Sekolah adalah tempat di mana kita belajar hal baru, dan mendapat teman teman baru. Tapi setiap sekolah pasti memiliki kejadian menyeramkan yang membekas di ingatan para murid.
Namaku Elena, Hari ini sekolah baru ku melaksanakan kegiatan MOS untuk murid baru
Di sana kami melakukan beberapa permainan, perkenalan, lalu meminta tanda tangan kepada semua osis.
Setelah semua itu, di 2 hari terakhir MOS kami melaksanakan Perkemahan Jumat - sabtu di sekolah, Semua makanan yang di suruh di bawa pada awal MOS di bagikan kembali kepada siswa, lalu para siswa di bagi kelompok dengan ketua tim seorang Kakak Osis.
Setiap kelompok berlomba lomba membagikan makanan ke warga, yang pertama kali sampai mendapat hadiah dari guru
Malam pun tiba, kami menyalakan api unggun lalu duduk di sekeliling nya , kakak kelas memperkenalkan ekskul di sekolah ku , Ada silat, paskibra, pramuka dengan yel yel nya, tari, musik dan sebagainya.
Acara berjalan lancar, lalu setelah duduk melingkari api unggun kami di ajak menonton film bersama guru dan murid lainya, sebelum menonton kami bernyanyi dan menari di bawah cahaya bulan , sangat menyenangkan dan guru guru pun senang melihat kami menari dengan senang
Film selesai di putar, kami kembali ke kelas yang sudah di persiapkan untuk tidur.
Kami sulit tidur pada saat itu, aku sedang berusaha untuk tidur tetapi rasanya seperti ada yang mengamati kami dari jendela kelas bagian belakang.
Saat aku berusaha mengabaikanya, teman ku mengaget kan ku aku begitu terkejut sampai terhentak bangun, teman teman ku hanya tertawa melihat ku terkejut
" Lah.. Lu kenapa Len? " tanya Sintia yang salah satu teman ku
" oh gapapa kok.. " ucap ku sambil melirik ke arah jendela
" ya udah anterin Siska ke kamar mandi yuk, dia takut sendirian " Ucap Sintia
" Oke.. " ucap ku setuju sambil bangun dari tempat ku tidur
Saat kami keluar kelas kami melihat ada beberapa guru yang masih bangun lalu bertanya pada kami
" Mau kemana? " tanya guru ku
" Mau ke kamar mandi pak " Ucap ku
" oh baiklah.. Jangan lama lama ya, kalian harus tidur ini sudah tengah malam "
" Makasih pak " ucap kami kompak
Kami pergi ke arah kamar mandi perempuan di bagian pojok sebelah ruang guru, keadaan luar kelas begitu dingin pada malam itu, itu membuat ku semakin merinding.
Aku memiliki perasaan yang lumayan tajam pada makhluk halus, saat ada mereka lewat, atau di pinggir jalan aku bisa merasakan hawa dingin yang membuat ku menggigil untuk beberapa detik
Kami sampai di depan kamar mandi, kamar mandi begitu gelap hanya ada lampu di depan kamar mandi yang menyala. Sintia menemani Siska ke dalam kamar mandi sedangkan aku menunggu di luar
Rasanya aku ingin segera kembali ke kelas tetapi aku tidak berani karena jarak kamar mandi dan kelas kami lumayan jauh
Aku menunggu mereka cukup lama
" Sudah belum? " ucap ku sambil mengetuk pintu
" Sebentar... " ucap Sintia
" Sudah " Ucap Siska
" Yuk.. Cepet ke kelas perasaan gua dah ga beres " Ucap Sintia
" Oke " Balas ku sambil menggandeng tangan Sintia
Saat aku memegang tangan Siska, rasanya agak aneh tadinya ku pikir tanganya dingin karena habis terkena air
Kami berjalan di lorong, perasaan ku dan Sintia makin ga karuan
" Siska...Tangan mu dingin abis main air ya ? Makanya lama banget " Tanya ku
" hmmm... " Jawab Siska dengan nada dingin
" hah.. " batin ku
" Lu kenapa sih- " Ucap Sintia sambil menengok ke arah Siska, Siska terkejut dengan apa yang dia lihat
Melihat ekspresi Sintia, aku tau apa yang terjadi perasaan dingin yang menyelimuti ku ternyata berasal dari Siska.
