Angkasa yang penuh dengan sinar bintang dan angin yang sepoi-sepoi .Membuat suasana di malam itu jadi dingin.
"Ini sudah kedua kalinya gw menstruasi , waktunya lagi pas banget , dan ini dikemah cuy , lo mah enak santai aja tross..."Kata seseorang sambil mengobrak-abrik isi tasnya.
"Sabar Napa , Sindi..."Kata Seseorang menyebut orang yang tengah mengobrak-abrik isi tasnya tadi.
"Sabar...Sabar...Enak lo ngomong kek gitu."Kata seseorang yang bernama sindi sambil mengancang-ancang botol air minum ."Gw takut , Kan nih ya katanya sekolah kita ini berhantu...Dan sewaktu-waktu gw bocor dan gw harus ganti dan gw mati gimana..."Kata Sindi sambil melihat ke samping kiri kanan.
"Sindi itu hanya , Cerita Mitos tentang sekolah ini."Kata seseorang yang sedari tadi mengobrol asik dengan Sindi.
"Gini Olivia , kalau Gw bocor sewaktu-waktu , dan gw harus kekamar mandi , Lo harus ngikutin gw ya..."Kata Sindi sambil menatap ke arah Seseorang yang asik dengan Sindi.
"Iya , tapi kapan-kapan...Hahaha...."Kata seseorang yang dipanggil Sindi dengan sebutan Olivia , sambil merapikan bantal dan menepuk-nepuk bantal itu.
"Gw serius !!"Kata Sindi sambil melihat Oliva yang sudah terbaring di sampingnya.
"Yah...Molor nih anak..."Kata Sindi sambil melihat ke arah Oliva.
"Yaudah , gw tidur juga."Kata Sindi sambil mengambil selimut nya yang ada di dalam tasnya.
Olivia dan Sindi tertidur pulas dan sangat nyenyak .
Ke adaan malam itu seperti biasa , suara hewan malam dan Jangkrik yang terus bersuara.
Seluruh orang sudah tertidur pulas , Sementara itu Sindi yang berada di dalam tenda , Sindi terus mencoba menutup matanya dan sesekali ia mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Aghh..Mata gw harus tidur , gw gak mau besok gw telat , bisa-bisa gw dimarahin sama Kaka pembina."Batin Sindi.
"Kok bisa bocor , Akh...Malas banget lagi , tapi kalau dibiarin sih gak bisa... Ayolah Sindi jangan malas..."Kata Sindi sambil melihat ke arah Olivia yang masih memejamkan matanya.
"Oliv...Liv...Bangun..."Kata Sindi sambil mengguncang kan tubuh Olivia.
"Oliv...Bangun..."
Sekali lagi Sindi terus mengguncang dan mencoba membangunkan Olivia.
"Apa..."
Olivia pun setengah sadar , dan langsung menjawab Sindi.
"Ikut gw sekarang , gw bocor nih..."Kata Sindi sambil mengambil Celana dan pembalut yang ada di dalam tasnya.
"Gih , Lo jalan dulu , nanti gw nyusul..."Kata Olivia sambil menutup matanya kembali.
"Gw gak percaya , dan Lo harus ikut sekarang."Kata Sindi sambil menarik tangan Olivia.
Olivia yang sudah tertidur sangat pulas , ia tidak merasakan tarikan dari Sindi.
"Yaudah deh ,Kalau Lo malas gw bakal jalan sendiri ke WC ..."Kata sini sambil menarik resleting tenda.
Sindi pun meninggalkan Olivia yang masih tertidur pulas di dalam tenda.
"Dingin banget lagi , jam berapa sih ini?"Kata Sindi sambil melihat jam tangan nya.
"Astaga jam 01 malam , Kenapa bisa tengah malam gini ,gw kira masih jam 11 an ,Dan ternyata Jam satu."Kata Sindi sambil berjalan menuju Wc.
