#Fiksi
Tas Pelangi? Siapa Pemiliknya? Dan Apa Isinya? Sepulang Sekolah Aku Berjalan Melewati Drum Sampah Yang Berserakan...Aku Melihat Sampah Itu Sungguh Aku Jijik Melihatnya, Namaku Tasya Revilina.
(Halaman 1)
Sepulang Sekolah Aku Berjalan Menuju Rumah, Biasanya Aku Melewati Drum Sampah Yang Besar Di Sebelah Sekolahku, Berjarak 20meter.
Tepat Saat Aku Melewati Tumpukan Sampah Itu, Aku Melihat Sesuatu Di Tumpukan Sampah Itu tapi aku tak perduli karena bau sampah yang sangat menyengat.
Aku Membiarkan Sampah Itu Berserakan
"Haduh.. baunya sangat menyengat!" protes ku langsung pergi, Sesampainya Dirumah Aku Segera Mengganti Pakaianku Dan Berlari Menuju Dapur
Setibanya Di Dapur Aku Kaget Melihat Dapur Berantakan Dan Seekor Tikus Di dalam Lemari Kulkas, Aku Segera Mengambil sapu dan mengusir tikus itu.
"Hey! tikus kamu harus disingkirkan dari sini!" ucapku sambil mengusir dan...
**Gerondang!!, Brakk, Pringgg!!** Semua berantakan sekaligus ada piring pecah dan sang tikus ditimpa piring pecah tadi
"Hah! kena kamu! hmm...jangan lari ya! awas!" Peringat ku
Aku Membuka Piring itu dan terlihat sang tikus ketakutan sekaligus terluka...awalnya aku bengong menatap sang tikus dengan heran, aku merenung sesaat dan sejenak.
_Kalo aku mengusir tikus ini bagaimana yah? atau ku pelihara? ahh janganlah tapii....dia kasihan gimana kalo dia gak punya siapa siapa?_ pikir ku
Aku lalu mengambil tikus itu dengan cukup geli dan jijik+jengkel, dan aku justru mengurung tikus itu di kotak kecil yang pernah aku simpan di laci mejaku.
Lalu Aku Mengobati luka sang tikus untuk sementara,
"Aku akan mengobatimu! jadi mulai sekarang janganlah nakal! awas kalo kamu nakal ya! aku sudah berbaik hati padamu.." tegasku
Tikus Itu hanya diam, aku pun gemas melihat sang tikus aku merawatnya sampai ia sembuh barulah kulepas...
2hari kemudian....**
Aku Akan Membebaskan Tikus Itu, Sinar Mentari Mulai Terbit Aku Pun Terbangun Tapi Masih Mengantuk...Hari Ini Adalah Hari Dimana Murid Baru Akan pindah Ke Sekolahku, Jadi Aku Berusaha Bangun Pagi pagi sekali.
"Tikus...Ayo Bangun kamu sudah boleh bebas sekarang pergilah, tapi jangan kerumahku lagi ok!" ucap ku berbicara pada sang tikus tapi si tikus hanya diam tak keluar dari kotak itu
"Tikus...kau mendengarku!!?" Tanya aku lagi
Tikus Hanya Menjawab Dengan Suara Kecil Yang Pendek Lalu Diam Lagi, Dan Aku Gak Tahu apa bahasa tikus itu
"Kau tahu aku gak boleh memelihara tikus Dirumahku ibuku saja akan memarahi habis habisan kalo ia tahu!" Ungkap aku.
Tikus Itu tak perduli ia terus saja melanjutkan tidur nya sehingga aku dipanggil ibu untuk sarapan
"Tasyaaa...sarapan dulu Yukk kamu jangan bicara sendiri kayak hantu!" panggil ibuku
"Lho? kok ibu bisa tahu? kalo aku bicara? aduh udahlah.." aku pergi dan langsung berangkat membawa kotak kecil itu ke sekolah.
Tiba Disekolah....
Aku Menaruh Kotak Kecil Itu didalam tas lamaku, lalu pergi menuju kelas dan melaksanakan piket.
Salah satu temanku yakni Erina berbincang bincang denganku
"Tasya Kamu Sudah Tahu Gak? Kalo Bakal ada Murid baru di sekolah kita!?" tanya Erina semangat
"Udah Tuh, Kira kira cewek apa laki laki ya? ku harap cewek."
