Selamat membaca kakak readers.....🤗
"Gak mungkin, yang bener aja sih kita kemah di area sekolah, gak modal amat nih sekolah" sungut Diana kesal.
"Bukan gak modal lho Din, pihak sekolah gak mau memberatkan para wali murid, makanya diadakan kemah di sekolah, lu pikir aja deh, kalo kita kita kemah di luar sekolah pasti biayanya banyak, secara konsumsi kita harus 3X sehari, kalo di sekolah, kita kan bisa dapat kiriman bekal dari bokap nyokap, ini yang part asyiknya" Aku menjelaskan panjang kali lebar kepada Diana dan teman teman yang lain.
Karena suatu alasan, pihak sekolah mengijinkan kami mengadakan perkemahan di area sekolah pada akhir pekan.
Ketua kami si Faris malah antusias daripada kami para anggotanya ketika menerima kabar ini.
Ya, kami akan mengadakan malam pelantikan ketua dan Anggota Dewan Galang Pramuka.
Kami sebagai senior harus menunaikan kewajiban kami kepada para junior, tapi sayangnya, perkemahan kali ini tak se seru biasanya.
Kami akan berkemah di sekolah dan teman temanku dengan terpaksa menyetujuinya.
Keputusan pihak sekolah sudah bulat.
Jumat pagi di sekolah,kami semua melakukan senam pagi bersama.
" Diharapkan bagi ketua dan anggota dewan galang, bisa hadir di ruang guru sekarang juga, karena ada hal penting, terimakasih"
Terdengar suara pemberitahuan dari pengeras suara sekolah.
Kami sudah berkumpul di ruang guru, kami berjumlah 36 orang, di depan kami sudah berdiri bapak Tegar pembina pramuka di sekolah.
"Selamat Pagi menjelang siang semua" beliau menyapa kami.
"Pagi pakkkkk" jawab kami serentak.
"Bapak disini sudah berusaha meyakinkan pak kepala sekolah agar dapat ijin berkemah di luar kota, tapi beliau menolak, karena banyaknya resiko yang akan kalian hadapi nanti ketika kemah di luar.
Salah satunya faktor keterbatasan makanan, kami saat ini kekurangan donatur, agar kegiatan tetap berjalan sesuai rencana, jadi kami putuskan untuk mengadakan malam perkemahan di area sekolah saja, dan perlu kalian ingat, kami tak mau memberatkan para orangtua untuk biaya kegiatan di luar belajar mengajar, mengerti semuanya !!!!!
Pak tegar berkata panjang lebar.
"Mengerti pak".
Kami serentak menjawab.
"Ini bapak sudah siapkan rangkaian acara untuk malam nanti dan besok, kalian pulang lah lebih awal, istirahat yang cukup dan jangan lupa bawa peralatan dan kebutuhan masing masing"
Suruh pak tegar.
"Untuk anggota junior sudah bapak umumkan kemarin sore, jadi mereka akan membawa peralatan mereka sendiri, kalian tak usah bingung dengan alat alatnya" Lanjut pak tegar.
" Ya sudah, cukup sekian,sampai jumpa nanti sore jam 5" Pak tegar membubarkan kami.
Di koridor sekolah Faris dan Dedi bersenda gurau sambil memikirkan cara yang jahil, agar adek junior nanti tak melupakan malam pelantikan ini.
" Ikutan nimbrung napa gengsss" Aku menghentikan percakapan keduanya.
"Elu selalu gitu ya Cin, dateng tanpa di undang" Faris menoyor kepalaku sambil berkata.
"kebiasaan nih manusia satu" celetuk Dedi.
"Gue gitu lho .....Cindy.... " aku tertawa kepada mereka berdua.
"Cin, cin ,cindy ....elu ngilang mulu, tadi gue samperin di kelas kagak ada, malah nimbrung sama mreka lu ya.....parah" Diana bersungut kesal sambil menstabilkan nafasnya yang ngos ngosan karena aku melihatnya berlari kesini tadi.
"Kalian berdua ngomongin apa sih ??? serius bener"
aku mengernyit pada dua cowok di depanku.
" Biasa lah Cin, gue bakal ngasih sesuatu yang spesial sama junior kita" Faris tersenyum licik sambil melihatku dan diana bergantian.
"Dih ngeri amat senyum lu Ris...jangan jangan....." Diana menghentikan perkataannya sambil berpikir.
" Eh itu mereka disana", terlihat beberapa teman yang lain ikut bergabung dengan kami.
" Fix ya lu bawa mainan kelabang, kalo ada ular karet, lu bawa sekalian pasti asyik deh" Dedi menyuruh teman cowoknya membawa mainan karet.
Kami, para Dewan Galang Pramuka senior berkumpul dan merencanakan sesuatu yang tak mungkin junior kami lupakan.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Jam 5 sore di sekolah.
Setelah upacara pembukaan pelantikan, kami pun bergegas mendirikan tenda yang masing masing tenda berisikan 8 orang.
Peralatan yang kami bawa ternyata berlebih dan kami bisa mendirikan lebih banyak tenda, jadi nanti malam, kami para senior bisa lebih luas untuk beristirahat.
