Hi, aku pengen bagi cerita ke kalian tentang Tiga orang anak remaja yang bersahabat dan terjalin Cinta Segitiga.
Arabela Dimitri adalah salah satu siswa dari SMK nomor satu yang ada di kota nya, sekarang Ara duduk di kelas "XI IT". Dia memiliki sahabat yang sudah dia anggap adik sendiri, yaitu Anastasya Laksani sering di sapa Tasya, dan juga memili pacara, yaitu Raja Danuarta yang sering di sapa Raja.
Mereka bertiga sering jalan bareng, makan bareng, apa-apa yang mereka lakukan pasti bareng, kecuali tidur. Seperti sekarang ini mereka berada di taman kota.
"Ra, kamu mau makan apa?" Tanya Raja ke Ara
"Beliin aku Martabak Coklat Keju ya" Pinta Ara ke Raja
"Kamu apa Tash?" Tanya Ara kepada Tasya
"Aku Martabak juga, tapi topingnya Coklat aja" Jawab Tasya
"Yaudah, kalian tunggu disini ya" Ujar Raja dan pergi untuk membeli martabak
"Kamu beruntung ya Ra" Ucap Tasya
"Maksudnya?" Tanya Ara heran sambil mengernyitkan dahi
"Ya kamu beruntung bisa dapat cowok kaya Raja yang perhatian" Jelasnya
"Oh, gitu?" Tanya Ara dan di jawab anggukan oleh Tasya
"Ya gitu deh, aku emang beruntung bisa pacaran sama Raja. Dia orangnya baik, perhatian, apa yang aku mau pasti semua di turutin" Jelas Ara sambil menerawang
"Kapan ya aku bisa kaya kamu Ra?" Tanya Tasya
"Sabar aja, apasti akan datang orang yang kaya kamu inginkan" Jelas Ara dan di jawab anggukan oleh Tasya
Beberapa menit mereka membagi cerita, Raja datang sambil membawa kantong kresek yang berisikan martabak dan minuman.
"Hayo lagi ngomongin apa?" Selidik Raja
"Kepo" Jawab Ara dan di balas cengiran oleh Raja
"Nih martabak sama minumnya" Ucap Raja
Ara dan Tasya menerima kantong keresek nya dengan berbinar.
"Andai kamu milik aku Ja" Lirih Tasya dalam hati
"Punya kamu apa Ja?" Tanya Tasya ke Raja
"Oh, punyaku Coklat Kacang" Jawab Raja dengan senyuman manisnya
"Raja, jangan senyum kaya gitu dong ke Aku" Ucap Tasya dalam hati
"Selera kita bertiga hampir sama ya, ada Coklat-nya" Jelas Tasya
"Iya, berati kita bertiga suka coklat" Jawab Ara dengan senyuman
"Udah-udah makan dulu, abis makan baru cerita lagi" Ucap Raja dengan lembut
Setelah selesai makan, mereka langsung pulang ke rumah. Ara dan Tasya di antar oleh Raja ke rumah mereka.
"Kita anterin Ara dulu ya Ja?" Tanya Tasya
"Gak, kamu dulu yang aku antar" Jawab Raja datar
"Lah, bukannya kalo aku dulu kamu jadi muter-muter ya? Kan kita se arah Ja, sedangkan Ara gak" Jelas Tasya
"Ya gapapa, aku gak keberatan" Jawab Raja
"Udah, gak papa. Aku dulu, aku juga udah ngantuk bangat" Ucap Ara sambil pura-pura menguap
"Kamu gak papa?" Tanya Raja memastikan
"Iya, gak papa" Jawab Ara dengan senyuman manisnya
"Yaudah" Pasra Raja sambil mengelus lembut kepala Ara, sedangkan Tasya yang melihat interaksi mereka berdua ada rasa yang tak suka di hatinya
"Manis bangat kamu Ja ke Ara, sedangkan ke Aku kadang kamu dingin dan datar" Lirih Tasya dalam hati
20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Dimitri.
