Derry Aldian Syah, pria tampan yang kaya raya. Dia bertemu dengan seorang wanita hingga mereka saling jatuh cinta. Dalam satu hari cinta mereka berakhir tragis.
Derry sedang berada di toko buku. Dia asik membaca buku-buku yang ada di toko buku itu. Dia membawa satu buku untuk dibawanya pulang.
"Saya ingin membeli buku-buku ini," ucapnya kepada penjaga kasir.
Kasir penjaga itu heran banyak sekali buku yang ingin dia beli.
"Mau kemana dia membawa buku sebanyak itu."
Kasir itu memberikan kertas bukti pembayaran pada Derry.
Derry segera pergi dari tempat itu. Ditengah jalan dia dihalangi oleh orang yang ingin membunuh Derry.
Derry mundur dan berbalik melajukan gas mobilnya dengan sangat cepat. Dia lolos dari penjahat itu.
Derry yang merupakan anak orang kaya terpandang, mereka ingin Derry mati. Agar mereka dengan mudah mendapatkan warisan dari orang tua Derry.
Mereka adalah suruhan adik tirinya Derry. Delon namanya.
"Gimana? kalian berhasil?" tanya Delon dari seberang telepon.
"Maaf bos... kami tidak berhasil."
"Dasar tidak becus!" Delon mematikan teleponnya.
Delon tidak senang sampai hari ini targetnya tidak bisa dia kendalikan.
***
Dirumah, Derry sedang sibuk dengan laptopnya.
Banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. Besok adalah pertemuan pertama baginya untuk rapat.
Dia tampak sibuk dengan pekerjaanya itu sampai dia lupa untuk makan. Derry tertidur.
☀️☀️
Menjelang pagi. Derry terbangun dari tidurnya. Dia pergi mandi dan memakai jas hitamnya. Ketampanan yang terlihat disana. Siapa pun yang melihatnya akan tertarik padanya.
Pria blasteran Indonesia & Belanda.
"Bi... dimana sepatuku?" ucapnya kepada bibi yang menjadi pengurus pribadinya itu. Dari kecil sampai besar dia mengasuh Derry. Ayah dan Ibunya Derry sibuk melakukan bisnis. Sehingga orang yang mengurus Derry adalah bibi itu. Bi Atun namanya.
"Ini Tuan," ucap bi Atun dengan menundukkan kepala.
"Bi, sudah berapa kali saya bilang. Jangan panggil saya Tuan. Anggap saya seperti putra kandungmu sendiri," ucap Derry.
"I-iya Tuan. Eh, nak."
Derry melirik bi Atun dengan ekor mata yang tajam.
Dia pergi meninggalkan bi Atun, dia sudah hampir terlambat hari ini.
***
Sesampainya dikantor, semua mata tertuju padanya. Derry melirik sekelilingnya dengan tatapan tajam yang membuat siapa pun melihatnya tidak suka.
"Pagi pak," ucap sekretaris pribadinya itu.
Derry selalu tidak menjawab sapaan sekretaris nya itu.
Dia kemudian pergi rapat. Rapat yang dilakukan dikantor itu sendiri. Semua tertunduk padanya saat dia memasuki kantor.
Mereka memberi salam bersamaan.
"Selamat pagi pak."
"Iya." Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Sombong sekali," ucap Tere. Tere bekerja sebagai karyawan.
Semua mata tertuju padanya. Baru ini ada orang yang mengatakan langsung padanya. Meski mereka juga tidak menyukai sikap bos mereka ini. Mereka memilih diam dan hanya menurut saja.
"Bagaimana menurut kalian kalau kita memberikan sedikit modal di perusahaan yang hampir bangkrut itu."
"Itu bagus pak. Sesama perusahaan memang harus saling membantu," jawab karyawan yang lain.
"Oke. Yang mengurus itu semua dia." Derry menunjuk Tere.
"Kenapa jadi aku," ucap Tere dalam hati.
"Apakah anda siap? jika tidak siap silahkan berhenti bekerja dari sini!" ucapnya.
"Dasar orang tidak tahu untung. Sudah syukur selama ini aku mengabdi bekerja disini. Dan enak saja dia mau memecatku tanpa kesalahan yang aku buat," ucap Tere dalam hati.
"Apakah kau tidak dengar?" ucapnya sangat keras.
"De-dengar pak," ucap Tere terbata.
Rapat pun berakhir semua bubar untuk kembali bekerja.
Tere terpeleset dan ditangkap oleh bos yang dia kutuk tadi.
Mata mereka bertemu. Tatapan itu menjadi tatapan lama. Entah apa yang membuat mereka bertatapan lama.
Derry membuang tatapan nya dan melepaskan Tere. Tere terjatuh.
"Aww.. , Teri meringis kesakitan.
"Tega sekali dia membiarkan ku jatuh," kesal Tere.
Tere pergi meninggalkan bos nya sendirian diiruangan itu.
Dia kembali fokus untuk bekerja. Dia tidak ingin satu pekerjaan tertinggal.
Jam kantor pulang akhirnya berbunyi. Tere segera pulang ke rumah. Di perjalanan dia melihat seorang dari dalam mobil memakai topi yang ditupi bagian wajahnya. Tere takut dan mempercepat gas mobilnya.