Tiba-tiba ditengah jalan Sindi terhenti sama penampakkan yang berada di bawah pohon Mangga.
"Itu siapa ya , Coba gw panggil."Kata Sindi mencoba menyipitkan matanya.
"Buk , minem..."Kata Sindi sambil memanggil nama seseorang yang berada di bawah pohon mangga itu.
"Buk minem,ngapain disana buk , nyapu-nyapu sampe tengah malam Bu."kata Sindi sambil melihat ke arah Seseorang yang dipanggil nya swngan sebutan buk minem.
"Buk....Buk..."Kata Sindi sambil melihat tubuh Buk minem.
Alangkah terkejutnya Sindi , yang mendapati sosok gaib yang sedang menyapu dibawah pohon mangga itu.
"Aghh...Hantu..."Teriak Sindi sambil berlari sekuat tenaganya. , Dan akhirnya ia sampai di Koridor sekolah.
"Hosh....Hosh..."
"Buk minem kok gitu ya ..."Kata Sindi sambil melihat ke belakang.
"Yaudah ...Sindi gak usah dipikirin."Kata Sindi sambil menggeleng kan kepalanya.
"Astaga , Sudah gw harus ke WC..."Kata Sindi berjalan ke arah Pintu yang terdapat di lorong terakhir.
"Kok , gelap Banget."Kata Sindi sambil berjalan.
Sindi terus berjalan di koridor ,yang terdapat begitu banyak loker dan juga lampu yang sudah dimatikan.
"Hihihi...."Suara tawa anak kecil yang terdengar yang menggema.
"Siapa itu..."Kata Sindi sambil melihat kesana-kemari.
"Olivia..."Kata Sindi sambil menyipitkan matanya.
"Olivia ,gw tau Lo akan kesini.",kata Sindi sambil berjalan menuju bayangan yang kelihatan seperti Olivia.
"Oliv...Oliv..."Kata Sindi sambil memegang Pundak bayangan yang kelihatan seperti Olivia.
Sementara itu dengan keadaan Olivia.
"Mana Sindi ,"Kata Olivia sambil menguap.
"Mungkin Anak itu Ke WC atau jalan-jalan , Ini jam berapa."Kata Olivia sambil melihat ke arah jam tangan nya.
"Yaudah deh gw susul aja."Kata Olivia sambil melangkah kan kakinya keluar tenda.
Sementara itu , Sindi yang tengah berada di ambang pintu wc.
"Oliv...Oliv..."Kata Sindi yang menepuk pundak banyangan yang mirip dengan Sindi.
"Aghhrrr...."Kata Sindi sambil berlari.
Sosok bayangan itu berbalik ke arah Sindi , dan bayangan itu berlari dan berteriak.
"Ahh..... OLIVIA , tolong gw ."Teriak Sindi sambil berlari dan nafas yang tak karuan.
Sosok bayangan itu terus mengejar Sindi.
Sementara itu , Olivia terus mencari Sindi.
"Sindi , Lo kemana..."Kata Olivia sambil berteriak-teriak.
"Itu suara siapa..."Kata Sindi sambil berjalan ke arah Koridor sekolah.
"Itu Sindi kah ?"Tanya Olivia sambil menyipitkan matanya ke arah seseorang yang berlari-lari.
"Sindi...."Teriak Olivia.
Sindi yang berlarian itu menengok ke arah Seseorang yang memanggil namanya.
"Woi...Olivia..."Kata Sindi sambil memelankan langkahnya.
Sindi pun menghampiri Olivia.
"Hosh...Hosh..."
"Kenapa Lo Sindi."
"Gw dikejar sosok hitam , gw gak tau itu siapa Liv."
"Mana ada , Coba tunjukin sama gw."Kata Olivia sambil melihat lihat kebelakang.
"Gak ada tuh..."
"Ada ..."
Sosok hitam itu , tidak kelihatan seperti menghilang tiba-tiba.
"Oke ayo , kita ke WC.."Kata Sindi sambil menggandeng tangan Olivia.