"Aku masuk ya, kalian hati-hati di jalan" Pesan Ara
"Iya sayang" Jawab Raja
"Bay Ra" Ucap Tasya sambil melambaikan tangannya
Setelah itu Raja melakukan mobilnya menuju Rumah Tasya
"Aku pindah di depan ya Ja" Pinta Tasya
"Iya" jawab Raja dengan singkat
"Kamu kenapa sih Ja, kok sama aku ngomongnya kaya gitu? Padahal kita sahabatan udah lama bangat loo ja" Ucap Tasya dengan sedih
"Aku cuma jaga sikap aja ke kamu, karena aku udah punya Ara" Jawab Raja
"Kan sekarang gak ada Ara Ja" Jelas Tasya
"Meskipun begitu, aku harus jaga kepercayaan Ara" Jawab Raja
"Ja, aku boleh jujur gak sama kamu?" Pinta Tasya
"Apa?" Tanya Raja
"Sebenarnya aku suka sama kamu Ja, dan aku juga suka iri sama Ara, kamu sering perhatian ke dia, di depan aku lagi. Hati aku sakit Ja liat kalian berdua terus" Jelas Tasya dengan berkaca
"Maksud kamu apa?" Tanya Raja masih gak mengerti
"Aku suka sama kamu Ja, aku sayang sama kamu, cinta sama kamu" Jelas Tasya
Ciiittttt
Raja tiba-tiba ngerem mendadak dan kepala Tasya hampir kebentur untuk dia pakai tali pengaman.
"Tunggu, tunggu, coba kamu jelasin ulang deh" Pinta Raja
"Aku suka sama kamu Ja, aku sayang sama kamu, cinta sama kamu, aku mau kamu balas cinta aku" Jelas Tasya tak tau malu
"Kamu gila Tash, kamu tau kan aku pacaran sama Ara udah lama. Udah dari kita SMP, terus kamu mau rusak hubungan aku sama Ara?" Ujar Raja heran sambil geleng-geleng kepala
"Jadiin aku yang ke dua Ja, pliss" Pinta Tasya sambil meraih tangan Raja dan langsung di tepisnya.
"Kamu benar-benar udah gila" Jawab Raja tak habis pikir dengan jalan pikiran Tasya
"Iya, aku udah gila. Gila karena kamu Ja" Ucap Tasya sambil terisak
"Maaf Tash, aku gak bisa. Aku sayang sama Ara" Jelas Raja
"Cup.." Tasya langsung menc**m b*b*r Raja, sedangkan Raja membelalakkan matanya karena kaget dan di juga belum pernah melakukan itu.
Karena Raja hanya diam saja, Tasya melepaskan ci*mannya.
"Kamu belum pernah ya Ja lakuin ini sama Ara" Tanya Tasya dan di jawab gelengan kepala oleh Raja
Raja merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya ketika Tasya menc**manya, dan ketika Tasya melepaskan nya ada rasa kecewa di hatinya.
"Cup.." Lagi-lagi Tasya menc**m b*b*r Raja, tapi Raja masih diam, tak ada balasan ataupun penolakan. Karena Raja masih diam saja, Tasya me**m*t b*b*r Raja, semakin lama Raja pun membalas tindakan dari Tasya.
Beberapa menit mereka melakukannya, akhirnya mereka melepaskan nya karena pasokan mereka hampir kehabisan pasokan udarah.
"Cup..." Kali ini bukan Tasya yang memulai, tapi Raja. Tasya diam, karena dia kaget dengan Raja. Karen tak ada balasan dari Tasya,Raja melepaskan nya.
"Kamu kenapa hanya diam saja?" Tanya Raja
"Aku kaget Ja, aku gak nyangka kamu memulainya duluan" Jawab Tasya dengan herannya
"Aku suka Tash, rasanya aku nyaman ngelakuin itu sama kamu. Aku gak pernah ngelakuin ini sama Ara" Jelas Raja
"Jadi gimana, kamu mau kan Ja" Tanya Tasya memastikan
"Iya, aku mau. Asal kita ngelakuin itu terus" Jawab Raja dan di balas anggukan oleh Tasya
"Sekarang aku antar kamu pulang ya, udah larut" Ucap Raja dengan lembut
Setelah itu Raja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. 10 menit mereka sampai di kediaman Tasya. Kebetulan rumah Tasya dan Raja hanya berjarak beberapa meter saja, jadi Raja juga cepat sampai ke rumahnya setelah mengantarkan Tasya ke Rumah nya.
-------------------------
Setelah kejadian malam itu, Tasya dan Raja menjalin hubungan cinta terlarang dan melakukan hal-hal yang di luar batas. Hubungannya dan Ara juga udah gak kaya dulu lagi, Ara heran dengan sikap Raja yang sekarang. Udah gak kaya Raja yang dia kenal. Perhatian nya ke Ara udah berkuran, dan setiap Ara menanyakan keberadaan Raja, pasti di jawabnya ada di Rumah Tasya. Ara bersyukur Raja jujur masih jujur sama dia, walaupun Ara merasakan hal yang ganjal. Tapi dia selalu menepisnya.
