendekati ketiga sahabat tersebut sambil menggebrak meja
"Hei kamu! J*l*ng! Beraninya kamu menggoda Pak Alex!" Ucapnya emosi saat mendengar cerita dari kelas nya
"Menggoda apanya? Hei! Sadar diri dong mbak! Itu baku sudah terbuka, gaya rambut diperlihatkan seperti seorang p*l*c*r lagi!" Ucap pedas Fira
"Heh! Jangan main main ya!" Ucap wanita tersebut menunjuk Fira
"Ck, bodo amat, sekarang aku akan menantang my saat kita lulus nanti siapa yang paling sukses!" Ucap Jane menatap wanita tersebut penuh permusuhan
"Ck! Awas saja!" Ucapnya meninggalkan mereka
Setelah kepergian wanita tersebut seorang pria mendekat kearah mereka
"Assalamu'alaikum, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanyanya
"Waalaikumsalam silahkan.." Ucap mereka bertiga serempak
"Begini, apa kalian tau kunci rahasianya dari persahabatan selamanya? Soalnya kadang kalo aku bersahabat dengan orang mereka langsung meninggalkan ku dalam waktu cepat, kudengar kalian teman dari SD dan SMP" Tanyanya
"Hahaha, tidak ada rahasia nya sih, tapi yang pasti kuncinya saling percaya satu sama lain dan meminta kepada Allah supaya persahabatan ini tidak retak" Ucap Vina tertawa kecil
"Benar! Kami juga sering melakukan hal tersebut!" Timpal Fira
"Oh.. Begitu ya.. Terimakasih, Assalamu'alaikum.." Ucapnya pergi meninggalkan mereka
"Waalaikumsalam, semoga kamu mendapatkan sahabat yang baik" Ucap Jane tertawa kecil
"Ayo kita masuk, sebentar lagi pasti bell akan berbunyi" Tawar Vina
...
Beberapa hari setelah itu..
Hari ini adalah hari kelulusan para siswa siswi yang ada di sana, mereka sudah tegang karena takut tidak lulus
"Bagaimana ini.." Ucap Jane takut
"Sudahlah Jane! Jangan takut! Kan masih ada kami!" Ucap Fira menutupi kegelisahan nya
"Iya benar! Sudahlah ayo kita tunggu!" Ucap Vina menatap panggung di depannya yang sudah ada Alex yang akan mengumumkan kelulusan para siswa dan siswi
"Assalamu'alaikum semuanya, Hari ini pasti adalah hari yang membahagiakan buat kalian! Sebelum saya mengumumkan siapa saja yang lulus mari kita sambut seorang murid dengan nilai terbaik di sekolah ini!" Ucapnya membuat mereka semua penasaran
"Elvina Liana!" Ucap Alex membuat Vina menitikkan air matanya
"Allhamdulilah.. Terimakasih Ya Allah, kau berikan aku rezeki yang besar kepadaku, Terimakasih Ya Allah.." Ucap Vina tak henti hentinya bersyukur
Vina pun maju dan meraih penghargaan sebagai siswi terbaik serta mendapatkan ijasah
Setelah semuanya selesai ternyata semua orang lulus dan tidak ada yang tidak lulus karena hal tersebut mereka semua berkumpul
"Siap!"
"1.... 2.... 3... Lempar!" Teriak Vina
Lalu meraka pun sama sama melempar topi mereka keatas langit sebagai bentuk terimakasih
Cekrek
Hal tersebut ternyata juga diabadikan oleh Alex yang memfoto mereka semua melempar topinya, lalu Alex pun melihat fotonya yang indah
"Sempurna..." Ucapnya
....
Beberapa tahun pun berlalu..
Kini Vina dan Fira serta Jane sedang berada di balik panggung
"Ternyata usaha kita tidak sia sia kan?" Tanya Jane bangga
"Ya, kau benar, aku yang menjahit dan membuat baju, Fira yang membuat sketsa dan kamu yang jadi modelnya, sekarang itu semua sudah terwujud.." Ucap Vina terkekeh
"Mari Kita Sambut! Nona Elvina Liana yang akan mendapatkan penghargaan sebagai desainer terbaik karena produk nya yang disukai oleh seluruh dunia!" Ucap sang pembawa acara
Lalu Vina pun muncul dengan pakaian yang dia rancang sendiri, pakaian Muslimah dengan cadar yang membuatnya cantik adalah matanya yang coklat membuat orang orang terhipnotis
"Assalamu'alaikum" Ucap Vina tersenyum
"Waalaikumsalam salam!" Teriak mereka yang beragama muslim
"Vina! I Miss You!"
