Andaikan mereka dapat melihat apa yang aku lihat, mungkin diriku tidak di anggap aneh oleh orang orang.
Di sekolah asrama yang berada di Transylvania itu membuat Edgar menjadi kacau. Ia dapat melihat bahkan merasakan hal hal aneh, bukan hantu. Melainkan sesuatu yang lebih seram daripada hantu itu sendiri, mahkluk itu dapat melakukan kontak fisik terhadap Edgar. Mahkluk itu adalah monster, namun anehnya hanya Edgar yang dapat melihat dan melakukan kontak fisik pada mahkuluk itu.
Semua orang menjulukinya aneh, karena Edgar mencoba untuk membuktikan bahwa ada Monster disekolah mereka. Namun hasilnya tetap sama, tak ada yang dapat di lakukan selain diam dan menerima Bully-an dari orang-orang.
Hingga suatu hari, Monster itu semakin nyata. Monster berkepala menyeramkan dan berbadan hitam besar melakukan kontak fisik terhadap murid lainnya. Seorang siswa di temukan tak bernyawa di kamar asramanya sendiri. Teman sekamarnya mengatakan bahwa ia dibunuh oleh seseorang misterius.
Pikiran Edgar mengarah kepada Monster yang selalu menggangunya, polisi dan detektif mengamankan kamar asrama milik Stevan, korban pembunuhan itu.
Edgar mencoba dan terus mencoba untuk meyakinkan semuanya bahwa itu adalah ulah sang Monster. Monster itu telah berhasil menerobos dinding dimensi, dan melakukan pembunuhan terhadap Stevan. Tapi tetap saja, semuanya tidak ada yang memperdulikan Edgar.
...
Kasus pembunuhan kedua terjadi, sekarang guru seni. Nyonya Wistone, meninggal dengan keadaan leher terikat tali di kantornya. Polisi mengira ia bunuh diri, namun pandangan Edgar berbeda. Nyonya Wistone di bunuh oleh salah satu monster yang juga berhasil keluar melewati dinding dimensi. Dari kejahuan Edgar melihat monster berbulu hitam berkaki emat yang berada di depan lapangan sekolah.
Ia mengejar sosok itu, hingga memasuki gudang olahraga. Pintu tiba-tiba terkunci, Edgar berada dalam gudang olahraga merasa putus ada, tak ada yang bisa dilakukan. Tenaganya tidak cukup untuk mendobrak pintu gudang yang terbuat dari besi itu, hingga dia tertidur di gudang itu.
Esok paginya Edgar di temukan oleh petugas kebersihan, petugas itu mengatakan bahwa pintunya tidak terkunci. Namun Edgar membantah pernyataan dari petugas itu dan pergi dari gudang olahraga itu.
Ia melewati seluruh mata pelajaran dan mengunci dirinya di kamar asramanya. Seluruh teman sekamarnya tidak mau berbicara bahkan menoleh ke arah Edgar, mereka mengira Edgar adalah anak yang gila.
Karena Edgar melewati seluruh mata pelajaran, ia di panggil oleh kepala sekolah dan disuruh untuk menuju ke kantor kepala sekolah.
Ia menuju ke kantor kepala sekolah dengan pikiran yang was-was, berjaga-jaga apabila monster muncul dan membunuhnya.
...
Sesampainya Edgar di kantor kepala sekolah, ia diberi sanksi dan mendapatkan ceramah dari kepala sekolah. Edgar memperhatikan dengan betul ucapan demi ucapan kepala sekolah. Ia terheran-heran bahwa ini pertama kalinya kepala sekolah terlalu banyak bicara.
Pak Abraham, adalah sosok kepala sekolah yang tidak suka banyak bicara. Ia memberikan sanksi kepada setiap murid dan tidak pernah menceramahi mereka, namun kali ini Pak Abraham terlalu banyak bicara.
Edgar merasa aneh dengan ini semua, hingga tiba saat nya ia membentak Pak Abraham.
"Siapa kau sebenarnya, keparat!!" Bentak Edgar manggung kantor kepala sekolah.