Sudah satu bulan ini Tasya dan Raja menjalin hubungan mereka, dan masih belum di ketahui Ara. Semakin hari juga sifat Raja semakin berubah, Ara berniat menyelidiki Raja. Bukannya dia gak percaya, tapi semakin hari Raja semakin berubah. Jadi dia berniat menyelidiki nya.
"Aku pastiin dulu Raja dimana, abis itu aku mulai penyelidikan nya" Ucapnya dalam hati
📱Ara = Halo
📱Raja = Iya
📱Ara = Kamu dimana?
📱Raja = Di rumah Tasya
📱Ara = Ngapain?
📱Raja = Nemanin dia, soalnya orang tuanya lagi gak ada di rumah
📱Ara = Oh, ya udah. Aku tutup ya, aku mau istirahat.
📱Raja = Iya
📱Ara = Bay Sayang
📱Raja = Bay
"Tut Tut" Sambungan telpon terputus
"Siapa Yank?" Tanya Tasya
"Ara" Jawab Raja
"Ngapain dia?" Selidik Tasya gak suka
"Cuma nanyain aku lagi dimana. Udah gak usah bahas, kita nikmati malam kita yuk" Ajak Raja dan di jawab anggukan oleh Tasya
Setelah itu mereka naik ke atas menuju kamarnya Tasya. Sampainya di kamar, Raja menutup kamarnya. Tapi dia lupa menguncinya, karena dia udah gak tahan mau main sama Tasya.
_____________
Lain tempat, lain cerita. Di kediaman Dimitri, Ara langsung turun kebawa setelah telponnya terputus dengan Raja. Sampainya di mobil, dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar dia segera sampai di kediaman Tasya.
Ta butuh waktu lama, akhirnya Ara sampai di halaman rumah Tasya.
"Ting tong" Ara menekan bel rumah Tasya, dan langsung di buka kan pintunya oleh Pembantu nya keluarga Tasya
"Eh, non Ara. Silahkan masuk non, kebetulan ada Den Raja juga" Ucap Bik Surti dan mempersilahkan masuk
"Mereka dimana Bik?" Tanya Ara
"Munkin di kamarnya non Tasya Non" Jawab Bik Surti
"Kamar? ngapain mereka di kamar?" Batin Ara heran
"Munkin Tasya lagi sakit" Lanjutnya dengan pikiran positif
"Yaudah Bik, aku ke atas dulu ya" Pamit Ara dan di balas anggukan kepala Bik Surti
Setelah itu Ara naik ke atas menuju kamar Tasya, belum sempat Ara merai gagang pintu, Ara mendengar kan suara dari dalam.
"Yank, aku pingin kamu malam ini" Ucap seorang laki-laki yang Ara kenal suaranya, siapa lagi kalau bukan Raja
"Pingin? maksudnya apa coba?" Tanya Ara dalam hati, karena dia gak ngerti tentang hal-hal yang kaya gitu. Apalagi bersifat ambigu
"Silahkan sayang, aku milikmu" Jawab seorang wanita dengan suara manja, yang kenal suaranya juga, siapa lagi kalau bukan Tasya Sahabatnya sendiri.
"Maksud mereka apa?" Tanya Ara heran
Karena Ara makin penasan, dan dia jugak gak mau berfikiran buruk tentang mereka berdua, dia langsung membuka pintunya. Tasya dan Raja gak menyadari itu, karena mereka sudah terbakar oleh ha*sr**.
Ara membuka lebar matanya dan menganga, di ikuti dengan Air mata yang tanpa permisi lolos dari kedua matanya. Karena dia melihat Raja dan Tasya yang gak menggunakan sehelai benang, dan posisi mereka Tasya di bawah dan Raja ada di atas.
Mereka melakukan hubungan suami istri, dan hal itu di lihat oleh Ara dengan kedua mata kepalanya dengan jelas.
"Tasya, Raja" Teriak Ara dengan intonasi yang tinggi dan dengan deraian Air Mata. Sedangkan mereka kelabakan, dengan spontan Tasya mendorong Raja, dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan Ara langsung lari keluar menuju parkiran.
Ara sangat shock dengan kejadian tadi yang ada di depan matanya. Pacar dan Sahabatnya menjalin hubungan terlarang dan melakukan hubungan suami istri. Sungguh menjijikkan fikirnya.