"Indahnya dia memakai cadar... aku kapan ya?"
Begitulah teriak teriakan para penggemar Vina, mereka tentunya mengidolakan semua rancangan yang dibuat Vina apalagi bahannya sangat langka
"Terimakasih buat kalian semua, saya tidak akan pernah menyangka impian saya sejak masa kecil sekarang terwujud... Saya juga tidak akan bisa meriah mimpi saya sejak kecil tanpa kedua sahabat saya" Ucap Vina tersenyum dibalik cadar nya
"Bisa tolong undang kedua sahabat saya di belakang panggung?" Tanya Vina berbisik
"Baiklah mari kita undang kedua sahabat dari Nona Vina! Nona Fira! Dan Nona Jane!" Ucap sang pembawa acara
Lalu Fira dan Jane pun berjalan menuju panggung dengan elegan, Fira berjalan menggunakan gamis pink-nya sementara Jane memakai baju rancangan Fira yang dibuat langsung oleh Vina
"Assalamu'alaikum semua" Ucap Fira menyapa mereka semua
"Waalaikumsalam!" Ucap mereka
"Hai! Terimakasih telah datang untuk melihat sahabat kami! Aku sebagai orang berbeda agama dari kedua sahabatku sangat senang karena bisa berjuang bersama mereka meskipun berbeda agama" Ucap Jane tersenyum manis
"Cantiknya Nona Jane!"
"Ternyata mereka beda agama! Tetapi saling menghormati aku salut dengan mereka!"
"Aku jadi iri melihatnya"
"Ahahaha, jangan iri dong dengan kita, kita yang seharusnya iri karena kalian sudah mempunyai pasangan sementara kami saja belum" Ucap Jane tertawa kecil sambil merangkul kedua sahabatnya
"Ahahaha, bisa saja kamu Jane.." Ucap Vina tertawa kecil
Sekarang impiannya sudah terwujud.. Seharusnya keluarga mereka senang kan melihat keadaan mereka begini?
"Ayah... Ibu... Sekarang kami sudah sukses kalian pasti bahagia kan? Pasti dong kalian bangga dengan kami..."
....
Bonus
Mereka saat ini sedang ngobrol sambil melihat para tamu, meskipun banyak atau yang mengangumi mereka namun demi menjaga martabat mereka hanya bisa diam
"Assalamu'alaikum.." Ucap seorang wanita menghampiri mereka
Tampak wanita tersebut memakai cadar dan pakaian tertutup
"Waalaikumsalam, ada apa mbak?" Tanya Fira sopan
"Ini... Aku ingin meminta maaf karena dulu pernah menghina mu..." Ucap wanita tersebut gugup
"Siapa ya?" Tanya Vina mengerutkan keningnya"
"Ini saya, Nela yang dulu pernah menghina dan mengejek mu saat di kampus, saya hanya ingin meminta maaf" Ucapnya gugup
"Oh, tidak apa apa Nela, kami tetap menerima mu kok, oh ya kamu sekarang sudah berhijab ya?" Tanya Jane menatap Nela
"I-Iya Jane..." Ucapnya ragu
"Ayolah tak perlu ragu, kita ini masih satu angkatan loh!" Ucap Vina merangkul Jane
"Ahahaha Benar" Ucap Nela tertawa renyah
"Hei guys! Ayo kita foto!" Ucap Fira dari kejauhan karena dia penasaran melihat kerumunan
"Ayo!" Ajak Jane
.
.
.
Assalamu'alaikum! Ini hanyalah imajinasi ku maaf jika ada yang salah kata atau apa.. Sebagian cerita ini ada yang fakta tetapi karena aku belum kuliah jadi menghayal dulu tidak apa apa deh.. contoh salah satu faktanya adalah persahabatan tiga orang wanita itu yang kuambil dari teman kakakku, semoga cerita ini menghibur! Semangat buat kalian semua ! 💪💪