Aku melepas tangan Siska lalu menarik Sintia dan berlari ke arah guru
" Pak!! Pak!! " teriak Sintia sambil kelelahan
" Ada apa ? " Tanya pak guru
" Itu.. Pak.. Tadi kami habis dari kamar mandi terus Teman kami yang tadi bersama kami tiba tiba tanganya dingin pas saya lihat muka nya.. " Ucap Sintia sambil panik
" Teman kalian? Dari tadi kalian kan cuman berdua .. " jawab pak guru heran
Seketika tubuh kami semakin merinding mendengar jawaban dari pak guru
Aku dan Sintia syok berat,, Akhirnya pak guru yang tadi kami hampiri mengantar kami kembali ke kelas lalu menyuruh kami untuk tidur.
Sampai di kelas, kami melihat Siska yang ternyata sedari tadi ada di dalam kelas, melihat muka kami yang pucat dan ketakutan teman teman kami mengerumuni kami dan bertanya apa yang terjadi
Sintia menceritakan semua apa yang terjadi, kejadian dari mulai keluar kelas, hingga kembali ke kelas.
Semua ketakutan gara gara cerita sintia
" Sudah ku duga.. Menceritakan pada mereka tentang kejadian tadi adalah ide buruk " batin ku
Akhirnya kami sekelas berencana tidak tidur untuk menemani kami berdua, dengan cerita cerita seru.
Tetapi hanya beberapa orang yang bertahan , sisanya tertidur.
Pagi harinya kami menceritakan kejadian itu kepada teman laki laki kami yang berbeda kelas dengan kami
" Malam tadi kami semua tertidur lelap, maaf kan kami karena tidak bisa membantu kalian " Ucap salah satu teman laki laki kami
" Gapapa kok,, toh udh berlalu " Ucap ku dengan senyum pucat
Kegiatan kami masih berlanjut, tetapi saat kami sedang bermain sebuah permainan yang mengembalikan mood kami, salah satu teman se kelas kami ada yang kesurupan
Itu membuat satu sekolah heboh, untungnya kepala sekolah kami bisa mengatasinya.
Setelah kejadian kesurupan itu kami di suruh bersolawat supaya pikiran kami tidak kosong
Rasa dingin dan mencekam itu hilang saat kami mulai bersolawat bersama
Setelah permainan itu, kami berpamitan kepada guru lalu di perbolehkan pulang, aku di jemput oleh ibu ku aku menceritakan semuanya di jalan.
Ibuku berpesan " Hati hati ya.. Di sana dulu juga suka kejadian kayak gitu juga, kamu banyak banyak berdoa dan jangan sampai pikiran mu kosong ya.. " ucap ibuku
MOS kami berakhir
Kami mulai belajar seperti biasa , tetapi masih ada saja teman teman kami yang kesurupan semenjak kejadian itu
Pernah satu kali saat aku menjadi petugas upacara, 2 orang kakak kelas kesurupan saat itu juga, ada yang terlihat lemas dan pucat tapi tubuhnya seperti di kendalikan
Ada yang berteriak teriak sambil memukul tanah
Lalu pernah juga saat kami sedang belajar sejarah, salah satu teman kami yang duduk paling depan tiba tiba tertawa sendiri
Menangis,tertawa seperti itu terus menerus
" Pergi kamu! Jangan ganggu kami! Atau aku ludahi kamu! " kata guru ku yang datang dari kantor
Akhirnya kepala sekolah ku dan wakilnya membawa teman ku ke dalam kantor dan di sembuhkan di sana
Keadaan kelas menjadi tegang tetapi guru kami berusaha menenangkan kami, saat sudah tenang pelajaran berlanjut seperti biasa
Keesokan harinya, teman ku itu kesurupan lagi saat sekolah sudah sepi, aku sudah pulang jadi aku hanya mendengar ceritanya saja, untungnya para guru belum pulang waktu itu
Jadi... Dimana pun kita ber ada, jangan sampau pikiran kita kosong , berdoa lah agar kita di jaga dari makhluk yang ingin mengganggu kita
Sekian cerita dari ku...
Cerita ini adalah Cerita nyata Author yang namanya di ganti 'v')/