Selepas Ara pergi, Raja langsung memakai pakaian nya dengan tergesa-gesa, karena dia ingin mengejar Ara dan menjelaskan semuanya. Setelah memakai pakaiannya, Raja segera menyusul Ara, sebelum keluar Tasya mengeluarkan suara.
"Kamu mau kemana?" Tanya Tasya
"Aku mau nyusul Ara dan jelasin semuanya" Jawab Raja
"Jelasin apa? Semua udah jelas, Ara udah liat semuanya. Jadi kita bersyukur, karena sekarang kita gak kucing-kucing ngan lagi dari Ara. Dan kamu harus putusin dia" Ucap Tasya panjang lebar
"Kamu gila ya? Aku Sayang sama Ara, aku gak mau kehilangan dia. Gara-gara kamu godain aku, hubungan aku sama Ara jadi rusak" Bentak Raja
"Tapi kamu suka kan? kamu nikmati juga kan? Apa yang aku kasih, gak pernah kamu dapatin dari Ara, jadi kamu harus bersyukur punya aku" Jawab Tasya dengan Suara yang meninggi
"Cukup Tasya" Bentak Raja dan langsung meninggalkan rumah Tasya
"Akkkhhhh" Teriak Tasya dan mengacak rambutnya
_________
Kini Ara sampai di danau tempat dia selalu menyendiri, untuk menenangkan pikiran. Kebetulan tempat itu juga yang sering Ara dan Raja datangin, jadi Raja juga tau tempat itu.
"Akkkhhh" Teriak Ara frustasi
"Aku Benci kamu Ja, aku Benci" Teriaknya lagi
"Aku muak dengan semua ini" Lagi-lagi Ara teriak untuk meluapkan emosi nya
"Sahabat aku sendiri yang udah aku anggap adik aku sendiri nusuk aku dari belakang" Lirinya dengan isakan
"Aku gak bisa benci sama kamu Tash, aku sayang sama kamu. Tapi aku benar-benar kecewa sama kamu" Ucapnya lagi masih dengan terisak
"Akkkhhh" teriaknya frustasi
Kebetulan Raja sudah ada di sana, dan dia dengar semuanya. Hatinya sakit melihat kerapuhan Ara, hatinya bagaikan teriris-iris.
"Ra" Lirih Raja, tak di gubris oleh Ara.
"Ara" Ucapnya sambil memegang bahu Ara
"Kamu mau ngapain lagi? belum cukup kamu udah hancurin semuanya? Hah?" Bentak Ara dengan intonasi yang tinggi
"Ra, aku minta maaf. Aku khilaf Ra" Ujarnya Dengan memelas
"Hah? Khilaf kamu bilang?" Sinis Ara
"Ra, jangan gitu dong Ra. Aku benar-benar minta maaf" Ucap Raja sambil merai tangan Ara dan langsung di tepisnya.
"Jangan pegang aku dengan tangan kotormu itu, aku jiji tau gak" Bentak Ara
"Udah berapa lama kamu sama Tasya?" Tanya Ara dengan datar
"Sebulan Ra" jawab Raja takut-takut
"Malam itu aku di goda Ra, aku laki-laki normal Ra, di suguhin kaya gitu, pasti aku gak bakal nolak" Jawab Raja tanpa malu
"Aku bersyukur bukan aku yang udah kamu rusak, aku bersyukur Tuhan udah buka mata aku" Ucap Ara datar
"Mulai malam ini, kita gak ada hubungan apa-apa lagi. Kita jalan sendiri-sendiri aja" Jelas Ara
"Aku gak mau Ra, aku sayang sama kamu, aku gak mau putus sama kamu" Raja bermohon kepada Ara
"Cinta kamu bilang? Kalau kamu cinta sama aku, gak munkin kamu tergoda sama Tasya dan jalin hubungan di belakang aku. Itu tandanya kamu udah gak cinta sama aku lagi" Sinis Ara
"Aku sadar, aku gak bisa penuhi kebutuhan biologis mu, hanya Tasya yang bisa. Maka dari itu kamu mau dan tergoda sama Ara. Secara Ara s*x*, aku? jangan di tanya lagi" Ucapnya panjang lebar
"Tamu gak akan masuk kalau tuan rumahnya gak bukain pintu, begitu juga dengan Tasya. Dia gak akan masuk kalau kamu gak beri dia peluang untuk masuk. Kamu juga b***ngan, jadi mau aja di godain" Sinis Ara lagi
"Wel, jadi kamu lanjutin aja hubungan kamu sama Tasya, aku udah gak bisa sama-sama barang kamu lagi" Jelas Ara
"Karena aku gak bisa penuhi kebutuhan biologis kamu, aku gak tau caranya" Lanjutnya lagi
"Ya aku bantu kamu Ra, aku ajarin kamu agar kamu bisa, dan kita sama-sama lagi. Aku juga gak akan lakuin itu sama Tasya" Saran Raja
"Plak" Tangan Ara melayang ke pipi kiri Raja
"Br***sek kamu Ja" Bentak Ara
"Kamu kira aku perempuan kata gitu?" Lanjutnya lagi dengan suara yang tinggi
"Aku gak nyangka Raja yang aku kenal se b***ngan ini" Heran Ara
"Udah, aku capek, aku mau pulang" Ucap Ara
"Aku harap kita gak bakal ketemu lagi" Lanjutnya lagi setelah itu dia pergi.