Tiba-tiba secara mengejutkan, kepala Pak Abraham membelah dan mengeluarkan monster yang menyeramkan. Monster yang bersimbah darah di mukanya yang hancur itu, sangat menjijikan apabila di deskripsikan. Edgar dengan cepat berlari dan di kejar oleh Monster menjijikan itu, Edgar meraih pulpen dan menusukkannya ke kepala Monster itu.
"Aaaaaaaa!!!!" Monster itu berteriak dengan lantang dan keras.
Sambil mencabut pulpen di kepalanya, Edgar mencoba mencari barang untuk mebunuh Monster menjijikan yang ada di depan mukanya. Ia mengambil cutter dan menggorok leher monster itu, seragam Edgar penuh dengan darah. Kepala Monster itu terputus dari badannya.
Ia segera keluar dari kantor kepala sekolah dan menenangkan diri di toilet sekolah. Tiba-tiba Monster baru masuk ke kamar mandi dan menyerang Edgar. Sontak Edgar ketakutan, ia mencoba menghindar dan melawan. Namun ia kalah dari monster itu.
Ia menusuk perut Monster itu yang membuat Monster itu tergeletak tak bernyawa. Edgar keluar dari toilet, disana terlihat banyak sekali monster yang mengepungnya. Edgar berlari menuju kantin sekolah. Mengambil pisau dan membunuh Monster itu. Sempat ia terlempar namun ia tak pantang menyerah membunuh para Monster itu.
Ia berlari memasuki kamarnya dan menghubungi polisi,
"Halo, disini ada pembunuhan! Cepatlah kemari!!" Ucap Edgar ketakuan.
"Baiklah, katakanlah dimana alamatmu?" Tanya petugas yang mengangkat telepon dari Edgar.
Sambungan itu lalu terputus, dan Monster itu berhasil masuk ke kamar Edgar. Banyak sekali, sangat banyak Monster yang mengerikan. Edgar sangat pucat dan berpasrah.
Namun seketika Edgar memilih untuk melawan Monster itu, ia membunuh seluruh Monster itu. Hingga membuat pisau yang di gunakan membunuh itu bengkok dan tak dapat di gunakan lagi. Edgar berlari namun di luar sangat banyak Monster yang menunggunya. Suara sirene polisi terdengar.
Edgar menuju ke mana suara itu berasal, dihalangi oleh banyak Monster, Edgar tak gentar dan berteriak tolong dengan sangat keras. Ia masih menyimpan cutter yang tadi, Edgar mencoba untuk menggunakan waktu nya untuk membunuh para Monster itu.
Hingga polisi sudah di depan mata, Edgar lega melihat polisi itu, polisi itu siap menembak dan tertembak lah.
Door..!
Edgar tertembak tepat di dada nya.
...
2 detik sebelum kematiannya tiba, Edgar mengalami flashback yang sebenarnya terjadi
Stevan, murid yang meninggal akibat terbunuh itu. Dibunuh oleh Edgar sendiri.
Nyonya Wistone, meninggal akibat Edgar mengira ada yang tidak beres di kantornya. ia membunuh Nyonya Wistone, dengan menarik lehernya menggunakan tali dan menggantungkan di langit langit kantor.
Ketika di kantor kepala sekolah, Edgar telah mendapatkan sanksi dan disuruh keluar, namun Edgar terdiam di dalam hingga Edgar membentak Pak Abraham dan menusukan pulpen di kepalanya. Pak Abraham teriak kesakitan, Edgar melanjutkan pembunuhannya dengan menggorok leher Pak Abraham hingga tewas dan terlepas.
Ketika di toilet, kakak kelasnya masuk hendak mencuci mukanya. Namun Edgar menyerang nya. Kakak kelasnya yang tidak terima melawan Edgar dan membuatnya terudut di pojok kamar mandi. Edgar lalu menusuk perut kakak kelasnya menggunakan cutter lalu mencabutnya kembali, dan meninggalkannya.
Semua monster di pikiran Edgar hanyala halusinasi nya saja, itu hanyalah imajinasi Edgar yang berlebihan terhadap monster. Karena Edgar mengidap penyakit Skizofrenia.
-TAMAT-