Tenda tenda berjejer rapi di area halaman sekolah bagian dalam, dekat dengan koridor sekolah, karena SMP kami punya halaman tengah, luar dan samping yang lumayan besar.
Adzan berkumandang, waktu maghrib telah tiba, kami pun melaksanakan sholat berjamaah di musholla sekolah.
Tak lama, acara makan malam bersama kami lakukan, kami bertukar lauk pauk yang kami punya, inilah enaknya kalau berkemah, karena aku memang seorang yang suka makan heheheh.
Acara Api Unggun pun di mulai.
Terdengar pesan dari pak Tegar yang menggunakan TOA.
Api unggun adalah salah satu acara inti dari berkemah dan kami isi dengan melakukan permainan tanya jawab tentang pengetahuan pramuka.
" Bentar lagi tengah malam nih, kalian udah bawa yang aku suruh tadi kan??? Faris bertanya pada kami.
"Bawa dong" aku menjawab.
" Gue juga punya nih, tapi kecoak karet cuma ada dua lagi", Diana menimpali.
Dedi menambahkan " Gak asik punya kalian tuh, gue punya yang spesial" sambil mengeluarkan 3 ular karet hijau yang besar seukuran tanganku.
"Kereeeeennn, yakin deh mereka bakal ketar ketir", Tia menggelengkan kepalanya kagum.
Kami menyuruh junior untuk mengambil kertas tugas yang kami sediakan, satu kelompok harus 6 orang, Setiap pos akan di jaga 4 orang senior dan sisanya adalah yang akan menakut nakuti junior di tempat yang tak terduga.
Tengah malam, di hari jumat malam sabtu.
Semakin malam semakin dingin kurasakan.
Entah kenapa perasaanku yang tadi baik baik saja merasa tak enak, sejenak aku menghembuskan nafas ku, sambil bergumam tak akan ada apa apa.
Aku berjaga di pos 9 bersama Diana, Dedi dan Tia.
sementara Faris dia tak mau menjaga pos, dia lebih suka di balik layar, mengganggu para junior kami.
"Eh tunggu deh, itu bukannya Faris ya?? kenapa dia disini?? tadi kan dia sama Dino udah ke belakang sekolah, bersiap ngerjain junior" tunjuk Tia ke arah Faris yang di maksud.
"Mana Ti, kok aku gak liat?? aku celingukan mencari sosok Faris yang di maksud Tia tadi.
" Dia masuk Tenda junior tadi Cin" Tia menjawabku.
" Kalian ini ya, biarin napa, mungkin dia punya rencana lain", timpal dedi.
Kami memberikan panduan dan pertanyaan kepada junior yang ada di depan kami, serta menyuruhnya, mengisi lembaran tugas, yang sudah kami berikan tadi sore.
Wushhhh...... wushhhhhh.....
Angin berhembus kencang ke arah pos kami.
Kami bergidik kedinginan dan seketika bulu kudukku meremang.
"Angin darimana ini, kalian ngerasa juga kan???
aku mengusap tengkuk dan menoleh ke arah teman temanku.
" Iya, aneh sekali, coba lihat pos yang lain, mreka baik baik aja tuh, gak kenapa napa, tapi kenapa pos kita tiba tiba berangin???" Tia menempelkan tangannya ke lenganku.
Akhhhhhhh........
Terdengar suara teriakan dari dalam tenda.
Kami melihat pak Tegar berlari ke arah tenda dan melihat ada apa di dalam.
"Tunggu.....tidak ada siapapun di dalam sini, tapi kenapa teriakannya sangat jelas dari sini tadi???" pak tegar bergumam.
Kami menghampiri pak Tegar yang kebingungan.
" Pak, apakah bapak mendengar teriakan?? kami pun mendengarnya, tapi kenapa yang lain seakan akan tak mendengar apapun pak??? lihatlag mereka" Aku menunjuk teman temanku dan junior kami.
"Tunggu....kalian juga dengar??? bapak pikir ada orang di dalam tenda dan berteriak seperti ketakutan, makanya bapak langsung lari kesini".
" Kami mendengarnya pak" kami bersamaan menjawab.
"Itu Faris disana!!! kulihat Faris sedang berjongkok di belakang pos jaga 1 di antara semak semak.
" Ngapain tu bocah disana??? bukannya jaga junior dari belakang sekolah malah jongkok gak jelas disana". Gerutu pak tegar sambil berjalan menghampirinya.
" Ris, ngapain kamu disini??? Pak Tegar menepuk pundak Faris dari belakang.
Faris menoleh ke arah kami dan menyeringai sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.
"akhhh ....kami berteriak ketakutan dan meninggalkan nya sendiri disana.
Haahh.....haahh.....haah.... kami mengatur nafas yang ngos ngosan akibat berlari tadi.
"Pak Tegar, apa itu beneran Faris??? tapi kenapa???
Tia menggantung pertanyaannya.
" Apa mungkin Faris merencanakan ini semua???"
tanyaku.