Raja yang di tinggalkan Ara sendirian menyesali perbuatannya, dan perkataannya tadi.
"Akkkhhh" Teriaknya frustasi
"Bodoh, bodoh, bodoh" Ujarnya sambil menjambak rambutnya
"Perempuan sebaik Ara loo khianatin Ja, bodoh Lo, bodoh" Teriaknya
Setelahnya dia pulang kerumah untuk menenangkan pikirannya yang lagi kalut.
Setelah kejadian malam itu, Ara tak lagi sekolah barang Raja dan Tasya, dia sudah pindah ke Luar Kota untuk melanjutkan sekolahnya
Hubungan Raja dan Tasya masih berjalan, dan mereka juga tetap melakukan hal-hal yang sering mereka lakukan sebelumnya, sedangkan Ara sekarang juga sudah bahagia dengan kehidupan nya yang sekarang dan melupakan semuanya.
Enam bulan Ara lewati tanpa Raja dan Tasya, dan sekarang mereka sudah duduk di kelas XII, itu tandanya tak lama lagi mereka akan lulus.
Di sekolah barunya, Ara hanya memiliki satu teman laki-laki yang namanya Arief Rahman Syaputra, yang sering di pangilnya Ari. Ara tak mau berteman dengan perempuan, karena dia tak mau kejadian enam bulan lalu terjadi lagi.
Ara dan Ari berteman sangat baik, karena adanya kebersamaan mereka, muncul rasa suka antara mereka masing-masing.
Hari ini mereka berada di salah satu mall terbesar di Kota ini, Ari mengajak nya untuk jalan-jalan dan menikmati kebersamaan mereka. Sekarang mereka ada di Cafe yang ada di dalam mall.
"Ra, aku mau ngomong sama kamu" Ucap Ari memecahkan keheningan
"Ya, mau ngomong apa?" Tanya Ara
"Gini Ra" Jawab Ari
"Duh, kok aku gerogi bangat ya. Gak kaya biasanya kaya gini, padahal kan udah terbiasa bareng Ara" Bantin Ari
"Kok aku deg degan ya" Batin Ara
"Huufttt" Ari membung napas kasar untuk menyingkirkan gerogi nya
"Aku sayang sama kamu Ra" Ucapnya lantang
"Apa?" Kaget Ara
"Aku sayang sama kamu Ra, kamu mau gak jadi pacar aku?" Tanya Ari takut-takut
"Yakali nembak gak ada romantis-romantisnya" Canda Ara untuk membuang geroginya
"Ye, aku serius juga. Kamu cuma becanda Ra" Ucap Ari dengan lesuh
"Hehehehe, maaf" Jawabnya dengan cengir kuda
"Gimana Ra?" Tanya Ari memastikan
"Gimana apanya?" Tanya Ara pura-pura tak mengerti
"Gimana? kamu mau gak jadi pacar aku?!" Tanya Ari memastikan lagi
"Maaf aku nembak kamu gak ada romantis-romantisnya, karena aku gak tau kaya gitu" Jelasnya
"Aduh, mati dong aku kena tembak" Jawab Ara masih dengan Candanya
"Araa" gemes Ari
"Heheheheh,,,maaf, maaf" Ucap Ara masih dengan cengiran
"Iya, aku mau" Jawab Ara dengan senyum malu-malu nya
"Serius kamu mau?" Tanya Ari memastikan dan di jawab anggukan kepala oleh Ara
"Makasi ya Ra" Ucap Ari sambil menggenggam tangan Ara dengan lembut
"""""""""""""Heppy Ending""""""""""""""
______________TAMAT______________
Maaf kalau ceritanya kurang menarik ya guys, dan banyak Typo nya dan juga pemborosan kata.