"Yah gak tau sih tapi rasanya begitu dia datang hari ini...juga..yuhuu" ucap Erina
"Emang dia sekelas sama kita apah!? udahlah aku mau keluar piketku dah slese," ucapku pergi.
**Beberapa Jam Kemudian**
Seseorang Datang, Semua Siswa Siswi Berhamburan Keluar Kelas Saat Bel Istirahat Berbunyi Tepat Saat Murid Baru Itu datang bersamaan dengan Ortunya.
(Halaman 2)
"Wahh kira kira siapa ya itu, dia cowok!" tanya Rani Padaku
"Sana Ajalah Aku Mau Keluar Dulu," ucapku
"eh eh mau kemana! jangan keluar sekolah!" tegas Rani
"maaf aku ada penting ya dah dulu bye!" aku melangkah pergi, sesekali aku melirik cowok itu
Cowok Itu tampan, dan tinggi ia juga sempat melihat ku keluar sekolah.
Aku segera membawa kotak kecil itu dan menuju belakang sekolah waktu itu aku gak menyadari ada yang mengikutiku.
"Hai tikus, pergilah ke alam bebas aku gak mau mengurungmu terus, selamat tinggal tikus, dadahhh" ucapku menurunkan si tikus.
"Lho kok kamu diem kamu gak mau pergi?" tanyaku
tikus itu menggeleng geleng lalu lari ke arah belakangku, saat aku membalikan badanku Mataku Membelalak dan aku kaget melihat cowok baru itu ada di belakangku.
"Eh!? Ka..kamu??" ucapku sambil menunjuknya
"Salken, Aku Deva" Ungkap Cowok itu
"ohh...hai Deva aku Tasya," balasku sambil melihat tikus itu naik ke bahu nya.
"Kamu..!!????"
"Aku pemilik tikus ini dia menghilang sejak 4 hari yang lalu aku khawatir padanya," Jelas Deva Membuatku Terkejut
"Ohh jadi kamu pemiliknya...lain kali bawa tikus hati hati jangan sampe ke rumah orang ya! untung aja aku obatin lukanya," ucap aku menunjuk tikus itu
"Makasih Tasya,"Ujar Deva Sambil Tersenyum
_Senyumannya manis jua ia juga tampan_ batinku
Kami pun masuk ke dalam sekolah dan banyak teman temanku salah paham
"Wahh Tasya kamu kenal sama dia ya jangan jangan pacar kamu..wah beruntung nya kamu.." puji Rani
"Jangan Cepat Nebak Dulu Lagipula Kan Cuman Kebetulan Rani,"ucapku.
Singkat Cerita Jam Pulang Sudah Tiba Seperti Biasa Aku Jalan Kaki Dan Melewati Tumpukan Sampah Di sebelah sekolahku.
Sempat Aku Berpikir Untuk Merapikan Sampah Itu dan Menaruh sampahnya di dalam tempatnya, aku pun melakukannya hingga cukup lelah.
"Eh? tas apa ini? Waw tas warna pelangi! hmm apa isinya ya? kenapa bisa ada disini?" heran ku aku segera membuka tas itu dan alhasil yang kudapatkan....
******
*Seekor Kucing,Anjing Dan Kelinci*
"Wahh lho kok isinya hewan cih?" tanyaku heran sambil mengeluarkan ketiga hewan itu.
"Wahh imutnya...Sini sini Sama aku yukk," ucapku memeluk hewan itu banyak orang yang lewat di belakangku terheran heran melihat tingkah anehku.
Lalu Aku Segera Melihat Isi Tas Itu lagi dan alhasil kosong dan cuman ada hewan kecil itu, aku segera membawa ketiga hewan itu didalam tas pelangi dan pulang.
Tiba Di rumah Aku Senang Karena Mendapat Hewan Peliharaan...Yang Imut sekali
Aku Segera Mengambilkan Makanan Untuk Mereka, Dan Mereka Melahapnya
"Kasihan Sekali kalian terlihat kurus ya,ini aku kasi makan, makan yang banyak ya, habis ini aku mau mandiin kalian soalnya kalian kotor Ok!" Ucapku Gembira..