Mobil itu lebih cepat pergi dari perkiraan Tere.
Tere mengikuti mobil itu. Dengan perasaan takut dan penasaran yang membuatnya untuk mengikuti mobil tersebut.
"Mau kemana mobil itu," ucapnya.
Dia terus mengikuti hingga berhenti disebuah tempat. Orang yang memakai topi yang menutup wajahnya keluar dari dalam mobil. Lalu pergi ke jok belakang.
Salah satu teman nya dari jok bekakang keluar. Mereka mengeluarkan tubuh seseorang yang dibaluti kain.
"Apa itu?" gumamnya.
Dia memarkir mobilnya jauh dari tempat itu. Supaya orang-orang tidak melihatnya. Dia turun dan masuk ke gedung yang besar itu. Gedung itu kosong dan sangat sunyi.
Dia bingung kemana dia harus mencari pria bertopeng itu. Tiba-tiba dia mendengar suara orang yang berteriak kesakitan.
"Ha ha ha ha ha... Sudah sangat lama saya menginginkan tubuh mu mati," ucapnya sambil tertawa senang.
"Delon... Kenapa kau melakukan ini?" Derry masih bisa bicara meski mulutnya sudah berlumuran darah.
"Kau masih bertanya ha!" hardik Delon.
Delon mengangkat dagu Derry. "Selama ini kau telah merebut yang aku impikan."
Meski badannya sudah tidak kuat dia masih bisa bersuara. "Apa yang telah aku ambil darimu Del."
"Akhirnya kau bertanya juga. Selama ini aku mengincar harta orang tuamu. Meski aku bukan anak kandungnya, sepeser pun orang tuamu tidak memberikan aku harta," jelas Delon.
"Delon papa sudah memberikan sebagian harta untukmu. Apa itu masih tidak cukup?" tanya Derry.
"Itu saja tidak cukup. Aku menginginkan semua yang kamu punya."
Delon menyuruh anak buahnya untuk mencambuk Derry.
"Akk.." Derry meringis kesakitan saat cambuk itu mengenai kulitnya.
Tere yang melihat semua kejadian itu merasa takut. Air matanya keluar. Dia tidak bisa menahan rasa sakit yang ada dihatinya.
Anak buah Delon kembali ingin mencambuk Derry. Tiba-tiba Tere mengehentikan nya.
"Hentikan!" Perintah Tere. Derry yang melihat Tere segera mengusir Tere agar cepat pergi. Tapi Tere keras kepala.
"Wah.. wah... berani sekali kau kesini. Kau ingin mati rupanya." Delon menangkap tubuh nya Tere.
"Tere...." Derry berteriak saat Delon mendekat.
"Jangan mendekat atau aku akan membunuhmu!"
ancam Tere.
Tere mengacungkan pisaunya pada Delon. Tetapi pisau itu bisa diambil oleh Delon sendiri.
"Tolong lepaskan dia. Dia tidak tahu apa-apa." Derry memohon agar Delon melepasnya tapi nihil.
"Ha ha ha ha ha. Aku menginginkan wanita ini," ucap Delon dengan mata nakal.
"Lepaskan aku," ucap Tere. Tapi Delon tidak menghiraukannya. Delon menyibak paksa pakaian Tere sehingga tubuh polosnya terlihat.
Derry menangis melihat itu. Dia tidak bisa apa-apa. Semua badannya seperti tidak berfungsi lagi.
Tere menangis dengan isakan tiada henti. Saat melihat Delon mengacungkan tangannya, dia memohon sebelum kematiannya, dia ingin mengungkapkan perasaan nya pada Derry.
" Derry ... aku mencintaimu." ucap Tere meneteskan air mata.
suk...
Delon sudah siap siaga ingin menusuk Tere dan tiba-tiba polisi datang.
Derry berteriak histeris. "Tere....................... aku juga mencintaimu."
"Tangkap dia," ucap polisi itu pada kelompoknya.
Semua polisi datang ke gedung itu. Delon dan anak buahnya ingin berlari saat itu. Tapi sia-sia, semua polisi sudah mengepung tempat itu.
Sebelum Tere menyerahkan dirinya, dia sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Polisi melepas ikatan yang mengikat tubuh Derry. Dan menopang tubuh Derry mendekati Tere.
Hatinya tenang, mereka selamat.
Derry memeluk Tere. Dia kembali mengucapkan kata yang keluar dari mulutnya itu.
"I love you."
"I love you too."
***
Cinta satu hari yang menyaksikan Mereke beradu kasih, hingga ke jenjang pernikahan. Derry dan Irene senang, mereka akhirnya resmi sepasang suami istri.
Tamat.
Hal yang perlu diambil dari cerita ini:
1. Selalu waspada lah. Kita tidak akan tahu
akan apa yang terjadi pada kita.Tidak peduli
orang itu kaya atau miskin.
2. Pandai lah memilih teman.
3. Jika mencintai orang jangan memendamnya.
Ungkapkan lah selagi kamu bisa.
Terimakasih. Jangan lupa like, komen dan Vote sebanyaknya.