" Gak mungkin Cin, tadi kami hanya merencanakan bawa mainan binatang melata dari karet biar junior ketakutan.
" Sudahlah mungkin itu beneran Faris yang usil, kembali ke pos masing masing" bubar pak Tegar.
Aku berjalan sambil berpikir, kenapa yang lain tak bisa mendengar suara teriakan tadi??
Kenapa juga hanya kami berlima yang bisa melihat Faris??? apa hubungannya semua ini???
aku bertanya tanya dalam hati.
10 menit kemudian ketika kami sudah berada di pos 9.
"Ded, lu gantian napa sama gue, udah pegel nih badan", Faris menghampiri kami.
Kami serentak menoleh ketakutan ke arah Faris, sambil merapatkan tubuh.
" Kalian kenapa??? kok liat gue kaya liat setan aja!!!
ucapnya lempeng.
Dengan bergetar aku bersuara" Emang tadi kita liat elu Riz, Elu tiba tiba aja lari trus jongkok di semak semak dekat pos jaga 1.
"Dih...sejak kapan gue sempet kesana???
dari tadi, gue ada di halaman belakang sekolah, ngerjain junior di pos akhir", Faris berkata gusar.
"Jadi yang tadi siapa dong?? bukan cuma kita yang liat, pak Tegar juga ikutan liat tadi", Dedi menambahkan.
Dddduaaaaaarrrr.....
Petir menyambar pohon di sebelah pos kami.
Kami semua terkejut dan melihat serentak ke arah pohon yang tersambar petir.
" Gak ada angin gak ada hujan tibatiba aja petir", Tia bergidik ngeri.
"Itu disana......" aku menunjuk sesosok yang mirip Faris tadi, dia berlari ke arah semak di pos jaga 1.
kami yang di pos 9 melihatnya termasuk Faris.
Tapi tetap saja yang lain tak menyadari itu.
Mereka hanya tertarik dengan pohon yang di sambar petir tadi.
" Tunggu...kalian mau ngikutin dia???
Faris berkata takut.
" Sepertinya dia mau menunjukkan sesuatu, sudah dua kali dia kesana" Aku berkata penasaran.
Aku berlari mengikuti sosok yang menyerupai Faris tadi, temanku yang lain mau tak mau ikut berlari termasuk Faris.
Pak Tegar yang melihat kami berlari bersama, menyusul kami secepatnya.
Sosok itu melihat kami semua, dia berdiri setelah lama berjongkok disana, dia menunjuk sesuatu di dalam tanah sambil menyeringai.
Kami mundur perlahan, kami takut sosok itu akan mencelakai kami.
Tapi tiba tiba......
Ddduaarrrrrrrr......dduaaarrrrrr........
Petir menyambar permukaan semak semak tadi, tak terlihat sosok yang berdiri di depan kami.
Ada sesuatu yang tersembul dari balik tanah dan tiba tiba semua orang berkumpul disini setelah mereka mendengar suara petir dan teriakan histeris.
"Tunggu .....sekarang mereka mendengarnya, tadi kan cuma kami ber lima" aku berkata pada teman temanku yang lain.
" Iya bener ",Tia menimpali sambil terheran heran.
Pak Tegar selaku pembina pramuka berdiri di depan kami dan mengais tanah yang tersembul tadi.
Kami berkumpul melingkari semak yang tersambar petir.
" Ini.....ini .... ada mayat", teriak pak Tegar.
Sontak kami mundur sambil berlari ke arah tenda.
Kami tidak bisa meninggalkan sekolah karena ini masih jam 1 pagi.
Kami berkumpul sambil berpegangan tangan.
Sementara disana Pak Tegar dan murid lelaki yang berani masih mengais tanah sampai mayat tersebut menyembul lebih terlihat.
Pak Tegar menghubungi anggota kepolisian setempat, satu jam kemudian Polisi datang membawa kantong jenazah untuk di bawa kerumah sakit buat keperluan autopsi.
Malam ini sungguh malam yang tak terduga.
Kami semua tak menyangka ketika malam pelantikan ini, ada kejadian yang tak terduga.
Kami hanya bisa berdoa semoga pembunuh si anak tersebut bisa di tangkap dan di hukum dengan semestinya.
Pagi menjelang dan kami membubarkan diri.
kami pulang kerumah masing masing dengan perasaan tak karuan.
" lho Cin, kenapa lu udah balik??? bukannya besok pagi kalen balik??" Kak Mutia bertanya.
"Ada kejadian mengerikan semalem kak" jawabku lemas.
"Akh ...yang bener Cin??" Kak Mutia mengernyitkan dahinya.
" Nanti kakak lihat aja beritanya di layar kaca, pasti ada, udah deh gue masuk kamar dulu kak, capek banget nih" aku pamit pada kakakku sambil masuk ke kamar.
"Semoga tak ada kejadian lain, yang lebih menyeramkan dari ini, cukup sekali aja, udah buat jantungku gak karuan rasanya" Aku bergumam sambil merebahkan diri di kasur setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi.
Tamat......
Jangan lupa like dan komennya kakak readers
makasih .....😉😉