Sindi dan Olivia terus berjalan , dan akhirnya mereka sampai di depan pintu WC.
"Ayolah , cepat..."Kata Olivia sambil mendorong tubuh Sindi.
"Oke..."Kata Sindi sambil menutup pintu.
CKLEK*Pintu tertutup.
"Sindi , Lo tadi liat sosok bayangan hitam itu dimana..."Kata Olivia dibalik pintu.
"Gw tadi liat , Sosok hitam di disini dan gw kira itu elo ,jadi gw panggil , Oliv...Oliv kata gw kan."Kata Sindi yang berada didalam WC."Dan tadi gw juga lihat ibu kantin , buk minem dan gw tanya , Buk ngapain nyapu malam-malam."
"Terus , kenapa jadi Lo berlari-lari."Tanya Olivia.
"Ya , gw takut..."Kata Sindi
"Oke Lo udah gak..."Kata Olivia.
"Sebentar..."
Tiba-tiba Saja suara anak kecil terdengar bergema.
"Sindi...Itu tawa Lo kan..."Kata Olivia sambil mengetuk pintu WC.
"Bukan , Gw gak ketawa..."Kata Sindi sambil membuka pintu.
"Terus..."Kata Olivia sambil memeluk tubuh Sindi.
"Lo takut , gw kira Lo gak takut..."Kata Sindi dengan nada mengejek.
"Gw takut sama Anak kecil yang udah jadi hantu."Kata Olivia sambil melepaskan pelukannya.
Tiba-tiba Lampu yang ada dari tadi menyala di dalam Wc ,dan langsung mati hidup.
"Aghhh..."Teriak mereka sambil menutup matanya.
"Woi...Sindi...Gw takut ..."
"Lo kira gw gak takut "
"Eh , Itu tulisan apa di Cermin..."Kata Olivia yang mencoba membuka matanya.
"Yuk , Kita lihat..."Kata Sindi sambil menarik tangan olivia.
"Kok , tulisannya gini sih..."Kata sindi sambil berusaha membacanya.
T-O-L-O-N-G A-K-U "Kata Sindi dengan nada terbata-bata.
"Woi , itu siapa didalam cermin..."Kata Olivi Yang melihat sekilas wajah seram di dalam Cermin.
"Gw gak tau , "Kata Sindi sambil menatap mata Olivia.
"Ayo kita balik ketenda."Kata Olivia sambil menarik tangan Sindi.
"Tunggu gw , Gw pengen cuci muka dulu."Kata sindi sambil melepaskan tangannya."Tunggu gw dulu ya..."
"Yasudah , Ayo cepetnya."Kata Olivia.
Sindi pun menghampiri keran air dan mulai membuka nya.
"Kok airnya warna merah."Kata Sindi yang menadahkan tangan nya ke bawah air keran.
"Darah...Aghh..."Kata Sindi sambil menghamburkan Airnya.
"Sindi Lo kenapa..."Kata Olivia.
"Darah..."Kata Sindi sambil menunjuk Ke arah keran air yang masih mengalir.
Kepanikan mulai menyerang mereka .
Tiba-tiba sosok anak kecil muncul dan bayangan hitam dan sosok wanita yang berada dibawah pohon mangga tadi.Muncul di depan mereka.
"Aghhh...."
"Sindi cepat..."
Sindi yang terpatung itu , tidak menjawab satu kata pun.
Mata Sindi memutih seketika , dan Sindi sudah kehilangan nyawanya.
"Sindi...."
Deg * Seketika suasana menjadi dingin dan hening.
Ada tangan dingin yang muncul di cermin dan memegang pundak Olivia.
Tangan itu menarik pundak Olivia yang tengah berada di bawah.
"Aghhh..."Teriak Olivia sambil menarik tangan Sindi.
Olivia pun termasuk kedalam Cermin , dan mayat Sindi tergeletak begitu saja.
Tamat...