Aku memelihara hewan itu dan merawatnya selama beberapa hari lalu tepat saat Pulang Lagi Dari Sekolah saat dalam perjalanan aku membawa keranjang kecil untuk ketiga hewan imut itu.
"Kalian Sekarang Sudah Sehat, Wahh lucunya..." Aku bahkan tak menyadari Deva Mengikuti Terus Dari Belakang.
Beberapa Saat Aku Sadar Dia Mengikutiku
"Deva? kenapa kamu Mengikutiku dan melirikku apa ada yang aneh?" tanya aku padanya
"Tidak Kok," jawabnya singkat.
Aku Lalu Tak Menghiraukannya...Aku Tetap Berjalan Sampai Akhirnya Tiba Dirumah..Aku Menaruh Hewani Didalam Dan Tiba Tiba Ada Yang Memanggil Saat aku sedang makan.
"Eh ada yang datang itu siapa ya?" ucap ibuku
"Biar aku aja Bu," jawab aku
"Yaudah Ibu sama ayah udah selesai makan mau keluar dulu ya biasa traveling" ucap ibuku
"iya buk, hati hati ya" usulku
Aku Membuka Pintu Dan Terkejut Melihat Deva Ada Dirumahku
"Ada apa ya Deva kok tumben?" tanya aku heran
"Hmm...aku mau tahu hewan kamu, boleh gak?" tanya Deva
"Sebentar ya," jawab aku.
aku mengambil tas pelangi itu dan memperlihatkan nya kepada Deva, Deva terkejut
"Ini..ini Hewan ku dan tasku..ya ampun Heli,Cici, Dan Kuku" Ucap Deva Memeluk Hewannya
Aku Pun Sontak Kaget Mengetahui Hal Itu..
"Lah ternyata hewan ini milikmu juga ya..hahaha aku gak tahu kalo ini milikmu," Usulku
"Iya, Terimakasih Banyak Ya Sudah Mau Merawat Mereka Sekarang mereka sehat kembali 😊" ucap Deva tersenyum manis
_Haduhh senyumannya itu kok manis banget ya haduhhh semanis gula😊😊_ gumamku
Bahkan Aku Malu Karena Ternyata Gumamanku di dengar oleh Deva sehingga membuatnya tersipu malu.
"Yaudah ayo masuk dulu," tawar aku
"Gak usah aku cuman sebentar makasih ya," Ucap Deva
Tiba tiba ibuku menelepon..
"Halo Bu ada apa?"
"Tasya Coba Kamu Ke Jalan Melati No VII, Ibu ada urusan penting sama kamu ayo buruan!" ucap ibuku
"Oh iya Bu, tapi ngapain?" tanyaku
"Udah buruan!" tegas ibuku
aku naik taksi menuju Jalan Melati VII dan Sesampainya Disana.....
"Lah, Ini Kan Rumah? Tapi Rumahnya Siapa?" aku masuk ke rumah besar itu dan menemukan ibu dan ayahku di ruang tamu
"Ibu ayah?" tanyaku heran melihat mereka
Lalu mataku melotot saat melihat Deva Bersama Kedua ortunya duduk Disana jua..
"De...Deva??" tanya aku heran lagi
"Ayo duduk Calon Menantuku😊" Ucap Ibu Deva
Mataku Lagi lagi terbelalak mendengarnya
"Jadi Kalian Kami Jodohkan, Kalian Akan Menikah Tahun Depan Karena Tahun depan kalian kan sudah lulus SMA bisa melanjutkan kuliah sebentar saja," Ucap Ayah Deva.
Deva dan aku terkejut mendengar pernyataan itu
"Apa itu tidak terlalu cepat? kan kami masih muda?" ucap Deva
"iya bisa tahun depan saja ya ayah mohon Deva," pinta ayahnya
akhirnya aku dan Deva pun berjodoh...
Saat aku akan pulang Deva sempat menggenggam tanganku dan memerasnya
aku menatapnya...
"Ada apa dan kenapa?" tanya aku
dia berbisik di telingaku...
"I Love You😊😘" Ucap Dia
Mendengar Ucapannya aku tersipu malu dan tersenyum...aku senang karena ada seseorang yang mencintaiku dengan tulus...
(Selesai)